Laporan Praktik Pengalaman Lapangan (Laporan PPL)

BAB I PENDAHULUAN

A.    Profil Lokasi PPL
        Profil lokasi PPL anda masing-masing
B.    Waktu Pelaksanaan PPL
        Sesuikan dengan pelaksanaan PPL anda masing-masing
C.    Personilia PPL
        Isi daftar personil PPL anda termasuk pembimbing dan lain-lain

BAB II PELAKSANAAN LATIHAN PEMBELAJARAN
A.    Pelaksanaan dan Analisis Kegiatan Sit In
1.    Pelaksanaan Sit In
Pelaksanaan Sit in bertempat di ruang kelas A1 PGRA Mamba’ul Hisan Menganti Babatan V/15 Wiyung Surabaya. Adapun guru kelas bernama Siti Aisah, S.Pd, dan guru pendamping dari kelas A1 bernama Imawati, S.Pd. Jumlah murid kelas A1 sebanyak 19 siswa dengan perbandingan 9 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Pembelajaran pada hari itu menggunakan tema anak muslim mandiri dengan sub tema panca indera. Waktu pelaksanaan Sit in adalah hari Senin tanggal 05 Agustus 2019 mulai dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 09.30 WIB dengan rincian 60 menit pembelajaran efektif dan 30 menit untuk istirahat.

Pada pelaksanaan Sit in yang dilaksanakan, sebelumnya mahasiswa mengetahui terlebih dahulu bagaimana kondisi kelas yang akan dijadikan tempat Sit in. Karena mengingat pada masa-masa Sit in adalah masa dimana anak-anak baru masuk pembelajaran baru setelah mengalami libur panjang kenaikan kelas sekaligus libur lebaran (bagi RA B). Sedangkan untuk kelompok awal (Kelompok PG dan RA A) adalah masa-masa dimana anak baru saja masuk dalam lingkungan yang baru, bahkan asing dimata anak.
Pelaksanaan Sit in yang dilakukan oleh penulis merupakan Sit in pada sekolah PGRA Mamba’ul Hisan Surabaya dimana di dalamnya, peneliti memfokuskan pada dunia RA (Raudhotul Athfal) yang mana menerapkan strategi pembelajaran berbasis sentra. Dalam pembelajaran sentra, sekolahan ini menerapkan beberapa sentra, diantaranya ialah sentra persiapan, sentra agama, sentra kreatifitas,  dan sentra balok. Dalam pembelajarannya, RA ini menggunakan kurikulum K13 sesuai dengan kurikulum yang dianut oleh pihak RA.

Dalam pelaksanan Sit in ada beberapa hal yang menjadi fokus pelaksanaan Sit in, diantaranya sebagai berikut:
a.    Aktivitas Guru Dalam Proses Pembelajaran 1) Persiapan Tertulis
Dalam proses pembelajaran, ada persiapan tertulis yang telah disediakan oleh guru kelas, yang dipakai untuk panduan dalam pembelajaran yang dilaksanakan pada hari tersebut. Sentra persiapan yang disediakan guru hanya berfungsi dalam 1 hari pembelajaran saja, karena RA ini menggunakan pembelajaran berbasis sentra. Sehingga dalam satu hari, persiapan tertulis yang disediakan oleh guru hanya mampu untuk hari tersebut saja. Untuk pembelajaran sentra yang lain, berlaku untuk 3 hari yang mana siswa-siswi RA Mamba’ul Hisan akan melakukan Moving class secara bergantian selama 3 hari tersebut.
Persiapan yang dilakukan dalam hal ini ialah guru menyiapkan alat dan bahan, menyiapkan materi dan kegiatan apa saja yang akan digunakan dalam pembelajaran hari itu. Persiapan tertulis ini dipersiapkan dengan mengacu pada PROTA, PROMES, RPPM, dan RPPH yang telah dibuat sebelumnya dimana perkembangan anak akan menjadi perhatian yang paling utama dalam menyusun rancangan pembelajarannya.

Baca Juga :  Laporan hasil penilaian pada anak usia dini

2)    Membuka Pelajaran
Terdapat dua macam model dalam membuka pembelajaran, yang pertama guru melakukan pengembangan fisik-motorik untuk anak, dalam hal ini dilakukan ketika Circle time  di dalam kelas. Kedua, pembiasaan membaca doa-doa pendek dan doa sehari-hari yang dilaksanakan di dalam kelas.
3)    Pengembangan Materi

Pengembangan materi pembelajaran yang diberikan kepada anak yaitu dengan cara guru mengembangkan materi anggota tubuh menjadi beberapa macam kegiatan. Pada sentra agama, guru memberikan kegiatan kepada murid untuk mengamati gambar panca indera yang mana siswa dikenalkan dengan panca indera, mengenal tata cara dan manfaat berwudhu yang mana siswa dikenalkan tentang cara berwudhu, bagaimana niat untuk berwudhu dan apa manfaat dari wudhu. Kemudian ada juga kegiatan praktik berwudhu supaya siswa memahami secara langsung bukan hanya teorinya saja. Siswa juga diajak untuk menghias gambar dengan tehnik kolase secara rapi yang mana anak diasah mengenai perkembangan seninya dan melatih kreativitasnya. Dan yang terakhir, guru mengasah perkembangan bahasa siswa melalui kegiatan menghubungkan tulisan dengan gambar.
4)    Penguasaan Materi
Penguasaan materi yang disampaikan, guru menguasai materi yang disampaikan, terlihat dari ketika guru menyampaikan sekaligus menjelaskan tentang bagaimana bentuk anggota tubuh manusia. Kemampuan menjelaskan guru yang diberikan kepada siswa disesuaikan dengan kata-kata siswa yang masih berusia dini, dan terbatasnya kosa kata yang dimiliki dan terkadang masih menggunakan bahasa daerah untuk anak mengetahui apa yang diucapkan oleh guru.
5)    Pemilihan Sumber Belajar
Sumber belajar yang dipilih oleh guru merupakan sumber belajar yang ada pada sekitar anak, bahkan yang ada pada anak. Ini dapat dilihat dari materi yang disampaikan oleh guru merupakan materi dari panca indera yang dimiliki oleh anak, bahkan anak dapat merasakan secara langsung.
6)    Penggunaan Strategi Pembelajaran

Baca Juga :  Contoh Laporan Studi Lapangan ; Manajemen Mutu Pendidikan di Pondok Pesantren

Dalam penggunaan strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru cukuplah unik, karena menuruti apa yang siswa inginkan, guru juga menyiasati ketika apa yang diinginkan siswa, siswa harus menuruti apa yang dikatakan oleh guru, adapun ketika melihat anak agak rewel, maka guru akan bertanya “adek mau bermain itu? (sambil menunjuk ke arah permainan bola warna). Kemudian anak tersebut mengangguk. Bu guru mau mengambilkannya, tetapi lembar kerjanya harus diselesaikan dulu ya!”.
7)    Penerapan Metode Pembelajaran
Metode yang digunakan cukup variatif, dimulai dari baris berbanjar, duduk melingkar, demonstratif, serta percobaan  yang dilakukan guru dan kemudian ditirukan oleh anak.
8)    Pemilihan Media Pembelajaran
Media yang digunakan oleh guru adalah media nyata (konkret), yaitu panca indera dari masing-masing siswa, sehingga siswa dapat merasakan kagunaan dan mengetahui bagian tubuhnya sendiri. Seperti tangan anak akan memegang matanya sendiri dengan mengucapkan “mata” dan siswa menirukan kata “mata”. Dengan seperti itu, maka anak akan mengetahui secara langsung dan dapat meraba bahwa  itu adalah bagian tubuh yang namanya mata.
9)    Pengelolaan Kelas
Pengelolaan kelas yang dilakukan guru dengan memberikan pembelajaran menarik sehingga dapat menarik perhatian siswa untuk mendengarkan dan fokus terhadap apa yang disampaikan guru, jika ada beberapa siswa yang perhatiannya terganggu maka guru mensiasatinya dengan memberikan tepuk (Ice Breaking). Sehingga anak akan terpusat kembali kepada guru.
10)    Menanggapi Pertanyaan Siswa.

Dalam menanggapi pertanyaan yang diberikan siswa guru memberikan ruang anak untuk bertanya, berbagi cerita dan pengalaman anak tentang hal apapun.
11)    Melakukan Evaluasi Pembelajaran
Guru melakukan pencatatan khusus untuk siswa yang akan dicatat pada akhir pembelajaran usai, dan penilaian yang dilakukan merupakan penilaian berbasis lembar kerja dan apa yang dilakukan anak dalam kesehariannya. Pada PGRA Mamba’ul Hisan menggunakan kurikulum K13 berbasis sentra, dimana penilaian anak merupakan penilaian yang dalam sehari hanya menilai beberapa anak dalam satu kegiatan dan kegiatan yang lainnya untuk beberapa anak lainnya. Tergantung teknik penilaiannya.
12)    Menutup Pembelajaran
Dalam menutup pembelajaran, guru memberikan beberapa penguatan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada hari itu, menyampaikan pembelajaran yang akan dilakukan esok hari dengan tujuan menumbuhkan minat anak untuk pergi ke sekolah. Dan memberikan penguatan dengan nyanyian, lagu- lagu yang merupakan ciri khas dari RA tersebut, sekaligus membaca surat pendek sebelum pulang dan berdoa.
2.    Analisis Kegiatan Sit In
Pada analisis Sit in guru kelas, mahasiswa mengumpulkan data dari pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan instrumen Cheklist dan juga catatan kecil untuk mengetahui bagaimana guru melakukan pembelajaran. Berikut Cheklist dan catatan yang mahasiwa tulis:

Baca Juga :  Contoh Laporan Studi Lapangan ; Organisasi Pondok Modern Darussalam Gontor

BAB III PENUTUP

A.    Refleksi
Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan II (PPL) dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2019 dan berakhir tanggal 30 September 2019. Kegiatan PPL II ini hanya berfokus pada kegiatan mengajar yang terlaksana selama 8 minggu untuk setiap mahasiswa secara bergantian antara kelompok A dan B. Kegiatan mengajar dilakukan dengan cara terbimbing yang dilaksanakan pada setiap hari Senin sampai dengan hari Jum’at. Persiapan mengajar dimulai dari pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPPH), konsultasi RPPH, pembuatan media pembelajaran, dan pembuatan instrumen penilaian.

B.    Rekomendasi
1.    Bagi Sekolah
a.    Bagi para pendidik dan pengelola  PGRA  Mamba’ul  Hisan  Surabaya, untuk dapat terus berusaha meningkatkan mutu pendidikan agar perkembangan peserta didik dapat berkembang sebagaimana mestinya.
b.    Komunikasi antar wali murid  dan  komite  sekolah  lebih ditingkatkan.
c.    Pembuatan media pembelajaran yang lebih menarik.
2.    Bagi Orang tua atau Wali Murid
a.    Bagi orang tua wali  murid,  dapat  terus  memperhatikan  dan berusaha menstimulasi perkembangan anak supaya searah dengan tujuan pembelajaran di RA Mamba’ul Hisan Surabaya.
b.    Orang tua lebih menjalin hubungan  dan  kerjasama  yang  baik dengan pihak sekolah.
c.    Orang tua lebih aktif dalam memahami perkembangan anak dan memantau perkembangan anak

3.    Bagi Mahasiswa
a.    Mahasiswa lebih aktif dan kreatif dalam mengajar.
b.    Mahasiswa lebih kreatif dalam menyusun kegiatan  pembelajaran yang beragam, baik dengan kegiatan di luar kelas maupun dengan kegiatan berupa proyek.

Tags: