Motivasi Belajar

  • Whatsapp
Undangan Digital

Pengertian Motivasi Belajar
Motivasi berpangkal dari kata “motif” yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai.

https://www.edukasikita.web.id/2019/11/motivasi-belajar.html

Motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Di sini terdapat tiga unsur yang saling bekaitan, yaitu sebagai berikut:

Bacaan Lainnya

  1. Motivasi dimulai dari adanya perubahan energi dalam pribadi. Perubahan-perubahan dalam motivasi timbul dari perubahan-perubahan tertentu
  2. Motivasi ditimbulkan dengan timbulnya perasaan affective arousal, mula-mula berupa ketegangan psikologi kemudian menjadi suasana emosi. Suasana emosi ini menimbulkan kelakuan yang bermotif.
  3. Motivasi ditandai dengan reaksi-reaksi untuk mencapai tujuan. Pribadi yang termotivasi mengadakan respon-respon yang berfungsi mengurangi ketegangan yang disebabkan oleh perubahan energi dalam dirinya.

Sebagaimana dikutip oleh Ngalim Purwanto, menurut Whiterington belajar adalah suatu peubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru daripada reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian, atau suatu pengetian.  Motivasi terbentuk oleh tenaga-tenaga yang bersumber dari dalam dan luar individu. Sedangkan, belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam inteaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak baik dari dalam diri maupun dari luar siswa (dengan menciptakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu) yang menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.

Baca Juga :  Perlunya Pendidikan Berpikir Kritis

Setiap anak pasti belajar dan mengalami proses pembelajaran. Sebagaimana dikutip dari Wolkfolk & Nicolich oleh Radno Harsanto, bahwa Konsep belajar dalam konteks pendidikan adalah sebagai berikut:
“Learning always involves a change in the person who is learning. The change may be for the better or for the worse, deliberate or unintentional. To qualify as learning, this change must be brought about by experience, by the interaction of a person with his or her environment.”
Kegiatan belajar selalu harus memberi perubahan pada subjek yang belajar. Perubahan tersebut terjadi karena adanya pengalaman interaksi pembelajar dengan orang lain ataupun dengan lingkungannya. Jika setiap anak mengalami proses belajar, maka pembedanya adalah tingkat perubahan yang dialami siswa. Tinggi rendahnya perubahan siswa tergantung motivasi atau dorongan dalam belajar

Pos terkait