Model Pembelajaran

Model pembelajaran merupkan sebuah rancangan yang menggambarkan suatu proses rincian dan menciptakan suatu situasi lingkungan yang memungkinkan anak dapat berinteraksi dalam proses pembelajaran, sehingga menciptakan suatu perubahan yang terjadi perubahan perilaku atau perkembangan pada peserta didik.

https://www.edukasikita.web.id/2019/11/model-pembelajaran.html

Dalam pendidikan anak usia dini terdapat beberapa macam model pembelajaran yang bisa digunakan, seperti model pembelajaran kelompok dengan sudut pengaman, model pembelajaran sudut kegiatan, model pembelajaran area dan model pembelajaran sentra. namun setelah adanya model pembelajaran sentra (BCCT / CCCRT) sudah lumayan banyak ditemui sekolah PAUD yang mencoba menerapkannya. Model pembelajaran sentra ini mempunyai fungsi sebagai pijakan lingkaran yang diperlukan untuk mengembangkan seluruh potensi dasar peserta didik dalam berbagai aspek perkembangan secara seimbang, tidak hanya itu masih banyak keuntungan yang diperoleh.

PEMBAHASAN
Metode Centers for Childhood Research and Training (CCCRT) atau Beyond Center and Circle Time (BCCT) atau lebih dikenal di Indonesia dengan metode sentra ini berdiri di kota Florida Amerika Serikat, yang bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran yang masih banyak salah kaprah di lembaga- lembaga PAUD. Metode sentra ini merupakan pengembangan dari teori metode Montessori, Highscope dan Reggio Emilio.

Sentra merupakan zona bermain anak dengan dilengkapi seperangkat alat main yang mempunyai fungsi sebagai pijakan lingkungan, diperlukan untuk mendukung perkembangan anak dalam 3 jenis permainan yatu; permainan sensorimotor (permainan fungsional), permainan peran, dan permainan pembangunan. Pembelajaran yang berpusat pada sentra yang dilakukan secara tuntas oleh 1 kelompok usia PAUD dalam 1 sentra kegiatan. Dalam metode ini anak dirangsang untuk aktif melakukan kegiatan bermain sambil belajar di sentra-sentra pembelajaran. Terdapat 7 sentra dalam medel pembelajaran sentra, yaitu;

  • Sentra Imtaq (Iman Dan Taqwa) yakni Dalam sentra ini sekolah mengajarkan tentang bagai macam agama, saling toleransi setiap perbedaan, mensyukuri ni’mat allah swt.
  • Sentra Balok yakni Dalam sentra ini sekolah memfasilitasi anak tentang bermain konsep bentuk, ukuran, kerapihan, keterkaitan bentuk, ketelitian, bahasa, dan kreativitas. Bahan dan alat pada sentra balok terdiri dari; balok-balok dengan berbagai ukuran dan bentuknya, balok aksesoris untuk bermain peran, lego berbagai bentuk, kertas dan alat tulis.
  • Sentra Bermain Peran yakni Dalam sentra bermain peran ini terdiri dari sentra bermaian peran mikro (misalnya menggunakan boneka, meja, kursi, rumah-rumahan) dan sentra bermain peran makro yang dapat menggunakan anak sebagai model.
  • Sentra Seni yakni Dalam sentra ini sekolah dapat membaginya dalam seni music, seni karya atau seni pahat, dan seni tari. Namun sekolah dalam sentra ini dalam mengembangkanyya tergantung pada kemampuan satuan PAUD, minimal ada dua jenis seni kegiatan yang dikembangkan.
  • Sentra Musik dan Olah Tubuh yakni Dalam sentra ini sekolah harus menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan pada sentra ini seperti; botol kaca, rebana, balera, gendang dll. Dengan tujuan anak mampu mendapatkan pengalamannya dalam menggunakan gagasannya melalui olah tubuh anak, bermain music dan lagu juga dapat memperluad pengalaman dan pengetahuan anak mengenai irama, birama, dan mengenal berbagai bunyi-bunyian dengan menggunakan alat-alat music yang telah disediakan di sekolah PAUD.
  • Sentra Bahan Alam yakni Dalam sentra ini sekolah memfasilitasi dengan bahan-bahan alam yang ada disekitar lingkungan anak (yang sering ditemui anak) dengan menyangkut pautkan pengetahuan sains, matematika dan seni. Bahan- bahan alam yang ada lingkungan anak (sering ditemui) contohnya; air, pasir, bebatuan, daun, bunga dll. Dengan begitu anak berkesempatan menggunakan bahan untuk bermain dengan berbagai macam cara sesuai pikiran dan gagasan masing-masing dengan hasil yang berbeda.
  • Sentra Persiapan yakni Dalam sentra ini sekolah lebih menekankan pengenalan keaksaraan awal pada anak. Penggunaan alat tulis, buku dapat dilakukan di semua sentra, namun dalam sentra persiapan lebih di perkaya dengan jenis- jenis kegiatan bermainnya. 
Baca Juga :  Prinsip-Prinsip Pengelolaan Kelas

Dengan adanya macam-macam sentra pendidik atau guru dalam metode ini hanya berfungsi sebagai fasilitator dan motivator dengan memberikan pijakan- pijakan. Pijakan-pijakan yang diberikan pendidik adalah pijakan sebelum dan sesudah anak bermain dilakukan dengan cara duduk melingkar, pijakan yang lainnya yaitu pijakan lingkungan (setting dan keragaman lingkungan) dan pijakan pada setiap anak yang dilakukan selama anak bermain. Meskipun ada 7 sentra dalam metode Sentra (CCCRT atau BCCT) tidak mengharuskan suatu lembaga sekolah menggunakan semua 7 sentra tersebut, dikarenakan harus bisa disesuaikan dengan kemampuan sekolah tersebut.

KESIMPULAN
Munculnya model pembelajaran sentra adalah untuk memperbaiki proses pembelajaran yang masih banyak ditemui salah kaprah dalam proses pembelajaran. Pembelajaran sentra bermain adalah zona bermain anak yang dilengkapi dengan berbagai macam alat bermain yang berfungsi sebagai pijakan lingkaran yang diperlukan untuk mengembangkan seluruh potensi dasar anak didik dalam berbagai aspek perkembangan secara seimbang. Sentra merupakan zona bermain anak dengan dilengkapi seperangkat alat main yang mempunyai fungsi sebagai pijakan lingkungan, diperlukan untuk mendukung perkembangan anak dalam 3 jenis permainan yatu; permainan sensorimotor (permainan fungsional), permainan peran, dan permainan pembangunan.

Terdapat 7 macam sentra dalam model pembelajaran sentra (BCCT/CCCRT) yaitu; Sentra IMTAQ, Sentra Balok, Sentra Bermain Peran, Sentra Seni, Sentra Music dan Olah Tubuh, Sentra Bahan Alam, dan Sentra Persiapan, yang masing-masing mempunyai pijakan, pijakan-pijakan yang diberikan pendidik adalah pijakan sebelum dan sesudah anak bermain dilakukan dengan cara duduk melingkar, pijakan yang lainnya yaitu pijakan lingkungan (setting dan keragaman lingkungan) dan pijakan pada setiap anak yang dilakukan selama anak bermain. Dalam model pembelajaran sentra pendidik hanya berfungsi sebagai fasilitator dan motivator.

Tags: