Pendekatan dalam Supervisi Pendidikan

Pendekatan berasal dari kata approach adalah cara mendekatkan diri kepada objek atau langkah-langkah menuju objek. Ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan oleh supervisor, hal ini tentu lebih memudahkan supervisor ketika mensupervisi bawahannya, supervisor dapat memilih pendekatan mana yang akan digunakan sesuai dengan kondisi lembaga yang bersangkutan, karena setiap pendekatan dalam supervisi pendidikan memiliki karakteristik yang berbeda. Pemilihan yang tepat bergantung pada masalah yang dihadapi dan tujuan yang hendak dicapai.

https://www.edukasikita.web.id/2019/11/pendekatan-dalam-supervisi-pendidikan.html

Menurut Piet a. Suhertian, ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam supervisi yaitu pendektatan direktif, pendekatan non-direktif dan pendekatan kolaboratif, ketiga pendekatan tersebut bertitik tolak pada teori psikologi belajar, berikut ini penjelasan ketiga pendekatan tersebut.

Pendekatan langsung (direktif)
Pendekata direktif adalah cara pendekatan terhadap masalah yang bersifat lansung. Supervisor memberikan arahan langsung, sudah tentu pengaruh perilaku supervisor lebih dominan. Pendekatan direktif ini berdasarkan pada pemahaman terhadap psikologis behaviouristis. Prinsip behaviouristis ialah segala perbuatan yang berasal dari refleks, yaitu respon terhadap rangsangan/stimulus. Oleh karena guru memiliki kekurangan, maka perlu diberikan rangsangan agar ia bisa bereaksi lebih baik. Sasaran pedekatan supervisi direktif adalah perilaku pengajaran dan bukan perbaikan kepribadian guru. Untuk ini supervisor diharapkan untuk mengajarkan berbagai  keterampilan pada guru terkait mengamati, menganalisis, mengembangkan kurikulum dan ketrampilan dalam mengajar.

Pendekatan supervisi pembelajaran Non-Direktif (Tidak Langsung)
Yang dimaksud pendekatan supervisi non-direktif adalah (tidak langsung) adalah cara pendekatan terhadap permasalahan yang sifatnya tidak langsung. Perilaku supervisor tidak secara langsung menunjukkan permasalahan, tapi ia terlebih dulu mendengarkan secara aktif apa yang dikemukakan oleh guru. Ia memberi kesempatan sebanyak mungkin kepada guru untuk mengemukakan permasalahan yang mereka alami. Pendekatan non-direktif ini berdasarkan pada pemahaman psikologis humanistik. Psikologi humanistik sangat menghargai orang yang akan dibantu. Oleh karena pribadi guru yang dibina begitu dihormati, maka ia lebih banyak mendengarkan permasalahn yang dihadapi guru-guru. Guru mengemukakan masalahnya. Supervisor mencoba mendengarkan, dan memahami apa yang dialami.

Pendekatan supervisi pembelajaran kolaboratif
Pendekatan supervisi pembelajaran kolaboratif adalah cara ppendekatan yang memadukan cara pendekatan direktif dan non-direktif menjadi suatu cara pendekatan baru.
Pada pendekatan ini baik supervisor maupun guru bersama-sama bersepakat untuk menetapkan struktur proses dan kriteria dalam melaksanakan proses percakapan terhadap masalah yang diahadapi guru. Pendekatan ini didasarkan pada psikologi kognitif. Psikologi kognitif beranggapan bahwa belajar adalah perpaduan antara kegiatan individu dengan lingkungan yang pada gilirannya akan berpengaruh dalam pembentukan aktivitas individu. Dengan demikian, pendekatan dalam supervisi berhubungan pada dua arah ; dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas.

Baca Juga :  Pengertian Supervisi

PENUTUP
Kesimpulan
Pendekatan berasal dari kata approach adalah cara mendekatkan diri kepada objek atau langkah-langkah menuju objek. Pendekatan supervisi pendidikan dibagi menjadi beberapa macam yaitu :

  • Pendekatan supervisi pembelajaran direktif (langsung) adalah cara pendekatan terhadap masalah yang bersifat langsung.
  • Pendekatan supervisi pembelajaran non-direktif (tidak langsung) adalah cara pendekatan terhadap permasalahan yang sifatnya tidak langsung.
  • Pendekatan supervisi pembelajaran kolaboratif adalah cara pendekatan yang memadukan cara pendekatan direktif dan non-direktif menjadi satu cara pendekatan baru.

DAFTAR PUSTAKA
Aminah, Aisyah. 2017. Pendekatan efektif supervisi pembelajaran dalam meningkatkan profesionalisme guru di lembaga pendidikan islam. Vol. 12. No. 1.
Wahyudi. 2012. Kepemimpinan kepala sekolah dalam organisasi pembelajaran (Learning Organiation), Bandung: CV. Alfabeta

Tags: