Prosedur Penilaian Anak Usia Dini

  • Whatsapp
Undangan Digital

Prosedur penilaian adalah sambungan artikel dari Metode Penilaian pada postingan sebelumnya. Adapun beberapa prosedur untuk menentukan penialaian adalah sebagai berikut:

https://www.edukasikita.web.id/2019/11/prosedur-penilaian-anak-usia-dini.html
  1. Guru melaksanakan penilaian dengan mengacu pada tingkat pencapaian perkembangan, capaian perkembangan, serta indicator yang hendak dicapai dalam satu satuan kegiatan yang direncanakan dalam tahapan waktu trtentu dengan memperhatikan prinsip penilaian yang telah ditentukan
  2. Penilaian dilakukan secara integratif dengan kegiatan pembelajaran. Artinya guru tidak secara khusus melaksanakan penilaian, tetapi menyatu dengan aktifitas pembelajaran dan kegiatan bermain berlangsung.
  3. Dalam pelaksanaan penilaian sehari-hari, guru mengacu pada indikator standar tingkat yang pencapaian perkembangan yang merupakan penjabaran dari capaian perkembangan dan potensi perkembangan peserta didik, yang akan dicapai seperti yang telah diprogramkan dalam rencana kegiatan harian (RKH). 

Cara pencatatan hasil penilaian harian dilaksanakan sebagai berikut :

Bacaan Lainnya

  • Catatan hasil penilaian harian perkembangan anak dicantumkan pada kolom penilaian di rencana kegiatan harian (RKH).
  • Anak yang belum berkembang (BB) perkembangan sesuai dengan indikator seperti yang diharapkan dalam RKH atau dalam pelaksanaan tugas selalu dibantu guru, maka pada kolom penilaian ditulis nama anak dan diberi tanda satu bintang.
  • Anak yang sudah mulai berkembang (MB) sesuai dengan indikator seperti yang diharapkan dalam RKH mendapatkan tanda dua bintang .
  • Anak yang sudah berkembang sesuai harapan (BSH) pada indikator dalam RKH mendapatkan tanda tiga bintang.
  • Anak yang berkembang sangat baik (BSB) melebihi indikator seperti yang diharapkan dalam RKH mendapatkan tanda empat bintang .

PEMBAHASAN
Proses asesmen tidak bisa dipisahkan dengan proses pembelajaran. Bahkan proses asesmen itu sendiri harus sesuai dengan tujuan pembelajaran sehingga hasil akhir dari asesmen akan mendorong lahirnya berbagai keputusan dan kebijakan yang akan meningkatkan kualitas pembelajaran. Oleh karena itulah Anda harus benar-benar memahami sejumlah langkah pokok yang harus Anda lakukan agar tujuan dilakukannya asesmen bisa tercapai. Berikut adalah prosedur penilaian anak usia dini :

Baca Juga :  Macam-macam Tes dalam Evaluasi Pembelajaran

Menyusun Rencana Asesmen atau Evaluasi Hasil Belajar
Dalam merencanakan asesmen atau evaluasi hasil belajar, Anda perlu melakukan setidaknya enam hal, yaitu:

  • Merumuskan tujuan dilakukannya asesmen atau evaluasi, termasuk merumuskan tujuan terpenting dari diadakannya asesmen. Hal ini perlu dilakukan agar arah proses asesmen jelas
  • Menetapkan aspek-aspek yang akan dinilai, apakah aspek kognitif, afektif, atau psikomotor
  • Memilih dan menentukan teknik yang akan digunakan
  • Menyusun instrumen yang akan dipergunakan untuk menilai proses dan hasil belajar para peserta didik. Sejumlah instrumen yang mungkin digunakan adalah butir-butir soal tes (test item), daftar cek (check list), rating scale, panduan wawancara, dan lain-lain
  • Menentukan metode penskoran jawaban siswa. Dengan kata lain Anda harus memutuskan tolok ukur, norma atau kriteria yang akan dijadikan pegangan atau patokan dalam menginterpretasi data hasil evaluasi. Misalnya saja, apakah Anda akan menggunakan Penilaian Beracuan Patokan (PAP) ataukah menggunakan Penilaian Beracuan Kelompok atau Norma (PAN)
  • Menentukan frekuensi dan durasi kegiatan asesmen atau evaluasi (kapan, berapa kali, dan berapa lama
  • Mereview tugas-tugas asesmen

Menghimpun Data
Dalam kegiatan ini Anda sebagai guru bisa memilih teknik tes dengan menggunakan tes atau memilih teknik non tes dengan melakukan pengamatan, wawancara atau angket dengan menggunakan instrumen-instrumen tertentu berupa rating scale, check list, interview guide atau angket.
Ketika melakukan asesmen prestasi peserta didik, para guru harus memahami situasi dan kondisi lingkungan fisik dan psikologis. Lingkungan fisik harus tenang dan nyaman. Selama proses asesmen berlangsung, guru juga harus memonitor jalannya asesmen dan membantu agar semuanya berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Pos terkait