Pendidikan Karakter Pada Anak Usia dini

  • Whatsapp
Undangan Digital

Maria Montessori (dalam Megawangi, 2004) menyatakan bahwa tahapan perkembangan anak yang paling penting adalah pada 6 (usia enam tahun) pertama. Usia enam tahun dikatagorikan sebagai Golden Age atau disebut usia emas. Masa keemasan (Golden Age) ini disebabkan ada miliyaran sel otak yang siap dikembangkan. Perkembangan anak usia dini harus diimbangi dengan pembangunan karakternya.

https://www.edukasikita.web.id/2019/11/pendidikan-karakter-pada-anak-usia-dini.html

Menurut Kurniawaty (2011: 7) pendidikan karakter adalah upaya penanaman nilai-nilai karakter kepada anak didik yang meliputi pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai kebaikan dan kebajikan, kepada Tuhan YME, diri sendiri, sesama, lingkungan maupun kebangsaan agar menjadi manusia yang berakhlak.

Bacaan Lainnya

Dalam pedoman Pendidikan Karakter bagi Anak Usia Dini yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI), Direktorat PAUD, (2011 : 8), menjelaskan, pada pendidikan anak usia dini nilai-nilai karakter yang dipandang sangat penting dikenalkan dan diinternalisasikan ke dalam perilaku mereka yang meliputii : kecintaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kejujuran, disiplin, toleransi dan cinta damai, percaya diri, mandiri, tolong menolong, kerjasama, dan gotong-royong, hormat dan sopan santun, tanggung jawab, kerja keras, kepemimpinan dan keadilan, kreatif, rendah hati, peduli lingkungan, cinta bangsa dan Tanah Air.

Pada tahun 1993, Josephson Institute of Ethics mensponsori pertemuan di Aspen, Colorado, Amerika Serikat untuk mendiskusikan penurunan moral dan cara mengatasinya. Sebanyak dua puluh delapan orang pemimpin dunia merumuskan nilai-nilai universal yang diturunkan dari nilai-nilai kultural, ekonomi, politik, dan agama. Hasil pertemuan itu kemudian dikenal dengan Aspen Declaration on Character Education (DeRoche, 2009). Pendidikan karakter yang dirumuskan dalam deklarasi Aspen tersebut sebagai nilai etika dari masyarakat yang demokratis, seperti hormat, bertanggungjawab, dapat dipercaya, adil, profesional, peduli terhadap nilai-nilai kemasyarakatan dan kewarganegaraan.
Pendidikan karakter pada anak bukan hanya membiasakan berperilaku baik, lebih dari itu, anak dituntut membentuk pikiran, watak, yang dapat memiliki perilaku yang baik, dengan seperti itu anak dikatakan berhasil. Hal tersebut sejalan dengan pendapat DeRoche (2009) yang menyatakan bahwa: “Therefore character education is not about simply acquiring a set of behaviors. It is about developing the habits of mind, heart, and action that enable a person to flourish.” Artinya karakter sebagai nilai- nilai, sikap, dan perilaku yang dapat diterima oleh masyarakat luas. Karakter tersebut meliputi berbagai hal seperti etis, demokratis, hormat, bertanggung jawab, dapat dipercaya, adil dan fair, serta peduli.

Pos terkait