Contoh Laporan Studi Lapangan ; Manajemen Mutu Pendidikan di Pondok Pesantren

Keberadaan pesantren merupakan lembaga pendidikan islam tertua di Indonesia. Esantren di fungsikan sebagai suatu lembaga yang dipergunakan untuk penyebaran agama dan tempat mempelajari agama islam. Adapun pondok, masjid, santri, pengajaran kitab-kitab klasik dan kyai merupakan lima elemen dasar dari tradisi pesantren. Sebuah pesantren pada dasarnya merupakan sebuah asrama pendidikan islam tradisional di mana para santri tinggal bersama dan belajar dibawah bimbingan seorang (atau lebih) guru yang lebih di kenal dengan sebutan kyai.  Pesantren sebagai lembaga pendidikan islam sampai sekarang eksistensinya masih di akui, bahkan semakin memainkan perannya di tengah-tengah masyarakat dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang handal dan berkualitas.

Manajemen Mutu Pendidikan

Dalam rangka perwujudan fungsi idealnya untuk meningkatkan kualitas tersebut, system pendidikan islam haruslah senantiasa mengorientasikan diri kepada menjawab kebutuhan dan tantangan yang muncul dalam masyarakat kita sebagai konsekuensi logis dari perubahan. Oleh karena itu, lembaga-lembaga pendidikan islam di selenggarakan haruslah sesuai dengan tuntutan dan aspirasi masyarakat, sebab tanpa memperhatikan hal tersebut, barangkali untuk mencapai kemajuan dalam perkembangan agak sulit. Pendidikan yang berorientasi pada kualitas lulusan sama dengan mengharuskan berorientasi pada subjek didik, karena subjek didiklah yang menjalani proses pendidikan sampai lulus. Hal ini juga di karenakan bahwa subjek didik sendiri tidak lagi di pandang sebagai wadah transformasi ilmu saja, akan tetapi mereka harus ikut aktif dalam berlangsungnya kegiatan proses belajar mengajar, untuk itu lembaga pendidikan islam seperti pesantren di butuhkan upaya pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan potensi diri yang dimiliki subyek didik agar dapat memiliki sikap kemandirian. 

Dalam upaya pengembangan kemampuan subjek didik melalui ketrampilan atau kursus sebagai bentuk pendidikan berkelanjutan yakni dengan penekanan pada penguasaan ketrampilan, standar kompetensi, pengembangan sikap kewirausahaan dan pengembangan kepribadian professional.  Pondok pesantren karangasem yang berlokasi di Paciran kabupaten Lamongan, merupakan salah satu pondok pesantren yang dapat di katakn sebagai pesantren modern, karena pesantren ini dalam system pendidikannya selain memberikan pendidikan ilmu keagamaan juga mengajarkan sains dan teknologi dan ketrampilan. Adapun kaitannya dengan mutu pendidikan, apakah pesantren menggunakan standar total quality manajemen untuk menjadikan pendidikan yang berorientasi pada mutu, total quality manajemen dalam pendidikan berarti penerapan menejemen yang bersifat total pada seluruh komponen dimana di dalamnya meliputi quality assurance dan quality control.

Dalam hal menejemen mutu pendidikan, yang mana dalam hal ini akan di telusuri lebih dalam mengenai standar mutu pendidikan yang di terapkan dan pelaksanaan manajemen mutu pendidikan pada pondok pesantren Karangasem Paciran Lamongan, karena pertama, dilihat dari banyaknya peserta didik dari tahun ke tahun, manajemen bagaimana yang telah di terapkan sehingga menghasilkan output yang bermutu. Kedua, pesantren juga merancang kurikulum secara mandiri, dimana tidaklah mudah dalam pengelolaannya, oleh karena itu di butuhkan manajemen yang benar-benar baik sehingga menjadi pendidikan yang bermutu.

A.    Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan di bahas dalam pembahasan ini, dengan tujuan agar pembahasannya terfokus pada permasalahan yang diangkat dalam pembahasan ini adalah:
1.    Bagaimana standar mutu pendidikan yang di terapkan pada Pondok pesantren KarangAsem Paciran Lamongan?
2.    Bagaimana Pelaksanaan manajemen mutu pendidikan pada Pondok Pesantren KarangAsem Paciran Lamongan? 

B.    Sketsa Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Karangasem
Pondok pesantren yang terletak dipesisir pantai utara pulau jawa ini bernama pondok “ Karangasem” yang didirikan pada tanggal 18 oktober 1948 M yang bertepatan dengan tanggal 28 Dzulhijjah 1367 H oleh KH. Abdurrahman Syamsuri    ( almarhum ) yang biasa di panggil Yi Man.

Awal dari kisah pondok ini diberi nama “Karangasem” di ambil dari sebuah nama pohon yang tumbuh di depan pekarangan rumah milik bapak  KH. Abdurrahman Syamsuri, pohon yang rindang dan menjulang tinggi itu adalah “Asam”. Dibawah pohon itulah terdapat pemondokan yang di huni oleh santri-santri pertama kali, sehingga masyarakat desa paciran  dan sekitarnya sering menyebutnya pondok “ karangasem” yang berarti sebuah pondok yang “pekarangannya ada pohon asamnya”. Meskipun pohon asam yang besar dan rindang itu telahdi tebang, namun pondok  ini masih tetap dengan nama pondok  pesantren “Karangasem” dan agar symbol sejarah ini tetap ada, maka di beberapa tempat dilingkungan pondok pesantren ini telah di tanam pohon asam sekedar sebagai icon, tidak ada makna filosofis dari penanaman ini kecuali pohon ini menjadi perindang yang menyejukkan bagi para santri-santrinya.

Jadi nama “Karangasem” bukanlah sebuah nama desa atau nama dusun, melainkan nama sebuah lembaga, pondok pesantren yang telah di kenal banyak orang baik didalam maupun luar negeri, namun tidak banyak yang tahu mengenai asal-usul nama pondok pesantren karangasem yang kini telah berusia 60 tahun itu. Kelahiran pondok pesantren karangasem juga merupakan diservikasi dan tindak lanjut terhadap kewajiban mengembangkan misi islam dan sebagai jawaban atas keprihatinan beliau terhadap nasib pendidikan dan perkembangan kehidupan keagamaan.

Yi Man, Sang pendiri yang pernah menjadi santri di pondok pesantren Tebuireng Jombang Jawa timur pada tahun 1945 ini dalam dakwahnya juga di semangati oleh gerakan dan usaha pemurnian pengalaman keagamaan menurut ajaran islam yang benar dan jauh dari praktek tahayyul, bid’ah dan Churaffat (TBC). 

                           
Idealisme beliau dalam mendidik santrinya adalah menyiapkan generasi yang dapat memberikan pencerahan kepada masyarakatnya ketika mereka kembali ke pondok, penanaman aqidah yang kuat dan pemahaman terhadap masalah keagamaan dan penguasaan terhadap hokum islam adalah bekal yang diberikan kepada para santrinya yang sampai saat ini tetap menjadi target kurikulum pondok pesantren karangasem telah banyak menyebar dan berkiprah di masyarakat seluruh pelosok nusantara dan mancanegara.

Pondok pesantren Karangasem yang ketika berdiri hanya memiliki satu santri, kini telah memiliki ribuan santri dengan 20 unit amal usaha baik yang bersifat pendidikan maupun sosial ekonomi. Ekspansi yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Karangasem di bidang unit usaha ekonomi semuanya semata-mata untuk menopang unit-unit pendidikan agar masyarakat dapat menikmati pendidikan yang terjangkau namun tetap berkwalitas, karena pendidikan dan pembinaan umat adalah ruh yang di tanamkan oleh pendirinya dalam mengilhami keberadaan Pondok Pesantren Karangasem.

System pendidikan yang ada di pondok pesantren karangasem merupakan kolaborasi dari berbagai system yang di adopsi dan di kembangkan dari berbagai system pengajaran yang ada dengan kurikulum yang komprehensip dengan menggabungkan kurikulum dari Diknas, Depag, Muhammadiyah melalui pendidikan formal dan kurikulum muatan local sebagai inti pengajaran di pondok yang di kemas melalui pengajaran di Diniyah.

Dan sepeninggal KH. Abdurrahman Syamsuri ( almarhum ) kepengurusan pondok pesantren karangasem di lanjutkan oleh saudaranya yaitu KH. Anwar Mu’rab, KH. Yasin (almarhum) dan KH. Ahmad Faruq, yang mana kini di lanjutkan kepada putra bapak KH. Abdurrahman Syamsuri, KH. Hakam Mubarrok Lc sepulangnya dari mesir. 

C.    VISI dan MISI Pondok Pesantren KarangAsem
Sebagai lembaga pendidikan Islam, Pondok Pesantren Karangasem Paciran Lamongan                  mengalami perkembangan yang cukup maju disesuaikan dengan perkembangan zaman. Hal ini didasari bahwa sebagai pesantren modern, semakin merasa kebutuhan peserta didik sesuai dengan kebutuhan sebagai kader Muhammadiyah.
Adapun Visi dan Misi Pondok Pesantren Karangasem Paciran Lamongan adalah:
Visi : Pondok Pesantren Karangasem Paciran Lamongan sebagai institusi pendidikan Muhammadiyah tingkat menengah yang unggul dan mampu menghasilkan kader ulama, pemimpin, pendidik sebagai pembawa misi gerakan muhammadiyah. Yang mana didasari Surat At-Taubah ayat : 122 “ Maka hendaklah diantara kalian ada yang mempelajari ilmu agama agar dapat memberi peringatan dan pengajaran pada komunitasnya jika ia kembali.” Serta didasari pada Surat An- Nisa’ ayat : 9 “ Hendaklah kalian prihatin jika suatu saat kalian meninggalkan generasi muda yang lemah / lembek.” Sehingga dari keprihatinan yang di firmankan oleh Allah SWT tersebut, maka secara sederhana dirumuskan menjadi sebuah visi, yaitu : terbertuknya manusia yang tafaqquh yang memiliki keseimbangan antara kedalaman spiritual, keluasaan intelektual dan keagungan moral demi terwujudnya masyarakat yang diridhoi Allah SWT.
Misi :
1.    Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan islam guna membangun kompetensi dan keunggulan siswi di bidang ilmu-ilmu dasar  keislaman, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya.
2.    Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi untuk mendalami agama dan ilmu pengetahuan.
3.    Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan kepemimpinan guna membangun kompetensi dan keunggulan siswi di bidang akhlaq dan kepribadian.
4.    Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan keguruan guna membangun kompetensi dan keunggulan siswi di bidang kependidikan.
5.    Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan ketrampilan guna membangun kompetensi dan keunggulan siswi di bidang wirausaha.
6.    Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan kader muhammadiyah guna membangun kompetensi dan keunggulan siswi di bidang organisasi dan perjuangan muhammadiyah.
7.    Mewujudkan pola hidup yang religious.
8.    Mencetak generasi yang memiliki semangat jihad dan dakwah.
9.    Mewujudkan generasi yang patuh dan taqwa.
10.    Menciptakan generasi yang gemar beramal dan ikhlas.
11.    Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan berdaya saing tinggi.
12.    Membiasakan pola hidup sederhana dan bergotong royong dalam kebaikan.
13.    Membentuk generasi yang mandiri dan berakhlaqul karimah.

Baca Juga :  Sistematika Laporan PTK

    Adapun Unit amal Usaha Pondok Pesantren Karangasem yaitu :
1.    TK Aisyiyah 1, 2 dan 3 Pondok Karanggasem
2.    MIM 16 dan 20 Pondok Karangasem
3.    MTSM 02 Pondok Karangasem
4.    SMPM 14 Pondok Karangasem
5.    MAM 01 PondokKarangasem
6.    SMAM 06 Pondok Karangasem
7.    SMKM 08 Pondok Karangasem
8.    STAIM (Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah)
9.    Madrasah DIniyah
10.    TPA/TPQ
11.    Tahfidz Al Qur-an
12.    Koperasi
13.    Bimbingan Manasik Haji “Masy’aril Haram”
14.    BP/Rumah Sakit (Pelayanan Kesehatan)
15.    Unit Logistik
16.    Panti Asuhan
17.    PKU Pondok Karangasem
18.    Wartel/Warnet
19.    LM3 (Lembaga Mandiri Yang Mengakar di Masyarakat)
20.    LP3M (Lembaga Penelitian Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat)
21.    Karangasem Media

D.    Tujuan Didirikannya Pondok Pesantren KarangAsem
Adapun tujuan di dirikannya Pondok Pesantren KarangAsem, terselenggaranya pendidikan tingkat menengah yang unggul dalam membentuk kader ulama, pemimpin, dan pendidik yang mendukung pencapaian tujuan Muhammadiyah, yakni terwujudnya masyarakat islam yang sebenar-benarnya.

Untuk mewujudkan visi serta misi Pondok Pesantren Karangasem Paciran Lamongan, khususnya dalam penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan bahasa Arab sebagai alat komunikasi. Maka pondok pesantren karangasem menerapkan kurikulum kepondokan menggunakan pedoman kurikulum dari kementrian pendidikan nasional, kementrian agama dan kurikulum kepondokan karangasem paciran lamongan, Daftar Mata Pelajaran dikelompokkan menjadi beberapa bagian, dan untuk pendidikan bahasa, khususnya bahasa Arab, maka pondok  karangasem membaginya menjadi muhadatsah, muthola’ah, qowaidul lughoh, shorof, khot, imla’  dan muthola’ah, qowaidul lughoh, shorof, insya’, tafsir jalalain, bullughul maram,  fiqih sunnah dan balaghah. Terdapat pula mata pelajaran penunjang disekolah, yaitu matrikulasi bahasa arab (bagi siswi yang belum menguasai bahasa arab); Arabic and English club ( program penguatan bahasa arab dan inggris); dan matrikulasi bahasa arab (khusus untuk santri baru).

E.    Manajemen Mutu Pendidikan Pon. Pes KarangAsem
Dalam melaksanakan konsep manajemen mutu pendidikan tidak terlepas dari rumusan visi, misi dan tujuan sebagai landasan idiil agar dalam pelaksanaannya lebih terarah dengan konsep tujuan yang telah di rumuskan sebelumnya, hal ini pula yang telah di terapkan oleh pondok pesantren karangasem dimana telah menerapkan manajemen mutu dalam meningkatkan kualitas pendidikan, hal ini dapat di lihat dengan adanya langkah-langkah atau strategi yang telah di rumuskan. Pertama, membangun visi, misi dan tujuan sebagai landasan idiil dan membuat suatu rancangan pendidikan berupa rekrutmen SDM, curriculum plan, seleksi murid serta pengadaan sarana dan prasarana untuk mendukung berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, untuk menjamin mutu pendidikan, Ponpes karangasem telah merancang kinerja mutu seperti quality control (pengendalian mutu) dan quality assurance (jaminan kualitas menyeluruh). Kedua, merumuskan suatu nilai-nilai mutu pesantren berupa budaya “profetik” dengan memadukan tiga unsure nilai kepribadian islam, professional, dn mandiri. Hal ini agar nilai-nilai tersebut dapat tertanam pada diri setiap pelaku organisasi guna menghasilkan produk yang berkualitas. Ketiga, benchmarking (patok duga) dalam sebuah lembaga yang berorientasi pada output pendidikan yang bermutu paling tidak memiliki model acuan terhadap lembaga lain untuk meningkatkan mutu, hal ini telah di terapkan di pondok pesantren karangasem dalam mengembangkan system pendidikannya.
  Dalam pembahasan lebih lanjut akan di uraikan mengenai standar mutu, perencanaan, pelaksanaan dan hasil yang di capai, karena manajemen mutu kaitannya dalam pendidikan mencakup baik input, proses, dan output. 

F. Konsep Mutu Pendidikan Pesantren
1.    Ide Dasar Mutu
    Mutu adalah standar baku, seperti halnya standar mutu yang di terapkan pondok pesantren karangasem yakni kepribadian islam, professional dan mandiri. Dalam standar mutu tersebut terdapat criteria-kriteria atau indicator yang mana apabila para calon tidak memenuhi standar yang telah di tetapkan maka mereka secara otomatis akan tergeser atau tidak lolos seleksi, mutu dalam pendidikan berarti mencakup tiga hal yakni input, proses, dan output karena tiga hal tersebut sangat mempengaruhi dalam menerapkan manajemen mutu dalam pendidikan. Visi, misi dan tujuan merupakan hal yang paling mendasar guna menjadi landasan atas didirikannya sebuah lembaga, hal ini di maksud agar dalam proses pendidikannya nanti tidak menyimpang dari batas-batas atau alur yang telah di tetapkan sebelumnya.

Adapun yang melatar belakangi munculnya pondok pesantren karangasem    merupakan dampak atas keterpedulian dalam dunia pendidikan, di mana system pendidikan yang telah berjalan saat ini pada kenyataannya menghadapi berbagai problema, yaitu tidak menyatunya baik bekal ketrampilan, kemandirian, dan berkepribadian islam. Sedangkan pada hakekatnya tujuan pendidikan islam adalah mencerdaskan akal dan membentuk jiwa yang islami sehingga akan terwujud sosok pribadi muslim sejati yang berpengetahuan dan berwawasan luas. Sehingga berdasarkan problematika pendidikan yang di hadapi saat ini dan atas tuntunan Rasulullah untuk menuntut ilmu, serta untuk memenuhi kebutuhan tenaga professional dalam menghadapi persaingan di masa mendatang. Maka didirikanlah pondok pesantren karangasem  yang di dalamnya memadukan tiga unsure : profesionalitas, kemandirian, dan kepribadian islam, ketiga unsure pribadi komprehensip diatas dapat di gambarkan sebagai berikut :
Bagan Tiga Unsure Pribadi Kompre hensip.

        Ketiga unsure diatas merupakan kerangka nilai-nilai yang saling melengkapi dalam kaitannya implementasi proses belajar mengajar di pondok pesantren karangasem, karena model system pendidikan yang diterapkan adalah mengintegrasikan antara pendidikan ketrampilan dengan ilmu keagamaan, dengan tujuan menjadikan manusia yang professional, mandiri dengan di landaskan atas kaidah atau nilai-nilai syari’at islam.
      Adapun rumusan visi, misi dan tujuan pondok pesantren karangasem sebagai landasan idiil dalam menerapkan manajemen mutu pendidikan adalah :
a.    Visi
Pondok Pesantren Karangasem Paciran Lamongan sebagai institusi pendidikan Muhammadiyah tingkat menengah yang unggul dan mampu menghasilkan kader ulama, pemimpin, pendidik sebagai pembawa misi gerakan muhammadiyah dan menjadi lembaga pendidikan dengan kemampuan mewujudkan  manusia yang tafaqquh yang memiliki keseimbangan antara kedalaman spiritual, keluasaan intelektual dan keagungan moral demi terwujudnya masyarakat yang diridhoi Allah SWT.
b.    Misi
Melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi dan berdaya saing tinggi, Mencetak generasi yang memiliki semangat jihad dan dakwah, serta mengembangkan pendidikan islam guna membangun kompetensi dan keunggulan siswi di bidang ilmu-ilmu dasar  keislaman, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya. Selain itu juga mengembangkan pendidikan kader muhammadiyah guna membangun kompetensi dan keunggulan siswi di bidang organisasi dan perjuangan muhammadiyah.
c.    Tujuan
Tujuan umum
1)    Menyiapkan generasi muda islam yang berintelektual tinggi dan berwawasan luas, mandiri dan berkepribadian islam (berakhlaqul karimah), serta mampu mengembangkan dan menerapkannya dalam rangka berperan aktif dalam menciptakan masyarakat madani.
2)    Mengembangkan dan menyelenggarakan  pendidikan tingkat menengah yang unggul dalam membentuk kader ulama, pemimpin, dan pendidik yang mendukung pencapaian tujuan Muhammadiyah, yakni terwujudnya masyarakat islam yang sebenar-benarnya.
Tujuan Khusus
1)    Menyiapkan calon-calon (kader-kader) yang berwawasan luas dalam segala bidang, serta memiliki kepribadian islam yang tinggi.
2)    Meningkatkan, memajukan serta mengembangkan ilmu-ilmu pengetahuan baik agama maupun umum oleh para alumni pondok pesantren karangasem.
3)    Membangun jaringan usaha antar alumni pondok pesantren karangasem dan para pengusaha lainnya yang memiliki komitmen terhadap kesejahteraan umat.
2.    Rumusan Nilai Mutu Pesantren
         Nilai yang dirumuskan pesantren sebagai budaya mutu organisasi adalah dengan memadukan tiga unsure pribadi komprehensip yakni kepribadian islam, professional, dan mandiri. Dan istilah ini di tanamkan kepada para santri agar mereka benar-benar menguasai ketrampilan dan keahlian dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai syari’at islam. Kepribadian islam, professional, dan mandiri merupakan landasan idiil yang menjadi kerangka acuan arah mutu pendidikan yang hendak di capai, ketiga hal tersebut masing-masing mempunyai makna sebagai berikut :
a.    Professional
            Professional sebagai landasan idiil pendidikan Pondok Pesantren Karangasem  mempunyai arti bahwa arah dan tujuannya untuk menjadikan seseorang yang mempunyai wawasan intelektual yang tinggi dalam sains, teknologi maupun agama secara professional.  Aspek profesionalitas juga mengandung beberapa nilai antara lain sebagai berikut :
1)    Integritas moral dan mental professional adalah menjadikan santri beretos kerja tinggi dan berintelektual serta bersikap amanah dalam menjalankan tanggungjawab.
2)    Kemampuan berfikir analitik adalah kemampuan menelaah masalah dengan sistematis.

Baca Juga :  Laporan Mini Riset Manajemen Pembelajaran AUD

b.    Kemandirian
           Santri dibekali dengan semangat dan tekad untuk memiliki kemandirian dalam hidupnya, artinya dalam menghadapi segala permasalahan hidup sangat ditekankan untuk bersikap dan berbuat semaksimal dan seoptimal mungkin dengan kekuatan dan sumber daya sendiri. Sikap mandiri merupakan modal dasar bagi santri untuk sukses , dan keman dirian disini memberikan nilai yang berupa kecerdasan emosional dimana santri di harapkan mampu :
1)    Memiliki kebiasaan hidup disiplin, tertib, rapi, hidup teratur.
2)    Memiliki kepercayaan diri tinggi (self confidence).
3)    Mampu mengukur potensi diri.
4)    Bertanggung jawab terhadap diri sendiri, dalam konteks ini menguasai dasar kepemimpinan yang aplikatif yang akan mendorong bersikap mandiri dalam penerapan prinsip-prinsip perencanaan, peorganisasian, pelaksanaan, dan pengontrolan kegiatan termasuk pula kemampuan dasar untuk menjalankan usaha secara mandiri. 

c.    Kepribadian Islam
              Aspek kepribadian islam yang di tanamkan pada Pondok Pesantren Karangasem tersusun atas dua unsure yaitu pola piker (aqliyah) dan pola sikap (nafsiah), maka kualitas santri yang di harapkan adalah sebagai berikut :
1)    Aqliyah, adalah santri diharapkan memiliki pemahaman islam yang akan menuntunnya untuk senantiasa berfikir secara islami.
2)    Nafsiah, adalah santri diharapkan memiliki nafsiah islam yaitu, bertingkah laku sesuai dengan ajaran islam yang merupakan perwujudan dari ketaatan terhadap ajaran islam yang merupakan perwujudan dari ketaatan terhadap ajaran islam dalam aspek ibadah, akhlaq, muamalah, aqidah, syariah, dan dakwah.
3)    Memiliki kemampuan pendukung seperti Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Tahfidz Al qur’an.

F.     Perencanaan Mutu
1.    Rekrutmen SDM
Sumber daya manusia merupakan factor yang terpenting dalam kaitannya menjalankan menejemen mutu, karena apabila tidak didukung dengan input yang bermutu maka pelaksanaan manajemen mutu pendidikan tidak bisa berjalan dengan baik atau terjadi kendala. Seperti standar mutu yang di terrapkan pondok pesantren karangasem dalam merekrut SDM dimana terdapat criteria-kriteria atau indicator yang harus dimiliki baik itu seorang pemimpin, pengelola atau peserta didik. Adapun indicator tersebut antara lain :
a.    Direktur Pesantren
1)    Berkepribadian Islam dan mempunyai ke ilmuan yang mewadahi.
2)    Memiliki jiwa kepemimpinan.
3)    Sarjana dan telah berkeluarga.
4)    Diutamakan lulusan pesantren.

b.    Staf bagian keuangan
1)    Berkepribadian islam dan memiliki ilmu yang memadai.
2)    Pendidikan minimal S1.
3)    Mengerti tentang aspek-aspek pembukuan dan keuangan.
c.    Staf Pendamping santri
1)    Memiliki jiwa kepemimpinan.
2)    Memiliki basis agama yang kuat.
3)    Lulusan pesantren
d.    Staf Guru
1)    Berpengalaman mengajar.
2)    Menguasai materi sesuai bidang masing-masing.
3)    Tenaga pendidik minimal S1 

G.    Kinerja Mutu
1.    Quality Control (Pengendali Mutu)
Pesantren dalam hal jaminan mutu untuk sumber daya manusia yaitu : pertama, dengan mengikutsertakan para pengelola dan pengajar dalam kegiatan training yang berupa ESQ dan kubik leadership. Selain sumber daya manusia, sumber daya berupa linkungan pendidikan perlu diperhatikan dimana lingkungan pendidikan merupakan seluruh perangkat keras yang di rancang dalam upaya pendukung seluruh proses pendidikan, baik menyangkut fasilitas alat, media audio / visual maupun tata ruang interior dan eksterior. Kedua, bahan pustaka (referensi) baik berupa buku, majalah, tabloid, Koran, jurnal ataupun dalam bentuk CD diadakan semata-mata untuk proses pendidikan, pengembangan SDM maupun pengembangan Organisasi.

Adapun strategi-strategi pondok pesantren karangasem yang diterapkan untuk jaminan kualitas adalah :
a)    Self Financing.
b)    Out Sourching
c)    Aliansi Strategi
d)    Strategi Fokus
e)    Opotimalisasi Sumber Daya
f)    Punbakti
g)    Simbiosis mutualisme
2.    Quality Assurance (control kualitas sebelum proses dan dalam proses pendidikan) 
a.    Sebelum proses pendidikan
Sebelum quality assurance tolak ukur control sebelum proses adalah berupa pengontrolan input siswa, dimana suatu lembaga mempunyai standar kualifikasi atau indicator-indikator yang harus dimiliki siswa dan mampu lulus seleksi, adapun bentuk seleksi yang di terapkan adalah :
1)    Tes akademik
2)    Tes wawancara motivasi
3)    Tes wawancara agamates wawancara keseshatan
4)    Tes Lisan
b.    Dalam proses pendidikan
1.    Metode pengajaran
Evaluasi terhadap metode pengajaran dilakukan tiap tengah semester, prinsip-prinsip evaluasi adalah guru dengan  kebijakan mutu pengajaran, metode pemantauan yang bisa dilakukan senagai bahan evaluasi adalah kuesioner dari santri, pemantauan bisa secara langsung ataupun dengan cara lain yang dinilai efektif sebagai metode pemantauan.
2.    Kemampuan pengajar
Kemampuan guru menggambarkan tingkat kapabilitas penguasaan materi oleh guru yang bersangkutan, kemampuan guru dievaluasi dengan kuasioner dari santri, pemantauan bisa secara langsung maupun dengan cara lain yang dinilai efektif.

Baca Juga :  Contoh Laporan Studi Lapangan ; Organisasi Pondok Modern Darussalam Gontor

H.    Analisis
1.    Standar Mutu
Menywenangkan pelanggan merupakan tujuan TQM. Hal ini di capai dengan sebuah usaha keras yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan internal maupun pelanggan eksternal, sedangkan quality berarti karakteristik sesuatu yang memenuhi kebutuhan customer, sehingga mengenai standar mutu pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren karangasem sudah sesuai dengan teori mutu dimana mencoba untuk menghasilkan produk atau jasa yang disesuaikan dengan kebutuhan customer atau masyarakat. Rumusan standar mutu pendidikan pondok pesantren karangasem yakni mengitegrasikan tiga aspek yaitu, aspek komprehensip berupa kepribadian islam, mandiri, dan professional. Dengan harapan menjadikan generasi yang berkompeten.

2.    Perencanaan
Usaha untuk mencapai pendidikan yang bermutu di butuhkan manajemen yang bermutu pula, dalam konteks pendidikan mutu mencakup  input, output dan proses. Dalam perencanaan input mencakup beberapa hal. Pertama, yaitu sebuah lembaga yang berorientasi pada mutu harus mempunyai visi, misi dan tujuan pendidikan yang jelas kedepannya. Nilai budaya tersebut mencakup, professional yakni keilmuan, kedisiplinan, inovatif dan kreatif, beretika atau berkepribadian islam yakni, berpegang teguh pada nilai-nilai tauhid, ketaatan yang tinggi, ukhuwah islamiyah, erjuangan dan pengorbanan, keikhlasan dan kejujuran, dll. Mandiri yakni, kerja keras dan kemandirian untuk mengembangkan system pendidikan. Kedua, yaitu rekrutmen SDM atau perangkat lunak sangat penting dalam kaitannya menuju manajemen yang berkualitas, pendidikan pondok pesantren karangasem adalah pendidikan yang mengintegrasikan pesantren moder dan pendididikan professional, dalam hal ini agar mencapai target dan tujuan dari kedua unsure diatas tersebut maka peasntren telah metapkan standar mutu yang harus dimiliki baik baik untuk pemimpin, pengajar, manajer dan santri. Ketiga, seleksi murid demi tercapainya mutu dalam pembelajaran maka sebuah lembaga pendidikan perlu menerapkan standar input agi peserta didik, hal ini dimungkinkan adanya kesamaan dan kesetaraan kemampuan mereka dalam menerima tranformasi pendidikan yang di berikan. Untuk mendapatkan hasil yng maksimal pondok pesantren karangasem telah menerapkan dan metetapkan standar input terhadap peserta didik yang mana agar santri mampu mengikuti dengan baik seluruh mekanisme pendidikan yang di jalankan. Adapun standar yang di tetapkan yakni, kemampuan intelektual, kemampuan emosional/ kepekaan jiwa, kemampuan spiritual. Keempat, kurikulum penerapan quality manajemen dalam sebuah lembaga pendidikan sebagai membentuk output yang berkualitas maka di butuhkan pelajaran yang berkualitas pula dan penggunaan strategi yang di sesuaikan dengan tujuan. Maka membutuhkan perencanaan kurikulum yang bermutu mencakup rumusan mata pelajaran, system pendidikan dan metode yang digunakan. Dimana agar ada keseimbangan antara pendidikan keagamaan, umum maupun ketrampilan.

3.    Pelaksanaan
Setelah merumuskan progam baik standar mutu dan perencanaan pendidikan maka langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai strategi atau langkah yang digunakan untuk melaksanakan progam tersebut agar terealisasikan sesuai dengan tujuan yang telah di tetapkan sebelumnya, dalam sebuah lembaga yang menerapkan TQM maka untuk menjamin qualitas di butuhkan quality control dan quality assurance. Dalam quality assurance pe ngontrolan sebelum proses yakni berupa seleksi murid dengan perangkat seleksi telah ditetapkan sebuah lembaga dan untuk pengontrolan dalam proses pendidikan adalah dimaksudkan agar meyakinkan hasil produk akhir apakah sesuai dengan standar yang telah di tetapkan sebelumnya. Dalam pelaksanaan quality assurance pondok pesantren karangasem telah menerapkan strategi untuk menjamin kualitas bagi para pelaku organisasi baik untuk pengelola, pengajar dan peserta didik. Pondok karangasem menggunakan quality control dalam bentuk pendeteksian dengan mengevaluasi baik dalam rancangan kurikulum, penggunaan metode pengajaran, bahasa pustaka, hasil pendidikan santri dan kemampuan pengajar (guru).

4.    Hasil
Gambaran hasil akhir suatu produk dalam konsep TQM adalah dapat diukur melalui kesesuaian hasil produk atau jasa yang dibutuhkan customer. Dimana didalamnya dibutuhkan suatu kendali produk guna menjamin apakah hasil yang telah di produksi telah sesuai dengan spesifikasi yang di tetapkan, kegiatan inspeksi seperti ini sangat berguna untuk memutuskan apakah hasil produksi bisa terus dilakukan atau di hentikan. Ada bberapa spesifikasi yang di tetapkan pondok pesantren karangasem untuk digunakan sebagai tolak ukur hasil suatu produksi yaitu, bidang keahlian, bidang keagamaan dan bidang intelektual.

I.    Kesimpulan
     Pondok pesantren merupakan pilar yang sangat penting untuk menjaga nilai-nilai agama agar tetap tegak dan dinamis dalam kehidupan masyarakat, sekaligus sebuah institusi yang efektif untuk membina masyarakat yang beradab, serta tempat yang efektif dan efesien untuk membina generasi muda yang tangguh, tegar, dan tegas di tengah sapuan gelombang globalisasi dan modernisasi. Selain itu juga menyelenggarakan proses pendidikan Islam yang berorientasi pada mutu, berdaya saing tinggi dan berbasis pada sikap spiritual, intelektual, dan moral guna mewujudkan kader umat yang menjadi rahmatan lil’alamin dan mencetak generasi yang memiliki semangat jihad, dakwah, beramal sholih, keikhlasan, ketaatan, mandiri, bergotong royong dalam kebaikan. Dalam dunia pendidikan haruslah sangat di perhatikan mengenai manajemen mutu pendidikan karena dalam pelaksanaan konsep ini tidak lah terlepas dari visi, misi dan tujuan itu sendiriyang mana meliputi :
h)    membangun visi, misi dan tujuan sebagai landasan idiil dan membuat suatu rancangan pendidikan berupa rekrutmen SDM, curriculum plan, seleksi murid serta pengadaan sarana dan prasarana untuk mendukung berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, untuk menjamin mutu pendidikan, Ponpes karangasem telah merancang kinerja mutu seperti quality control (pengendalian mutu) dan quality assurance (jaminan kualitas menyeluruh).
i)    merumuskan suatu nilai-nilai mutu pesantren berupa budaya “profetik” dengan memadukan tiga unsure nilai kepribadian islam, professional, dn mandiri. Hal ini agar nilai-nilai tersebut dapat tertanam pada diri setiap pelaku organisasi guna menghasilkan produk yang berkualitas.
j)    Dalam sebuah lembaga yang berorientasi pada output pendidikan yang bermutu paling tidak memiliki model acuan terhadap lembaga lain untuk meningkatkan mutu, hal ini telah di terapkan di pondok pesantren karangasem dalam mengembangkan system pendidikannya

Daftar Pustaka

Syafarudin, Manajemen Lembaga Pendidikan Islam, Jakarta : PT. Ciputat Press, 2005.
Zamakhasi Dhofir, Tradisi Pesantren : studi tentang pandangan hidup kyai, Jakarta :       LP3ES, 1982.
Hasbullah, Kapita Selekta Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 1999.
Azyumardi Azra, Pendidikan Islam : Tradisi dan modernisasi menuju millennium baru,     Jakarta : Logos Wacana Ilmu, 1999.
Sutrisno, Pendidikan islam yang menghidupkan : studi kritis terhadap pemikiran   pendidikan Fazlur Rahman, Yogyakarta : PT. Kota Kembang, 2006.
Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Thn 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional Pasal 26 ayat (5), Yogyakarta : PT. Pustaka Pelajar, 2005.
Sumber lain :
Wawancara Pribadi dengan Bapak Drs.KH. Abdul Hakam Mubarok, Lc. Selaku Kepala  Yayasan Pondok Pesantren Karangasem. Paciran, tanggal 16 Desember 2011 
Dokumen konsepsi Pondok Pesantren Karangasem.
Dokumen pondok pesantren karangasem dan hasil wawancara dengan Bapak Drs. Zaenal Muttaqin, M.Si, selaku Kabag. Personalia dan Pengembangan SDM, tanggal 17 Desember 2011.
Wawancara dengan Bapak H. Mufti Labib, MCL. Selaku Kabag. Pendidikan, tanggal 17 Desember 2011.
Dokumen Konsep Aspek Kepribadian Islam PondokPesantren Karangasem.

Tags: