Peran Filsafat Ilmu Dalam Pendidikan

  • Whatsapp

Filsafat sebenarnya berasal dari kata atau bahasa yunani philosophia. Dari kata philosophia ini kemudian banyak diperoleh Pengertian-pengertian filsafat, baik dari segi pengertiannya secara harfiah atau etimologi maupun dari segi kandungannya.

Menurut harun nasution dalam Zuhairini “Filsafat Pendidikan Islam” filsafat berasal dari kata Yunani yang tersusun dari dua kata philein dalam arti cinta dan sophos dalam arti hikmat (wisdom). Orang Arab memindahkan kata Yunani philosophia ke dalam bahasa mereka dengan menyesuaikannya dengan tabiat susunan kata-kata Arab, yaitu falsafa dengan pola fa’lala, fa’lalah dan fi’lal. Dengan demikian kata benda dari kata kerja falsafa seharusnya menjadi falsafah atau filsaf.

Bacaan Lainnya

Plato mengatakan bahwa filsafat tidaklah lain daripada pengetahuan tentang segala yang ada.
Aristoteles berpendapat bahwa kewajiban filsafat ialah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu yang umum sekali.
Kant mengatakan bahwa filsafat adalah pokok dan pangkal segala pengetahuan dan pekerjaan.

Fichte menyebut filsafat sebagai wissenschaftslehre: ilmu dari ilmu-ilmu, yakni ilmu yang umum, yang menjadi dasar segala ilmu.
Al-Kindi sebagai ahli pikir pertama dalam filsafat islam yang memberikan Pengertian filsafat di kalangan umat islam membagi filsafat itu dalam tiga lapangan:
1.    Ilmu fisika (al ilmu thobiyyat), merupakan tingkatan terendah.
2.    Ilmu matematika (al ilmu al riyadi), tingkatan tengah.
3.    Ilmu ketuhanan (al ilmu al rububiyyat), tingkatan tertinggi.

Al-Farobi mengatakan bahwa filsafat ialah mengetahui semua yang ujud karena ia ujud (al ilmu bi al maujudat bima hiya maujudah). Dari sini ia membagi lapangan filsafat menjadi dua, yaitu:
a.    Filsafat teori (al falsafah al nadariyah), mengetahui yang ada tanpa tuntunan untk mewujudkannya dalam amal.
b.    Filsafat praktek (al falsafah al ‘amaliyah), mengetahui sesuatu yang seharusnya di ujudkan dengan amal, yang melahirkan tenaga untuk melakukan bagian-bagiannya yang baik. Amalan yang megenai individu, disebut ilmu akhlak, yaitu laku perbuatan yang seharusnya di kerjakan oleh setiap orang.

Baca Juga :  Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19

Ibnu Sina juga membagi filsafat dalam dua bagian, yaitu teori dan praktek, yang keduanya berhubungan dengan agama, dimana dasarnya terdapat dalam syari’at Tuhan, yang penjelasan dan kelengkapannya di peroleh dengan tenaga akal manusia.
Adapun Pengertian filsafat ilmu antara lain adalah sebagai berikut:
Robert Ackermann mengatakan filsafat ilmu adalah sebuah tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini yang dibandingkan dengan pendapat-pendapat terdahulu yang telah dibuktikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *