Konsep Manajemen Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini

  • Whatsapp
Undangan Digital

Kata manajemen berasal dari bahasa Latin, yaitu dari asal kata manus yang berarti tangan dan agere yang berarti melakukan. Katakata itu digabung menjadi kata kerja managere yang artinya menangani. Managere diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dalam bentuk kata kerja to manage, dengan kata benda management, dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen. Akhirnya, management diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi manajemen atau pengelolaan. Manajemen adalah instrumen atau alat yang lazimnya alat itu digunakan untuk mempermudah mencapai tujuan yang diharapkan oleh orang yang menggunakan alat tersebut.

Konsep Manajemen Pengembangan Kreativitas

Pendidikan anak usia dini merupakan saat yang paling tepat untuk mengembangkan kreativitas anak. Oleh karena itu, diperlukan adanya program permainan atau pembelajaran yang dapat memelihara dan mengembangkan potensi kreatif anak. Kreativitas merupakan perwujudan setiap individu anak dalam mengembangkan potensinya karena dengan berkreasi orang dapat mengaktualisasikan dirinya. Kegiatan kreatif tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan pribadi dan lingkungannya, tetapi dapat memberikan kepuasan kepada anak. Kepuasan inilah yang akan mendorong mereka untuk melakukan setiap kegiatan dengan lebih baik dan bermakana. Tidak hanya dapat menghasilkan seniman, dan ilmuwan karena faktor kepuasan yang dikembangkan daru kegiatan kreatif ini akan mendorong mereka untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Kreativitas memungkinkan setiap anak usia dini mengembangkan berbagai potensi dan kualitas pribadinya. Kreativitas ini dapat menghasilkan ide-ide baru, penemuan baru dan teknologi baru.

Bacaan Lainnya

Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini hendaknya dilaksanakan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik anak, serta kompetensi dasar pada umumnya karena hal ini sangat penting dilakukan agar setiap personil memiliki pemahaman dan kompetensi yang menunjang terlaksananya pembelajaran dalam mengembangkan potensi anak usia dini secara optimal. Dengan adanya beberapa upaya yang telah dilaksanakan tersebut tidak menutup kemungkinan pengembangan kreativitas akan berkembang secara optimal dan menyeluruh dalam berbagai bidangnya. Dalam hal ini, pengembangan kreativitas juga akan optimal dalam mencakup perkembangan kognitif dan bahasa anak usia dini.

Baca Juga :  Pendidikan Solutif di Era Baru (New Normal) Ditengah Masa Pandemi

Kreativitas menjadi aspek penting yang harus dikembangkan pada setiap anak usia dini, karena tidak ada satu anakpun yang lahir tanpa kreativitas. Sama halnya dengan intelegensi, setiap anak memiliki kreativitas hanya saja tingkatannya berbeda-beda. Perbedaan utama antara intelegensi dan kreativitas, terutama pada prosesnya, intelegensi berkaitan dengan proses berpikir konvergen (memusat), sedangkan kreativitas berkenaan dengan proses berpikir divergen (menyebar). Kreativitas sangat perlu dikembangkan sejak anak usia dini karena mereka memiliki rasa ingin tahu dan antusias yang kuat terhadap segala sesuatu. Pada umumnya anak usia dini sering memperhatikan, membicarakan dan menanyakan berbagai hal yang dilihat, didengar, dan dirasakannya. Mereka memiliki minat yang kuat terhadap lingkungan dan benda-benda yang ada disekitarnya. Hal ini sangat bermanfaat bagi pengembangan kreativitas anak usia dini.

Pos terkait