Konsep Manajemen Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini

Kata manajemen berasal dari bahasa Latin, yaitu dari asal kata manus yang berarti tangan dan agere yang berarti melakukan. Katakata itu digabung menjadi kata kerja managere yang artinya menangani. Managere diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dalam bentuk kata kerja to manage, dengan kata benda management, dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen. Akhirnya, management diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi manajemen atau pengelolaan. Manajemen adalah instrumen atau alat yang lazimnya alat itu digunakan untuk mempermudah mencapai tujuan yang diharapkan oleh orang yang menggunakan alat tersebut.

Konsep Manajemen Pengembangan Kreativitas

Pendidikan anak usia dini merupakan saat yang paling tepat untuk mengembangkan kreativitas anak. Oleh karena itu, diperlukan adanya program permainan atau pembelajaran yang dapat memelihara dan mengembangkan potensi kreatif anak. Kreativitas merupakan perwujudan setiap individu anak dalam mengembangkan potensinya karena dengan berkreasi orang dapat mengaktualisasikan dirinya. Kegiatan kreatif tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan pribadi dan lingkungannya, tetapi dapat memberikan kepuasan kepada anak. Kepuasan inilah yang akan mendorong mereka untuk melakukan setiap kegiatan dengan lebih baik dan bermakana. Tidak hanya dapat menghasilkan seniman, dan ilmuwan karena faktor kepuasan yang dikembangkan daru kegiatan kreatif ini akan mendorong mereka untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Kreativitas memungkinkan setiap anak usia dini mengembangkan berbagai potensi dan kualitas pribadinya. Kreativitas ini dapat menghasilkan ide-ide baru, penemuan baru dan teknologi baru.

Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini hendaknya dilaksanakan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik anak, serta kompetensi dasar pada umumnya karena hal ini sangat penting dilakukan agar setiap personil memiliki pemahaman dan kompetensi yang menunjang terlaksananya pembelajaran dalam mengembangkan potensi anak usia dini secara optimal. Dengan adanya beberapa upaya yang telah dilaksanakan tersebut tidak menutup kemungkinan pengembangan kreativitas akan berkembang secara optimal dan menyeluruh dalam berbagai bidangnya. Dalam hal ini, pengembangan kreativitas juga akan optimal dalam mencakup perkembangan kognitif dan bahasa anak usia dini.

Baca Juga :  Ujian Nasional Dengan Kosep Baru ?

Kreativitas menjadi aspek penting yang harus dikembangkan pada setiap anak usia dini, karena tidak ada satu anakpun yang lahir tanpa kreativitas. Sama halnya dengan intelegensi, setiap anak memiliki kreativitas hanya saja tingkatannya berbeda-beda. Perbedaan utama antara intelegensi dan kreativitas, terutama pada prosesnya, intelegensi berkaitan dengan proses berpikir konvergen (memusat), sedangkan kreativitas berkenaan dengan proses berpikir divergen (menyebar). Kreativitas sangat perlu dikembangkan sejak anak usia dini karena mereka memiliki rasa ingin tahu dan antusias yang kuat terhadap segala sesuatu. Pada umumnya anak usia dini sering memperhatikan, membicarakan dan menanyakan berbagai hal yang dilihat, didengar, dan dirasakannya. Mereka memiliki minat yang kuat terhadap lingkungan dan benda-benda yang ada disekitarnya. Hal ini sangat bermanfaat bagi pengembangan kreativitas anak usia dini.

Kreativitas di TK Bina Nurani mengikuti kurikulum 2013 yang sesuai dengan anjuran yang sudah ada didalam kurikulum. Kurikulum 2013 bebas memiih sendiri tetapi indikator sudah ada. Di TK Bina Nurani pengembangan kreativitas anak sesuai dengan kemampuannya, tetapi sekolah juga mempunyai program-program tertentu tetapi tidak lepas dari pegangan guru. Didalam pengorganisasian kepala sekolah sudah membagi tugas masing-masing dari setiap guru pengajar. Di TK Bina Nurani terdapat tiga guru yang mengajar, misalnya guru yang bernama ibu Pipit bertugas mengurusi lomba anak-anak, Ibu Ulfa bertugas melatih dan mengarahkan anak-anak selain itu juga bertugas dibidang seni seperti melukis. Didalam program kerjapun semua juga sudah mempunyai tugas tetapi tidak lepas keterkaitan ini kerja sama.

Proses pembelajaran dikelas satu minggu sebelumnya sudah siap akan programnya, jadi apabila ada guru yang tidak masuk dapat digantikan dengan guru lainnya dengan progam yang sudah disiapkan sebelumnya. Ketika anak datang mereka melepas sepatu dan meletakkan tas ketempatnya kemudian setelah bel masuk berbunyi baris dihalaman untuk ikrar setelah itu masuk kekelas salam, berdo’a dan hafalan surat-surat pendek secara bertahap. Untuk TK A setiap semester target dapat menghafal empat surat pendek dan dilanjutkan kesemester selanjutnya. Jadi sekolah mempunyai target anak lulus dengan dapat menghafal minimal 12 surat pendek. Selain itu dihari Jum’at kelas A membaca do’a sehari hari, sedangkan kelas B do’a wudhu dan lain-lain. Kegiatan ketika pulang berdo’a, review. Faktor pendukung dan penghambat dari eksternal yaitu orang tua. Menurut kepala sekolah TK Bina Nurani kurikulum 2013 tidak hanya guru, siswa yang dituntut untuk aktif, orang tuapun juga harus aktif. Sarana dan prasarana di TK Bina Nurani tidak ada hambatan ataupun masalah. Pengembangan kreativitas yang lainnya yaitu shoping class, siaran diradio RRI yang dilakukan oleh anak-anak setiap setahun 2 kali dengan menyanyi, bersyair, do’a, percakapan dan MC nya pun juga anak-anak. Hal tersebut dapat melatih komunikasi dan keberanian anak. Proses evaluasi KBM satu minggu sekali dan dilihat apa yang kurang. Konsep manajemen pengembangan kreativitas di TK Bina Nurani sudah cukup baik.

Kreativitas merupakan kemampuan dalam membuat sesuatu yang baru, unik, dan berbeda entah itu berupa benda atau gagasan yang nantinya akan bermanfaat bagi banyak orang. Seperti yang diketahui, anak usia dini merupakan masa kritis dan masa dimana anak selalu ingin mencoba dan banyak ingin tahu maka hal tersebut perlu dibimbing dan dikembangkan agar anak dapat memaksimalkan potensi yang dimilikinya sehingga dapat menjadi anak yang berguna bagi banyak orang nantinya.

Baca Juga :  Pendidikan yang Terbatas oleh Ekonomi

Untuk mencapai hal tersebut perlu adanya keharmonisan baik dari orang tua di rumah maupun guru di lembaga pendidikan. Khususnya di lembaga pendidikan, tenaga pendidik harus memiliki manajemen yang baik dalam pengembangan kreativitas anak usia dini dimulai dari perencanaan sampai proses evaluasi serta sarana dan prasarana apa saja yang harus dipenuhi agar apa yang sudah di rencanakan untuk anak dapat terlaksana dan berhasil secara maksimal.

Oleh : DEVI HERA OKTAVIA

DAFTAR PUSTAKA
Hasil wawancara dan observasi di TK Bina Nurani bersama Ibu Pipit (Seorang guru di TK tersebut)
Asrohah, Hanun. Manajemen Mutu Pendidikan. Surabaya: CV. Cahaya Intan XII. 2014
Sit,  Maganti,   dkk.  Pengembangan  Kretivitas  Anak   Usia   Dini   Teori   dan  Praktik. Medan: Perdana Publishing. 201

Tags: