Pentingnya Manajemen Guru dan Karyawan Pendidikan Anak Usia Dini

Pendahuluan :
Pendidikan untuk bisa melakukan reformasi lebih baik memerlukan kesiapan semua pihak, jika dilihat secara komprehensif tentang masalah-masalah pendidikan saat ini. Salah satu aspek yang sangat signifikan yakni guru. Guru merupakan titik sentral dari upaya peningkatan mutu pendidikan, karena itu setiap upaya membenahi pendidikan akan dan harus melibatkan penataan dan pembenahan terhadap guru. Proses manajemen guru dan karyawan terdiri dari tahap-tahap sebagai berikut : Perencanaan, penarikan, seleksi, penempatan, pelatihan dan pengembangan, evaluasi prestasi, remunerasi, transfer dan pemutusan hubungan kerja. Jika salah satu dari tahap-tahap tersebut maka akan dirasa kurang maksimal dalam melakukan reformasi dalam dunia pendidika.

Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Pembahasan
1.    Perencanaan Guru
        Pentingnya  perencanaan guru dan karyawan tidak lepas dari berubahnya pandangan terhadap sumberdaya manusia. Perencanaan dimulai dengan analisis ketenagakerjaan lembaga pendidikan, analisis yang sistematis meliputi dua hal : deskripsi guru dan spesifkasi kerja. Deskripsi kerja menjelaskan tugas-tugas apa yang harus dikerjakan oleh guru dan karyawan. Sedangkan spesifikasi kerja mencakup kemampuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjalankan tugas tersebut. Sebagai tenaga pendidik professional guru dituntut mempunyai kemampuan-kemampuan tertentu diantaranya :
a.    Penguasaan bahan ajar
b.    Pengelolaan program belajar mengajar
c.    Pengelolaan kelas
d.    Penggunaan media da sumber pembelajaran
e.    Penguasaan landasan kependidikan
f.    Pengelolaan interaksi siswa
g.    Pengenalan fungsi dan program bimbingan
h.    Pemahaman prinsip untuk peningkatan mutu pendidikan

2.    Penarikan dan seleksi
       Kelompok kerja tenaga pendidikan memberikan rekomendasi untuk memastikan bahwa calon-calon guru harus memiliki mutu dalam dunia pendidikan. Instrumen yang sesuai standard dan indeks prestasi yang baik merupakan syarat kualifikasi umum dalam melakukan proses penarikan atau rekrutmen. Untuk mendapatkan guru yang berkualitas seleksi tidak saja berdasarkan nilai test baik kompetensi maupun psikotest, tetapi juga perlu dilihat kecakapan dalam bidang kemampuannya.  Adapun langkah-langkah dalam proses seleksi yakni sebagai berikut :
a.    Penerimaan pendahuluan pelamar
b.    Tes-tse penerimaan
c.    Wawancara seleksi
d.    Penerimaan referensi-referensi
e.    Evaluasi medis (tes kesehatan)
f.    Wawancara
g.    Keputusan penerimaan

Baca Juga :  Manajemen Kelas

3.    Penempatan
          Langkah awal dalam penempatan adalah proses sosialisasi, dimana proses ini akan sangat diperlukan bagi pegawai baru sebagai pemahaman kultur organisasi, nilai-nilai organisasi yang dianut, norma-norma yang berlaku dan tradisi organisasi. Dari hasil observasi diperoleh hasil bahwa pada proses penempatan, penempatan bagi guru dan karyawan untuk pertama kali setelah selesai diseleksi, maka selanjutnya tinggal menunggu keputusan dari pihak yang bertanggung dalam Lembaga sekolah, dimana pihak sekolah lah yang wajib memberi jawaban dan pernyataan yang akan disampaikan bersifat mutlak tidak bisa diganggu gugat. Apabila tejadi promosi (seorang guru dan karyawan dipindahkan dari satu bidang pekerjaan ke bidang yang lain yang tanggung jawabnya lebih besar, tingkatannya adalah hinarki jabatan dan penghasilannya pun lebih besar pula.

4.    Pengembangan Profesinalitas Tenaga Kependidikan
         Peran tenaga kependidikan dalam seluruh proses penyelenggaraan Pendidikan sangat penting karena kesuksesan yang diraih Lembaga Pendidikan manapun cukup banyak bergantung kepada keahlian dan kelincahan tenaga kependidikan dalam berpikir dan bertindak. Dalam kerangka pikir ini, sebuah Lembaga Pendidikan hanya akan bisa meraih puncak kesuksesannya apabila didukung oleh tenaga kependidikan yang tidak hanya handal dalam berfikir dan berkreasi, tetapi juga lihai dan cakapa dalam bertindak.

5.    Penilaian Prestasi Kerja
         Penilaian ptestasi kerja mutlak dilaksanakan untuk mengetahui prestasi yang dicapai oleh setiap tenaga pendidik dan kependidikan. Penilaian prestasi kerja adalah sebuah penilaian sistematis terhadap seorang tenaga pendidik dan kependidikan yang dilakukan atasan atau ahli lainnya yang memahami segala seluk-beluk pelaksanaan pekerjaan Pendidikan tertentu. Menilai prestasi kerja seseorang berarti menilai rasio hasil kerja nyata sesuai dengan standar kualitas maupun kualitas yang dihasilkan setiap karyawan.

6.    Remunerasi
          Secara sederhana remunerasi dimaknai sebagai salah sesuatu yang diterima pegawai atau karyawan sebagai balas jasa atas apa yang dilakukan. Kompensasi merujuk kepada semua bentuk pengembalian finansial, tunjangan yang diperoleh sebagai bagian dari sebuah hubungan keanggotaan atau kepegawaian. Moehyi, dkk. (2005) merilis beberapa wujud kompensasi sebagai berikut : a). finansial langsung yang diterima oleh seseorang dalam bentuk gaji, upah, bonus  dan komisi, b). kompetensi finansial tidak langsung yang disebut tunjangan yang meliputi semua imbalan finansial langsung c). kompensasi berbentuk uang yang lebih dikenal dengan kepuasan yang diperoleh seseorang dari pekerjaan itu sendiri atau dari lingkungan psikologis atau lingkungan fisik dimana orang tersebut bekerja.

Baca Juga :  Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Menyusun Rpph Melalui Kegiatan Pelatihan Di Kelompok Bermain Walisongo Jumantono Kabupaten Karanganyar

7.    Transfer
           Istilah tranfer seringkali dingunakan secara berganti dengan istilah mutase. Tranfer atau mutase merujuk kepada pemindahan tugas atau pekerjaan, baik dalam arti lokasi maupun jenis pekerjaan. Pada hakikatnya transfer termasuk dalam fungsi pengembangan karyawan karena dengan adanya transfer karyawan diharapkan dapat semakin meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerjanya. Prinsip dasar transfer adalah untuk memberikan posisi atau pekerjaan yang tepat kepada setiap pegawai agar produktivitas kerjanya meningkat.

8.    Pemutusan Hubungan Kerja
           Pemutusan hubungan  kerja merupakan fungsi operatif terakhir dari menejemen sumber daya manusia. Dengan pemutusan hubungan kerja dimaksudkan pemberhentian pegawai yang mengakibatkan yang bersangkutan kehilangan status dan pekerjaanya sebagai pegawai akhir pada sebuah organisasi Pendidikan. Arikunto & Yuliana (2012) merumuskan beberapa alasan yang menyebabkan seorang pegawai kehilangan status dan pekerjaanya sebagai pegawai Negeri Sipil (PNS) antara lain :a). pemberhentian atas permintaan sendiri, b). pemberhentian karena melakukan pelanggaran berat, seperti tindak pidana penyelewengan terhadap Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 ataupun tindak pidana kejahatan jabatan, c). pemberhentian karena tidak cakap jasmani atau rohani, d). pemberhentian karena meninggal dunia dan e). pemberhentian karena meninggalkan tugas secara sah dan terus menerus selama 2-6 bulan.

Penutup
            Komponen-komponen dalam manajemen guru dan karyawan merupakan salah satu hal yang penting yang harus diperhatikan dalam melakukan manajemen guru dan karyawan di sekolah. Jika salah satu komponen tidak dapat dilaksanakan maka proses manajemen guru dan karyawan disekolah tidak akan bisa terlaksana dengan baik. Dalam melaksanakan proses manajemen guru dan karyawan di sekolah lebih baik jika melakukan dan memperhatikan komponen-komponen dalam manajemen guru dan karyawan di sekolah.

Oleh : Nunung Rodiyatu Sholikhah

Tags: