Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Pada Anak Usia Dini

Latar Belakang
Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Pada Anak Usia Dini: Pendidikan karakter pada anak usia dini dimaksudkan untuk menanamkan karakter pada anak untuk bekal mereka agar menjadi suatu kebiasaan yang baik ketika ia kelak dewasa. Penanaman karakter pada anak usia dini sangatlah penting, mengingat lambat laun zaman sudah semakin modern dan apa saja mungkin bisa dapat didapatkan oleh anak dengan mudah. Pada anak masih di usia dini pun pengaruh negatif bisa saja mereka dapatkan dari lingkungan sekitar maupun dari lingkungan keluarga sendiri, untuk itu penanaman nilai-nilai karakter ini sangat diperlukan bagi anak. Dengan begitu anak akan lebih dapat mencerna dan menyaring informasi-informasi atau sikap-sikap yang menurut mereka patut di contoh atau tidak.

Nilai-Nilai Karakter Pada Anak

Namun, mereka tidak bisa dengan sendirinya mendapatkan nilai-nilai karakter tersebut, disini peran orangtua, keluarga maupun guru adalah yang utama. Melalui orang tua, anak bisa diajarkan melalui pembiasaan, dan yang artinya orang tua harus melakukan kegiatan-kegiatan yang baik untuk melihat anak, dengan seringnya anak melihat kegiatan baik tersebut mereka akan menirukan dan akan menjadi terbiasa dengan kegiatan tersebut.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai karakter pada anak, salah satunya adalah pembiasaan, karena pembiasaan merupakan salah satu cara menanamkan nilai karakter dengan sifat tidak memaksakan kehendak anak, bahkan jika anak dipaksa akan cenderung membuat anak tidak mau melakukan kegiatan-kegiatan yang positif.

Pembahasan
Pendidikan karakter merupakan bentuk kegiatan yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang bersifat mendidik dan diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju ke arah kehidupan yang lebih baik. Pada prinsipnya, pendidikan karakter adalah suatu upaya untuk mengembangkan dan menumbuhkan kepekaan dam sikap tanggung jawab kepada sosial, membangun kecerdasan emosional dan mewujudkan siswa memiliki suatu etika yang tinggi. Sejak kecil anak sudah harus diberikan nilai-nilai karakter, seperti hal-hal kecil contohnya memberi tahu anak jika makan dan minum harus dengan menggunakan tangan kanan, adab makan dan minum harus dengan duduk dan tidak boleh tergesa-gesa karena akan menyebabkan tersedak. Dengan hal-hal kecil seperti itu dapat menumbuhkan nilai karakter pada anak.

Di era zaman modern seperti sekarang ini nilai-nilai karakter pada anak memang sangat perlu diperhatikan, seperti yang sudah terlihat dimana-mana anak yang masih dibawah umur 5 tahun pun sudah tau bagaimana cara mengoperasikan handphone. Handphone tersebut bisa menjadi hal yang positif bagi anak jika diawasi dengan orang tua atau orang tua yang mengoperasikannya agar anak tidak menjadi terbiasa berpergangan langsung dengan barang tersebut, namun handphone juga dapat menjadi negatif jika orang tua membiarkan anak dengan sendiri atau dengan semaunya bermain dengan handphone dengan beberapa alasan. Beberapa orang tua memberikan alasan mengapa membiarkan anak bermain dengan handphone karena orang tua yang sedang berada di tengah kesibukannya bisa dapat bekerja dengan baik, yang artinya mereka berfikir bahwa dengan anak diberikan handphone tidak akan menggangu pekerjaan mereka, dan itu adalah kegiatan yang fatal.

Baca Juga :  Konsep Manajemen Kurikulum PAUD

Sebenarnya ada banyak cara yang dapat dilakukan jika memang alasannya seperti itu, bisa dilakukan dengan memberikan anak permainan edukatif, itu lebih dapat bermanfaat bagi anak, dengan itu anak dilatih untuk mandiri dan bertanggung jawab, mandiri karena dia dapat bereksplorasi dengan permainannya tersebut dan dia mengerti bahwa mungkin orang tua nya tidak bisa menemani dia bermain karena memang sedang menyelesaikan pekerjaan, tanggung jawab ketika dia dapat menjaga permainannya tersebut agar dia jaga dengan baik, merapikan alat-alat permainannya jika sudah selesai digunakan.

Dalam kegiatan pembiasaan sehari-hari anak harus mendapatkan dimensi dasar kemanusiaan, yang meliputi :
a.    Afektif : menumbuhkan sikap keimanan, ketakwaan, akhlak mulia dan sikap budi pekerti
b.    Kognitif : daya piker dan intelektualitas untuk menumbuhkan sikap anak dalam menggali dan mengembangkan informasi dan pengetahuan teknologi
c.    Psikomotorik : menumbuhkan kemampuan keterampilan teknis, kecakapan praktis, dan keahlian kinestetik

Pembiasaan pada hakikatnya  berisikan pengalaman. Pembiasaan adalah sesuatu yang diamalkan. Oleh karena itu  inti pembiasaan adalah pengulangan. Dalam pembinaan sikap, pembiasaan sangat efektif digunakan karena akan melatih kebiasaan-kebiasan  yang baik kepada anak sejak usia dini. Sifat anak usia dini  adalah meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang  disekitarnya baik oleh bapak dan ibunya maupun saudara  terdekat. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya menjadi figur  yang terbaik dimata anaknya, jika orang tua menginginkan anak tumbuh dengan melakukan  kebiasaan yang baik dan akhlak terpuji.

KESIMPULAN
Penanaman nilai-nilai karakter harus dilakukan sejak dini, karena mengingat semakin berkembangnya zaman dan teknologi canggih dapat memberikan pengaruh negatif bagi anak di masa depannya. Melalui sikap pembiasaan, anak akan jauh lebih mudah mendapatkan nilai karakter dan akan menjadi bekal ketika dia dewasa.

Baca Juga :  Pentingnya Organisasi Bagi Mahasiswa

Oleh : Yunita Anggereni Puspita Sari

DAFTAR PUSTAKA

Eka Sapti Cahyaningrum, Sudaryanti, Nurtanio Agus Purwanto, 2017. Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Anak Usia Dini. PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KARAKTER ANAK USIA DINI MELALUI PEMBIASAAN DAN KETELADANAN, Vol. 6 Edisi 2: 204-208

Tags: