Prinsip-Prinsip Pengelolaan Kelas

PENDAHULUAN 
Pendidikan Anak Usia Dini  adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun. Pendidikan Anak Usia Dini berfungsi membina, menumbuhkan, dan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki anak pada usia dini secara optimal sehingga terbentuk perilaku dan perkembangannya agar memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya.

Prinsip-Prinsip Pengelolaan Kelas

Pendidikan Anak Usia Dini menjadi pendidikan yang sangat penting mengingat potensi kecerdasan dan dasar-dasar perilaku seseorang terbentuk pada rentang usia ini. Sedemikian pentingnya masa ini sehingga usia dini sering disebut sebagai the golden age (usia emas). Pada masa ini anak harus diberikan pendidikan, stimulus, dan contoh kongkrit dari berbagai pihak dan lingkungannya guna membantu anak melalui tahapan-tahapan perkembangannya termasuk perkembangan otak dan kecerdasannya. Guna membantu mengembangkan kecerdasan anak, dalam Pendidikan Anak Usia Dini harus didorong oleh tenaga pengajar yang berkualitas.

Tenaga pengajar yang berkualitas harus memiliki kompetensi pedagogis, profesional, sosial, dan kepribadian. Salah satu keterampilan dalam kompetensi profesional yang harus dimiliki guru adalah pengelolaan kelas. Menurut Suyanto dan Asep Djihat (2012:116) pengelolaan kelas adalah upaya yang dilakukan guru untuk mengkondisikan kelas dengan mengoptimalisasikan berbagai sumber (potensi yang ada pada guru, sarana, dan lingkungan belajar di kelas) yang ditujukan agar proses belajar mengajar dapat berjalan sesuai perencanaan dan  tujuan yang ingin dicapai. Dalam penerapannya, guru harus memegang prinsip-prinsip pengelolaan kelas agar perencanaan yang telah disusun dapat berjalan dengan baik. 
   
PEMBAHASAN 
Manajemen kesiswaan merupakan proses pengurusan segala hal yang berkaitan dengan siswa, pembinaan sekolah mulai dari penerimaan siswa, pembinaan siswa berasa di sekolah, sampai dengan siswa menamatkan pendidikannya mulai penciptaan suasana yang kondusif terhadap berlangsungnya proses belajar mengajar yang efektif.  Mulyono mengemukakan bahwa manajemen kesiswaan adalah seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinyu terhadap seluruh siswa (dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan) agar dapat mengikuti proses belajar mengajar secara efektif dan efisien.

Baca Juga :  Prinsip-Prinsip Evaluasi Pembelajaran

Manajemen kesiswaan juga berarti seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinyu terhadap seluruh peserta didik (dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan) agar dapat mengikuti proses belajar mengajar secara efektif dan efisien mulai dari penerimaan peserta didik hingga keluarnya peserta didik dari suatu sekolah.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen kesiswaan merupakan proses pengurusan segala hal yang berkaitan dengan siswa mulai dari penerimaan peserta didik hingga keluarnya peserta didik dari suatu sekolah. 

Dalam penerapan manajemen kelas terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan sebagai prasyarat menciptakan satu modal pembelajaran yang efektif dan efisien, yaitu (Muhaimin, 2002: 137-144):
1.    Prinsip Kesiapan (Readiness)
Kesiapan belajar ialah kematangan dan pertumbuhan fisik, psikis, inteligensi, latar belakang pengalaman, hasil belajar yang baku, motivasi, persepsi dan faktorfaktor lain yang memungkinkan seseorang dapat belajar.

2.    Prinsip Motivasi (Motivation)
Motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Adanya motivasi pada peserta didik maka akan bersungguh-sungguh menunjukkan minat, mempunyai perhatian, dan rasa ingin tahu yang kuat untuk ikut serta dalam kegiatan belajar,berusaha keras dan memberikan waktu yang cukup untuk melakukan kegiatan tersebut serta terus bekerja sampai tugas-tugas tersebut terselesaikan. 

3.    Prinsip Perhatian
Perhatian merupakan suatu strategi kognitif yang mencakup empat ketrampilan yaitu berorientasi pada suatu masalah, meninjau sepintas isi masalah, memusatkan diri pada aspek-aspek yang relevan dan mengabaikan stimuli yang tidak relevan. Dalam proses pembelajaran perhatian merupakan faktor yang besar pengaruhnya.

4.    Prinsip Persepsi
Prinsip umum yang perlu diperhatikan dalam menggunakan persepsi adalah (a) makin baik persepsi mengenai sesuatu makin mudah peserta didik belajar mengingat sesuatu tersebut, (b) dalam pembelajaran perlu dihindari persepsi yang salah karena hal ini akan memberikan pengertian yang salah pula pada peserta didik tentang apa yang dipelajari, (c) dalam pembelajaran perlu diupayakan berbagai sumber belajar yang dapat mendekati benda sesungguhnya sehingga peserta didik memperoleh persepsi yang lebih akurat.

Baca Juga :  Cara meningkatkan Kecerdasan pada anak

5.    Prinsip Retensi
Retensi adalah apa yang tertinggal dan dapat diingat kembali setelah seseorang mempelajari sesuatu. Dengan retensi membuat apa yang dipelajari dapat bertahan atau tertinggal lebih lama dalam struktur kognitif dan dapat diingat kembali jika diperlukan. Karena itu, retensi sangat menentukan hasil yang diperoleh peserta didik dalam proses pembelajaran.

6.    Prinsip Transfer
Transfer merupakan suatu proses dimana sesuatu yang pernah dipelajari dapat memengaruhi proses dalam mempelajari sesuatu yang baru. Dengan demikian, transfer berarti pengaitan pengetahuan yang sudah dipelajari dengan pengetahuan yang baru dipelajari. Pengetahuan atau keterampilan yang diajarkan di sekolah selalu diasumsikan atau diharapkan dapat dipakai untuk memecahkan masalah yang dialami dalam kehidupan atau dalam pekerjaan yang akan dihadapi kelak. 

Dengan adanya berbagai macam poin prinsip pengelolaan kelas, pendidik atau guru tidak harus mengambil semua prinsip tersebut, tetapi guru dapat mengambil minimal empat poin prinsip pengelolaan kelas. Dimana guru dapat mengkolaborasikan prinsip-prinsip pengelolaan kelas yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan sekolah yang bersangkutan. Dengan penerapan prinsipprinsip pengelolaan kelas diharapkan proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan efisien.
    
KESIMPULAN 
Manajemen kesiswaan merupakan proses pengurusan segala hal yang berkaitan dengan siswa, pembinaan sekolah mulai dari penerimaan siswa, pembinaan siswa berasa di sekolah, sampai dengan siswa menamatkan pendidikannya mulai penciptaan suasana yang kondusif terhadap berlangsungnya proses belajar mengajar yang efektif.

Dalam penerapan manajemen kelas terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan sebagai prasyarat menciptakan satu modal pembelajaran yang efektif dan efisien, yaitu (Muhaimin, 2002: 137-144): prinsip kesiapan (readiness), prinsip motivasi (motivation), prinsip perhatian, prinsip persepsi, prinsip retensi, prinsip transfer.

Dengan adanya berbagai macam poin prinsip pengelolaan kelas, pendidik atau guru tidak harus mengambil semua prinsip tersebut, tetapi guru dapat mengambil minimal empat poin prinsip pengelolaan kelas. Dimana guru dapat mengkolaborasikan prinsipprinsip pengelolaan kelas yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan sekolah yang bersangkutan. Dengan penerapan prinsip-prinsip pengelolaan kelas diharapkan proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan efisien. 

Baca Juga :  Peran Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa

Oleh : Binti Rahmawati

DAFTAR PUSTAKA
Mulyasa, 2012, Manajemen PAUD, Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset
Sri Lestari, Jurnal Hubungan antara Kualifikasi Akademik Guru dengan Pengelolaan
Kelas di Taman Kanak-kanak Se-Kecamatan Gemolong, Universitas Muhammadiyah Surakarta
Rozalena,     M.Kristiawan,     Jurnal     Pengelolaan     Pembelajaran     PAUD     dalam
Mengembangkan Potensi Anak Usia Dini, volume 2 No 1, 2017  https://id.m.wikipedia.org diakses 27 Juni 2019
https://www.kajianpustaka.com/2017/11/pengertian-tujuan-dan-prinsip-manajemenkelas.html?m=1 diakses 27 Juni 2019
      

Tags: