Cara meningkatkan Kecerdasan pada anak

Pendahuluan
Tiap anak fitrahnya memiliki kecerdasan, namun hal tersebut tetap tergantung pada anak anak tersebut ; kecerdasannya ingin tingkatkan ataupun tidak kembali lagi pada anak tersebut(Chatib, 2012, p.91). Dari hal tersebut disini orang tua berperan agar senantiasa mengasah otak sang buah hati. Kita bisa mengasahnya dengan cara belajar sambil bermain, karena saat ini banyak kita jumpai permainan seperti itu. Contohnya permainan puzzle, permainan mengurutkan lingkaran dari ukuran yang terbesar hingga ukuran yang terkecil, tidak hanya permainan saja bahkan saat ini buku untuk anak-anak sangat menarik terdiri dari banyak gambar serta tulisannya terdiri dari berbagai variasi warna sehingga membuat anak tertarik untuk membacanya.

Kecerdasan pada anak

Selain mengasah kecerdasan sang buah hati dengan belajar sambil bermain, kita sebagai orang tua juga harus memenuhi gizinya. Yaitu makanan 4 sehat 5 sempurna harus kita berikan untuk buah hati kita untuk meningkatkan kecerdasanya.

Kelak anak kita akan menjadi penerus bangsa, sebagai orang tua sudah menjadi kewajiban untuk mendidik serta meningkatkan kecerdasan buah hatinya dengan baik dan sedini mungkin. Agar kelak di masa depan nanti negra tercinta ini menjadi negara maju, serta tidak kalah dalam persaingan globalisasi. Tidak bisa dibayangkan apabila kita tidak meningkatkan kecerdasan anak-anak kita, kelak yang kita rasakan adalah penyesalan. Oleh karena itu betapa pentingnya meningkatkan kecerdasan anak sedini mungkin agar kita sebagai orang tua serta orang-orang di sekitarnya tidak merasakan penyesalan.
 
Pembahasan
A.    Kecerdasan
Manusia terlahir dengan sempurna suatu karunia Allah Swt memberikan kita akal dan kecerdasan, Karena tidak semua umat-Nya di karuniai akal dan kecerdasan  oleh-Nya. Kita sebagai manusia sudah sepatutnya kita senantiasa bersyukur atas segalah yang diberikan oleh Allah Swt. Para ahli banyak yang menyimpulkan mengenai kecerdasan namun saya hanya mengambil salah satunya yaitu Sujiono (2009:177) menyatakan bahwa kecerdasan adalah suatu kempuan yang menentukan cepat atau tidaknya dalam menyelesaikan masalah yang di hadapinya(Asteria, 2014, p.7).

Kecerdasan pada anak dibagi menjadi tiga yaitu kecerdasan inteligensi (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Tinggi atau rendahnya kecerdasan yang dimiliki tergantung pada anak itu sendiri, salah satu hal yang mempengaruhinya adalah sering tidaknya mengasah kecerdasan yang ian miliki(Asteria, 2014, p.5). 

Kecerdasan inteligensi (IQ) adalah suatu kemapuan berpikir secara abstrak, mampu memecahkan masalah, serta beradaptasi dengan lingkunan sekitarnya(Desmita, 2013, p.163). Kecerdasan emosional (EQ) adalah suatu kemampuan yang mampu mengenali perasaan kita sendiri, dan kemampuan dalam mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri serta pada orang lain(Sabiq & M. As’ad Djalali, 2012, p.57). Sedangkan kecerdasan spiritual (SQ) adalah kecerdasan untuk mampu mengendalikan dirinya sendiri agar senantiasa berbuat positif serta mampu mendekatkan dirinya pada sang pencipta (Desmita, 2013, pp.169-175).

Baca Juga :  Motivasi Belajar

B.    Faktor-faktor yang meningkatkan kecerdasan pada anak
Kecerdasan yang dimiliki anak dapat meningkat akibat dipengaruhi sesuatu, berikut ini faktor-faktor yang mampu meningkatkan kecerdasan pada anak :
1.    Makanan dan minuman yang bernutrisi
Saat ini banyak sekali makanan junk food yang lebih disukai anak-anak dibandingkan makanan dan minuman yang bernutrisi. Pada kenyataannya makanan yang kaya akan nutrisi sangat mempengaruhi kinerja otak dan orang-organ tubuh lain yang dibutuhkan oleh sang anak dalam meningkatkan kecerdasan (Rusilanti, 2013, p.152).

Arti dari kata nutrisi itu sendiri adalah suatu bahan kimia yang terkandung pada semua bahan makanan serta berfungsi untuk mejaga kesehatan manusia. Nutrisi yang paling utama di perlukan oleh tubuh adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan garam mineral(Mohamad, Man, & Ramli, 2015, p.5). Berikut ini beberapa makanan yang kaya akan nutrisi seperti nasi, gandum, singkong terdapat kandungan karbohidrat, makanan yang mengandung protein seperti telur, tahu, tempe, lalu makanan yang mengandung daging dapat kita temukan pada daging, makanan yang mengandung vitamin bisa kita temukan pada buah-buahan, lalu garam mineral dapat kita temukan pada sayur-sayuran(Afandie, Cholissodin, & Supianto, 2014, p.3).

Selain makanan ada pula minuman yang kaya akan nutrisi yaitu susu, minuman yang kaya akan magnesium berfungsi untuk mengatur jantung dan sistem syaraf pada tubuh tahan terhadap kelelahan. Disamping itu jika anak kita beri susu lalu diiringi dengan belajar dan olahraga secara teratur mampu meningkatkan kecerdasan sang anak(Wijaya, Prayanto, & Yudani, n.d., p.2).
2.    Bermain peran
Bermain peran merupakan suatu kegiatan bermain dengan cara menirukan perilaku orang yang pernah di jumpainya dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dilakukan secara spontan, dari hal tersebut membuktikan bahawa sang anak antusiasme terhadap orang yang ia tiru. Bermainan peran ini mampu merangsang kecerdasan anak dalam berekspresi dan berkom-prehensi sekaligus oleh karena itu bermainan peran mampu meningkatkan kecerdasan(Krobo, 2014, pp. 28-29).

3.    Motivasi
Fitrah sang anak yang suci membuat mudah menerima pembelajaran di tambah dengan dukungan dari orang-orang terdekat seperti ibu, ayah, teman-teman mampu meningkatkan kecerdasan sang anak(Diana, 2006, p.125). Bentuk motivasi dibagi menjadi dua yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik, motivasi intrinsik yaitu motivasi yang datang dari dalam dirinya sendiri tanpa adanya campur tangan dari orang lain, sedangkan motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang datang dari orang lain(Suyadi, 2010, p.210).

Baca Juga :  Urgensi Kurikulum Dalam Pendidikan Anak Usia Dini Di Indonesia

C.    Langkah-langkah meningkatkan kecerdasan pada anak
1.    Menciptakan lingkungan yang baik
Lingkungan sangat mempengaruhi prestasi dan kecerdasan anak (Surya, 2010, p.9), oleh sebab itu kita sebagai orang tua harus pandai-pandai menciptakan lingkungan baik. Jika lingkungan sekitarnya baik maka anak akan meniru hal-hal baik tersebut. Sebaliknya apabila sang anak berada dalam lingkungan yang buruk maka sang anak akan melakukan hal-hal buruk tersebut, jika sudah terpengaruh oleh lingkungan buruk disekitarnya maka mampu mempengaruhi kecerdasan dan prestasi anak tersebut(Suratno, 2014, p.94). Oleh sebab itu kita sebagai para orang tua sudah menjadi kewajiban kita untuk menciptakan lingkungan yang baik disekitar anak.

2.    Tumbuhkan rasa percaya diri pada anak
Saat kita menumbuhkan rasa percaya diri pada anak hal tersebut akan mempengaruhi kecerdasan anak. Contoh jika sang anak ingin melakukan kegiatan yang menurut kita sulit, biarkan saja. Sebagai orang tua seharusnya mendukung serta membimbing anak tersebut. Serta jangan langsung beranggapan bahwa mereka tidak mampu melakukan hal tersebut,  dari hal tersebut sama saja kita menghambat rasa percaya diri pada anak. Lalu dampak yang diterima yaitu sang anak akan mudah bergantung pada orang lain saja dan tidak ada keinginan untuk berprestasi (Suratno, 2010, p.15). Apabila keinginan berprestasi maka sama saja kita menghambat kecerdasan pada anak. Oleh sebab itu betapa pentingnya menumbuhkan rasa percaya diri pada anak untuk meningkatkan kecerdasannya.

Meskipun percaya diri merupakan hal yang baik untuk kecerdasan anak, namun kita sebagai orang tua juga tidak boleh membuat sang anak terlalu percaya diri. Karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, apabila sang anak terlalu percaya diri dikhawatirkan anak akan menjadi sombong atau riya (Salirawati, 2012, p.219).

3.    Kembangkan sikap tidak mudah puas
Saat anak menhadapi kesulitan, kita sebagai orang tua harus mampu mengajarkan bahwa kesulitan itu sesuatu yang menyenangkan. Kita umpamakan saja kesulitan itu dalam permainan video game dalam kesulitan itu jika mampu dilalui oleh sang anak maka dia akan memperoleh kemenangan. Jadi sang anak belajar untuk menjadi pribadi yang ulet, gigih, kreatif serta anak mengetahui bahwa untuk mendapatkan kemenangan itu butuh proses tidak bisa di gapai secara langsung(Surya, 2010, p19).

Penutup
Dari beberapa faktor untuk meningkatkan kecerdasan pada anak tersebut, bisa kita gunakan sebagai acuan untuk buah hati kita. Sehingga dalam perkembangannya kita juga harus memikirkan gizi yang ia peroleh, cara mengajari anak, serta motivasi dari orang tua. Selain faktor ada pula langkah-langkah dapat kita terapkan untuk anak kita sedini mungkin. Jika langkah-langkah tersebut sudah kita terapkan sejak sedini mungkin sang anak sudah terbiasa, lalu makin bertambah umur makin banyak pula pengalaman serta pengetahuan yang di dapatkan oleh sang anak.

Baca Juga :  Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Pada Anak Usia Dini

Dari hal-hal tersebut kita harus menyadari betapa pentingnya untuk meningkatkan kecerdasan sang buah hati, apabila kita tidak meningkatkan kecerdasannya bisa jadi sang buah hati tidak memiliki pengalaman dalam menghadapi sesuatu lalu saat menghadapi hal tersebut sang buah hati kebingungan padahal menurut kita hal tersebut adalah hal sepele.

Referensi
Asteria, Vidya Prima. 2014. Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak Melalui Pembelajaran Membaca Sastra. (Malang: Tim UB Press)
Chatib, Munif. 2012. Orangtuanya Manusia: Melejitkan Potensi Dan Kecerdasan Dengan Menghargai Fitrah Setiap Anak. (Bandung: Kaifa)
Desmita. 2013. Psikologi Perkembangan. (Bandung: Remaja Rosdakarya)
Rusilanti dan Istiany Ari . 2013. Gizi Terapan. (Bandung: Remaja Rosdakarya)
Surya, Hendra. 2010. Rahasia Membuat Anak Cerdas dan Manusia Unggul. (Jakarta: Elex Media Komputindo)
Suyadi. 2010. Psikologi Belajar Pendidikan Anak Usia Dini. (Yogyakarta: Bintang Pustaka Abadi)

Afandie, M. N., Cholissodin, I., & Supianto, A. A. (2014). IMPLEMENTASI METODE K-NEAREST NEIGHBOR UNTUK PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN MENU MAKANAN SEHAT DAN BERGIZI. Repositori Jurnal Mahasiswa PTIIK UB, 3(1), 1–10.
Diana, R. R. (2006). SETIAP ANAK CERDAS! SETIAP ANAK KREATIF! MENGHIDUPKAN KEBERBAKATAN DAN KREATIVITAS ANAK. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro, 3(2), 123–131.
KROBO, A. (2014). PENINGKATAN KECERDASAN INTRAPERSONALMELALUI KEGIATAN BERMAIN PERAN. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 8(1), 25–34. Retrieved from https://www.neliti.com/publications/117495/peningkatan-kecerdasan-intrapersonalmelalui-kegiatan-bermain-peran
Mohamad, M. S., Man, S., & Ramli, M. A. (2015). KESELAMATAN MAKANAN MENURUT PERSPEKTIF ISLAM: KAJIAN TERHADAP PENGAMBILAN MAKANAN BERISIKO. Jurnal Fiqh, 12(12), 1–28. Retrieved from http://fiqh.um.edu.my/filebank/published_article/8813/Artikel1_JF2015.pdf
Sabiq, Z., & M. As’ad Djalali. (2012). KECERDASAN EMOSI, KECERDASAN SPIRITUAL DAN PERILAKU PROSOSIAL SANTRI PONDOK PESANTREN NASYRUL ULUM PAMEKASAN. Jurnal Psikologi Indonesia, 1(2), 53–65.
Salirawati, D. (2012). PERCAYA DIRI, KEINGINTAHUAN, DAN BERJIWA WIRAUSAHA: TIGA KARAKTER PENTING BAGI PESERTA DIDIK. Jurnal Pendidikan Karakter, II(2), 213–224.
Suratno. (2014). PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA DAN LINGKUNGAN PERGAULAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI SISWA. Jurnal Pendidikan Ekonomi Dinamika Pendidikan, IX(1), 92–99.
Wijaya, H., Prayanto, W. H., & Yudani, H. D. (n.d.). PERANCANGAN VIDEO EDUKASI TENTANG MANFAAT DAN KANDUNGAN GIZI SUSU SAPI SEGAR UNTUK ANAK-ANAK. 1–12.

Oleh : Khofifa Merdawati


Tags: