Cara meningkatkan Kecerdasan pada anak

  • Whatsapp

3.    Kembangkan sikap tidak mudah puas
Saat anak menhadapi kesulitan, kita sebagai orang tua harus mampu mengajarkan bahwa kesulitan itu sesuatu yang menyenangkan. Kita umpamakan saja kesulitan itu dalam permainan video game dalam kesulitan itu jika mampu dilalui oleh sang anak maka dia akan memperoleh kemenangan. Jadi sang anak belajar untuk menjadi pribadi yang ulet, gigih, kreatif serta anak mengetahui bahwa untuk mendapatkan kemenangan itu butuh proses tidak bisa di gapai secara langsung(Surya, 2010, p19).

Penutup
Dari beberapa faktor untuk meningkatkan kecerdasan pada anak tersebut, bisa kita gunakan sebagai acuan untuk buah hati kita. Sehingga dalam perkembangannya kita juga harus memikirkan gizi yang ia peroleh, cara mengajari anak, serta motivasi dari orang tua. Selain faktor ada pula langkah-langkah dapat kita terapkan untuk anak kita sedini mungkin. Jika langkah-langkah tersebut sudah kita terapkan sejak sedini mungkin sang anak sudah terbiasa, lalu makin bertambah umur makin banyak pula pengalaman serta pengetahuan yang di dapatkan oleh sang anak.

Bacaan Lainnya

Dari hal-hal tersebut kita harus menyadari betapa pentingnya untuk meningkatkan kecerdasan sang buah hati, apabila kita tidak meningkatkan kecerdasannya bisa jadi sang buah hati tidak memiliki pengalaman dalam menghadapi sesuatu lalu saat menghadapi hal tersebut sang buah hati kebingungan padahal menurut kita hal tersebut adalah hal sepele.

Referensi
Asteria, Vidya Prima. 2014. Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak Melalui Pembelajaran Membaca Sastra. (Malang: Tim UB Press)
Chatib, Munif. 2012. Orangtuanya Manusia: Melejitkan Potensi Dan Kecerdasan Dengan Menghargai Fitrah Setiap Anak. (Bandung: Kaifa)
Desmita. 2013. Psikologi Perkembangan. (Bandung: Remaja Rosdakarya)
Rusilanti dan Istiany Ari . 2013. Gizi Terapan. (Bandung: Remaja Rosdakarya)
Surya, Hendra. 2010. Rahasia Membuat Anak Cerdas dan Manusia Unggul. (Jakarta: Elex Media Komputindo)
Suyadi. 2010. Psikologi Belajar Pendidikan Anak Usia Dini. (Yogyakarta: Bintang Pustaka Abadi)

Baca Juga :  Motivasi Belajar

Afandie, M. N., Cholissodin, I., & Supianto, A. A. (2014). IMPLEMENTASI METODE K-NEAREST NEIGHBOR UNTUK PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN MENU MAKANAN SEHAT DAN BERGIZI. Repositori Jurnal Mahasiswa PTIIK UB, 3(1), 1–10.
Diana, R. R. (2006). SETIAP ANAK CERDAS! SETIAP ANAK KREATIF! MENGHIDUPKAN KEBERBAKATAN DAN KREATIVITAS ANAK. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro, 3(2), 123–131.
KROBO, A. (2014). PENINGKATAN KECERDASAN INTRAPERSONALMELALUI KEGIATAN BERMAIN PERAN. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 8(1), 25–34. Retrieved from https://www.neliti.com/publications/117495/peningkatan-kecerdasan-intrapersonalmelalui-kegiatan-bermain-peran
Mohamad, M. S., Man, S., & Ramli, M. A. (2015). KESELAMATAN MAKANAN MENURUT PERSPEKTIF ISLAM: KAJIAN TERHADAP PENGAMBILAN MAKANAN BERISIKO. Jurnal Fiqh, 12(12), 1–28. Retrieved from http://fiqh.um.edu.my/filebank/published_article/8813/Artikel1_JF2015.pdf
Sabiq, Z., & M. As’ad Djalali. (2012). KECERDASAN EMOSI, KECERDASAN SPIRITUAL DAN PERILAKU PROSOSIAL SANTRI PONDOK PESANTREN NASYRUL ULUM PAMEKASAN. Jurnal Psikologi Indonesia, 1(2), 53–65.
Salirawati, D. (2012). PERCAYA DIRI, KEINGINTAHUAN, DAN BERJIWA WIRAUSAHA: TIGA KARAKTER PENTING BAGI PESERTA DIDIK. Jurnal Pendidikan Karakter, II(2), 213–224.
Suratno. (2014). PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA DAN LINGKUNGAN PERGAULAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI SISWA. Jurnal Pendidikan Ekonomi Dinamika Pendidikan, IX(1), 92–99.
Wijaya, H., Prayanto, W. H., & Yudani, H. D. (n.d.). PERANCANGAN VIDEO EDUKASI TENTANG MANFAAT DAN KANDUNGAN GIZI SUSU SAPI SEGAR UNTUK ANAK-ANAK. 1–12.

Pos terkait