Sifat Kreatif Pada Anak Usia Dini

Anak usia dini yang dikemukan oleh NAEYC (National Assosiation Education for Young Chlidren) adalah sekelompok individu yang berada pada rentang usia antara 0 – 8 tahun. Anak usia dini merupakan sekelompok manusia yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Pada usia tersebut para ahli menyebutnya sebagai masa emas (Golden Age) yang hanya terjadi satu kali dalam perkembangan kehidupan manusia. Pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini perlu diarahkan pada fisik, kognitif, sosioemosional, bahasa, dan kreativitas yang seimbang sebagai peletak dasar yang tepat guna pembentukan pribadi yang utuh.Kreativitas merupakan salah satu potensi anak yang haru dikembangkan sejak dini. Setiap anak memiliki bakat kreatif, bila ditinjau dari segi pendidikan, bakat kreatif dapat dikembangkan, oleh karena itu perlu dipupuk sejak usia dini.
Sifat Kreatif Pada Anak Usia Dini

Anak usia dini yang kreatif dalam perilaku dan kegiatan sehari-harinya dapat dicerminkan ciri-ciri sebagai berikut:
a)    Senang menjelajahi lingkunganya, mengamati dan memegang segala sesuatu, mendekati segala macam tempat atau sudut seakan-akan mereka haus akan pengalaman.
b)    Senang melakukan eksperimen. Hal ini tampak dari perilaku anak yang senang mencoba-coba dan melakukan hal-hal yang sering membuat orang tua atau guru keheranan dan tidak jarang pula merasa tidak berdaya manghadap tingkah laku anak seperti senang membongkar bongkar barang atau alat permainan.
c)    Senang mengajukan berbagai macam pertanyaan yang terkadang orang tua atau guru tidak mampu menjawabnya. Anak seolah-olah merasa tidak puas untuk berbagai jawaban yang diberikan.
d)    Senantiasa ingin mendapatkan pengalaman-pengalaman baru, ia senang melakukan atau mencoba berbagai hal dan senang “berpetualang”. Anak terbuka terhadap rangsangan-rangsangan baru.
e)    Memiliki sifat spontan dan cenderung menyatakan pikiran dan perasaannya sebagaimana adanya, tanpa adanya hambatan.
f)    Jarang menunjukan rasa bosan, selalu ingin melakukan sesuatu.
g)    Memiliki daya imajinasi yang tinggi. Atau menggunakan imajinasi ketika bermain peran, bermain bahasa, bercerita

h)    Anak cenderung aktif
i)    Berkonsentrsi untuk tugas individu dalam waktu cukup lama
j)    Anak mengambil inisiatif ( ditunjukkan saat yang berbeda pada setiap anak)
k)    Memiliki sifat menghargai yaitu sifat untuk dapat menghargai bimbingan dan pengarahan dalam hidup, menghargai kemampuan dan bakat-bakat sendiri yang sedang berkembang.
l)    Memiliki sifat berani mengambil resiko yaiu sifat berani memberikan jawaan  meskipun belum tentu benar, tidak takut gagal atau mendapat kritik, tidak raguragu karena kitak jelasan, hal hal yang tidak konvensional atau kurang terstruktur.
m)    Memiliki rasa tertantang oleh kemajemukan yaitu sifat untuk selau terdorong mengatasi masalah yang sulit, merasa tertantang oleh situasi situasi yang rumit, lebih tertaik pada tugas tugas yang cenderung sulit.

Baca Juga :  Pengertian Moral Atau Etika

Selain yang diuraikan diatas ciri lain anak usia dini yang kreatif yaitu percaya diri, ketersediaan untuk menjawa, memiliki inat yang luas, dan menyukai kegemaran dan aktivitas yang kreatif. Juga sering mengajukan pertanyaan, memberika banyak gagasan, , mampu menyampaikan pendapat secara spontan, mempunyai/ menghargai rasa keindahan. Anak yang kreativitasnya tinggi cenderung lembih ambisius, mandiri, otonom, cenderung percaya diri, efisien dalam berfikir, sedngkan anak yang kreativitasnya rendah kurag memiliki kesadaran diri akan arti hidup sehat dan sejahtera, kurang bisa mengandalikan dirinya dan kurang efisien dalam berfikir. Kreativitas anak usia dini dimulai dengan kepekaan indentifisi dan membandingkan (Jw.Niteni). Aktifitas niteni bukanlah hal yang mudah. Anak menemukan berbagai persamaan dan perbedaan dari objek yang sudah pernah dikenal.

Kesimpulannya adalah kreativitas pada anak usia dini memiliki banyak ciri-ciri/karakteristik. Dikarenakan oang tua menjadi panutan atau contoh anak maka harus berhati hati dalam bersikap ata bertindak. Dan anak akan sering mencari perhatian atau menunjukkan hasil kreativitasnya maka seorang pendidik atau orang tua harus mengapresiasi atau tidak menjatuhkan kreativitas seorang anak dikarenakan apabila tidak mengapresiasi akan membuat anak merasa gagal dan terkadang tidak mau mencoba kembali. Jadi apabila memberika saran harus menggunakan kata-kata yang baik dan benar agar anak tidak merasa gagal dan tersinggung dan anak akan terus mencoba dan mengembangkan kreativitasnya.

DAFTAR PUSTAKA
Jurnal Ilmiah Guru “COPE”, No. 02/Tahun XVIII/November 2014
Handayani Penys Husna, Apiek Gandamana, dan Farihah. 2017. Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini dalam Keluarga. Jurnal Keluarga Sehat Sejahtera Vol. 15 (2) Desember 201

Tags: