Manajemen Pengelolaan Kelas Di Tk Aisyiyah 18 Kalibutuh Surabaya

Edukasi Kita ;
Pendahuluan
Pendidikan merupakan hal penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian manusia. Terdapat tiga syarat utama yang harus diperhatikan dalam pembangunan pendidikan agar dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yakni: (1) sarana gedung, (2) buku yang berkualitas, (3) guru dan tenaga kependidikan yang yang professional (Mulyasa, 2012: 129). Syarat tersebut merupakan fasilitas dan sumber belajar yang harus disiapkan oleh sebuah sekolah atau tempat belajar.

Pengelolaan Kelas

Menyiapkan fasilitas dan sumber belajar perlu adanya strategi dan manajemen agar mendapatkan fasilitas dan sumber belajar yang baik dan sesuai kebutuhan, seperti pengelolaan dalam kelas. Sarana gedung sebagai kelas yang sudah disiapkan oleh sekolah perlu diimbangi dengan media pembelajaran yang mumpuni dan guru yang profesional. Guru yang dapat menjalankan profesinya dengan baik akan dapat mengelola kelas sesuai kebutuhan setiap muridnya. Dalam pendidikan anak, media yang baik tidak selalu berhasil dalam sebuah pembelajaran. Guru perlu mengamati lebih dalam tentang emosi anak, kebiasaan, hal-hal yang dapat menarik perhatian anak, keterampilan anak yang berbeda dan lain sebagainya. Melalui manajemen pengelolaan kelas, guru dapat menyesuaikan antara pembelajaran dan keunikan anak, sehingga tujuan pembelajaran sampai pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan anak.

Berdasarkan uraian di atas telah diketahui pentingnya manajemen pengelolaan kelas di pendidikan anak usia dini. Peneliti akan menggali informasi dan membandingkan dengan teori tentang manajemen pengelolaan kelas di TK Aisyiyah 18 Kalibutuh Surabaya. Beberapa fokus dalam penelitian ini terletak pada pemilihan model pembelajaran, dan kondisi fisik kelas .

Landasan Teori
A. Pengertian Manajemen Pengelolaan Kelas
Menurut Malayu S. P. Hasibuan, manajemen adalah ilmu dan seni dalam mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lain yang mendukung secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan tertentu (Hasibuan, 2007: 1-2). Pengelolaan kelas merupakan kegiatan-kegiatan yang mampu menciptakan dan mempertahankan kondisi optimal pada saat proses pembelajaran dari gangguan yang datang untuk merusak kondisi kelas (Rohani, 2003: 123). Jadi, manajemen pengelolaan kelas merupakan seni dalam mengatur kelas agar dapat mempertahankan kondisi optimal pada saat proses pembelajaran dan terhindar dari gangguan yang dapat merusak kondisi lingkungan kelas, serta mendukung proses pembelajaran secara efektif dan efesien agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.
 B. Prinsip – Prinsip Pengelolaan Kelas Perencanaan pengelolaan kelas meliputi penataan ruangan dan mengorganisasi anak sesuai dengan kebutuhan masing – masing anak.
Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam mengelola kelas adalah sebagai berikut.
a. Kurangi kepadatan pada daerah lalu lalang anak – anak beraktifitas. Daerah yang sering dilewati oleh anak – anak seperti meja guru, bangku anak, area belajar kelompok, loker anak, dan lain lain. Pisahkan area – area yang sering dilewati oleh anak – anak dan pastikan mudah di akses oleh anak.
b. Posisi guru dapat dengan mudah melihat semua siswa. Tujuan utama dari manajemen kelas adalah guru mampu mengontrol dan mengawasi semua anak dengan cermat di dalam kelas.
c. Materi pembelajaran dan perlengkapan anak harus mudah diakses agar dapat meminimalisir waktu persiapan dan perapian, serta mengurangi keterlambatan dan gangguan dalam beraktivitas. d. Semua anak harus duduk pada tempatnya dan dapat melihat seluruh ruangan dengan mudah. Dengan kata lain dalam pembelajaran berlangsung pastikan tidak ada satupun anak yang terhalangi dalam mengikuti pembelajaran (Syaifurahman & Tri Ujiati, 2013: 111).

e. Menata sarana dan prasarana di dalam ruangan harus disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. f. Mengelola meja dan kursi anak harus bersifat fleksibel dan berubah – ubah sesuai dengan kebutuhan anak. Desain meja dan kursi harus membuat ruang gerak anak lebih bebas. Anak – anak juga tidak selalu duduk di kursi, namun anak juga dapat duduk di tikar/karpet.
g. Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk ditempelkan beberapa sumber belajar dan hasil kerja anak. Penempelan hiasan atau sumber belajar janganlah terlalu banyak agar tidak mengganggu atau mengalihkan perhatian anak.
h. Peletakan alat permainan edukatif atau alat peraga haruslah diletakkan sedemikian rupa sesuai dengan fungsinya, agar anak dapat bertanggung jawab, mandiri, dapat mengambil keputusan, dan mengatur peralatan mereka untuk dikembalikan pada tempatnya.

Baca Juga :  Pengertian Pembelajaran Anak Usia Dini

i. Alat bermain untuk kegiatan pengaman diletakkan di dalam kelas sehingga berfungsi apabila diperlukan oleh anak – anak (Mulyasa, 2012: 125-126). j. Suasana kelas yang hangat dan penuh semangat. k. Penggunaan media dan alat permainan edukatif yang menantang agar dapat meningkatkan gairah belajar anak.
l. Penggunaan media, gaya mengajar, dan pola interaksi guru yang bervariasi serta berinovasi.
m. Guru yang kreatif dalam mengubah strategi apabila suasana kelas berubah menjadi tidak menyenangkan. n. Menekankan pada hal – hal yang bersifat positif, dan menghindari berpusat perhatian kepada anak tentang hal – hal yang bersifat negatif. o. Mendorong anak untuk mengembangkan disiplin diri sendiri dengan memberi contoh dalam pebuatan guru sehari – hari (Asril, 2013: 73).

Pembahasan
Pembahasan manajemen pengelolaan kelas di TK Aisyiyah 18 dari kondisi fisik kelas. Luas ruangan kelas yakni 7×10 meter dengan rata-rata jumlah anak adalah 20-23 siswa. Ruangan kelas berisi kursi dan meja belajar, karpet untuk duduk melingkar, lemari, papan tulis, buku-buku bacaan, ape, kipas angin dan hiasan-hiasan serta pigura di tembok. Kelas bisa didesain memakai kursi dan meja atau menggunakan karpet untuk duduk melingkar (circle time). Untuk penataan tempat duduk di kelas sudah sesuai dengan prinsip pengelolaan kelas.

Penataan fasilitas dalam kelas, yakni terdapat lemari yang berisikan map lembar kerja anak, buku bacaan untuk anak, alat tulis dan buku pelajaran serta alat permainan edukatif. Lemari ini disusun dengan rapi yakni alat tulis dan map lembar kerja anak berada pada lemari loker dengan diberi satu kotak untuk satu nama anak. Kemudian terdapat lemari lagi di sebelahnya untuk buku bacaan dan alat permainan edukatif. Loker dan lemari diletakkan di kelas bagian belakang. Dinding pada kelas dihiasi oleh beberapa origami hewan, gambar buah, huruf abjad, huruf hijaiyah, hasil kerja anak dan beberapa pigura yang berisi gambar tokoh-tokoh pendiri dan lambang Muhammadiyah. Adapula pigura yang berisi gambar burung garuda yang lambang dasar negara dan para pahlawan Indonesia. Fasilitas lemari, loker dan pigura ini juga sesuai dengan prinsip pengelolaan kelas.

Baca Juga :  Strategi Dan Metode Pembelajaran Matematika Yang Efektif Bagi Siswa Mi Al Hikmah Kalidawir

Untuk metode pembelajarannya yakni menggunakan kurikulum 2013 dengan model pembelajaran sentra. Pembelajaran sentra ialah pembelajaran  dengan cara anak berpindah bermain dari satu sentra satu ke sentra lain pada setiap harinya. Setiap sentra dikelola oleh satu orang guru. Proses pembelajarannya juga terdapat empat pilar pijaka, yaitu pijakan lingkungan (penataan alat), pijakan sebelum bermain (circle time), pijakan saat bermain, dan pijakan setelah bermain. Tujuan dari pembelajaran ini ialah agar anak dapat mengasah keterampilan dan pengetahuan dengan berbagai kegiatan tanpa ada rasa bosan karena setiap harinya berpindah sentra. Model pembelajaran ini sudah berhasil membuat anak tertarik untuk belajar dan jarang merasa bosan pada pembelajaran.

Pendekatan dalam pembelajaran pun bisa mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak yakni melalu pendekatan saintifik. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang menuntut anak untuk aktif dalam pembelajaran. Anak akan diajak untuk mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan setiap pembelajaran yang berlangsung. Pendekatan ini mampu menarik rasa ingin tahu anak dan merangsang anak untuk selalu aktif dalam melakukan permainan. Sehingga perkembangan dapat diasah dengan maksimal dan dapat menambah pengetahuan serta keterampilan anak.

Kesimpulan
Pendidikan merupakan hal penting bagi manusia. Untuk mendapatkan pendidikan yang baik maka diperlukan manajemen pengelolaan pembelajaran yang baik pula. Manajemen tersebut salah satunya adalah dengan memanajemen pengelolaan kelas. Dengan keadaan kelas yang baik dan model pembelajaran di dalam kelas yang pas, maka pendidikan akan terlaksana dengan maksimal.

Saran
Pentingnya pengelolaan kelas dan prinsip pengelolaan kelas haruslah dipahami oleh setiap sekolah agar tujuan pendidikan dapat tercapai.

Oleh : Miftakhul Jannah

Daftar pustaka
Edisi 2.Hilali, Husni El 2012, ‘Pentingnya Pengelolaan Kelas dalam       Pembelajaran’, Jurnal Edu-Bio, Vol. 3.
Asril, Zainal 2013, Microteaching, Rajawali Pers, Jakarta. Hasibuan, Malayu S, P 2007, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bumi Aksara, Jakarta.
Mulyasa 2012, Manajemen PAUD, Remaja Rosdakarya, Bandung.
Rohani, Ahmad 2004, Pengelolaan Pengajaran, Rineka Cipta, Jakarta.
Syaifurahman & Ujiati, Tri 2013, Manajemen dalam Pembelajaran, Indeks, Jakarta.

Baca Juga :  Strategi Mind Mapping Pembelajaran Yang Kreatif Dan Menyenangkan Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Madrasah Ibtidaiyah

Tags: