Peran Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa

Edukasi Kita ;
Pendahuluan
Pendidikan merupakan sesuatu hal yang wajib ditempuh oleh setiap manusia. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang no.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah “mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.  Pendidikan merupakan suatu upaya untuk mengembangkan potensi dalam diri manusia melalui kegiatan belajar mengajar. Salah satu penunjang terbesar akan berhasilnya suatu pembelajaran yakni adanya minat belajar dalam diri peserta didik. Tumbuhnya minat belajar dalam siswa dapat diciptakan dengan adanya motivasi dalam belajar.

Motivasi Belajar

Seorang anak akan terlaju untuk belajar dan mempunyai semangat jika terdapat motivator yang mendorongnya, memotivasi untuk menumbuhkan betapa pentingnya belajar untuk sebuah pendidikan dalam jiwa mereka. Motivator yang sangat berperan aktif dalam hal ini yakni pendidik (guru), karena sang guru yang akan membimbing, membina, mengarahkan, sekaligus mengantarkan anak didiknya menuju jalan yang diinginkannya.

Sebagai seorang pendidik, guru dituntut untuk bisa menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai kehidupan kepada peserta didiknya. Tidak hanya itu, guru juga diharuskan untuk bisa mengajar, mendidik, melatih potensi-potensi yang dimiliki oleh peserta didik serta mengembangkan dan menerapkannya supaya bermanfaat dalam kehidupan nyata. Hal ini sesuai dengan UU Nomor 20 tahun 2003 pasal 40 yang dijelaskan bahwa seorang pendidik dan tenaga kependidikan harus berkewajiban untuk : 1) menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis; 2) mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan; dan 3) memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Tugas guru sebagai seorang pendidik tidak hanya menyampaikan materi atau pelajaran dalam kelas saja, akan tetapi juga harus bisa memberikan motivasi kepada siswa. Menurut Djamarah menjelaskan dalam yutisia, bahwa guru memiliki banyak peran dalam laju pendidikan terutama terhadap peserta didiknya yakni sebagai motivator, inspirator, inisiator, demonstrator, mediator, korektor, informator, fasilitator, pengelola kelas, pembimbing, supervisor, dan evaluator.

PEMBAHASAN
Sehubungan dengan fungsinya sebagai pengajar, pendidik dan pembimbing, maka diperlukan adanya berbagai peranan pada diri guru. Peranan guru ini akan senantiasa menggambarkan pola tingkah laku yang diharapkan dalam berbagai interaksinya, baik dengan siswa, sesama guru, maupun dengan staf yang lain. Mengenai apa peranan guru itu ada beberapa pendapat yang dijelaskan sebagai berikut :

1.    Prey katz, menggambarkan peranan guru sebagai komunikator, sahabat yang dapat memberikan nasihat-nasihat, motivator, sebagai pemberi inspirasi dan dorongan, pembimbing dalam pengembangan sikap dan tingkah laku serta nilai-nilai yang menguasai bahan yang diajarkan.
2.    Havighurst, menjelaskan bahwa peranan guru di sekolah sebagai pegawai (employee) dalam hubungan kedinasan, sebagai bawahan (subordinate) terhadap atasannya, sebagai kolega dalam hubungannya dengan teman sejawat, sebagai mediator dalam hubungannya dengan anak didik, sebagai pengatur disiplin, evaluator dan pengganti orang tua.
3.    James W. Brown, mengemukakan bahwa tugas dan peranan guru antara lain : menguasai dan mengembangkan materi pelajaran, merencana dan mempersiapkan pelajaran sehari-hari, mengontrol dan mengevaluasi kegiatan siswa
4.    Federasi dan Organisasi Profesional Guru Sedunia, mengungkapkan bahwa peranan guru di sekolah, tidak hanya sebagai transmiter dari ide ke ide tetapi juga berperan sebagai transformer dan katalisator dari nilai dan sikap.

Dari beberapa pendapat diatas, dapat ditarik kesimpulan peranan guru dalam kegiatan belajar mengajar secara rinci adalah sebagai berikut :
a.    Informator : sebagai pelaksana cara mengajar informatif, laboratorium, studi lapangan dan sumber informasi kegiatan akademik maupun umum.
b.    Organisator : pengelola kegiatan akademik, silabus, workshop, jadwal pelajaran dan lain- lain.
c.    Motivator : dalam hal ini peran guru sangat penting karena dalam rangka meningkatkan kegairahan dan pengembangan kegiatan belajar siswa.
d.    Direktor : jiwa kepemimpinan bagi guru dalam peranan ini lebih menonjol. Guru dalam hal ini harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan.
e.    Inisiator : guru dalam hal ini sebagai pencetus ide-ide dalam proses belajar. Sudah barang tentu ide-ide itu merupakan ide-ide kreatif yang dapat dicontoh oleh anak didiknya.
f.    Transmitter : guru bertindak selaku penyebar kebijaksanaan pendidikan dan pengetahuan.
g.    Fasilitator : guru yang memberikan fasilitasatau kemudahan dalam proses belajar-mengajar.
h.    Mediator : guru sebagai penengah dalam kegiatan belajar mengajar.
i.    Evaluator : guru mempunyai otoritas untuk menilai prestasi anak didik dalam bidang akademis maupun tingkah laku sosialnya, sehingga dapat menentukan bagaimana anak didiknya barhasil atau tidak.
j.    Supervisor : guru sebagai pengawas utama yang mengamati kondisi sekolah. Dengan demikian guru hendaknya membantu, memperbaiki, mengkritisi terhadap segala segala sesuatu yang terjadi disekolah.
k.    Evaluator : guru memberikan penilaian yang apa adanya mencakup segala aspek yang terkait dengan anak didiknya.
l.    Demonstrator : guru harus menyadari bahwa tidak semua materi dapat dipahami oleh anak didik dengan mudah, maka dari itu guru harus membantu para anak didiknya dengan memperagakan apa yang harus diajarkan supaya mereka berhasil memahaminya.

Baca Juga :  Konsep Manajemen Kurikulum PAUD

Salah satu peranan guru yang sangat berpangaruh terhadap siswa yakni sebagai motivator. Karena dengan motivasilah siswa dapat bersemangat sekaligus akan tergerak hatinya untuk belajar secara mandiri, meningkatkan kreativitas dan menciptakan rasa cinta akan belajar baik secara mandiri maupun kelompok, dengan begitu siswa dapat meningkatkan pemahaman mereka semaksimal mungkin sesuai dengan harapan seorang guru.

Untuk memotivasi belajar siswa, guru harus selalu inovatif dalam mengadopsi metode-metode terbaru pembelajaran. Ia pun harus menempatkan siswanya sebagai pusat pembelajaran, artinya sejauh mana materi disampaikan bukan tergantung guru dan kurikulumnya melainkan tergantung kepada siapa belajar siswanya. Kreativitas siswanya dapat dibangun melalui diskusi kelompok, seminar, diskusi panel, kunjungan lapangan, permainan peran, dan lain-lain. Menurut Albeirt Einstein, “Ini adalah seni tertinggi guru untuk membangkitkan kegembiraan yang ekspresif, menebarkan kreativitas dan memperoleh pengetahuan. Sehingga sekolah akan menjadi platform yang tepat untuk memenuhi tujuan pendidikan, jika hubungan antara siswa dengan guru dijaga dengan baik. Guru adalah teman, filsuf, dan sosok panduan bagi siswa. Seorang guru adalah motivator yang terbaik, seorang pecinta dan pengisi kekuatan. Murid-murid terinspirasi oleh kapten mereka, yaitu guru.”

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membangkitkan minat belajar siswa, antara lain :
a)    Memperjelas tujuan yang ingin dicapai
Tujuan yang jelas dapat membuat siswa paham kearah mana ia dibawa. Pemahaman siswa tentang tentang tujuan pembelajaran dapat dapat menumbuh minat siswa untuk belajar. Yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajar siswa baik secara mandiri maupun kelompok.
b)    Membangkitkan minat siswa
Siswa akan terdorong untuk belajar manakala mereka memiliki minat untuk belajar. Oleh sebab itu, mengembangkan minat belajar siswa merupakan salah satu teknik di dalam memotivasi belajar siswa. Beberapa cara dapat dilakukan untuk membangkitkan minat belajar siswa, antara lain :
•    Menghubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa. Minat siswa akan tumbuh manakala ia dapat menangkap bahwa materi pelajaran itu berguna bagi kehidupannya.
•    Upayakan agar siswa mencapai hasil belajar optimal melalui berbagai model dan strategi pembelajaran secara bervariasi, misalnya : diskusi, kerja kelompok, dan eksperimen.

Baca Juga :  Efektifitas Penerapan Metode Tilawati Terhadap Kualitas Membaca Alquran Di Tpq Syifaul Qolbi Surabaya

Untuk membangkitkan minat dan motivasi belajar siswa, upaya yang harus dilakukan guru adalah :

1.    Factor cara mengajar guru.
Peran yang harus dimiliki dalam hal cara mengajar guru yaitu : menarik perhatian siswa, membuat tujuan yang jelas, dan mengakhiri pelajaran dengan berkesan.
2.    Factor karakter guru.
Agar guru dapat membangkitkan motivasi belajar siswa guru harus :
a.    Sabar : guru tidak langsung emosi dalam menghadapi siswa yang tidak berminat belajar.
b.    Memiiki 3 S (senyum, sapa, santun) : waktu memulai mengajar guru menunjukan keramaha, menyapa siswa, dan bersikap menghargi siswa.
c.    Menghargai kekurangan siswa : guru tidak menganggap sepele atau mengatakan bodoh pada siswa yang tidak mengikuti pelajarannya.
d.    Adil : guru tidak membedakan antara siswa yang tidak pandai dalam kelas dengan siswa yang pandai.
e.    Baik : guru dengan senang hati dapat memberikan solusi jika siswa menghadapi kesulitan dalam pelajaran yang diberikan oleh guru.
f.    Disiplin : guru selalu tepat waktu dalam mengajar baik itu ketika memulai pelajaran maupun ketika mengakhiri pelajaran.
g.    Tidak menakut-nakuti atau mengancam siswa : jika siswa tidak mengerjakan tugas, guru langsung mengancam atau memvonis siswa dengan mengatakan kamu akan tinggal kelas atau mendapatkan nilai buruk.
h.    Memiliki semangat : jika mengajar guru tidak menunjukan kemalasannya dengan hanya duduk-duduk saja.

3.    Factor suasana kelas tenang dan nyaman.
Lingkungan kelas yang tenang dan nyaman sangat diperlukan dalam proses belajar-mengajar. Akan tetapi lingkungan kelas sering membuat siswa bosan dan kecewa berada didalamnya, oleh karena tinggal di lingkungan kelas yang sama dalam waktu yang lama, mmonoton, dan tidak menarik. Pengaruh lingkungan kelas dapat merangsang siswa untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang proses belajar-mengajar.

Baca Juga :  Manajemen Sarana Dan Prasarana PAUD

4.    Factor fasilitas belajar.
Belajar yang efektif harus mulai dengan pengalaman langsung atau pengalaman konkret dan menuju kepada pengalaman yang lebih abstrak. Belajar akan lebih efektif jika dibantu dengan alat peraga pengajaran daripada bila siswa belajar tanpa dibantu dengan alat pengajaran.dengan menggunakan fasilitas belajar yang berupa alat peragaan tersebut dapat membangkitkan minat dan motivasi belajar siswa.

PENUTUP
Motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Proses belajar akan berhasil jika siswa mempunyai motivasi belajar. Oleh sebab itu, guru perlu menumbuhkan motivasi belajar siswa. Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal, guru dituntut kreatif membangkitkan motivasi belajar siswa, sehingga terbentuk perilaku belajar siswa yang efektif.

Adapun upaya yang dapat dilakukan oleh seorang guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswanya itu : Memperjelas tujuan yang ingin dicapai, Membangkitkan minat siswa, Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar, Menggunakan variasi metode penyajian yang menarik, Berilah pujian yang wajar setiap keberhasilan siswa, Berikan penilaian, Berilah komentar terhadap hasil pekerjaan siswa, Ciptakan persaingan dan kerjasama.

Oleh : Izza Izziyah

Refrensi
Undang-undang Republik Indonesia No.20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS
Annisa anita dewi, guru mata tombak pendidikan (sukabumi:CV jejak,2017)
Sardiman, interaki dan motivasi belajar mengajar (Jakarta: PT.RAJAGRAFINDO PERSADA,2010)
Muhammad Anwar, Menjadi guru profesional (Jakarta :2018. PRENADAMEDIA GROUP)
Andri wicaksono, dkk , teori pembelajaran bahasa (Yogyakarta : Garudhawaca.2016)
KT Aritonang,“Minat dan Motivasi dalam Meningkatkan hasil Belajar Siswa”,Jurnal Pendidikan Penabur,2008

Tags: