Memahami Konsep Remedial Dan Pengayaan

Edukasi Kita ;
Bab I Pendahuluan
Latar Belakang Pada hasil analisis penilaian pengetahuan dan keterampilan berupa informasi tentang peserta didik yang telah mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) dan peserta didik yang belum mencapai KKM. Bagi peserta didik yang belum mencapai KKM dalam suatu pelajaran, peserta didik tersebut perlu ditindak lanjuti dengan remedial, sedangkan bagi peserta didik yang telah mencapai KKM dalam suatu pelajaran, maka peserta didik tersebut akan diberikan pengayaan.
Remedial Dan Pengayaan
Terdapat remedial dan pengayaan ini dapat meningkatkan kompetensi siswa dan agar sesuai dengan KKM. Dari semua itu harus mengetahui konsep dari remedial dan pengayaan agar dapat menganalisis penilaian pengetahuan dan keterampilan. Dengan adanyamenetapkan program remedial atau pengayaan agar tercapainya pencapaian ketuntasan belajar.

B.    Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang dapat kami rumuskan sebagai berikut:
1.    Apa definisi dari remedial dan pengayaan?
2.    Apa saja strategi remedial dan pengayaan?
3.    Apa saja bentuk pelaksanaan remedial dan pengayaan?
4.    Bagaimana strategi penilaian remedial dan pengayaan?

C.    Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah yang sudah kami rumuskan di atas, maka tujuan penulisan makalah ini sebagai berikut:
1.    Mengetahui definisi dari remedial dan pengayaan.
2.    Mengetahui jenis-jenis strategi remedial dan pengayaan.
3.    Mengetahui bentuk pelaksanaan remedial dan pengayaan.
4.    Mengetahui strategi penilaian remedial dan pengayaan.

BAB II PEMBAHASAN
A.    Definisi Remidial Dan Pengayaan
1.    Definisi Remidial
Kamus Bahasa Inggris kata remedial berarti yang berhubungan dengan perbaikan. Remedial diartikan sebagai pengobatan, penawaran, serta penyembuhan yang berhubungan dengan perbaikan.  Jadi pengajaran remedial merupakan bentuk khusus pengajaran yang bertujuan untuk menyembuhkan atau memperbaiki proses pembelajaran yang menjadi penghambat atau yang dapat menimbulkan masalah atau kesulitan belajar bagi peserta didik. Dalam pembelajaran remedial siswa dibantu untuk memahami kesulitan belajar yang dihadapinya kemudian dibantu untuk mengatasi kesulitan tersebut dengan cara memperbaiki cara belajar dan sikap belajar yang dapat mendorong tercapainya hasil belajar secara optimal serta mampu melaksanakan tugas-tugas belajar yang diberikan guru.

Dengan demikian yang dimaksud pengajaran remedial adalah suatu bentuk pengajaran yang berbentuk perbaikan, atau suatu bentuk pengajaran yang membuat menjadi baik.. Program remedial atau perbaikan adalah program pembelajaran yang diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar atau tingkat minimal pencapaian kompetensi. Pembelajaran remedial adalah kegiatan pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi minimal dalam satu KD/subtema tertentu. Pembelajaran remedial dilakukan untuk memenuhi kebutuhan/hak peserta didik. Dalam pembelajaran remedial guru akan membantu peserta didik untuk memahami kesulitan dengan memperbaiki cara belajar dan sikap belajar yang dapat mendorong tercapainya hasil belajar yang optimal.

2.    Definisi Pengayaan
Secara umum pengayaan dapat diartikan sebagai pengalaman atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya. Program pengayaan merupakan kegiatan yang diperuntukkan bagi peserta didik yang memiliki kemampuan akademik yang tinggi yang berarti mereka adalah peserta didik yang tergolong cepat dalam menyelesaikan tugas belajarnya. Selain itu, Pembelajaran pengayaan merupakan pembelajaran  yang  diberikan  kepada  peserta didik yang telah melampaui ketuntasan minimal yang ditentukan oleh pendidik sehingga dapat lebih optimal.

Menurut Prayitno, kegiatan pengayaan merupakan suatu bentuk layanan yang diberikan kepada seorang atau beberapa orang siswa yang sangat cepat dalam belajar. Mereka memerlukan tugas-tugas tambahan yang terencana untuk menambah memperluas pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliknya dalam kegiatan pembelajaran sebelumnya.

Baca Juga :  Media Pembelajaran Box Bangun Datar

B.    Strategi Remedial dan Pengayaan
1.    Strategi Remidial
Strategi remedial yaitu mendiagnosis kesulitan belajar, dibawah adalah penjelasannya:
a.    Diagnosis  kesulitan  belajar
Dimaksudkan  untuk  mengetahui  tingkat  kesulitan belajar  peserta  didik.  Kesulitan  belajar  dapat  dibedakan  menjadi  kesulitan ringan, sedang dan berat.
1.    Kesulitan belajar ringan biasanya dijumpai pada peserta didik yang kurang perhatian di saat mengikuti pembelajaran.
2.     Kesulitan  belajar  sedang  dijumpai  pada  peserta  didik  yang  mengalami gangguan belajar yang berasal dari  luar dirinya, misalnya faktor keluarga, lingkungan tempat tinggal, pergaulan, dsb.
3.    Kesulitan  belajar  berat  dijumpai  pada  peserta  didik  yang mengalami ketunaan  pada  diri  mereka,  misalnya  tuna  rungu,  tuna  netra,  tuna  daksa, dsb.

b.     Teknik Diagnosis Kesulitan Belajar
Teknik yang  dapat  digunakan  untuk  mendiagnosis  kesulitan  belajar  antara lain:  tes  prasyarat  (prasyarat  pengetahuan,  prasyarat  keterampilan),  tes diagnostik, wawancara, pengamatan, dsb.
1.    Tes  prasyarat  adalah  tes  yang  digunakan  untuk  mengetahui  apakah prasyarat  yang  diperlukan  untuk  mencapai  penguasaan  kompetensi tertentu  terpenuhi  atau  belum.  Prasyarat  ini  meliputi  prasyarat pengetahuan dan prasyarat keterampilan.
2.    Tes  diagnostik  digunakan  untuk  mengetahui  kesulitan  peserta  didik  dalam menguasai  kompetensi  tertentu.  Misalnya  dalam  mempelajari  operasi bilangan,  apakah  peserta  didik  mengalami  kesulitan  pada  kompetensi penambahan, pengurangan, pembagian, atau perkalian.
3.    Wawancara  dilakukan  dengan  mengadakan  interaksi  lisan  dengan  peserta didik  untuk  menggali  lebih  dalam  mengenai  kesulitan  belajar  yang dijumpai peserta didik.
4.    Pengamatan  (observasi)  dilakukan  dengan  jalan  melihat  secara  cermat perilaku  belajar  peserta  didik.  Dari  pengamatan  tersebut  diharapkan dapat diketahui jenis maupun penyebab kesulitan belajar peserta didik.

2.    Strategi Pengayaan
Strategi pengayaan yaitu Identifikasi kemampuan berlebih, dibawah adalah penjelasannya:
a.      Identifikasi kemampuan berlebih
Identifikasi kemampuan  berlebih  peserta didik dimaksudkan untuk mengetahui jenis  serta  tingkat  kelebihan  belajar  peserta  didik.  Kelebihan  kemampuan belajar itu antara lain meliputi:
1.    Belajar lebih cepat
Peserta  didik  yang  memiliki  kecepatan  belajar  tinggi  ditandai  dengan cepatnya penguasaan kompetensi (KI/KD) mata pelajaran tertentu.
2.     Menyimpan informasi lebih mudah
Peserta  didik  yang  memiliki  kemampuan  menyimpan  informasi  lebih mudah,  akan  memiliki  banyak  informasi  yang  tersimpan  dalam  memori/ ingatannya dan mudah diakses untuk digunakan.
3.    Keingintahuan yang tinggi
Banyak bertanya dan menyelidiki merupakan tanda bahwa seorang peserta didik memiliki hasrat ingin tahu yang tinggi.
4.    Berpikir mandiri
 Peserta  didik  dengan  kemampuan  berpikir  mandiri  umumnya  lebih menyukai tugas mandiri serta mempunyai kapasitas sebagai pemimpin.
5.    Superior dalam berpikir abstrak
Peserta  didik  yang  superior  dalam  berpikir  abstrak  umumnya  menyukai kegiatan pemecahan masalah.
6.    Memiliki banyak minat
Mudah termotivasi untuk meminati masalah baru dan berpartisipasi dalam banyak kegiatan.

Baca Juga :  Prosedur penilaian pendidikan anak usia dini

b.    Teknik Mengidentifikasi Kemampuan Berlebih
Teknik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan berlebih peserta didik  dapat  dilakukan  antara  lain  melalui:  tes  IQ,  tes  inventori,  wawancara, pengamatan, dsb.
1.    Tes  IQ  (Intelligence  Quotient),  yaitu  tes  yang  digunakan  untuk  mengetahui tingkat kecerdasan seseorang. Dari tes ini dapat diketahui tingkat kemampuan spasial,  interpersonal,  musikal,  intrapersonal,  verbal,  logik/matematik, kinestetik, naturalistik, dsb.
2.    Tes  Inventori,  yaitu  tes yang  digunakan  untuk  menemukan  dan  mengumpulkan data mengenai bakat, minat, hobi, kebiasaan belajar, dsb.
3.    Wawancara  dilakukan  melalui  interaksi  lisan  dengan  peserta  didik  untuk menggali lebih dalam mengenai program pengayaan yang diminati.
4.    Pengamatan  (observasi),  dilakukan  dengan  jalan  melihat  secara  cermat perilaku  belajar  peserta  didik.  Dari  pengamatan  tersebut  diharapkan  dapat diketahui  jenis  maupun  tingkat  pengayaan  yang  perlu  diprogramkan  untuk peserta didik.

C.    Bentuk Pelaksanaan Remidial dan Pengayaan
1.    Bentuk Pelaksanaan Remedial
Setelah  diketahui  kesulitan  belajar  yang  dihadapi  peserta  didik,  langkah berikutnya  adalah  memberikan  perlakuan  berupa  pembelajaran  remedial. Bentuk-bentuk pelaksanaan pembelajaran remedial antara lain:
a.    Pemberian  pembelajaran  ulang  dengan  metode  dan  media  yang  berbeda. Pembelajaran  ulang  dapat  disampaikan  dengan  cara  penyederhanaan materi,  variasi  cara  penyajian,  penyederhanaan  tes/pertanyaan. Pembelajaran  ulang  dilakukan  bilamana  sebagian  besar  atau  semua  peserta didik belum mencapai ketuntasan belajar atau mengalami kesulitan belajar. Pendidik  perlu  memberikan  penjelasan  kembali  dengan  menggunakan metode dan/atau media yang lebih tepat.
b.    Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan. Dalam hal  pembelajaran  klasikal  peserta  didik  mengalami  kesulitan,  perlu  dipilih alternatif  tindak  lanjut  berupa  pemberian  bimbingan  secara  individual. Pemberian  bimbingan  perorangan  merupakan  implikasi  peran  pendidik sebagai  tutor.  Sistem  tutorial  dilaksanakan  bilamana  terdapat  satu  atau beberapa peserta didik yang belum berhasil mencapai ketuntasan.

c.    Pemberian  tugas-tugas  latihan  secara  khusus.  Dalam  rangka  menerapkan prinsip  pengulangan,  tugas-tugas  latihan  perlu  diperbanyak  agar  peserta didik tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan tes akhir. Peserta didik perlu  diberi  pelatihan  intensif  (drill)  untuk  membantu  menguasai kompetensi yang ditetapkan.
d.     Pemanfaatan  tutor  sebaya.  Tutor  sebaya  adalah  teman  sekelas  yang memiliki  kecepatan  belajar  lebih.  Mereka  perlu  dimanfaatkan  untuk memberikan  tutorial  kepada  rekannya  yang  mengalami  kesulitan  belajar. Dengan  teman  sebaya  diharapkan  peserta  didik  yang  mengalami  kesulitan belajar akan lebih terbuka dan akrab.

2.    Bentuk Pelaksanaan Pengayaan
Bentuk-bentuk  pelaksanaan  pembelajaran  pengayaan  dapat  dilakukan  antara lain melalui:
a.  Belajar  kelompok,  yaitu  sekelompok  peserta  didik  yang  memiliki  minat tertentu  diberikan  pembelajaran  bersama  pada  jam-jam  pelajaran  sekolah biasa,  sambil  menunggu  teman-temannya  yang  mengikuti  pembelajaran remedial karena belum mencapai ketuntasan.
b.  Belajar  mandiri,  yaitu  secara  mandiri  peserta  didik  belajar  mengenai sesuatu yang diminati.
c.  Pembelajaran  berbasis  tema,  yaitu  memadukan  kurikulum  di  bawah  tema besar  sehingga  peserta  didik  dapat  mempelajari  hubungan  antara  berbagai disiplin ilmu.
d.  Pemadatan  kurikulum,  yaitu  pemberian  pembelajaran  hanya  untuk kompetensi/materi  yang  belum  diketahui  peserta  didik.  Dengan  demikian tersedia  waktu  bagi  peserta  didik  untuk  memperoleh  kompetensi/materi baru,  atau  bekerja  dalam  proyek  secara  mandiri  sesuai  dengan  kapasitas maupun kapabilitas masing-masing.

Baca Juga :  Pengertian penilaian pendidikan anak usia dini

D.    Strategi Penilaian Remedial Dan Pengayaan
1.    Penilaian otentik
    Penilaian otentik dilakukan setelah pemebalajaran remedial selesai
dilaksanakan. Berdasarkan hasil penilaian, bila peserta didik belum mencapai kompetensi minimal (tujuan) yang ditetapkan guru, maka guru perlu meninjau kembali strategi pembelajaran remedial yang diterapkannya atau melakukan identifikasi (analisa kebutuhan) terhadap peserta didik dengan lebih seksama. Apabila peserta didik berhasil mencapai atau melampaui tujuan yang ditetapkan, guru berhasil memberikan pembelajaran yang kaya dan bermakna bagi peserta didik, hal ini bisa dipertahankan sebagai bahan rujukan bagi rekan guru lainnya atau bisa lebih diperkaya lagi.
    Apabila ternyata ditemukan kasus khusus di luar kompetensi guru, guru dapat menkonsultasikan dengan orang tua untuk selanjutnya dilakukan konsultasi dengan ahli.

BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan
Bahwa pembelajaran remedial merupakan kegiatan pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi minimal dalam satu KD/subtema tertentu. Dan jika pembelajaran pengayaan merupakan pembelajaran  yang  diberikan  kepada  peserta didik yang telah melampaui ketuntasan minimal yang ditentukan oleh pendidik sehingga dapat lebih optimal.

Strategi remedial yaitudengan mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik. Strategi pengayaanyaitudengan mengidentifikasi kemampuan berlebih pada peserta didik. Dengan menggunakan bentuk tes, wawancara, observasi.

Dan bentuk pelaksanaan dalam remedial bisa dengan cara Pemberian  pembelajaran  ulang  dengan  metode  dan  media  yang  berbeda, bisa dengan bimbingan secara khusus, Pemberian  tugas-tugas  latihan  secara  khusus, dan Pemanfaatan  tutor  sebaya bentuk pelaksanaan pengayaan dengan cara belajar mandiri, belajar kelompok, Pembelajaran  berbasis  tema dan pemadatan kurikulum dan di dalam remedial dan pengayaan juga terdapat strategi penilaian.

B.    Saran
Dengan adanya pembelajaran remedial dan pengayaan. Seorang pendidik mampu menerapkannya, agar peserta didik lebih optimal kemajuan belajar. Dengan adanya remidial dapat mendorong tercapainya hasil belajar secara optimal. Dan terdapat pegayaan untuk menambah memperluas pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliknya dalam kegiatan pembelajaran sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA
Arifa, Fifin Candra. 2013. Implementasi program Remedial dan Program Pengayaan sebagai Upaya Pencapaian Ketuntasan Belajar Bahasa Arab siswa kelas XI MAN LAB. UIN Yogyakarta tahun 2011/2012, Skripsi, Fakultas Tarbiyah dan keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Iskandar, Harris.2015. Panduan Remidal dan Pengayaan SMA. Jakarta: Dit. Pembinaan SMA.
Kementerian pendidikan dan kebudayaan direktorat jenderal pendididkan dasar, 2013. panduan teknis : pembelajaran remedial dan pengayaan di sekolah dasar.
Malawi, Ibadullah &Ani Kadarwati.2017.Pembelajaran Tematik.Magetan: CV. Ae Media Grafika.
Partanto, Pius A. 1994. Kamus Ilmiah Populer. Surabaya: Arkola.
Prayitno. 2008. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineke  CiptaSugihartono, dkk. 2012. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta:UNY Press.
Sukiman. 2012. Pengembangan Sistem Evaluasi. Yogyakarta: Insan Madani.
Usman, Moh.Uzer & Lilis Setyawan. 1993.Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar – Mengajar. Bandung:PT. Remaja Rosdakarya.

Tags: