Mengenal Sendang Banyu Biru

Edukasi Kita – Sendang Banyu Biru adalah salah satu wisata tua yang ada di desa Lowayu kecamatan Dukun kabupaten Gresik. Wisata ini ada sejak zaman dahulu, zaman sebelum penjajahan belanda. Kata sendang dalam bahasa Jawa memiliki arti danau (kecil). Sedangkan Banyu Biru sendiri memiliki arti air yang berwarna biru. Dinamakan sendang Banyu Biru karena air yang terdapat di dalam danau kecil tersebut memang memiliki warna kebiru-biruan. Banyu Biru memiliki kedalaman sekitar diatas 1 meter, dan pada dasar Banyu Biru tampak ada bebatuan yang tertata secara rapi dan masih sangat asri.

Mengenal Sendang Banyu Biru
Masyarakat desa Lowayu mengatakan bahwa Sendang Banyu Biru termasuk wisata tua yang sangat unik dan aneh. Karena air yang berwarna biru hanya air yang ada di danau saja, sedangkan air tambak dan sawah-sawah yang ada di sekitarnya berwarna putih bening layaknya warna asli air. Air yang ada di Sendang Banyu Biru memiliki bau khas, seperti bau belerang. Sampai saat ini, masyarakat sekitar masih belum ada yang tahu dan bisa menjelaskan mengapa air yang ada di danau tersebut memiliki bau khas belerang, padahal air tambak dan sawah-sawah yang ada di sekitarnya tidak memiiliki bau khas belerang.

Sumber air Sendang Banyu Biru tidak pernah mengalami surut meskipun pada saat musim kemarau panjang. Dulu untuk masuk kawasan wisata ini tidak dipungut biaya sepeser apapun. Tetapi sekarang sejak ada pembangunan di Sendang Banyu Biru, setiap orang selain masyarakat desa Lowayu dikenakan karcis sebesar Rp.5000 rupiah. Kita bisa menikmati suasana di wisata ini dengan berenang, merendam kaki, dan juga terdapat warung yang dimiliki warga setempat yang menjual aneka makanan dan minuman. Pada saat bulan Ramadhan, musholla Banyu Biru biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk melaksanakan sholat Tarawih.

Baca Juga :  Pembelajaran matematika materi perkalian Menggunakan alat peraga untuk siswa mi/sd

Wisata tua ini mempunyai legenda yang cukup misterius. Konon katanya pada jaman dahulu di Sendang Banyu Biru terdapat  penunggu yang menempat di pohon gayam yang sangat besar yang biasanya dikenal dengan Mbah Banyu Biru. Msayarakat sekitar meyakini akan adanya Mbah Banyu Biru dengan memiliki kebiasaan memberikan sesaji berupa bunga kenanga di batu sekitar pohon besar tersebut. Dan menurut keyakinannya, Mbah Banyu Biru tersebut yang bisa membuat air di danau berwarna kebiruan. Ada juga yang mengatakan warna kebiruan air tersebut berasal dari selendang putri yang dicuci di danau.

Pada jaman dahulu, ada seorang putri cantik yang sedang mencuci selendang biru di danau tersebut. Kemudian selendang biru tersebut hanyut sampai ke tengah danau. Si putri cantik itu berusaha untuk mengambil selendang yang hanyut itu, tetapi dia tidak berhasil dan dia tenggelam. Ada seorrang pemuda yang sedang melintas dan mengetahui kejadian itu. Dia berteriak minta tolong kepada warga sekitar untuk menyelamatkan putri itu, tetapi putri itu tidak berhasil ditemukan karena terlanjur tenggelam dan hanyut. Diduga kejadian ini adalah jebakan  naga besar penunggu sendang. Beberapa hari kemudian, air yang ada di danau berubah menjadi warna biru dan ditemukan ada kepala naga besar yang tergelatak di tepi danau. Ternyata naga besar itu telah dibunuh oleh pemuda tersebut.

Kini banyak warga sekitar yang memanfaatkan Banyu Biru. Para petani memanfaatkan air Banyu Biru untuk mengaliri sawah-sawahnya. Masayarakat sekitar juga memanfaatkan air Banyu Biru untuk menyembuhkan penyakit-penyakit kulit, seperti gatal-gatal, gudik, cacar air, kutu air, dan lain-lain. Tetapi seiring berjalannya waktu, warna air semakin memudar karena banyak warga yang menggali sumur disekitarnya dan merubah kualitas air. Kita harus mengelola wisata dengan baik tanpa merubah wujud aslinya atau khasnya. Kita sebagai pemuda harus menjaga dan melestarikan wisata peninggalan nenek moyang kita, agar peninggalan yang bersejarah itu tetap ada dan selalu dikenang oleh masyarakat.
Oleh Adinda Zulihah Salsabila

Baca Juga :  Manajemen Kelas

Tags: