Pengaruh Budaya Luar Terhadap Budaya Indonesia

Edukasi Kita – Di era globalisasi, yang dimana zaman semakin maju dan teknologi semakin canggih adalah tantangan bagi setiap negara untuk mempertahankan kebudayaannya agar tidak tercampur dengan budaya luar. Indonesia merupakan negara yang memiliki beraneka ragam kebudayaan dan disetiap budaya terdapat nilai seni yang tinggi. Kebudayaan asing yang masuk telah memberikan pengaruh terhadap kebudayaan di Indonesia. Namun, tidak semua budaya luar yang masuk membawa dampak negatif tetapi ada sisi positifnya juga.

Budaya Indonesia

Pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Kebudayaan menyangkut seluruh Cara hidup manusia yang dianut masyarakat guna mencapai taraf hidup yang lenih baik . Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. (dikutip dari http://wahyurosidin.blogspot.com)

Memang benar pada kondisi saat ini kebudayaan Indonesia mulai ditinggalkan bahkan sebagian masyarakat indonesia malu akan kebudayaannya sebagai jati diri sebuah bangsa. Setiap negara pasti mempunyai kebudayaan tersendiri. Negara kita juga punya kebudayaan sendiri yang dimana warga negaranya akan melestarikan budayanya. Warga Negara Indonesia yang dikenal dengan budaya timur dengan segala kesopanan dan adat istiadat yang baik.

Dari sekian banyak budaya yang masuk ke Indonesia, diantaranya adalah budaya barat. Barat, sesuai namanya, merupakan produk perkembangan di bagian barat dunia yang menekankan individualitas dan kebebasan. Hal tersebut terlihat dengan seringnya orang-orang terutama remaja Indonesia keluar-masuk pub, diskotik dan tempat hiburan malam lainnya, dengan berbagai perilaku menyimpang yang menyertainya dan sering melahirkan komunitas tersendiri terutama di kota-kota besar dan metropolitan. Dalam hal ini terjadinya berbagai kasus penyimpangan seperti penyalah gunaan zat adiktif, berbagai bentuk pelanggaran susila dan lain sebagainya. Ini salah satu bentuk dampak negatif yang dibawa oleh budaya barat.

Ini merupakan ketidakmampuan masyarakat Indonesia dalam beradaptasi dan menyeleksi pengaruh budaya luar. Kenapa seluruh pub,diskotik, dan tempat hiburan malam lainnya masih dibuka. Ya meskipun mungkin jika ditutup hanya dapat meminimalisir saja karena biasanya orang-orang masih bisa berbuat kebebasan di tempat-tempat yang sepi. Itulah mengapa harus adanya patrol disetiap daerah sekalipun harus ke daerah terpencil. Kalau tidak menyalahkan aparat keamanan ya mari kita kembalikan kepada diri masing-masing, karena itu juga termasuk kesadaran diri dari perseorangan. Atau sebagai orang terdekat yang mengingatkan karena itu mungkin cukup membantu.

Baca Juga :  Olahraga Meningkatkan Metabolisme Tubuh

Tetapi, tidak hanya membawa dampak negatif melainkan juga membawa dampak positif seperti sekarang ini adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan nilai dan sikap masyarakat yang semula irasional menjadi rasional dan juga dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju dan lebih kritis serta dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Maka dari itu, Proses filtrasi perlu dilakukan supaya kebudayaan barat yang masuk ke Indonesia tidak  akan merusak identitas kebudayaan nasional bangsa kita.
Tokoh-tokoh nasional kita seperti soekarno, hatta, dan lainnya membuktikan bahwa kemahiran berbahasa dan berbusana seperti orang belanda tidak harus berarti berjiwa belanda (dikutip dari buku “jangan tangisi tradisi” karya johanes mardimin hal 111). Kita harus bersifat kritis agar jangan sampai kita mempersempit dan memiskinkan budaya sendiri melainkan justru memperluas dan memperkaya wawasan budaya kita.

Semua dampak positif dan dampak negatif masuknya budaya luar di Indonesia tergantung bagaimana kita menyeleksi budaya asing tersebut. Kita kembalikan kepada diri kita masing-masing, kita harus intropeksi diri. Seharusnya sebagai generasi penerus bangsa, kita harus memanfaatkan era globalisasi ini dengan sebaik-baiknya. Kita bisa mengembangkan budaya kita sehingga tidak tertinggal oleh zaman dan mengembangkan tanpa mengurangi keaslian dari budaya tersebut.

Oleh Arfiyah Robbi’atur Roikhah

Tags: