Kurangnya Lapangan Pekerjaan di Pulau Jawa

Pekerjaan dapat diartikan (Sjafrizal, 2012) sebagai suatu kegiatan yang dilakukan seseorang yang akan menghasilkan uang. Pekerjaan merupakan sebuah kebutuhan untuk setiap orang yang sudah memasuki usia produktif untuk membiayai kehidupannya. Salah satu cara untuk mendapatkan pekerjaan adalah dengan cara menjadi salah satu kariyawan swata atau kariyawan kantor. Yang dapat diperoleh dari informasi lowongan pekerjaan. Pada era globalisasi sekarang ini informasi lowongan pekerjaan sangatlah susah bahkan jarang sekali untuk ditemukan. Sehingga antara pekerja dan lowongan pekerjaan menjadi tidak seimbang. Terlalu banyak penggangguran.
Kurangnya Lapangan Pekerjaan di Pulau Jawa
Salah satu daerah di Indonesia yang kami ambil contoh adalah Pulau Jawa. Pulau Jawa dikenal dengan adanya ibukota Indonesia. Jakarta. Namun tak semua wilayah Jawa tingkat pengganggurannya rendah. Dibeberapa daerah pulau jawa penggangguran masih sangatlah banyak. Penyebabnya dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:
1.    Jumlah pelamar dengan lowongan pekerjaan tidak seimbang
Jumlah penduduk yang membeludak di daerah Jawa tidak di imbangi dengan berkembangnya lapangan pekerjaan yang menyebabkan semakin banyaknya para lulusan muda yang menganggur menunggu adanya lowongan pekerjaan. Penggangguran pun semakin bertambah seiring bertambahnya jumlah penduduk.

2.    Keterampilan pelamar tidak sesuai kriteria
Perusahaan yang mempunyai lowongan pekerjaan membutuhkan pegawai sesuai dengan kriteria keterampilan sesuai dengan posisi yang akan di tempati oleh calon pegawai. Namun hal itulah yang menjadi masalah ketika sebuah perusahaan membutuhkan beberapa pegawai dengan keterampilan yang tinggi. Sehingga hanya sedikit pelamar yang memiliki banyak keterampilan untuk mendukung posisinya di suatu perusahaan.

3.    Kemajuan teknologi
Di era globalisasi perkembangan teknologi sangatlah di perhitungkan. Teknologi yang semakin maju akan memudahkan para pencari lowongan pekerjaan mendapatkan informasi. Seiring berkembangnya teknologi membuat banyak perusahaan membutuhkan sedikit pekerja karena posisi mereka sudah tergantikan adanya teknologi baru seperti robot. Alasan perusahaan menggunakan robot karena menurut mereka lebih murah dan hasil pekerjaan lebih rapi, cepat dan akurat. Sehingga banyak perusahaan yang menggunakan robot dari pada tenaga manusia.

Baca Juga :  Pembelajaran Online (Daring) di Tengah Wabah Covid 19

Karena hal tersebut lapangan pekerjaan di jawa semakin sedikit peluangnya. Permintaan pasar yang menginginkan barang murah dan juga berkualitas menuntut produsen menciptakan suatu barang yang murah dan berkualitas. Dengan adanya kemajuan teknologi dan berkembangnya iptek di manfaatkan oleh para produsen menciptakan hal baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Namun dapat berdampak buruk pada para penduduk disekitar perusahaan ataupun pekerja yang sebelumnya bekerja di perusahaan tersebut. Karena tenaga manusia yang kurang terampil akan di gantikan oleh mesin.

4.2    perkembangan kerajinan tangan sangat diandalkan untuk membuka lapangan pekerjaan
Kerajinan tangan sangatlah diandalkan di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Kita sebagai generasi muda di tuntut untuk menciptakan suatu lapangan pekerjaan yang dapat mempekerjakan banyak  penduduk agar mengurai pengangguran dan dapat menambah penghasilan pekerja tersebut. Mengapa kerajinan tangan sangat di andalkan. Karena hanya dengan modal yang sedikit dan kreatifitas yang tinggi kita sudah dapat membuka lapangan pekerjaan dirumah. Atau lebih dikenal hanmade. Kita dapat membuat kerajinan tangan dari daur ulang sampai kerajinan tangan yang mahal. Bahkan jika kerajinan tangan tersebut sudah sangat dikenal dan kualitasnya terjamin kita dapat menjualnya sampai ke luar negeri. Contoh produk kerajinan tangan yang dapat

dikirim keluar negeri adalah, mabel (gambar 4.1 dan 4.2), kerajinan tas kulit, kerajinan rotan, kerajinan batik dan masih banyak lagi. Kerajinan tersebut membutuhkan modal awal yang besar dan benar-benar membutuhkan tenaga ahli dalam pengerjaannya (Lincolin, 1997).
Kerajinan tangan yang memiliki kualitas bagus namun tidak membutuhkan modal yang besar salah satu contohnya adalah membuat mahar atau seserahan (gambar 2.1). Dengan modal 50 ribu kita dapat membuat 3 box sesrahan yang dapat di jual seharga 75 ribu satu box nya tanpa isi. Jika dengan isinya maka kita bisa mematok sampai 150 ribu perbox. Tergantung detail pekerjaan. Dan dengan keahlian autodidak yang dapat kita ajarkan pada orang lain maka kita dapat sedikit membuka lapangan pekerjaan untuk mereka. Kita ajarkan mereka, kemudian berilah mereka kesempatan untuk mengembangkan usaha mereka sendiri.

Salah satu kerajinan yang juga dapat menyelamatkan bumi adalah kerajinan daur ulang. Sampah kering yang sudah tidak terpakai dapat kita olah kembali menjadi suatu kerajinan dengan harga jual tinggi. Contohnya, sampah kaleng rokok (gambar 5.2) yang sangat susah untuk di hancurkan dan butuh berpuluh-puluh juta tahun untuk melebur sampah tersebut. Kita dapat membuat inovasi baru dengan sampah kaleng rokok tersebut, yaitu di jadikan tempat pensil, untuk pot bunga, gantungan kunci (gambar 5.1) tempat make up yang cantik. Dengan memainkan kreatifitas kita dapat menghasilkan suatu barang yang sangat bernilai tinggi.
4.3    inovasi generasi muda dalam meningkatkan perkembangan ekonomi di pulau jawa
Sebagai generasi muda kita selalu di tuntut untuk memberikan hal baru dan bermanfaat di lingkungan sekitar. Adanya program daur ulang di desa maupun kota dapat memudahkan para pengerajin untuk mencari barang daur ulang yang dapat dijadikan barang bernilai tinggi. Generasi muda yang meiliki kratifitas tinggi dapat menjadi peluang untuk lingkungan sekitar untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Meskipun gaji yang diberikan tidak banyak. Setidaknya dari adanya pengerajinan ini mereka dapat belajar kreatifitas dan keterampilan yang dapat di terapkan jika mereka pindah kedaerah baru dan dapat mengembangkan keterampilan tersebut. Tak hanya di lingkungan tempat tinggalnya keterampilan itu

Baca Juga :  Mengenal Sosok Adolf Hitler

berkembang, di daerah baru yang ia tempati untuk mengembangkan keterampilan yang sudah dipelajari dari lingkungan tempat tingganya. Dan di daerah baru itu juga kita dapat membuka lapangan pekerjaan yang baru. Sehingga penggangguran juga dapat berkurang. Dan ibu rumah tangga tak hanya mengurus anak dan berdiam dirumah. Tapi mereka juga dapat belajar keterampilan dan mengembangkannya agar dapat menjadi suatu karya yang memiliki harga jual. Dan ibu rumah tangga tersebut dapat mengajarkan anaknya keterampilan tersebut agar keterampilan tersebut dapat lebih berkembang. Karena kreatifitas anak akan lebih terasah sehingga kerajinan yang di hasilkan akan lebih beragam.

Oleh Novia Ayu Rua Indah, Khoiru Ummah, Arum Puji Lestari

Tags: