Konsep Ruh dalam Islam

  • Whatsapp
Undangan Digital
Dalam pembahasan mengenai hakikat manusia, maka persoalan yang paling pelik adalah persoalan tentang ruh. Dalam proses penciptaan manusia al-Qur’an secara jelas menerangkan bahwa tubuh manusia dibentuk  dari tanah, sedangkan daya hidup yang bersifat menggerakkan tumbuh dan berkembang dimulai dari air, sedangkan ruh yang menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani berfungsi setelah ruh diberikan kepada manusia. 
Konsep Ruh dalam Islam
Ruh adalah sesuatu yang amat penting dan fundamental bagi kehidupan manusia yang seharusnya dapat diketahui oleh manusia itu sendiri. Manusia mempunyai kewajiban untuk menngetahui tentang ruhnya karena manusia mempunyai hak dan dibebani tanggung jawab yang mengharuskan manusia secara etika untuk memilih dan menghadapi pertanggungjawaban atas pilihan yang semuanya berakibat pada pahala dan dosa atas segala apa yang telah diperbuat. Jika seseorang tidak bisa mengetahui sesuatu yang fundamental dan amat penting dalam hidupnya, maka seseorang telah gagal mengetahui tentang dirinya.

Dalam filsafat Islam, seperti yang dijelaskan oleh para filosof muslim memang terjadi perbedaan dalam menerangkan al-Qur’an tentang ruh. Beberapa filosof muslim yang menjadi presentasi filosof muslim berpendapat bahwa ruh itu datang dan diberikan langsung oleh Allah kepada manusia ketika manusia masih dalam kandungan.  Mirza Ghulam Ahmad (2007) yang juga mencoba menerangkan tentang ruh berpendapat bahwa sesungguhnya ruh itu tidak jatuh dari atas dan masuk ke dalam kandungan wanita hamil, melainkan ruh itu terkandung dalam nuthfah seperti  halnya api tersembunyi di dalam batu api.

Bacaan Lainnya

Firman Allah dalam al-Qur’an yang menjadi dasar para filosof muslim dalam memahami ruh manusia. Sungguhpun demikian, terdapat perbedaan dalam mengambil kesimpulan, tetapi hal demikian lumrah adanya. Walaupun demikian, beberapa kalangan umat Islam masih ada yang merasa takut untuk membahas lebih jauh mengenai ruh karena hal itu adalah urusan Tuhan, sehingga membahas secara mendalam mengenai ruh dapat berbahaya karena dianggap mencampuri urusan Tuhan. Bahkan bukan hanya berhadapan dengan etika agama yang menganggap kajian tentang ruh tidak layak, tetapi juga soal kapasitas manusia sendiri yang mempunyai kemampuan terbatas untuk membahas tentang ruh yang akan berakibat pada melanggar batas-batas kemampuan manusia itu sendiri.

Pos terkait