Penciptaan Manusia

  • Whatsapp
Undangan Digital
Secara individual seseorang memang tidak terlibat dan tidak mempunyai andil sedikit pun dalam proses penciptaan dirinya, penciptaan dirinya sepenuhnya berada dalam mekanisme yang terkendali dalam hukum-hukum alam yang dapat dipelajari dan dikuasai oleh manusia. Bahkan dengan tingkat kemajuan yang sangat pesat di bidang ilmu dan teknologi, manusia dapat direkayasa secara genetik  hingga dapat ditentukan suatu model genetik yang diinginkan terhadap seseorang yang akan dilahirkan. 
Penciptaan Manusia
Meskipun demikian adanya, tetap saja manusia secara individualias tidak pernah terlibat sedikit pun dalam proses penciptaan dan kelahiran dirinya sendiri. Secara individualitas bisa saja manusia terlibat atau melibatkan diri dalam proses penciptaan dan kelahiran seseorang yang lainnya, tetapi tidak pada dirinya. Oleh karena itu, Allah berfirman dalam al-Qur’an surat al-Ma’arij [70] ayat 39 yang artinya sebagai berikut :
“Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Kami ciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani).”

Secara fisik sesuatu yang membentuk tubuh manusia dapat diketahui melalui penguasaan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan proses penciptaan manusia, baik ilmu biologi, genetik, kedokteran, kebidanan, kesehatan dan mungkin ilmu lainnya, karena proses penciptaan manusia secara fisik prosesnya berjalan secara bertahap demi tahap.  Allah menginformasikan dalam al-Qur’an surat Nuh [71] ayat 14 yang artinya  sebagai berikut:
“Padahal Dia (Allah) sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian.”

Bacaan Lainnya

Secara fisik tahapan-tahapan dalam proses penciptaan manusia adalah tahapan-tahapan dalam perubahan bentuk fisik, sehingga pada bentuk akhir proses penciptaan manusia akan mencapai kesempurnaan bentuk sebagai manusia. Dalam al-Qur’an diterangkan tentang perubahan-perubahan bentuk dalam proses penciptaan manusia tersebut yang berlangsung dalam tiga kegelapan,  penjelasan tersebut terdapat dalam surat az-Zumar [39] ayat 6 yang artinya sebagai berikut:
“Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan (tiga kegelapan itu ialah kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup anak dalam rahim). Itulah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. tidak ada Tuhan selain Dia; Maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?”

Pos terkait