Sumber Ilmu Pengetahuan

  • Whatsapp
Undangan Digital
Kesahihan pengetahuan banyak tergantung pada sumbernya. Ada dua sumber pengetahuan yang kita peroleh melaluli agreement: tradisi dan autoritas.  Sumber tradisi adalah pengetahuan yang diperoleh melalui pewarisan atau dari generasi ke-generasi. Di sini pengetahuan bersifat informasi komulatif dan dapat diwariskan atau ditransmisikan sehingga memungkinkan berkembangnya ilmu. Adapun sember  autoritas, yaitu pengetahuan yang dihasilkan melalui penemuan-penemuan baru oleh meraka yang mempunyai wewenang dan keahlian di bidangnya.
Sumber Ilmu Pengetahuan
Sumber ilmu dan pengetahuan terbagi menjadi dua macam, yaitu Basyariyyah (sumber manusiawi) dan Ilahiyyah (sumber Ilahi). Jika kita perhatikan, kedua macam itu dapat difahami manusia melalui alat-alat yang di milikinya. Kedua macam sumber ilmu itu saling melengkapi, yang akhirnya kembali kepada Allah SWT jua. Dia-lah yang telah menciptakan manusia, memberinya potensi untuk meraih ilmu, menunjukkannya kepada ilmu dan menuntunnya supaya menggunakannya. Sebelum membahas lebih lanjut kedua macam sumber ilmu, perlu diketahui bahwa ilmu harus dicari. Allah SWT berfirman dalam Q.S. 16 an-Nahl 78:
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”
Setelah dilahirkan, setiap manusia tidak mengetahui apapun. Kemudian dia mulai belajar seiring dengan perkembangan dan perjalanan hidup. Dia sendirilah menyerap ilmu pengetahuan dari dua sumber, yaitu:
1.    Sumber Manusiawi
Sumber ini dapat dicapai menusia dari pelbagai jalan. Diantaranya adalah taqlid (meniru). Jalan ini dapat kita lihat pada peristiwa putra Adam a.s. Setelah membunuh saudaranya, ia tidak mampu menguburnya. Kemudian, setalah melihat seekor burung gagak, ia meniru yang diperbuat oleh burung itu. Q.S. 5 al-Maidah 31:
Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya . Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku, Mengapa Aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu Aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal”
Baca Juga :  Living Qur’an Definisi dan Ragam Perspektif

Dari ayat ini dapat diketahui dengan jelas bahwa ketika Qabil membunuh saudaranya, yaitu Habil, tidak terpikirkan olehnya untuk mengubur mayat saudaranya itu. Sehingga, menurut sebaguan pendapat, ketika Qabil melihat seekor burung gagak, lalu keduanya berkelahi, hingga salah satunya terbunuh. Kemudian burung yang membunuh itu menggali tanah, lalu mengubur mayat temannya. Putra Adam a.s ini merupakan orang pertama yang dibunuh, kemudian Qabil meniru burung gagak untuk mengubur saudaranya.

Pos terkait