Kepemimpinan mutu dalam pendidikan

  • Whatsapp
Undangan Digital
Konsep kepemimpinan mutu dalam pendidikan
Mutu terpadu merupakan sebuah gairah dan pandangan hidup bagi organisasi yang menerapkannya. Pertanyaannya adalah bagaimana membangkitkan keinginan dan hasrat untuk meningkatkan mutu pendidikan. Petters dan austin pernah meneliti karakteristik tersebut dalam bukunya A Passion for Exellence. Penelitian tersebut meyakinkan mereka bahwa yang menentukan mutu dalam sebuah institusi adalah kepemimpinan. Mereka berpendapat bahwa gaya kepemimpinan tertentu dapat mengantarkan institusi pada revolusi mutu. Sebuah gaya yang mereka singkat dengan MBWA atau management by walking about (manajemen dengan melaksanakan). Keinginan untuk unggul tidak bisa dikomunikasikan dari balik meja. MBWA menekankan pentingnya kehadiran pemimpin dan pemahaman atau pandangan mereka terhadap karyawan dan proses institusi.
Konsep kepemimpinan mutu dalam pendidikan
Gaya kepemimpinan ini mementingkan komunikasi visi dan nilai-nilai institusi kepada pihak-pihak lain, serta berbaur dengan para staf dan pelanggan. Mereka memandang bahwa pemimpin pendidikan membutuhkan perspektif-perspektif berikut ini :
a.    Visi dan simbol-simbol. Kepala sekolah harus mengkomunikasikan nilai-nilai institusi kepada para staf, para pelajar dan kepada komunitas yang lebih luas.
b.    MBWA adalah gaya kepemimpinan yang dibutuhkan bagi sebuah instansi.
c.    ‘Untuk para pelajar’ istilah ini sama dengan dekat dengan pelanggan dalam pendidikan. Ini memastikan bahwa institusi memiliki fokus yang jelas terhadap pelanggan utamanya.
d.    Otonomi, eksprimentasi dan antisipasi terhadap kegagalan.Pemimpin pendidikan harus melakukan inovasi diantara staf-stafnya dan bersiap-siap mengantisifasi  kegagalan yang mengiringi inovasi tersebut.
e.    Menciptakan rasa kekeluargaan. Pemimpin harus menciptakan rasa kekeluargaan diantara para pelajar, orang tua, guru dan staf institusi.
f.    Ketulusan, kesabaran, semangat, intensitas, dan antusiasme. Sifat-sifat tersebut mrupakan mutu personal esensial yang dibutuhkan pemimpin lembaga pendidikan. 

Pentingnya keberadaan kepemimpinan mutu untuk melaksanakan peningkatan mutu tidak dapat diabaikan. Tanpa kepemimpinan yang bermutu, sulit untuk meningkatkan mutu. Prasyarat untuk mengkatkan mutu adalah adalah kepemimpinan yang bermutu. Jadi, tingkatkan dulu mutu kepemimpinan baru meningkatakan mutu lembga pendidikan.

Baca Juga :  Pentingnya Organisasi Bagi Mahasiswa

Bacaan Lainnya

2.    Mengkomunikasikan visi
Manajer senior harus memberi arahan, visi dan inspirasi. Dalam organisasi TQM, seluruh manajer harus menjadi pemimpin dan berjuang proses mutu. Mereka harus mengkomunikasikan visi dan menurunkannya keseluruh orang dalam institusi. Beberapa manajer menengah, mungkin akan beranggapan bahwa mutu terpadu sulit diterima dan diimplementasikan. TQM mencakup perubahan dalam pola pikir manajemen serta perubahan peran. Perubahan tersebut berubah dengan mentalitas ‘saya adalah bos’ menuju mental bahwa manajer adalah pendukung dan pemimpin para staf. Fungsi pemimpin adalah mempertinggi mutu dan mendukung para staf yang menjalankan roda mutu tersebut. Gagasan-gagasan tradisional tidak akan bisa berjalan berbarengan dengan pendekatan mutu terpadu. Karena TQM akan mengubah institusi tradisional mulai dari pimpinan hingga para staf serta memutar balikan hirarki fungsi institusi tersebut.

Pos terkait