Konsep Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan

Konsep Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan
1. Pengertian kurikulum
Istilah kurikulum muncul untuk pertama kalinya dan digunakan dalam bidang olahrang Secara etimologi curriculum yang berasal dari bahasa yunani, yaitu  currir yang artinya “pelari” dan curere yang berarti “tempat berpacu”. Jadi istilah kurikulum pada zaman Romawi Kuno mengandung pengertian sebagai suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis star sampai garis finish. Baru pada tahun 1855, istilah kurikulum dipakai dalam bidang pendidikan yang mengandung arti sejumlah mata pelajaran pada pergruruan tinggi
Konsep Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu .
Dalam pandangan klasik, kurikulum dipandang sebagai rancana pembelajaran di suatu sekolah atau madrasah,  pelajaran-pelajaran apa yang harus ditempuh  disekolah atau madrasah itulah kurikulum. Sementara dalam pandangan modern kurikulum lebih dianggap sebagai pengalaman atau sesuatu yang nyata terjadi dalam proses pendidikan.
Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 19 : Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
2.    Prinsip-prinsip  pengembangan kurikulum
Pemerintah telah menetapkan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP). Kedelapan Standar tersebut yang telah ditetapkan pemerintah dan masing-masing stadar ditetapkan kedalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Peraturan Menteri Agama.
Beberapa prinsip dalam mengembangkan kurikulum secara umum adalah sebagai berikut:
  • Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional
  • Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dengan prinsip diversivikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik
  • Mata pelajaran merupakan wahana untuk mewujudkan pencapaian kompetensi
  • Standar Kompetensi Lulusan dijabarkan dari tujuan pendidikan Nasional dan kebutuhan masyarakat, negara, serta perkembangan global
  • Standar Isi dijabarkan dari Standar Kompetensi Lulusan
  • Standar Proses dijabarkan dari Standar Isi
Baca Juga :  Contoh RPP Satu Lembar Sesuai KMA 183 tahun 2019

  • Standar Penilaian dijabarkan dari Stadar Kompetensi Lulusan, Standar Isi dan Standar Proses
  • Standar Kompetensi Lulusan dijabarkan kedalam Kompetensi Inti
  • Kompetensi Inti dijabarkan ke dalam Kompetensi Dasar yang dikontekstualisasikan dalam satuan meta pelajaran
  • Kurikulum satuan pendidikan dibagi dibagi menjadi kurikulum tingkat nasional, daerah dan satuan pendidikan
  • Tingkat Nasional dikembangkan oleh Pemerintah
  • Tingkat daerah dikembangkan oleh Pemerintah Daerah
  • Tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh satuan pendidikan
  • Proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberi ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik

l.    Penilaian hasil belajar berbasis proses dan produk
m.    Proses belajar dengan pendekatan ilmiah
Dengan memperhatikan beberapa prinsip diatas pengembangan kurikulum tingkat tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan oleh satuan pendidikan inilah yang dikembangkan oleh Madrasah Ibtidaiyah Al-Ikhsan Laiya dimana madrasah tersebut yang serba terbatas terutama fasilitas/sarpras. Karena keterbatasan tersebut membuat pengelola madrasah terinspirasi dan termotivasi menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar. 
Madrasah yang terletak dipuncak gunung dengan segala keterbatasannya memunculkan kreatifitas pendidik untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan karena peserta didik rata-rata masih belum menguasai bahasa indonesia sehingga ketika guru hanya mengacu pada buku dan menjadi translator bahasa indonesia ke bahasa bugis kemampuan siswa untuk memahami materi kurang efektif akan tetapi ketika anak-anak di ajak untuk belajar pada lingkungan baik itu lingkungan keluarga, masyarakat serta lingkungan sosial disekitarnya yang memilki kaitan dengan materi yang diajarkan. Hal ini tidak terlepas dari teori pembelajaran kontekstual.
Kepala Madrasah dan guru pada Madrasah Ibtidaiyah melakukan pengembangan kurikulum berbasis lingkungan dalam artian bahwa menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar peserta didi, hal ini sangat sesuai juga dengan beberapa pernyataan yang diungkapkan oleh Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya SQ for kids tentang kiat-kiat mengembangkan spiritual anak diantaranya : Bawa anak untuk menikmati keindahan alam, Bawa anak ketemapat-tempat orang yang menderita, Ikut sertakan anak-anak dalam dalam kegiatan sosial . Sehingga dengan pengembangan dan pembelajaran berbasis lingkungan tersebut bisa menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik yang ada di MI Al-Iksan Laiya kabupaten sinjai.
Pengembangan kurikulum berbasis lingkungan ini selain pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM) di Kelas. Pihak Madrasah mengalokasikan waktu khusus untuk berkunjung ke tempat-tempat atau sumber belajar yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan 
3.    Contoh desain pengembangan kurikulum berbasis lingkungan
Desain pembejaran berbasis lingkungan yang dirancang oleh Madrasah Ibtidaiyah Al-Ikhsan Laiya ini sangat berguna untuk pembelajaran kontekstual dan terjung langsung melihat kenyataan dilapangan yang memilki kaitan yang akan diajarkan sehingga memberikan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik terhadapa fenomena-fenomena yang terjadi dimasyarakat atau lingkungan mereka. Peserta didik di ajar untuk belajar pada lingkungan serta diajar memaknai kehidupan serta nilai-nilai yang ada disekitarnya dan ini adalah salah satu cara untuk menigkatkan kecerdasan spiritual peserta didik sebagaiaman yang telah diungkapkan oleh danah Zohar serta Jalaluddin Rakhmat bahwa kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk memaknai hidup sehingga hidup kita lebih bahagia. Contoh desain pembelajaran berbasis lingkungan yang dirancang oleh MI Al-Ikhsan Laiya (Terlampir)

Tags: