Implikasi Open Learning Environment dalam Pembelajaran

Implikasi Open Learning Environment dalam Pembelajaran, Massive Open Online Course (MOOCs) adalah sistem pembelajaran berupa kursus online secara besar-besaran dan terbuka dengan tujuan untuk memungkinkan partisipasi tak terbatas dan dapat diakses melalui web. Selain menyediakan materi kursus tradisional seperti video, pembacaan dan pembahasan masalah, MOOCs juga menyediakan forum pengguna interaktif yang membantu dalam membangun komunitas untuk mahasiswa, dosen, dan asisten pengajar. MOOCs merupakan perkembangan terbaru dalam hal pendidikan jarak jauh (e-learning. MOOCs berkembang sejak tahun 2008 oleh Gorge Siemens dari Atabascha University. Awalnya MOOc memfasilitasi 25 mahasiswa resmi dari universitas Manitoba dan 2200 peserta kursus dari seluruh dunia. Contoh platform MOOCs yang cukup terkenal adalah Coursera, khanAcademy, Openlearning, Edx, dan masih banyak lainnya. 
Implikasi Open Learning Environment dalam Pembelajaran

Konteks
Ketika pertama kali mengakses situs salah satu MOOCs, sebagai contoh KhanAcademy. Tentunya kita telah memiliki tujuan tentang sesuatu yang ingin kita ketahui atau kita pelajari sesuai dengan permasalahan yang sedang kita hadapi. Pada halaman depan kita akan langsung disajikan menu list tentang beberapa materi pelajaran yang dapat kita akses. Juga tersaji pengelompokan studi seperti, pendidikan, science, ekonomi, hukum dsb. Kebanyakan situs MOOCs membantu pelajar untuk menetapkan kebutuhannya terlebih dahulu (enabling context). Jika pelajar belum mengetahui apa yang mereka harus pelajari, mereka akan di tawarkan beberapa materi pelajaran yang dapat langsung dipelajari. Misalnya, siswa ingin belajar tentang perbandingan ukuran planet pada tata surya. Setelah siswa memilih kategori pengetahuan yang ingin di pelajari, situs akan menyajikan beberapa sumber informasi terkait dalam hal ini sebagai contoh yaitu video tentang perbandingan ukuran planet. Siswa akan  mulai mengamati dengan seksama proses penyampaian informasi tersebut hingga selesai. Jika konteks telah terpenuhi, siswa dapat mulai belajar membuat perbandingan pada konteks yang baru berdasarkan informasi yang baru saja diperolehnya, mislanya jika siswa telah paham perbandingan ukuran planet tentu akan berpengaruh pada jarak planet planet terhadap matahari, maka siswa dapat menguasainya. 

Sumber Daya
MOOC difasilitasi dengan sumber daya yang bersifat statis dan dinamis. Sumber daya statis adalah sumber daya yang sudah tidak dapat diubah oleh pengguna online, contoh yang tersedia biasa berupa gambar foto, teks atau video. Sumber daya dinamis ialah sumber informasi yang pengguna masih memiliki hak untuk berkonstribusi dalam penyempurnaan materinya, siaftnya selalu berubah setiap waktu tergantung variable yang mempengaruhinya. Sebagai contoh: sumber daya informasi berupa data statistic jumlah penduduk Indonesia di tahun 2015 tentu akan berbeda dengan data jumlah penduduk 2010. Para pengguna dapat berkonstribusi memberikan masukan berupa data terbaru pada system.

Baca Juga :  Manajemen Pengelolaan Kelas Di Tk Aisyiyah 18 Kalibutuh Surabaya

Para peserta dapat menentukan sendiri bagaimana dan dengan cara apa mereka terlibat. Apabila mereka aktif, mereka dapat membuat materi tambahan, seperti dalam bentuk posting blog, tweets, video, atau podcast. Semuanya itu disediakan sebagai tambahan dari kursus yang ada dan selanjutnya peserta dapat menyampaikan komentar atau pendapat, mendiskusikannya atau memperluas materinya. Dengan cara ini, terbentuk sebuah kerterkaitan silang antara peserta didik dan isinya, sebagaimana disebar luaskan dalam konteks  sebuah connectivism.

Alat
Alat pencari informasi yang disediakan oleh MOOcs berbentuk “keyword search” yang disajikan pada halaman utama masing masing situs.  Pengguna dapat langsung mengetikkan kata kunci tentang informasi yang diinginkan kemudian system akan menampilkan hasil pencarian yang relevan. Setelah pengguna menemukan materi yang dibutuhkan, dapat langsung diunduh dan secara otomatis akan langsung tersimpan karena fungsi alat pengumpul system. Sistem menyediakan ruang untuk menampung segala riwayat materi (informasi) yang telah diunduh pengguna. Sumber-sumber informasi baik statis ataupun dinamis pada system dapat berupa pengorganisasian materi yang difasilitasi menggunakan beberapa software pembuat peta konsep. Beberapa lainnya disajikan dalam bentuk presentasi menggunakan software sejenis powerpoint namun lebih canggih. Dengan memadukan beberapa animasi, suara dan video menjadikan peran alat pengorganisasian dan pengintegrasi sangat vital dalam komponen system MOOCs. Sumber materi informasi banyak diproduksi menggunakan alat penghasil berupa corel, adobe dan office.

Scaffolding
Scaffolding procedural tersedia dalam bentuk video panduan dan pop-up bantuan yang menuntun pengguna untuk berinteraksi dalam system. Bantuan ini menjelaskan kepada pengguna fungsi setiap fitur dan bagaimana cara mengakses setiap informasi yang dibutuhkan. Untuk mempermudah proses ini, terlebih dahulu pengguna diarahkan untuk registrasi (sign-in) dengan maksud mendaftarkan diri menjadi pebelajar dalam system. Setelah memiliki akun personal, system lebih intens menawarkan bantuan dan menyajikan informasi terkait yang dibutuhkan. Jika pengguna masih belum merasa puas, system menyajikan fitur FAQ yaitu frequently asked question, yang dapat membantu pengguna untuk memecahkan masalah yang dihadapi berdasarkan pengalaman pengguna lainnya. Juga dapat berbagi informasi dan pertanyaan melalui kolom diskusi yang disediakan.

Scaffolding konseptual dan metakognitif tersedia dalam format pertanyaan system terhadap user tentang apa yang mereka butuhkan dan inginkan. Juga tersaji dalam bentuk daftar (list) berbagai sumber informasi yang terkategori dalam beberapa tema besar. Sumber informasi berwujud video pembelajaran, teks materi, dll yang dapat membimbing user membangun konsep belajarnya sendiri. KhanAcademy misalnya menyediakan bantuan berupa fitur project dan progress untuk selalu mengingatkan dan menggambarkan kemajuan pengguna sesuai dengan tujuan awal belajarnya. Pada Coursera tersedia dalam fitur last active dan accomplishment. Fitur-fitur ini ditujukan untuk membantu pengguna berfikir dan fokus selama pembelajaran.

Baca Juga :  Komponen-Komponen Teori Elaborasi

Scaffolding strategi  membimbing pengguna untuk mengunakan alat bantu dan sumber informasi serta memberikan bimbingan dalam penggunaannya. Scaffolding strategi dapat berupa bimbingan  yang mengarah pada pengambilan keputusan inti. Pada system MOOCs Coursera, bantuan ini berupa fitur recommendation dan updates. Pada KhanAcademy berupa fitur Coaches dan discussion. Secara umum pada setiap situs MOOCs, scaffolding strategi sering dijumpai dalam bentuk pertanyaan berupa imteractive quizzes, atau fitur feedback.

Sekilas tentang beberapa situs MOOCs:
Coursera: Sebuah Platform terkemuka MOOC bersifat komersial dari AS. Berdasarkan data bulanan September 2013 telah terdaftar tidak kurang dari 17 juta peserta didik di Coursera, yang berasal dari 190 negara dan jumlah siswa 240.000. Para peserta didik berdiskusi dalam 590.000 threads membahas pembelajaran sebanyak 251.987.004 menit dari 440 jenis kursus.
edX: merupakan platform e-learning kolaborasi terbuka dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Harvard University.
Udacity: Platform Komersial AS yang menawarkan program terutama di bidang ilmu komputer.
Class2Go: MOOC yang ditawarkan oleh Stanford University (Open Source) – merger dengan Open EDX untuk sejak Juni 2013.

Platform Open Source misalnya:
Open edX: merupakan platform perangkat lunak open source dari Google dan edX. Open edX sendiri tidak menyediakan kursus, tetapi menyediakan sebuah platform perangkat lunak bebas untuk provider lainnya secara global.
OpenMOOC: merupakan platform MOOC yang dikembangkan di Spanyol, yang mengadopsi lisensi open source lisensi Apache 2.0.
P2PU: Platform pendidikan berbahasa Inggris yang menawarkan MOOC yang isinya bernaung di bawah lisensi open source.

Tags: