Manfaat Multimedia dalam Representasi Konsep Kimia

Manfaat Multimedia dalam Representasi Konsep Kimia
Multimedia berbasis komputer dapat dimanfatkan sebagai sarana dalam melakukan simulasi untuk melatih keterampilan dan kompetensi tertentu. menyajikan materi-materi pelajaran. yaitu, pemahaman konsep yang sulit dan prinsip-prinsip yang kemudian dapat digunakan untuk memecahkan masalah baru. Multimedia juga dapat membantu menjelaskan beberapa proses yang nyata dengan konsep-konsep abstrak dari atom-atom, molekul, dan ion-ion. Aplikasi multimedia dalam pembelajaran kimia sangatlah penting untuk membantu meningkatkan pemahaman dan minat pebelajar dalam mempelajari ilmu kimia, karena multimedia berisi kombinasi antara teks, grafik, animasi, suara, dan video. 
Manfaat Multimedia dalam Representasi Konsep Kimia
Teknologi informasi dan komunikasi memberikan peluang yang signifikan dalam program pendidikan kimia dan  dapat menjadi alat yang bermanfaat dan efektif dalam pengembangan teknik metode baru dan meningkatkan pemahaman siswa (Pekdag, 2010). Pengajaran berbantuan komputer dalam proses belajar mengajar penting karena  siswa dapat memperoleh kualitas tinggi dari model mental (Bharathy, 2015). Menurut teori kognitif tentang multimedia pembelajaran punya potensi untuk menghasikan pembelajaran dan pemahaman lebih mendalam daripada presentasi yang disajikan hanya dalam satu format. Aplikasi komputer memiliki empat fungsi:

Menurut Mayer (2009), ada dua pendekatan terhadap desain multimedia, yaitu: (1) Pendekatan  berpusat ke teknologi yang bertujuan memberi akses ke informasi dan (2) pendekatan berpusat ke murid bertujuan membantu kognisi manusia.  Desain pesan-pesan multimedia harus didasarkMenurut pandangan konstruksi pengetahuan, belajar dengan multimedia adalah aktivitas penalaran masuk akal,  orang yang belajar berusaha membangun representasi mental yang koheren dari materi yang disajikan.  Desain pembelajaran memahami bahwa setiap individu mempunyai perbedaan respon terhadap berbagai sumber informasi dan metode pembelajaran ( Henich, dkk., 2002).

Teknologi komputer dalam bidang kimia, khususnya perangkat tidak hanya digunakan dalam komunitas ilmiah, tetapi juga menjadi salah satu alat mengajar di universitas, dan bahkan menjadi alat pengajaran penting. Kelemahan dari metode pengajaran tradisional tidak dapat dengan jelas menggambarkan masalah kimia sedangkan metode pengajaran kimia dengan teknologi komputer mampu memecahkan masalah ini,  sehingga mengurangi kesulitan siswa untuk memahami masalah kimia yang abstrak, dan mulai memahami dan meningkatkan minat mereka dalam belajar kimia, mendorong mereka untuk melanjutkan pemahaman mendalam kimia pada tingkat mikroskopis (Wang, 2016). Aplikasi komputer mempunyai empat fungsi, yaitu: (1) sebagai objek intruksi, (2) sebagai alat, (3) sebagai bagian intruktional, dan (4) mengajar berpikir logis ( Henich, dkk., 2002). Melalui sistem komputer kegiatan pembelajaran dilakukan secara tuntas , maka guru dapat melatih siswa secara terus menerus samapai mencapai ketuntasan dalam belajar. Penerapan teknologi dalam perangkat keras dalam pendidikan dikenal sebagai teknologi alat (tool technology), teknologi ini lebih menekankan kepada penggunaan alat-alat teknologis untuk menunjang efesiensi dan efektivitas pendidikan khususnya dalam proses belajar mengajar, seperti penggunaan media.

Baca Juga :  Meningkatkan Minat Baca Buku

Komputer telah memberikan kemungkinan-kemungkinan baru dan lingkungan strategi belajar yang inovatif. Instruksi berbasis komputer, sistem multimedia pendidikan dan gambar animasi sering digunakan untuk mengajar sistem yang kompleks dan konsep-konsep abstrak. Linkungan multimedia. sebagai lingkungan yang meterinya disajikan lebih dari satu format. Agar pembelajaran penuh maksna terjadi dalam lingkungan multimedia, orang yang belajar harus melibatka diri ke dalam lima proses kognitif: (1) memilih kata-kata yang relevan untuk pemrosesan verbal, (2) memilih gambar-gambar yang relevan untuk pemrosesan  dalam memori kerja visual, (3) menata kata-kata yang terpilih ke dalam model mental verbal, (4) menata gambar-gambar yang terpilih ke dalam mental visual, dan (5) memadukan representasi verbal dan visual dengan pengetahuan sebelumnya  (Mayer, 2009).

Teori kognitif tentang multimedia pengajaran di dasari atas tiga asumsi, yakni: (1) dua chanel ( saluran ganda), bahwa manusia memiliki saluran terpisah untuk memproses informasi visual dan informasi auditori,  (2) limited capacity ( kapasitas terbatas), manusia punya keterbatasan dalam jumlahi  informasi yang bisa mereka proses dalam masing-masing saluran dalam waktu yang sama, dan  (3) active processing (pemrosesan aktif, manusia melakukan pembelajaran aktif  dengan memilih informasi masuk  yang relevan, mengorganisasikan informasi-informasi itu ke dalam representasi mental yang koheren,  dan memadukan representasi mental itu  dengan pengetahuan lain.

Representasi adalah entitas yang mana semua pemikiran dianggap berlangsung dan menjadi pusat untuk proses pembelajaran. Representasi penting dalam perilaku dan pembelajaran ilmu pengetahuan, mengingat komitmen untuk memberikan penjelasan berbasis fenomena alam, di mana entitas dan mekanisme yang mendasari harus dipostulasikan dan dibuktikan atas dasar penyelidikan empiris (Gilbert, 2010). Cara representasi ini digunakan oleh ahli kimia dan memiliki implikasi penting untuk penggunaan multimedia dalam pendidikan kimia dengan tujuaan untuk mengembangkan siswa praktek kimia sebagai investigasi ilmiah.

Mode-mode representasi kimia diklasifikasikan dalam bentuk tingkat-tingkat representasi, yaitu representasi makroskopik, representasi submikroskopik dan representasi simbolik. Representasi makroskopik yaitu  representasi kimia yang diperoleh melalui pengamatan nyata (tangible) terhadap suatu fenomena yang dapat dilihat (visible) dan dipersepsi oleh panca indra  (sensory level) atau dapat berupa pengalaman sehari-hari pebelajar. Representasi submikroskopik  yaitu representasi kimia yang  menjelaskan mengenai struktur dan proses pada level partikel (atom/molekul) terhadap fenomena makroskopik yang diamati (Chandrasegaran, dkk., 2007).  

Baca Juga :  Penerapan Akhlaq Pada Pendidikan Karakter Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Gresik Pada Era Globalisasi

Tags: