Model Latihan inquiry research training model

Model Latihan inquiry(research training model)
Model latihaninquiry dikembangkan oleh Richard Suchman untuk mengajarkan siswa tentang proses dalam meneliti dan menjelaskan fenomena asing. Model ini melibatkan siswa dalam bentuk kecil tentang jenis dan prosedur yang digunakan untuk mengolah pengetahuan dan menghasilkan prinsip. Didasarkan pada konsepsi metode ilmiah, model ini mencoba mengajarkan siswa beberapa keterampilan dan bahasa ilmiah. 
Model Latihan inquiry (research training model)
Model ini berupaya untuk mengembangkan pebelajar mandiri. Metode mensyaratkan partisipasi aktif siswa dalam penelitian ilmiah. Tujuan umum model latihan penelitian ini adalah membantu siswa mengembangkan disiplin intelektual dann keterampilan yang mumpuni meningkatkan pertanyaan-pertanyaan dan pencarian jawaban-jawaban yang terpendam dari rasa keingintahuan.
Sintaks model Pembelajaran Latihaninquiry
Model ini memiliki lima tahap yaitu :
a.      Menghadapkan pada siswa pada masalah
Guru menyajikan situasi permasalahan dan menjelaskan prosedur penelitian pada siswa.
b.     Pengumpulan data dan verifikasi. Siswa mengajukan serangkain pertanyaan apa saja yang dimungkinkan guru dapat menjawab dengan kata ya atau tidak, memverifikasi hakikat dan kondisinya dan memverifikasi peristiwa dari permasalahan.
c.      Pengumpulan data dan eksperimen. Siswa memperkenalkan elemen-elemen baru ke dalam situasi permasalahan untuk mengetahui kemungkinan hal lain terjadi ketika data penelitian yang diujicoba dengan cara yang berbeda. Tujuannya untuk memisahkan variabel yang relevan dan menghipotesiskan serta menguji hubungan kausal.
d.     Mengolah, memformulasi suatu penjelasan. Siswa mengolah informasi yang mereka dapatkan selama pengumpulan data dan mencoba menjelaskan ketidaksesuaian atau perbedaan, sehingga dapat memformulasikan aturan dan penjelasan.
e.      Analisis proses penelitian. Siswa menganalisis strategi-strategi pemecahan masalah yang telah mereka gunakan selama penelitian.
Sistem Sosial
Sistem sosial dalam model ini bersifat kooperatif dan ketat. Walaupun model ini disusun dengan baik dengan sistem sosial yang sepenuhnya dikontrol oleh guru. Namun lingkungan intelektualnya haruslah tetap terbuka bagi semua gaasan yang relevan. Guru dan siswa berpartisipasi dimana akan banyak gagasan yang nnantinya bisa didiskusikan. Selain itu guru seharusnya mendorong siswa untuk mulai mengawali, memprakarsai dan menjalankan penelitian sebisa mungkin.
Peran Guru         
Peran terpenting seorang guru berada selama tahap kedua hingga ketiga. Selama tahap kedua tugas guru adalah membantu siswa untuk meneliti. Jika guru ditanyai pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan kata ya atau tidak, siswa diminta untuk menyusun kembali pertanyaan agar bisa melanjutkan untuk mengumpulkan data dan menghubungkannya dengan masalah. Jika perlu guru menjaga pergerakan penelitian dengan membuat informasi baru yang tersedia pada kelompok dan memfokuskan diri pada permasalahan tertentu atau dengan mengajukan pertanyaan. Selama tahap akhir, tugas guru adalah menjaga penelitian untuk tetap diarahkan pada proses penyelidikan itu sendiri.
Sistem Pendukung
Model ini memerlukan dukungan optimal yaitu : seperangkat materi-materi yang dapat mengkonfrontasi persoalan, seorang guru yang dapat memahami proses intelektual dan strategi-strategi penelitian dan materi-materi sumber yang mengandung beberapa masalah tertentu yang unik.
Dampak Pembelajaran dan Pengiring
Model ini menawarkan strategi-strategi penelitian, nilai dan sikap penting dalam ranah penelitian, yang meliputi : Keterampilan mengolah (mengobservasi, mengumpulkan dan mengolah data, mengidentifikasi dan mengontrol variabel-variabel, merumuskan dan menguji hipotesis dan penjelasan, menarik kesimpulan),Pembelajaran aktif, mandiri, Pengungkapan verbal, Toleran pada ambiguitas, ketekunan, Berpikir logis,Sikap bahwa semua pengetahuan bersifat tentatif.

Baca Juga :  Pengertian dan macam-macam Sumber Belajar sebagai Komponen Media Pembelajaran
Tags: