Belajar sebagai Produk Sikap dan Tingkah Laku

  • Whatsapp
Undangan Digital
Belajar sebagai Produk Sikap dan Tingkah Laku
Sebagaimana telah disinggung di atas, bahwa belajar pada esensinya ialah perubahan tingakah laku yang relatif menetap dan dilakukan secara terus menerus (countinous). Sehingga dari proses keberlangsungan tadi membawa adanya perubahan (the effort of change) yang dialami oleh pebelajar dalam kehiduannya.  Skinner menyatakan bahwa belajar merupakan proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif, dan ia mempercayai bahwa proses adaptasi tersebut akan mendatangkan hasil yang optimal apabila ia diberi penguat (reinforcer).
Belajar sebagai Produk Sikap dan Tingkah Laku
Chaplin membedakan dua hal mengenai belajar Pertama sebagai perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat praktik dan pengalaman, Kedua perolehan yang berproses melalui respon-respon sebagai akibat adanya pelatihan khusus. Sementara Hintzman mengartikan dengan istilah suatu perubahan yang terjadi dalam organisme (manusia atau hewan) yang disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme tersebut.  Dari beberapa pernyataan tentang belajar tersebut bisa kita utarakan secara garis besar bahwa belajar merupakan suatu perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan dengan melibatkan proses kognitif.

Dengan demikian domain kognitif memilki keterkaitan dengan domain afektif yang sangat erat, hal ini sebagaimana hasil penelitian yang dihasilkan oleh Goleman yang dikutip oleh Mufidah dalam suatu jurnal Nasional.  Sebagai contoh kecil ialah jika anda sedang berada dalam sebuah ruangan dengan kondisi pintu dan jendelanya terkunci rapat. Dan anda sangat lapar, tetapi anda tidak tahu cara mengatasi kelaparan itu. Apa yang dapat anda lakukan? Mungkin anda akan berteriak meminta pertolongan, Jika tidak, anda akan mencoba mencari-cari sesuatu dengan cara meraba dan mengamati setiap dinding, mengharapkan ada celah yang didapat, al hasil, anda menemukan sebuah tombol kecil yang tertutup papan pelapis, sehingga anda menekan tombol tersebut, dan apa yang terjadi,? Terdengar benda ringan terjatuh dan anda mencoba untuk tetap tenang, tidak lama kemudian jendela kaca membuka dan mengeluarkan kue. Kemudian kue tersebut anda makan. Selanjutnya karena anda masih merasa lapar maka anda ulangi lagi untuk mendapatkan hasil yang sama sampai anda merasa benar-benar kenyang.

Pos terkait