Strategi Dan Metode Pembelajaran Matematika Yang Efektif Bagi Siswa Mi Al Hikmah Kalidawir

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mempermudah pembelajaran para siswa dalam mata pelajaran matematika.pembelajaran berbasis video animasi yang menarik,lucu berbantu wondershare sehingga menghasilkan video  pembelajaran dalam power point yang layak digunakan selama pembelajaran. Model yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah ADDIE. Sesuai dengan namanya, ADDIE terdiri dari 5 langkah yaitu Analysis, Desain, Development, Implementation, dan Evaluation. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan observasi langsung ke salah satu sekolah MI. Hasil penilaian  siswa setuju untuk diselenggaranya metode-metode belajar ini  .para siswa juga bersemangat untuk lebih menguasai pembelajaran matematika dari hasil survey menyatakan siswa lebih setuju pembelajaran berbasis video maupun game-game yang menarik.
Kata kunci: Power point pembelajaran, pengembangan ADDIE, game menarik
Strategi Dan Metode Pembelajaran Matematika Yang Efektif Bagi Siswa Mi Al Hikmah Kalidawir

Strategi Dan Metode Pembelajaran Matematika Yang Efektif   Bagi Siswa Mi Al Hikmah Kalidawir
PENDAHULUAN
Mata pelajaran matematika di Madrasah Ibtidaiyah (MI) merupakan kurikulum yang wajib dipahami dan dikuasai oleh para siswa, konsep-konsep dasar matematika seharusnya sudah dapat dimengerti oleh siswa MI. karena itu, adalah suatu bekal untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, siswa juga dituntut untuk memahami dan mengaplikasikan matematika  dalam segala aspek kehidupan .seiring berjalannya waktu banyak siswa yang tidak terlalu gemar dalam belajar matematika. Padahal pelajaran matematika masuk kedalam salah satu mata pelajaran yang ada di Ujian Nasional (UN)  bukan hanya itu matematika dalam kehidupan sehari-hari juga sangat di perlukan oleh karena itu, dibutuhkannya suatu konsep pengaplikasian pembelajaran matematika yang efektif, inovatif, dan edukatif bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah.

Di zaman yang serba canggih ini banyak siswa yang kurang mengerti dengan pembelajaran matematika , dengan alasan membosankan, jenuh serta kurang menarik dari hasil survey menyatakan sebanyak 80% Siswa MI Al-Hikmah tidak gemar matematika, maka dari itu suatu pembelajaran matematika harus dikonsep dengan sebaik-baiknya .

Azhar Arsyad ( 2011, 91 ) menjelaskan bahwa media berbasis visual memegang peran yang sangat penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar pemahaman dan memperkuat daya ingat siswa. Visual juga dapat menumbuhkan minat dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pembelajaran dunia nyata. Sebagian besar objek yang dipelajari dalam matematika adalah materi yang bersifat abstrak. Oleh karena itu siswa harus mulai mengembangkan imajinasi agar dapat memahami konsep yang mendasar dalam ilmu matematika. Penggambaran sesuatu yang abstrak menjadi hal penting pada proses pembelajaran matematika. Siswa MI sangat gemar belajar menggunakan media visual berbasis power point yang menarik, game dll. Dalam hal ini, guru sangat berperan penting untuk mengaturkonsep-konsep pembelajaran yang diinginkan siswa.

Pembelajaran matematika dengan media Power point adalah solusi untuk mengatasi pembelajaran matematika yang kurang efisien, membosan kan dan membuat siswa mengantuk. Power point adalah aplikasi yang sangat diperlukan oleh para guru untuk mengkonsep pembelajaran matematika berbasis animasi yang diminati oleh para siswa Madrasah Ibtidaiyah. Setelah diwujudkan dalam bentuk video peran guru juga penting dalam pembelajaran dan mengkonsep pelajaran matematika dalam bentuk game yang menarik perhatian siswa. Salah satunya yakni game menggunakan media kelereng, kartu yang bertuliskan bilangan-bilangan serta game terkini yang diminati siswa-siswa Masrasah Ibtidaiyah, perhitungan   matematika juga dikonsep dengan berhitung menggunakan Sempoa, selain dapat mempermudah para siswa juga melatih daya kecepatan siswa juga.

Baca Juga :  Teori, Model dan Strategi Kognitif dalam pembelajaran

Strategi guru dalam pembelajaran Matematika yang umum dipakai yakni :
1.    Strategi Inkuri
Strategi Inkuri merupakan Strategi pembelajaran yang melibatkan seluruh kemampuan siswa secara maksimal dalam berpikir kritis ,logis ,analitis sehingga mereka dapat menemukan ssendiri dengan penuh percaya diri. Sasaran utama strategi ini:
a.    Keterlibatan dalam proses kegiatan belajar secara maksimal.
b.    Mengarahkan siswa secara logis dan sistematis pada pembelajaran
c.    Mengembangkan sikap percaya diri pada siswa
d.    Untuk menyusun strategi yang terarah sesuai kondisi yang akan dihadapi siswa
2.    Strategi penyelesaian masalah (problem solving)
Strategi ini memberi tekanan pada penyelesaiana masalah secara menalar proses inI
berlangsung secara bertahap, penyelesaian masalah dapat dilakukan berbagai cara antara lain:
a.Penyelesaian masalah berdasarkan pengalaman masa lampau dalam hal ini kurang rasional
b.Penyelesaian masalah secara intuitif diselesaikan tidak berdasarkan akal tetapi berdasarkan firasat
c.Penyelesaian masalah secara otoritas atau secara kewenaggan seseorang
d.Penyelesaian masalah dengan cara trial atau percobaan
e.Penyelesaian masalah secara metal fisik atau bersumber pada dunia supra natural atau dunia mistik
f.Penyelesaian masalah secara ilmia yakni penyelesaian masalah secara rasional

Macam-macam Metode pembelajaran :
1.    Metode Pembelajaran -Metode Ceramah
Metode ini paling umum dan paling banyak digunakan guru dalam pengajarannya ,metode ini menyampaikan Informasi kepada siswa secara gambling, siswa hanya cukup mendengarkan apa yang diinformasikan oleh gurunya
2.    Metode Pembeljaran-Diskusi
Dalam metode ini siswa diajarkan untuk menjawab suatu pertanyaan dalam setiap permasalahan ada, siswa diajak untukbernalar serta berpikir kritis Bersama-sama
3.    Metode Pembelajaran-Model tanya jawab
Dalam hal ini siswa terdapat penyajian pertanyaan yang harus dijawab terutama dari guru terhadap siswa atau siswa terhadap guru ,Metode ini dipergunakan sebagai sarana menguji penguasaan siswa secara verbal atau materi terhadap suatu pembelajaran.Metode tanya jawab seharusnya dipergunakan dalam suatu materi pembelajaran yang sulit dimengerti siswa
4.    Metode Pembelajaran-Demonstrasi
Metode Demonstrasi adalah metode penyajian pembelajaran dengan memperagakan dengan mempertunjukkan kepada siswa tentang situasi, kondisi ,atau benda tertentu.
Metode Demonstrasi dibutuhkan dalam pembelajaran matematika terutama materi-materi yang membutuhkan alat peraga .
5.    Metode Pembelajaran-Pemberian tugas dan resitasi
Metode resitasi(penugasan) adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan oleh masing-masing siswa, tugas yang diberikan guru dapat memperdalam materi pelajaran dan dapat juga mengevaluasi kembali materi pelajaran.
6.    Metode Pembelajaran- Eksperimen
Metode Eksperimen(Percobaan) adalah cara penyajian pelajaran dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari.siswa diajak untuk mengikuti proses,mengamati objek,menganalisis,membuktikan dan menarik kesimpulan tentang suatu permasalahan terkait materi yang diberikan.
7.    Metode Pembelajaran- Metode Problem Solving (Pemecahan Masalah)
Metode problem solving (metode pemecahan masalah merupakan metode yang dilakukan dengan memberikan suatu permasalahan kemudian dicari penyelesaiannya atau solusi dari masalah tersebut .Problem solving bukan hanya metode mengajar tapi juga metode berpikir.

Baca Juga :  Langkah-Langkah Pembelajaran Model Elaborasi

Menurut Zuli Nuraeni  ( 2013, 2 ) Metode pembelajaran yang paling tepat untuk menanamkan konsep pada siswa adalah dengan pembelajaran kontekstual. Pembelajaran kontekstual dapat dikatakan sebagai sebuah metode pembelajaran yang mengakui dan menunjukkan kondisi alamiah pengetahuan. Melalui hubungan di dalam dan di luar ruang kelas, suatu pendekatan pembelajaran kontekstual menjadikan pengalaman lebih relevan dan berarti bagi siswa dalam membangun pengetahuan yang akan mereka terapkan dalam pembelajaran seumur hidup. Pembelajaran kontekstual menyajikan suatu konsep yang mengaitkan materi pelajaran yang dipelajari siswa dengan konteks materi tersebut, serta hubungan bagaimana seseorang belajar atau cara siswa belajar. Dengan demikian, dalam kegiatan pembelajaran perlu adanya upaya membuat belajar lebih mudah, sederhana, bermakna dan menyenangkan agar siswa mudah menerima ide, gagasan, mudah memahami permasalahan dan pengetahuan serta dapat mengkonstruksi sendiri pengetahuan barunya secara aktif, kreatif dan produktif. Melalui pendekatan kontekstual ini siswa diharapkan belajar dengan cara mengalami sendiri bukan menghapal

Guru juga harus memberikan arahan yang baik kepada siswa nya memberika pemaparan metode-metode dengan mudah tanpa membuat siswa bingung , guru juga harus memperhatikan tingkat kapahaman siswa dalam matematika .
      
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan Grounded theory karena  metode  ini  cukup          flekibel  dalam  penggunaan  strategi induktif untuk mengumpulkan  dan menganalisis data   kualitatif (Smith,  2003). Peneliti dapat menyusun kategori  membentuk  sebuah  model        secara  langsung  yang  diperoleh dari data. Peneliti memilih  MI Al-Hikmah dengan alasan bahwa sekolah ini  merupakan  sekolah  yang  masih  baru  dan  masih  perlu  banyak  kajian  yang  penting dalam membentuk satu sekolah  yang berkualitas. Selain itu     juga sekolah  ini  memberikan  akses  yang  luas  bagi  peneliti  untuk  melakukan  penelitian,khususnya  dalam  menggunakan  jam  belajar beberapa pelajar untuk melakukan penyebaran angket dan  juga  observasi. .  Penyebaran angket terbuka ini dilakukan sebanyak pada siswa kelas 6 MI Al-Hikmah . Teknik pengumpulan data dilakukan pada jam-jam Istirahat ,peneliti juga memberikan sejumlah test kefahaman matematika kepada para siswa yang mana kefahaman itu dipergunakan untuk mengukur tingkat pembelajaan matematika anak MI Al-Hikmah Desa Kalidawir Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian dari observasi yang dilakukan di Sekolah Al-Hikmah menyatakan pembelajaran matematika di sekolah MI Al-Hikmah mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 MI kurang efektif , sebanyak  kelas yang ada di MI kurang Antusias dalam pembelajaran dengan alasan bahwa pembelajaran bersifat monoton dan membosankan. Sedangkan, 2 kelas sedikit antusias dan serius karena akan menghadapi berbagai ujian-ujian kelulusan siswa (UN). Hal ini semakin mendukung suatu penerapan konsep pembelajaran yang secara sistematis dengan metode edukatif, inovatif  dan berharap siswa akan memperhatikan dan memahami dengan sungguh-sungguh suatu pembelajaran matematika . siswa berpendapat bahwa pembelajaran matematika berbasis Animasi harus segera diterapkan. Mereka sangat antusias jika metode tersebut berlaku disekolah mereka.

Baca Juga :  Dasar-Dasar Pemilihan Media Pembelajaran

Belajar matematika  dapat  dikaji  melalui  beberapa  teori  perkembangan dan hasil data yang  diperoleh.  Peneliti  mendapatkan  satu  pemahaman bahwa pembelajaran matematika untuk anak-anak khususnya mereka yang menempuh kelas 6 MI mempunyai daya                         tarik yang kuat terhadap matematika , mereka menganggap pembelajaran matematika sebenarnya sangat perlu bagi mereka ,mereka juga suka pembelajaran matematik asal kan suatu pembelajarannya dapat dikonsep sesuai yang mereka inginkan mereka juga ingin peran guru guru memberikan pembelajaran yang asik tanpa membuat mereka jenuh dan tertekan akan pelajaran matematika , mereka ingin bisa serta sukses dalam mengahadapi ujian-ujian .

Selain itu, untuk mengkonsep pelajaran yang kompeten relative yang diinginkan hal itu juga harus didukung penuh oleh lingkungan sekolah, Sekolah MI Al-Hikmah dan para guru juga harus mengadakan diskusi terkait pembelajaran matematika yang diinginkan siswa ini, hasil diskusi dipergunakan untuk mempraktikkan pembelajaran matematika secara langsung. Dari kelas 1 sampai kelas 6 menggunakan metode yang sama .

Metode berbasis Powerpoint, game matematika, penggunaan media kelereng harus diterapkan, Penggunaan media Kelereng sangat cocok untuk siswa kelas 1-3 MI, sedangkan untuk kelas 4-6 MI cocok untuk menggunakan alat peraga seperti alat peraga bangunan, dan konsep-konsep kekreatifan yang membuat sendiri .

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang disajikan pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa :
Penerapan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian Eksperimen dan pendekatan Grounded theory  , Penelitian ini dilakukan selama dua kali pertemuan dan menggunakan angket terbuka untuk siswa kelas 6, dalam penelitian ini juga melibatkan kelas 2 ,3 dan 4 juga,Peneliti menguji dari berbagai- bagai kelas apakah hal serupa juga dialami oleh masing-masing kelas tentang kesulitan pelajaran matematika. Penerapan beberapa metode-metode pembelajaran yang efektiv harus segera dijalankan .80% siswa SD setuju dan 20% mereka masih ragu dengan penerapannya, mengingat kegunaan matematika sangat penting bagi kehidupan maka hal ini benar-benar harus diperhatikan dalam pembelajaran , sekolah juga harus memfasilitasi alat-alat peraga matematika dalam pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA
Arsyad ,A. (2011). Media Pembelajaran  Jakarta: Rajawali Pers 
Nuraeni, Z. (2013). PERMAINAN ANAK UNTUK MATEMATIKA. Education Evaluation and Alanytics, Vol.9(No.4), hal.2.
Oleh : Khanifatus Sholikhah

Tags: