Hilangnya Pendidikan Pada Anak Usia Sekolah

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kontribusi yang diberikan oleh pekerja anak kepada keluarga, dan seberapa besar pengaruh variabel kondisi sosial dan ekonomi terhadap motivasi pekerja anak dalam membantu keluarga.[1]Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode kualitatif dengan merujuk pada artikel dan berita.Populasi dalam penelitian ini merujuk pada pekerja anak usia 5-15 tahun .Jumlah sampel dengan menggunakan beberapa berita yang diemukan lalau menyimpulkannya menjadi satu hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak anak yang bekerja masih banyak bahkan mengancam pendidikan mereka.Mereka juga melakukannya demi mencukupi kebutah keluarga.
Pendidikan Pada Anak Usia Sekolah
The purpose of this study is to examine the contribution made by child laborers to families, and how much influence the social and economic conditions variables have on the motivation of child laborers to help families.The research method used is using qualitative methods with reference to articles and news.Population in this study refers to child labor aged 5-15 years ,The number of samples using several news found then conclude it in to one research result.The results showed that there are still many working children who even threaten their education.They also do it to meet the needs of the family.
Kata Kunci: Pendidikan, Pekerja Anak, Kebutuhan

Hilangnya Pendidikan Pada Anak Usia Sekolah
PENDAHULUAN
Pendidikan sangatlah penting bagi anak anak .Karena Pendidikan memilik dampak yang besar untuk tumbuh kembang anak.Tapi pada kenyataannya tidak semua anak memperoleh hak pendidikan nya.Akibatnya anak anak tidak mampu menjalakan peran strategisnya sebagai generasi penerus.[2]

Masalah seperti ini sudah banyak dibicarakan di beberapa tempat .Banyka artikel ,berita,atau beberapa kasus yang menceritakan agar masalah dapat segera terselesaikan. Kasus pekerja anak yang tidak menerima Pendidikan masih saja ada terutama di sector pertanian.Pekerja anak melakukan ini demi mencukupi kebutuhan keluarga ,faktor ini  yang menjadi alasan paling utama anak anak bekerja.Beberapa orang tua bahkan menyuruh anak bekerja hingga tidak ada batas waktu demi menambah perekonomian keluarga yang kurang .[3]

Beberapa data dari berita yang say abaca stiap tahunnya ada peningkatan dan penurunan .Pada tahun 2017 jumlah pekerja anak melonjak tinggi .Selanjutnya pada tahun 2018 jumlah semakin menurun .peningkatan dan penurunan yang terjadi pada jumlah pekerja anak disebabkan bertambahnya jumlah dan berkurangkangnya anak yang bekerja .Rata-rata anak yang bekerja berusia 5-14 tahun .

Dengan banyak kebijakan yang dikeluarkan pemerintah demi generasi penerus bangsa agar tetap menikmati bangku pendidikan pun sudah dilakukan.seperti peraturan wajib sekolah minimal 12 tahun .Bahkan pemerintah juga mengeluarkan beasiswa pendidikan bagi anak yang kurang mampu .Tapi tetap saja belum juga mengatasi masalah ini .Tapi seiring dengan berjalannya waktu pekerja semakin berkurang.

Baca Juga :  Menjadi manusia unggul di era Milenial

METODE PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji tentang pekerja anak .Pekerja anak masih saja terjadi ,mereka jua tidak mendapatkan Pendidikan yang layak.Menurut data yang sudah dikumpulkan pada tahun 2016-2019 pekerja anak mengalami naik turun dalam jumlahnya.Peningkatan drastic terjadi pada tahun 2017 karena jumlah usia anak-anak pada tahun ini yang berusia dibawah 15 tahun meningkat.[4]Tidak hanya jumlah tapi beberapa kebijakan pemerintah untuk menanggulangi masalah pekerja anak ini juga membuat jumlah mereka semakin sedikit .Penurunan terjadi pada tahun berikutnya yaitu 2018 hingga sekarang .Pada sector desa masih menduduki peringkat pertam populasi terbanyak pekerja anak.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Menurut data yang sudah saya kumpulkan sekitar 40 jam/minggu adalah awaktu bekerja yang dialakuakn pekerja anak .Dalm waktu ini mereka dituntut melakukan pekerjaaan .Pekerjaan yang dilakukan oleh mereka dari pekerjaan ringan hingga pekerjaan berat.Pada usia 5-15 tahun adalah usia umum pekerja anak yang bekerja.Tentu saja pada usia ini mereka seharusnya tidak harus bekerja .Yang harus dilakukan mereka adalah belajar dan bermain .Bahkan mereka juga memiliki tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.Kebutuhan Pendidikan yang mereka terima bahkan tidak sepenuhnya mereka dapatkan .Karena mereka mempunyai tanggung jawab untuk bekerja setelah sepulang sekolah.Kalaupun mereka sekolah ada juga yang tidak sekolah dan memilih untuk bekerja saja.

Pada thun 2017 pekerja anak mengalami peningkatan ,dikarenakan jumlah usia 5-15 tahun pada tahun ini mengalami peningkatan .Dan pada tahun berikutnya penuru terjadi yakni pada tahun 2018 hingga sekarang .Tidak hanya jumlah pada usia 5-15 tahun yang bekurang hingga berkurangnya jumlah pekerja anak.Tetapi juga beberapa kebijakan pemerintah hingga lembaga atau organisasi yang menaggulangi masalah ini juga semakin banyak .

Baca Juga :  Virus yang meresahkan warga diseluruh Dunia

Pada sector desa masih mendominasi peringkat satu populasi terbesar jumlah pekerja anak. Pada pekerjaan di sector pertanian ,perkebunan dan peternakan masih banyak ditemukan pekerja anak yang melakukan pekerjaan ini .Masih memungkinkan juga bagi sector industri masih ada pekerja anak.Tapi pada sector industry usia pada pekerja sangatlah dilihat,banyak peraturan yang dimuat minimal usia pekerja adalah 17 tahun .Dan adanya upaya untuk mewujudkan pemenuhan dan perlindungan hukum terhadap hak seseorang untuk memperoleh pekerjaan dan bekerja dilakukan pada tahun 2003 ,yaitu dengan dkeluarnya UU NO.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan[5] .Ini masih salah satu kebijakan pemerintah untuk menaggulangi masalah .[6]

Waktu yang dihabiskan demi mencari nafkah memebuat mereka lupa akan pendidikan mereka.Padahal pada usia mereka masih membutuhkan banyak menerima ilmu pendidiakn demi masa depan cerah mereka.Bekerja setelah pulang sekolah membuat waktu belajar mereka berkurang. Bahkan disela sela waktu bekerja mereka gunakan untuk belajar.Meski waktu belajar mereka kurang tapi semngat untuk bersekolah mereka lebih tinggi dari teman teman mereka.Masih untung jika ada yang masih memikirkan pendidkannya ,bagaimana dengan yang tidak sekolah sama sekali.Pendidikan mereka hilang begitu saja demi upah yang tidak seberapa dengan pekerjaan mereka.

Kemiskinan yang membuat mereka melakukan pekerjan yag seharusnya belum dilakukan oleh mereka.Upah dari pekerjaan orang tua mereka juga kurang untuk mencukupi kebutuhan keluarga ,akhirnya anak anak mereka turun tangan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.Ada juga yang bekerja karena dia sadar bahwa dia harus bekerja mencukupi kebutuhan keluarga dan ada juga yang bekerja karena orangtua yang menyuruh anaknya bekerja.Bahkan beberapa dari mereka mengeksplotasi anaknya.

Sudah banyak upaya yang sudah dilakukan pemerintah dan beberapa lembaga atau organisasi dibentuk untuk menyelesaikan permasalahan ini .Tapi kenyataanya masih belum terselesaikan  .Pada 12 juni 2019 kemarin dijadikan sebagai hari dunia menentang pekerja anak .[7]Hal ini juga digunakan agar pekerja anak didunia berkurang bahkan harus dihilangkan .Pemerintah Indonesia sendiri juga membuat program yaitu peta jalan Indonesia bebas pekerja anak pada tahun 2022.Hal seperti ini perlu dukungan dari orang tua dan masyarakat sekitar bahwa anak anak tidak seharusnya bekerja melainkan sekolah dan menjalani pendidikan yang layak.

Baca Juga :  Pengertian penilaian pendidikan anak usia dini

KESIMPULAN
Kemiskinan yang jadi faktor paling utama dari permasalahan pekerja anak.Banyak upaya yang dilakukan agar masalah ini terselesaikan.Dari peraturan yang melarang hingga solusi beasiswa untuk keluarga kurang mampu juga sudah dilakukan .Dari pemerintah hingga lembaga atau  organisasi yang khusus menangani masalah ini pun sudah banyak dibuat.Pemerintah juga sudah membuat program yaitu peta jakan Indonesia bebas pekerja anak apada tahun 2022 .Mari kita bekerja sama sebagai masyarakat Indonesia agar mendukung program pemerintah demi generasi penerus yang berkualitas.

DAFTAR PUSTAKA
Nurulaini, Rosana. “No Title.” KOMPASIANA, n.d.
Nurwati, Nunung. “Pengaruh Kondisi Sosial Dan Ekonomi Keluarga Terhadap Motivasi Pekerja Anak Dalam Membantu Keluarga.” Jurnal Kependudukan Padjadjaran 10, no. 2 (2008): 112–21.
Putu, Ni, Noni Suharyanti, M H Fenomena…, M H Kadek, Endra Setiawan, and A Ma. “FENOMENA PEKERJA ANAK DITINJAU DARI PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA Oleh,” n.d., 229–44.
Tahun, Periode, and Nuwun Priyono. “( Studi Kasus Di Kota Magelang,” no. 2 (2010): 13–26.
Yuniarti, Ninik. “Eksploitasi Anak Jalanan Sebagai Pengamen Dan Pengemis Di Terminal Tidar Oleh Keluarga.” Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture 4, no. 2 (2013): 210–17. https://doi.org/10.15294/komunitas.v4i2.2416.

CATATAN KAKI :
[1] Nunung Nurwati, “Pengaruh Kondisi Sosial Dan Ekonomi Keluarga Terhadap Motivasi Pekerja Anak Dalam Membantu Keluarga,” Jurnal Kependudukan Padjadjaran 10, no. 2 (2008): 112–21.
[2] Ni Putu et al., “FENOMENA PEKERJA ANAK DITINJAU DARI PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA Oleh,” n.d., 229–44.
[3] Ninik Yuniarti, “Eksploitasi Anak Jalanan Sebagai Pengamen Dan Pengemis Di Terminal Tidar Oleh Keluarga,” Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture 4, no. 2 (2013): 210–17, https://doi.org/10.15294/komunitas.v4i2.2416.
[4] Nopitri Wahyuni.”Tak Ada Kabar Soal Pekerja Anak”.Diunduh pada Tanggal 17 juni 2019.Dari http://www.theindonesianinstitute.com/tak-ada-kabar-soal-pekerja-anak-di-indonesia/.
[5] Periode Tahun and Nuwun Priyono, “( Studi Kasus Di Kota Magelang,” no. 2 (2010): 13–26.
[6] Yuniarti, “Eksploitasi Anak Jalanan Sebagai Pengamen Dan Pengemis Di Terminal Tidar Oleh Keluarga.”
[7] Pengelola web kemdikbud.”Stop Pekerja Anak”.Diunduh pada Tanggal 12 juni 2019.Dari https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/06/stop-pekerja-anak.

Oleh : Alfira Nur Azizah Firdaus

Tags: