Implementasi nilai-nilai akidah akhlak bagi Anak sekolah dasar di era milenial

ABSTRAK Pendidikan agama islam merupakan bagian terpenting didalam pembinaan aqidah akhlak. Pendidikan agama islam ini juga bertujuan untuk pembentukan nilai – nilai moral dan spiritual keagamaan. Proses pembelajaran pendidikan agama islam saat ini sangat sedikit apalagi sekolah yang berbasis umum. Sedikitnya waktu efektif untuk pendalaman pendidikan agama islam sedikit pula cara mempraktikkannya. Di mata pelajaran akidah akhlak aspek yang butuh dikembangkan adalah aspek afektif yang merujuk pada aspek spiritual peserta didik yang dibutuhkan untuk suatu strategi dalam mengimplementasikan akidah akhlak di dalam suatu proses pembelajaran. Pada era saat ini teknologi infomasi sangat berkembang dengan pesat. Banyak anak sekolah dasar yang mudah mengakses jaringan internet dengan mudah tanpa adanya perhatian dari orang tua. Berkembang pesatnya tekonlogi saat ini berpengaruh terhadap dunia perkembangan dunia pendidikan. Proses belajar pun banyak diambil alih oleh teknologi. Tetapi dalam era saat ini kita harus lebih bijak dan pintar dalam menggunakan teknologi informasi.
Kata Kunci : Akidah Akhlak, Teknologi, Pendidikan Agama Islam.

  Implementasi nilai-nilai akidah akhlak bagi Anak sekolah dasar di era milenial

PENDAHULUAN
Pendidikan agama islam merupakan bagian terpenting didalam pembinaan aqidah akhlak. Pendidikan agama islam ini juga bertujuan untuk pembentukan nilai – nilai moral dan spiritual keagamaan. Proses pembelajaran pendidikan agama islam saat ini sangat sedikit apalagi sekolah yang berbasis umum. Sedikitnya waktu efektif untuk pendalaman pendidikan agama islam sedikit pula cara mempraktikkannya. Pada mata pelajaran akidah akhlak aspek yang dikembangkan merupakan afektif yang berimplikasi pada spiritual peserta didik yang membutuhkan suatu strategi dalam mengimplementasikan akidah akhlak dalam suatu proses pembelajaran[1].

Pada era saat ini teknologi infomasi sangat berkembang dengan pesat. Banyak anak sekolah dasar yang mudah mengakses jaringan internet dengan mudah tanpa adanya perhatian dari orang tua. Berkembang pesatnya tekonlogi saat ini berpengaruh terhadap dunia perkembangan dunia pendidikan. Proses belajar pun banyak diambil alih oleh teknologi. Tetapi dalam era saat ini kita harus lebih bijak dan pintar dalam menggunakan teknologi informasi.

Semakin kita mempelajari pembelajaran akidah akhlak ini semakin kita akan dihargai orang dimanapun kita berada. Banyak orang yang kurang mempunyai nilai – nilai akidah tersebut. Kemerosotan moral yang terjadi saat ini mengakibatkan  rusak generasi muda. Apalagi anak sekolah dasar yang sudah mempunyai didikan rusak sejak kecil bagaimana jika dia kelak besar?. Jika pendidikan yang telah dimiliki oleh bangsa ini tidak bisa diamalkan dengan baik apakah akan baik juga proses pembelajaran bagi generasi yang akan datang?.

Kemajuan suatu bangsa itu bergantung dengan kualitas sumber daya manusianya. Tetapi kualitas sumber daya manusia bergantung dengan kualitas pendidikannya. Karena peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang mengerti, paham, cerdas, damai, bermoral, terbuka, demokratis. Pendidikan di Indonesia masih belum seperti yang diharapkan, sikap dan perilaku anak sekolah belum mencerminkan tatanan nilai – nilai akhlak sesuai yang diharapkan.[2]

Dalam artikel ini akan menggunakan beberapa analisa data dan menggunakan beberapa referensi dari beberapa jurnal. Tujuan membuat artikel ini karena marak sekali anak sekolah dasar bukan hanya anak sekolah dasar tetapi generasi remajanya juga kekurangan moral dalam aktivitas sehari – hari selain itu kurangnya pembelajaran akidah akhlak dalam pembelajaran dan mempraktikannya. Karena tujuan pendidikan di Indonesia saat ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang bermoral dan yang bermartabat tinggi. Pendidikan moral juga yang menentukan seseorang itu bisa dihargai dimasyarakat.

METODE PENELITIAN
Pada metode penelitian ini menggunakan metode analisis data dengan mengumpulkan beberapa jurnal – jurnal  atau artikel yang ada di media sosial. Dan pada tahap pengumpulan tersebut terdapat tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.[3]

Baca Juga :  Pengaruh Budaya Luar Terhadap Budaya Indonesia

PEMBAHASAN
Implementasi akidah akhlak adalah salah satu tumpuan untuk menjadi karakter diri seseorang. Akidah akhlak juga berperan penting dalam pembentukan moral untuk peserta didik. Karena akhlak adalah dasar agama islam yang sangat penting. Tetapi apabila akidah tanpa akhlak seseorang tidak bisa berbuat baik kepada orang yang lebih tua, ataupun sekitarnya. Dan  tujuan dari pendidikan agama islam sendiri adalah pembentukan nilai – nilai moral dan spiritual keagamaan.

Pendidikan adalah usaha sadar yang bisa dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah, dengan melalui kegiatan pengajaran, pembimbingan, dan pelatian yang berlangsung didalam sekolah atau diluar sekolah untuk mempersiapkan peranan peserta didik dalam berbagai lingkungan hidup yang tepat di masa sekarang dan masa yang akan datang.[4]

Saat ini banyak sekali anak usia dibawah umur krisis akan moral, menyepelekan dan menghiraukan  nilai akhlak yang sudah diajarkan disekolahnya. Meskipun pada jam efektif akidah akhlak di sekolah dasar berbasis umum hanya sedikit tapi setidaknya mereka mengamalkan dengan sedikit – sedikit atau perlahan. Berbeda dengan anak sekolah dasar yang berbasis ibtidaiyah mereka mempunyai jam efektif lebih banyak di mata pelajaran pendidikan agama islam. Tapi sekalipun anak sekolah dasar yang berbasis ibtidaiyah mereka pun sama masih kurang mengamalkan dalam mengaplikasian nilai – nilai akidah akhlak. Peningkatan akidah dan akhlak bertujuan umtuk pengembangan Pendidikan Agama Islam berdasarkan kurikulum pendidikan karakter yaitu menjadi tumpuan utama.[5]

Sekolah adalah lingkungan kehidupan bagi peserta didik, sekolah adalah rumah kedua bagi mereka, mereka seharian penuh mencari ilmu dari pagi samaoi sore apabila sekolah tersebut menggunakan fullday school. Orang yang lebih dekat dari peserta didik adalah guru yang ada disekolah, karena guru merupakan orang tua kedua setelah orang tua mereka dirumah. Di sekolah mereka diberikan nuansa atau upaya – upaya untuk mendukung  pemimplikasian nilai – nilai akidah akhlak tersebut. Selain upaya itu peserta didik mendapatkan penanaman pola pikir, sikap dan perilaku yang tidak melanggar pada pancasila atau yang tidak sesuai dengan undang – undand dasar 1945.[6]

Aspek pengajaran nilai akidah akhlak bukan hanya dilakukan selama kegiatan belajar mengajar saja, diluar kegiatan mengajar seorang guru harus memberikan contoh yang baik kepada peserta didik dalam pemimplementasian nilai akidah akhlak tersebut. Karena pada aspek inilah perhatian utama dalam kegiatan menerapan nilai –  nilai akidah akhlak. Aspek ini meliputi sopan santun kepada guru, kepada t orang tua maupun kepada teman sekolah.[7]

Pada era yang sangat canggih akan teknologi ini, peserta didik harus dibina pendidikan karakkter yang bernilai akhlak agar tidak mengikuti moral – moral yang rusak dan saat ini terjadi di Indonesia.[8] Peserta didik dibina agar mereka menerima dengan baik nilai – nilai akidah akhlak yang diajarkan untuk mereka, dan mereka mau mengapklikasikan nilai – nilai tersebut didalam dirinya untuk pembentukan karakter dirinya sendiri. Contoh kecil dari hasil mengapklikasian nilai – nilai akidah akhlak tersebut, seperti mereka menyadari bahwa sikap disiplin itu wajib ditegakkan baik disekolah ataupun dirumah, menghilangkat sifat malas dalam dirinya, menghormati atau bersikap sopan santun baik kepada orang tua dirumah atau guru di sekolah atau ketika bertemu dengan orang yang lebih tua / muda.[9]

Baca Juga :  Mengenal Lebih Jauh HIV dan AIDS

Sikap batin setiap peserta didik adalah berbeda – beda. Apalagi anak – anak yang diumur masih seperti itu. Tingkat emosi, hasrat banyak mau masih melekat didalam dirinya. Orang tua dirumah juga memiliki peran yaang penting dalam membentukan karakter yang baik didalam diri peserta didik. Pembentukan nilai – nilai akidah akhlak bisa juga dilaksanakan dalam penerapan disekolah ketika bertemu dengan guru atau teman sebaya yaitu 5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun). Kegiatan keagamaan juga bisa membentuk diri peserta didik untuk mewujudkan tradisi dan budaya yang berakhlak karimah.[10]

Pengimplikasian akhlak dalam kehidupan peserta didik sehari – hari adalah problematika yang saat ini dihadapi dalam masalah pendidikan agama, bukan sekedar mengajarkan pengetahuan tentang agama saja akan tetapi bagaimana cara mengarahkan peserta didik memiliki kualitas iman, takwa, dan berakhlak mulia. Dengan begitu, pengajaran akhlak bukan hanya mengajarkan pengetahuan tentang  agama tetapi bagaimana membentuk kepribadian peserta didik agak memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat dan kehidupan yang senantiasa dihiasi dengan akhlak yang baik dan mulia dimanapun mereka berada.[11]

Pengembangan nilai akidah akhlak tidak hanya mleliputi ranah afektif, kognitif,danpsikomotorik, tetapi juga meliputi ranah intelegensi, emosional, dan spiritual seseorang. Maka dari itu, peran mata pelajaran akidah akhlak akan menjadi kekuatan dan memiliki posisi yang sangat strategis dalam metode pembelajaran.[12] Menurut Abdullah Nashih Ulwan berpendapat tentang pengaruh metode keteladanan : “Keteladanan dalam pendidikan merupakan metode yang berpengaruh dan terbukti paling berhasil dalam mempersiapkan dan membentuk aspek moral, spiritual, dan etos sosial anak. Mengingat pendidik adalah selorang figur terbaik dalam pandangan anak, yang tindak – tinduk dan sopan santunnya, disadari atau tidak akan ditiru oleh mereka. Bahkan bentuk perkataan, perbuatan dan tindak tanduknya, akan senantiasa tertanam dalam kepribadian anak.” [13]

Didalam pengajaran untuk pengimplikasian nilai – nilai akidah akhlak seorang guru juga harus mempunyai beberapa metode yang bervariasi dengan tujuan sebagai berikut :
1.      Meningkatkan motivasi belajar dan mengajar
2.      Meningkatkan perhatian para siswa kepada guru
3.      Meningkatkan keberhasilan kegiatan belajar mengajar
4.      Menghilangkan kejenuhan dalam mengajar[14]

KESIMPULAN
Penerapan nilai akidah akhlak bagi peserta didik adalah peran yang sangat penting. Apalagi di era yang milenial ini banyak sekali isu isu yang bisa menghilangkan akhlak pada diri setiap peserta didik. Ditambah lagi kekuatan batin setiap peserta didik itu berbeda – beda. Mereka juga harus pandai dan bijak dalam menjalankan teknologi yang semakin canggih.
Disamping itu peran orang tua dirumah dan peran guru disekolah yang bisa menyisipkan nilai – nilai akidah akhlak. Guru diharuskan juga mencontohkan nilai akidah akhlak di setiap pengajarannya ataupun di luar mata pelajaran. Begitupun orang tua dirumah harus mengawasi berbagai kegiatan anaknya, tidak hanya itu orang tua pun harus mencontohkan yang baik juga ketika anaknya tersebut berada di rumah dan mereka diberi tau mana yang baik mana yang buruk.
Motivasi belajar peserta didik juga harus ditingkatkan lagi dalam pembelajaran akidah akhlak. Sekalipun peserta didik sekolah dasar berbasis umum mereka juga harus menerapkan nilai akidah akhlak dengan baik setidaknya mereka melakukan 5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun).

Baca Juga :  Strategi Dan Metode Pembelajaran Matematika Yang Efektif Bagi Siswa Mi Al Hikmah Kalidawir

DAFTAR ISI
Darojah, St. “Metode Penanaman Akhlak Dalam Pembentukan Perilaku Siswa MTs N Ngawen Gunungkidul” 1, no. November (2016): 233–44.
Ghofur, M Abdul. “MA NU NURUL HUDA MANGKANG TUGU SEMARANG,” 2008.
Kamal, Faisal. “Strategi Inovatif Pembelajaran Akidah Akhlak Di Man Wonosobo Jawa Tengah.” Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ 4, no. 1 (2017): 45–55.
LINA MAULIDA CHUSNA. “IMPLEMENTASI HIDDEN CURRICULUM DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MTs. NU RAUDLATUS SHIBYAN KECAMATAN BAE KABUPATEN KUDUS TAHUN AJARAN 2014/2015.” Journal of Chemical Information and Modeling 53, no. 9 (2018): 1689–99. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004.
Palembang, D I S D N. “Pengaruh Pelaksanaan Kantin Kejujuran Dalam Membentuk Akhlak Siswa Di Sdn 114 Palembang.” El-Idare: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 2, no. 2 (2016).
Wonokromo, M A N, and Bantul Yogyakarta. “Strategi Pembudayaan Akhlak Al Karimah Bagi Siswa: Studi Di MAN Wonokromo Bantul Yogyakarta” 4 (2019): 1–12.

Catatan Kaki
[1] Faisal Kamal, “Strategi Inovatif Pembelajaran Akidah Akhlak Di Man Wonosobo Jawa Tengah,” Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ 4, no. 1 (2017): 45–55.
[2] M A N Wonokromo and Bantul Yogyakarta, “Strategi Pembudayaan Akhlak Al Karimah Bagi Siswa: Studi Di MAN Wonokromo Bantul Yogyakarta” 4 (2019): 1–12.
[3] Kamal, “Strategi Inovatif Pembelajaran Akidah Akhlak Di Man Wonosobo Jawa Tengah.”
[4] Wonokromo and Yogyakarta, “Strategi Pembudayaan Akhlak Al Karimah Bagi Siswa: Studi Di MAN Wonokromo Bantul Yogyakarta.”
[5] Kamal, “Strategi Inovatif Pembelajaran Akidah Akhlak Di Man Wonosobo Jawa Tengah.”
[6] D I S D N Palembang, “Pengaruh Pelaksanaan Kantin Kejujuran Dalam Membentuk Akhlak Siswa Di Sdn 114 Palembang,” El-Idare: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 2, no. 2 (2016).
[7] M Abdul Ghofur, “MA NU NURUL HUDA MANGKANG TUGU SEMARANG,” 2008.
[8] LINA MAULIDA CHUSNA, “IMPLEMENTASI HIDDEN CURRICULUM DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MTs. NU RAUDLATUS SHIBYAN KECAMATAN BAE KABUPATEN KUDUS TAHUN AJARAN 2014/2015,” Journal of Chemical Information and Modeling 53, no. 9 (2018): 1689–99, https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004.
[9] Ghofur, “MA NU NURUL HUDA MANGKANG TUGU SEMARANG.”
[10] Wonokromo and Yogyakarta, “Strategi Pembudayaan Akhlak Al Karimah Bagi Siswa: Studi Di MAN Wonokromo Bantul Yogyakarta.”
[11] St Darojah, “Metode Penanaman Akhlak Dalam Pembentukan Perilaku Siswa MTs N Ngawen Gunungkidul” 1, no. November (2016): 233–44.
[12] Kamal, “Strategi Inovatif Pembelajaran Akidah Akhlak Di Man Wonosobo Jawa Tengah.”
[13] Kamal.
[14] Kamal.

Oleh: Nurleila Rizqi Putri

Tags: