Implementasi Nilai Religius Dalam Pendidikan Karakter Bagi Peserta Didik Di Sekolah Dasar Islam Sari Bumi

Implementasi Nilai Religius Dalam Pendidikan Karakter Bagi Peserta Didik Di Sekolah Dasar Islam Sari Bumi
ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan guna mendeskripsikan implementasi nilai religius dalam penddikan karakter bagi peserta didik dan faktor pendukung maupun penghambat dalam proses pendidikan karakter di SD Islam Sari Bumi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan  observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, kemudian penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini terdapat 3 tahap dalam pelaksanaan nilai religius dalam pendidikan karakter yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Faktor penghambat pelaksanaan pendidikan karakter yaitu kurangnya pemahaman orang tua terhadap kegiatan anaknya di sekolah. Faktor pendukungnya adalah kematangan peserta didik dalam menjalankan suatu kegiatan tanpa harus menunggu perintah dari orang lain. Selain itu, ada sebagian orang tua yang selalu mensupport dan memantau kegiatan dari peserta didik di rumah.
Kata Kunci : Implementasi, Pendidikan Karakter, SD Islam Sari Bumi
Implementasi Nilai Religius Dalam Pendidikan Karakter Bagi Peserta Didik Di Sekolah Dasar Islam Sari Bumi
ABSTRACT This research was carried out to describe the implementation of religious values ​​in character education for students and the supporting and inhibiting factors in the character education process at Sari Bumi Islamic Elementary School. This research uses a descriptive qualitative approach. Data collection is done by observation, interviews, and documentation. Data analysis technique is done by collecting data, reducing data, presenting data, then drawing conclusions. The results of this study there are 3 stages in the implementation of religious values ​​in character education, namely the preparation, implementation and evaluation stages. The inhibiting factor in the implementation of character education is the lack of parents’ understanding of their children’s activities at school. The supporting factor is the maturity of students in carrying out an activity without having to wait for orders from others. In addition, there are some parents who always support and monitor student activities at home.
Keywords: Implementation, Character Education, Sari Bumi Islamic Elementary School

PENDAHULUAN
Manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna. Dikatakan sempurna karena manusia diberikan kelebihan oleh Allah berupa akal[1]. Dimana akal tersebut digunakan manusia untuk berfikir, sehingga manusai dapat melakukan suatu pekerjaan. Namun, baik dan buruknya manusia dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan sekitarnya. Lingkunganfisik atau lingkungan sosio-psikologis sangat berpengaruh bagi pembentukan karakter individu. Jika lingkungan berpengaruh positif, maka kemungkinan besar orang itu akan memiliki karakter yang positif. Sebaliknya, jika lingkungan berpengaruh negatif, maka kemungkinan besar orang itu akan memiliki karakter yang negatif juga. Akan tetapi, semuanya tergantung pada karakter manusianya masing-masing.

Pendidikan karakter harus ditanamkan sejak dini karena menurutahli psikologis usia dini menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Periode emas bagi perkembangan anak dalam mengembangkan karakter positifnya yakni sejak usia dini agar dapat membentuk akhlak dan perilaku yang baik bagi kehidupannya sekarang dan nanti.[2]

Nilai yang ada dalam pendidikan karakter yakni nilai religius. Nilai religius erat kaitannya dengan nilai keagamaan. Dalam pancasila, karakter nilai religius ini terdapat pada sila ke 1 yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Dalam sila ke 1 pancasila ditekankan sifat-sifat luhur mulia, bukan jumlah tuhannya. Indonesia memilki agama yang beraneka ragam. Keanekaragaman tersebut membuat Indonesia memberi jaminan kebebasan dalam memeluk agama sesuai dengan kepercayaan masing-masing.

SD Islam Sari Bumi sangat menekankan pendidikan karakter dan sangat memperhatikan pendidikan akhlak dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Menurut kepala sekolah SD Islam Sar Bumi ini pendidkan karakter sangatlah penting. Melalui nila religius, peserta didik diajarkan agama agar selalu berkepribadian yang baik dan berakhlakul karimah.

METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Metode deskriptif kualitatif dipilh karena penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara rinci bagaimana implementas nilai religius dalam pendidikan karakter bagi peserta didik di SD Islam Sari Bumi.

Subjek Penelitian
Subjek dari penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan beberapa peserta didik SD Islam Sari Bumi.
Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, mengambil data dengan cara survey dan observasi awal, permohonan izin penelitian, pengambilan data di lapangan, pengolahan dan penyusunan laporan hasil penelitian. Data ini diperoleh dari observasi pembelajaran, wawancara serta dokumentasi yang berkaitan dengan implementasi nilai religius dalam pendidikan karakter SD Islam Sari Bumi.
Prosedur Analisis Data
Dalam penelitian ini, prosedur analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarkan kesimpulan dan verifikasi.

Baca Juga :  Work Form Home Dan Daring Selama Pandemi Covid-19

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Pembiasaan mengedepankan nilai religius untuk peserta didik di SD Islam Sari Bumi sudah ada sejak sekolah ini berdiri. Pembiasaannya mengajarkan serta melatih peserta didik untuk lebih bertanggung jawab. Harapan dari sekolah dapat memberikan dampak yang baik bagi peserta didik untuk selalu bersikap positif.

Pembahasan
Karakter secara etimologi, berasal dari bahasa Yunani “to mark” yang berarti menandai dan memfokuskan tentang bagaimana penerapan nilai kebaikan dalam bertindak atau bertingkah laku, sehingga orang yang  berperilaku buruk akan dikatakan orang yang memiliki karakter yang buruk. Sebaliknya, orang yang berperilaku baik biasa disebut dengan orang yang berkarakter mulia.[3] Ada 3 keterkaitan dari karakter yang baik, yaitu  mengetahui yang baik (knowing the good), mencintai yangbaik (loving the good), dan melakukan yang baik (acting the good). Seseorang lahir dalam keadaan jahil (bodoh), dorongan-dorongan primitif yang ada dalam dirinya kemungkinan dapat memerintahkan atau menguasai akal sehatnya[4].

Fungsi dari pendidikan karakter yakni sebagai wahana pengembangan, perbaikan, dan penyaring. Yang dimaksud dengan pendidikan karakter sebagai wahana pengembangan yaitu  pengembangan potensi peserta didik untuk berperilaku yang baik. Pendidikan karakter sebagai wahana perbaikan yakni untuk memperkuat kiprah pendidikan nasional agar lebih bertanggung jawab dalam mengembangkan potensi peserta didik yang lebih bermartabat. Pendidikan karakter sebagai wahana penyaring yaitu untuk memfilter budaya-budaya barat yang masuk ke dalam bangsa Indonesia yang tidak sesuai dengan nilai-nilai karakter yang ada.[5]

Pelaksanaan Nilai Religius dalam Pendidikan Karakter bagi Peserta Didik di SD Islam Sari Bumi
Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, nilai religius pendidikan karakter yang sudah diterapkan di SD Islam Sari Bumi yaitu bagaimana sekolah mempersiapkan peseta didik supaya menjadi generasi maupun agen perubahan (agent of change) yang dekat dengan Allah. SD Islam Sari Bumi ini lebih mengedepankan pada kitab al-Qur’an, as-Sunnah, dan akhlakul karimah sebagai landasan dalam setiap proses belajar mengajar.

SD Islam Sari Bumi ini mempunyai  beberapa program yang berbeda dengan sekolah-sekolah yang lain, diantaranya :

  1. Memakai sistem Full-day school sehingga proses pembelajaran lebih optimal.
  2. Mengedepankan penanaman Aqidah Sholihah sesuai dengan yang diajarkan oleh rasulullah dan pemahaman sahabatnya.
  3. Membiasakan adab-adab islami dalam setiap aktifitas beramal maupun berucap.
  4. Memakai sistem pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif,  menyenangkan dan islami.
  5. Menggunakan sistem kelas Baniin dan Banaat dengan cara terpisah, sehingga proses pembelajarannya lebih syar’i dan sesuai dengan usia perkembangan.
  6. Menggunakan sstem pembelajaran al-Qur’an dari “Ummi Foundation” untuk tercapainya bacaan al-Qur’an yang baik.
  7. Pembelajaran hafalan al-Qur’an yang berkesinambungan sehingga peserta didik memiliki kemampuan menghafal minimal 4 juz plus dari al-Qur’an setelah lulus.
  8. Integrasi pembelajaran hadist ke dalam seluruh pelajaran sehingga peserta didik memiliki kemampuan menghafal dan memahami 40 hadist ahkam, adab, dan aqo’id setelah lulus.
  9. Adanya pendampingan dalam setiap aktifitas peserta didik dalam hal belajar, ibadah maupun interaksi sosial lainnya.
Pembiasaan dan penanaman nilai-nilai moral dan agama pada peserta didik harus dimulai dengan latihan yang konkret, sederhana, praktis dan tidak menimbulkan perasaan takut atau malu. Depdiknas merumuskan ada 18 butir nilai-nilai dari pendidikan karakter. Dan ke 18 nilai karakter tersebut diterapkan di SD Islam Sari Bumi, diantaranya :

1.      Religius
Religius sangat erat kaitannya dengan Tuhan. Nilai ini sebaiknya diajarkan sejak duduk di bangku sekolah dasar atau sebelumnya agar dewasa nanti anak tersebut selalu menjalankan kegiatan sesuai dengan aturan yang diperbolehkan agamanya. Bel masuk sekolah dimulai jam 07.25. kegiatan dimulai dengan berbaris di depan kelas kemudian do’a dan bina karakter. Sholat dhuha berjama’ah lalu mulai mengaji dengan metode Ummi, drill dan tahfidz. Drill hafalan juga dilakukan disaat jam pulang dengan tujuan agar peserta didik tidak mudah untuk dilupakan. Semua kegiatan yang ada ditujukan agar peserta didik selalu bersyukur dengan nikmat yang selalu diberikan oleh Allah.
2.      Kejujuran
Di Sekolah ini sangat menjunjung tinggi nilai kejujuran. Peserta didik diajarkan untuk selalu  jujur atas apapun yang mereka lakukan. Seperti halnya dalam mengerjakan ujian maupun mengerjakan tugas sehari-hari. Nilai kejujuran ini dilakukan agar karakter peserta didik dapat berkembang dengan baik. Dengan kejujuran, maka peserta didik telah melakukan hal yang sangat positif.
3.      Toleransi
Di SD Islam Sari Bumi juga diajarkan untuk saling menghargai antar sesama. Peserta didik dikenalkan akan adanya perbedaan, namun dengan adanya perbedaan itu, peserta didik diajarkan untuk menghargai adanya perbedaan tersebut. Entah itu perbedaan pendapat, aliran, suku, ras, maupun budaya. Peserta didik diajarkan untuk bersatu seperti semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang mempunyai arti berbeda-beda tapi tetap satu jua.
4.      Kedisiplinan
Sekolah juga perlu menerapkan sifat disiplin untuk peserta didiknya. Disiplin ini diterapkan oleh SD Islam Sari Bumi guna terciptanya ketertiban di sekolah. Contohnya disiplin waktu. Peserta didik wajib datang sebelum bel masuk berbunyi. Lalu bersedia baris rapi di depan kelas dan melaksanakan doa’ dan bina karakter. Di sekolah ini selalu ada guru piket yang menyambutnya di dekat gerbang. Jikalau ada peserta didik yang terlambat masuk sekolah, guru piket akan memberikan kertas keterlambatan yang isinya alasan mengapa terlambat berangkat ke sekolah. Kemudian nanti akan diakumulasikan oleh guru piket. Yang kelasnya paling sedikit peserta didik yang terlambat akan diberikan reward. Contoh lain, yakni disiplin dalam sholat berjama’ah.

Baca Juga :  Kajian Historis Pendidikan Islam

5.      Kerja keras
Peserta didik juga dilatih untuk kerja keras. Kerja keras disini artinya bersungguh-sungguh dalam belajar. Supaya peserta didik menjadi pandai.
6.      Kreatif
Peserta didik diajarkan untuk berkreatif dalam hal apapun. Seperti halnya dalam belajar di kelas, peserta didik membuat origami, membuat pohon dari kertas, dsb.
7.      Mandiri
Peserta didik juga dilatih untuk mandiri. Seperti halnya pergi ke kamar mandi atau ke masjid tanpa dampingan dari gurunya.
8.      Demokratis
Penanaman nilai demokratis ini diajarkan di sekolah SD Islam Sari Bumi dengan memberikan sarana kepada peserta didik berupa organisasi-organisasi yang ada.
9.      Rasa Ingin Tahu

Nilai ini diterakan agar peserta didik termotivasi untuk lebih aktif di kelas dan agar peserta didik lebih mengetahui dan mendalami apa yang telah dipelajari sebelumnya.
10.  Semangat Kebangsaan
Dengan ditanamkannya semangat kebangsaan pada diri peserta didik, maka peserta didik akan terlatih untuk lebih berfikir maupun bertindak secara  rasional,  serta mempunyai wawasan untuk lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan individu.
11.  Cinta Tanah Air
Peserta didik diperkenalkan budaya-budaya tanah air. Seperti halnya tarian, musik tradisional, batik, pertunjukan tradisional, dsb. Peserta didik juga dikenalkan dengan produk-produk buatan dalam negeri.
12.  Menghargai Prestasi
Sikap ini mendorong diri peserta didik untuk lebih menghormati dan menghargai keberhasilan orang lain.
13.  Bersahabat/Komunikatif
Sikap ini mendorong peserta didik untuk lebih bersahabat dengan apapun tanpa memandang cover.
14.  Cinta Damai
Peserta didik juga diajarkan untuk cinta damai. Agar tidak terjadi peselisihan ataupun perpecahan.
15.  Gemar Membaca
Di SD Islam Sari Bumi ini mengadakan budaya literasi dengan cara mewajibkan peserta didik untuk ke perpustakaan guna membaca buku ilmu pengetahuan maupun non pengetahuan walau hanya sebentar.
16.  Peduli Lingkungan
Sikap ini selalu berupaya untuk mencegah kerusakan pada lingkungan alam sekitar. Peserta didik dilatih untuk lebih mencintai alam.
17.  Peduli Sosial
Sikap peduli sosial ini diterapkan agar peserta didik tidak memiliki sikap anti sosial. Peduli sosial yang dimaksud yakni seperti memberi bantuan kepada orang lain yang sedang membutuhkan ataupun yang kesusahan
18.  Tanggung Jawab
Karakter ini wajib dimiliki setiap orang karena tanggung jawab merupakan bentuk dari pertanggungjawaban seseorang terhadap apa yang telah diperbuat. Di SD Islam Sari Bumi ini diajarkan nilai tanggung jawab seperti dalam Pekerjaan Rumah atau yang biasa kita kenal dengan sebutan PR. Dengan adanya pekerjaan rumah ini peserta didik akan melaksanakan tanggung jawabnya sebagai pelajar. Peserta didik akan mengerjakannya sebagai bahan evaluasi hasil belajar di sekolah.

Faktor Penghambat Nilai Religius dalam Pendidikan Karakter bagi Peserta Didik di SD Islam Sari Bumi
Dalam pelaksanaan sebuah kegiatan maupun kebijakan tentu tidak luput dari yang namanya hambatanataupun masalah yang dihadapi. Hambatan sifatnya cenderung negatif karena dapat memperlambat laju suatu hal yang sedang dikerjakan. Seperti halnya dalam pelaksanaan implementasi nilai religius dalam pendidikan karakter bagi peserta didik di SD Islam Sari Bumi. Hal yang menjadi penghambat pelaksanaan kegiatan, diantaranya :
1.Adanya perbedaan sikap peserta didik ketika sedang berada di rumah dan di sekolah. Ketika di sekolah, peserta didik biasa bersikap baik seperti apa yang diajarkan oleh sekolah. Namun biasanya, ketika sudah di rumah sikap peserta didik kadang berubah tidak bersikap seperti apa yang diajarkan di sekolah.

Baca Juga :  Lunturnya Budaya Sopan Santun Peserta Didik Kelas Vi Mi Islamiyah Banjarsari Buduran Sidoarjo

2.Ada beberapa orang tua dari peserta didik yang kurang mendukung atau mensupport kegiatan peserta didik. Kebanyakan orang tua dari peserta didik sibuk bekerja sehingga minimnya perhatian orang tua terhadap kegiatan-kegiatan positif anaknya.
3. Banyak dari peserta didik yang terlambat masuk sekolah dengan berbagai macam alasan. Padahal kegiatan diawal yakni doa dan bina karakter kemudian sholat dhuha berjamaah. Akan tetapi, sekolah tetap memaklumi dan memberikan teguran kegiatan sholat berjamaah karena kegiatan ini dilakukan guna melatih peserta didik agar terbiasa mengerjakan sholat sunnah.

Dari paparan hambatan di atas, terlihat bahwa hambatan dalam pelaksanaan pendidikan karakter dengan mengedepankan nilai religius di SD Islam Sari Bumi ini tidak hanya datang dari sekolah saja. Akan tetapi, ada juga hambatan yang datang dari orang tua dari peserta didik. Namun, hambatan dalam sebuah proses implementasi adalah hal yang tidak bisa dihindari. Maka dari itu, SD Islam Sari Bumi ini harus dapat menjadikan hambatan tersebut menjadi sebuah dorongan atau motivasi untuk lebih semangat dalam membangun pendidikan karakter yang baik.

Faktor Pendukung Nilai Religius dalam Pendidikan Karakter bagi Peserta Didik di SD Islam Sari Bumi
Selain faktor penghambat, ada pula faktor pendukung dari adanya kebijakan yang dibuat oleh SD Islam Sari Bumi ini guna terlaksananya kegiatan  dengan baik. Bebrapa faktor pendukung dari SD Islam Sari Bumi ini guna membentuk karakter peserta didik, yakni dengan terpenuhinya sarana dan prasarana seperti masjid. Masjid di sini sangat mendukung dalam menunjang kelancaran ibadah seluruh warga sekolah termasuk peserta didik. Masjid ini digunakan oleh peserta didik untuk sholat berjamaah dan kegiatan tahfidz. Selain itu, dengan adanya dukungan orang tua dari peserta didik sangat membantu kelancaran kegiatan yang diadakan sekolah.

Faktor kematangan dari peserta didik pun sangat mendukung. Kematangan peserta didik dalam berfikir dan dalam menyelesaikan tugasnya sendiri tanpa harus menunggu orang lain menyuruh atau membantu mengerjakan. Peserta didik akan menjadi lebih mandiri dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai seorang pelajar bukan semata-mata karena ingin dilihat atau dipuji orang lain melainkan karena dia berfikir bahwa itu sudah menjadi tanggung jawabnya.

Diluar semua itu, ada satu hal yang lebih penting yaitu adanya antusias yang tinggi dari peserta didik dalam mengikuti seluruh kegiatan yang diadakan sekolah. Hal ini menjadikan para guru lebih bersemangat untuk berusaha semaksimal mungkin demi terlaksananya kegiatan dengan baik.

SIMPULAN
Pelaksanaan dan penerapan pendidikan karakter dengan mengedepankan nilai religius di SD Islam Sari Bumi dilakukan melalui pembiasaan-pembiasaan baik yang dilakukan di sekolah ataupun yang dilakukan di rumah. Seperti baris di depan kelas sebelum masuk kelas, doa dan bina karakter sebelum memuali pembelajaran, sholat dhuha berjamaah, tahfidz, sholat dhuhur dan ashar berjamaah, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Penerapan ini sudah berjalan dengan baik karena telah didukung oleh webagian besar orang tua dari peserta didik yang selalu memperhatikan dan mengawasu anaknya ketika di luar lingkungan sekolah. Meskipun masih ada beberapa orang tua yang kurang peduli dengan kegiatan anaknya di luar lingkungan sekolah.

DAFTAR PUSTAKA
Afandi, Rifki. “Integrasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran IPS Di Sekolah Dasar.” PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan 1, no. 1 (2011): 85. https://doi.org/10.21070/pedagogia.v1i1.32.
Aulia, Listya Rani. “Implementasi Nilai Religius Dalam Pendidikan Karakter Bagi Peserta Didik Di Sekolah Dasar Juara Yogyakarta.” Kebijakan Pendidikan Edisi 3 V (2016): 14–23.
Fallis, A.G. “Akal, Manusia Dan Kebudayaan.” Journal of Chemical Information and Modeling 53, no. 9 (2013): 1689–99. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004.
Ismadi, Hurip Danu. “Pendidikan Karakter Dalam Prespektif Kebudayaan” 1, no. 1 (2014): 3.
Sudrajat, Ajat. “Mengapa Pendidikan Karakter.” Jurnal Pendidikan Karakter 1, no. 1 (2011): 47–58. https://doi.org/10.21831/jpk.v1i1.1316.

Catatan Kaki :
[1] A.G Fallis, “Akal, Manusia Dan Kebudayaan,” Journal of Chemical Information and Modeling 53, no. 9 (2013): 1689–99, https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004.
[2] Listya Rani Aulia, “Implementasi Nilai Religius Dalam Pendidikan Karakter Bagi Peserta Didik Di Sekolah Dasar Juara Yogyakarta,” Kebijakan Pendidikan Edisi 3 V (2016): 14–23.
[3] Hurip Danu Ismadi, “Pendidikan Karakter Dalam Prespektif Kebudayaan” 1, no. 1 (2014): 3.
[4] Ajat Sudrajat, “Mengapa Pendidikan Karakter,” Jurnal Pendidikan Karakter 1, no. 1 (2011): 47–58, https://doi.org/10.21831/jpk.v1i1.1316.
[5] Rifki Afandi, “Integrasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran IPS Di Sekolah Dasar,” PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan 1, no. 1 (2011): 85, https://doi.org/10.21070/pedagogia.v1i1.32.

Oleh : Fadillah Mira Susanti

Tags: