Pengembangan E-Learning Berbasis Moodle

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan e-learning dengan Moodle  sebagai media dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (reserch and development) dengan tahapan- tahapannya mengunakan model yang dikembangkan oleh Sugiyono.  Pengembangan e-learning berbasis moodle dilakukan dengan cara pertama menginstal secara online melalui cPanel, setelah instalasi selesai dilakukan dilanjutkan dengan mengatur tampilan, mendesain menu yang ada pada moodle serta aktifitas yang akan disediakan dalam e-learning berbasis moodle. Media pembelajaran dalam penggunaan e learning berbasis moodle dapat berupa; grup discussion, message, chatting, dan quis. Ada beberapa proses dalam membangun  e-learning secara berturut-turut adalah sebagai berikut: 1) instalasi e-learning berbasis moodle; 2) pengembangan tampilan, 3) pengembangan kategori dan course, 4) pengembangan peran pengguna, 5) pengembangan materi dan sumber belajar, 6) pengembangan aktifitas belajar.
Keywords: Media Pembelajaran, E-Learning, Moodle
Pengembangan E-Learning Berbasis Moodle
PENDAHULUAN
Proses pembelajaran adalah suatu proses runtutan kegiatan belajar yang interaktif, inspiratif, dan menyenangkan bagi peserta didik sehingga mampu mengembangkan kemampuan pribadinya. Peraturan Pemerintah No. 32 tahun 2013 berisi tentang perubahan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 yang pada pasal 19 ayat 1 menjelaskan bahwa Proses Pembelajaran pada pendidikan diselenggarakan secara inspiratif, interaktif, menyenangkan bagi peserta didik untuk bisa berpartisipasi aktif, serta bisa memberi ruang yang cukup untuk prakarsa, kreativitas, dan kemandirian peserta didik, sehingga pelaksanna pembelajaran harusnya perpusat pada siswa, agar tercipta kreativitas, prakarsa, dan kemandirian dari siswa.[1]

Kenyatannya, masih banyak ditemukan guru dan siswa yang masih belum bisa mendapatkan fasilitas pendidikan yang cukup memadai yang dapat menunjang proses pembelajaran. Hal ini dikarena masih kurangnya kesadaran bahwa pendidikan itu sangat penting. Kurangnya peran guru dan minat siswa terhadap suatu mata pelajaran bisa faktor kemunduran pendidikan.[2]

Penggunaan media dalam proses pembelajaran merupakan suatu upaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang pada akhirnya bisa meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Dengan adanya media pembelajaran akan memperoleh beberapa manfaat diantaranya : Lebih menarik minat siswa, Materi pengajaran lebih dipahami oleh siswa, dan Memudahkan guru untuk menyampaikan materi pembelajaran.

Di era modern ini dan serba teknologi pada saat ini, para pengajar (guru) dituntut untuk bersifat lebih dinamis terhadap perkembangan teknologi yang berkembang pesat. Jika para pengajar dalam  system pengajarannya masih bersifat konvensional maka di khawatirkan para peserta didik sulit untuk mengikuti perkembangan teknologi saat ini.[3]

Dalam proses pembelajaran media pemeblajaran berbasis e learning merupakan suatu alternatif yang dapat digunakan. Prinsip e-learning adalah suatu kegiatan pembelajaran yang menggunakan elektronika sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. Dalam pendidikan konvensional e-learning mempunyai fungsi untuk memprkuat model pembelajaran konvensional bukan maksud untuk mengganti[4]. Konsep kegiatan pembelajaran berbasis jaringan dan komputer merupakan proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi web dan internet[5]. Dengan pembelajaran  berbasis e learning diharapkan siswa tidak bosan untuk menyimak proses belajar mengajar sampai akhir, dan juga diharapkan bisa membuat siswa berfikir kretif dan aktif.[6]

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh, Tomo dan Widada (2014). Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa: Pemanfaatan website E learning sebagai media pembelajaran berpengaruh terhadap motivasi belajar dan kinerja individu siswa, motivasi belajar berpengaru terhadap hasil belajar siswa, kesiapan siswa dapat mempengaruh hasil belajar siswa, pemanfaatan website E -learning sebagai media dalam proses pembelajaran sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.[7]

Dengan demikian, pembelajaran yang menggunakan atau memanfaatkan  teknologi akan memberikan nilai positif baik bagi siswa dan guru. Proses pembelajaran dengan media pembelajaran e learning di harapkan mebuat proses pemeblajaran bisa lebih menarik dan lebih kondusif serta  dapat meningkatkan proses belajar siswa.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan R&D (reseach and development ). Menurut Sugiono metode penelitian dan pengembangan (Reseach and Development) adalah suatu metode penelitian untuk menghasilkan suatu produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut[8].

Penelitian ini dengan tahapan; desain produk, validasi desain, revisi desain, ujicoba skala kecil, revisi produk, ujicoba skala besar, revisi produk dan Produk final. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan  metode pustaka. Metode pustaka digunakan untuk mencari dan mengumpulkan berbagai sumber tentang E learning berbasis moodle sebagai bahan untuk mengembangkan E-learning berbasis moodle.

E-learning merupakan kegiatan belajar yang berbasis pada perangkat elektronik. Dalam proses perubahan pendidikan secara koncensional ke bentuk digital baik secara isi maupun sistemnya merupakan pengaruh yang penting dalam proses pembeljaran e learning. E-learning diartikan sebagai suatu proses pembelajaran dengan memanfaatkan elektronik, khususnya pada komputer[9]. Dalam e-learning yang paling utama adalah proses belajarnya , bukan pada electronicnya, karena elektronik hanya digunakan sebagai alat bantu saja. Pelaksanaan e-learning  dalam proses pembelajaran menggunakan bantuan beruapa audio, video, dan perangkat komputer atau kombinasi dari ketiganya.

Baca Juga :  Pengaruh Gadget terhadap Anak

Ada beberapa ciri khas karakteristik media e- learning di banding dengan jenis – jenis media lainnya. Karakteristik itu sebagai berikut :[10]

  1. Non-linearty, yaitu pengguna bebas mengakses materi atau objek yang ada dalam e- learning.
  2. Self-Managing, yaitu dalam proses pembelajran pengguna bisa mengola sendiri dengan mengikuti stuktur yang telah dibuat.
  3. Feedback-Interactivity, yaitu dalam proses pembelajaran dapat dilakukan secara interaktif dan di sediakan feedback.
  4. Multimedia-Learners Style E learning  ini meyediakan fasilitas multimedia.
  5. Just in Time- Elearning ini mnyediakan apa yang di oerlukan pengguna, untuk menyelesaikan permasalahn atau ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.
  6. Dinamiyc Updating ini mempunyai kemampuan untuk secara otomatis untuk memperbaharui isi materi pada perubahan yang baru.
  7. Easy Accessibility, pengguna dapat dengan mudah mengakses kapanpun dan dimanapun.
  8. Collaborative Learning , pengguna bisa, berkomunikasi secara langsung dan bisa saling interaksi pada waktu yang sama atau waktu yang berbeda.
  9. Penggunaan e- learning ini sudah sering di gunakan untuk pembelajaran jarak jauh online,
ada beberapa kelebihan penggunaan E-learning menurut Bates dan Wulf sebagimana di kutip oleh munir adalah:[11]
  1. Meningkatkan interaksi pembelajaran (enchance interactivity)
  2. Dapat mempermudah interaksi pembelajaran kapanpun dan dimanapun (time and place flexibility)
  3. Jangkauan yang dimiliki lebih luas (potential to reach a global audience).
  4. Materi pembelajaran lebih mudah disimpan dan disempurnakan (easy updating of content as well as archivable capabilities).
Fasilitas yang dimiliki oleh moodle dapat berguna untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Pada moodle terdapat fasilitas sebagai berikut; assignment, chat, forum, quiz, dan survey.  Menurut amiroh (2012) Penjelasan untuk berbagai fasilitas  adalah sebagai berikut :[12]
a.       Assignment
Assignment ini digunakan secara online untuk memberikan tugas kepada  siswa.  Siswa bisa mengakses materi – materi tugas dan dapat mengumpulkan tugas secra online dengan cara mengirimkan file hasil pekerjaan mereka.
b.      Chat
Chat ini digunakan untuk saling berinteraksi oleh  siswa dan  guru secara  online dengan cara berdialog teks (percakapan online).
c.       Form
Forum ini di gunakan untuk  diskusi secara  online untuk membahas topik- topik yang berhubungan dengan materi pembrlajaran  antara  siswa  dan  guru
d.      Quiz
Quiz ini digunakan oleh guru untuk melakukan ujian tes secara online.
e.       Survey
dapat digunakan untuk melakukan jajak pendapat.

E-learning merupakanmedia belajar dengan menggunakan perangkat elektrinok sebagai sarana utamanya. E-learning juga memungkinkan untuk melakukan proses kegiatan belajar jarak jauh. Moodle adalah aplikasi e-learning yang banyak digunakan dalam pendidikan, baik  untuk menjadi media dalam membantu melancarkan belajar, meningkatkan hasil belajar, kualitas proses belajar atau dalam mengelola pembelajaran. E-learning berbasis moodle memiliki fitur-fitur yang lengkap dan sangat fleksibel. [13]

Ada beberapa penelitian tentang pengembangan Elearning berbasis moodle yang telah dilakukan, dan sebagian fokusnya pada tujuan untuk meningkatkan hasil belajar, motifasi belajar, minat belajar dan sebagian yang lainya fokusnya pada fleksibilitas dan kepraktisan belajar. Diantara beberapa penelitian pengembangan Elearning berbasis moodle yang telah dilakukan adalah antara sebagai berikut:

Penelitian yang dilakukan  Desinta Dwi Nuriyanti dengan judul pengembangan E- learning berbasis moodle sebagai media pembelajaran system gerak di SMA. Menurut penulis menunjjukan e – learning berbasi moodle dari sedi media sangat layak dan dari segi materi layak di gunakan. Hasi belajar pada tahap uji coba skala besar menunnjukan bahwa seluruh siswa kelas X A dan X B dengan persentase ketuntasan kelas klasikal berada di atas 80%. Hail angket pada tahap uji coba skala kecil dan sekala besar bahwa mayoritas siswa memberikan tanggapan yang positif terhadap kegiatan pembeljaran menggunakan e- learning berbasis moodle.  E- learning berbasis moodle berisi video, modul, games, ppt, atlas, artikel seputar system gerak, chat, dan forum diskusi.

Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh R. Hafid Hardyanto dan Herman dengan judul pengembangan dan implementasi e- learning menggunakan moodle dan vicon untuk pelajaran pemograman web di SMK. Dari hasil penelitian ini bahwa : (1) pengguna atau user memungkinkan untuk melakukan video conference karena produk elearning yang dikembangkan menggunkana LMS Moodle terintegrasi dengan Big Blu Button. (2) Di SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro validasi alfa, uji beta, validasi ahli materi dikategorikan baik karena kelayakan Elearning menngunakan LMS Moodle dengan vicon;  (3)  hasil belajar peserta didik pada kelas control dan kelas eksperimen dalam proses pembelajaran menggunakan portal E-learning itu sama;  (4)  motivasi peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas control dalam proses pembelajaran menggunakan portal E-learning itu sama[14].

Selanjutnya penelitian oleh Putu Gilang Marya Putra  dkk. Dengan judul  pengembangan E-learning berbasis moodle pada mata pelajaran IPS kelas VIII di SMPN 1 Selemadeg.  Dari hasi penelitiannya adalah  (a) Ahli isi mata pelajaran menyatakan isi produk dikategorikan  sangat baik, dengan persentase 92%, (b) ahli media pembelajaran  menyatakan media dikategorikan baik, dengan persentase 88%, c) ahli desain pembelajaran  menyatakan desain produk  dikategorikan  sangat baik, dengan persentase 90,66%, dan (d) uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan  menyatakan produk  dikategorikan sangat baik, dengan persentase uji coba perorangan 92%, uji coba kelompok kecil 93% dan uji coba lapangan 90,2%. (e)  efektivitas pengembangan E-learning  berbasis moodle ini  menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPS siswa kelas VIII sebelum dan sesudah menggunakan  E-learning berbasis  moodle  (terhitung= 9,633 > ttabel = 2,000).  Produk  E-learning moodle ini sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 1 Selemadeg[15].

Baca Juga :  Uji Analisis Data Eksploratori Dan Konfirmatori

Dari hasil ketiga penelitian tersebut semuanya fokusnya pada kualitas hasil belajar dan belum ada yang memfokuskan pada aspek manejemen belajar.

PEMBAHASAN
Ada beberapa tahapan dalam pengembangan E-learning berbasis moodle . Setiap tahapan pengembangan e-learning ini dikerjakan secara hati-hati dan penuh ketelitian. Hasil media e-learning yang dikembangkan harus  benar-benar sesuai dengan yang diinginkan sesuai dengan tujuan. Adapun proses dalam membangun  e-learning secara berturut-turut adalah sebagai berikut: 1) instalasi e-learning berbasis moodle; 2) pengembangan tampilan, 3) pengembangan kategori dan course, 4) pengembangan peran pengguna, 5) pengembangan materi dan sumber belajar, 6) pengembangan aktifitas belajar.

Instalasi e-learning berbasis moodle
Dalam menginstal aplikasi moodle ada dua cara yang harus ditemouh, yaitu instalasi secara during ( online ) atau instalasi secara luring ( offline ). Instalasi secara daring adalah pemasangan yang dilakukan dengan terhubung langsung dengan internet. Sementara instalasi secara luring adalah pemasangan yang dilakukan tanpa terhubung dengan internet. Dua duanya memiliki langkah yang berbeda.  Pada pengembangan e-learning berbasis moodle ini, pemasangan aplikasi dilakukan secara daring. Setelah e-learning berbasis moodle selesai dan sempurna proses instalasinya selanjutnya proses mengatur, mengubah dan membuat perwajahan serta menu-menu yang akan dimunculkan dalam e-learning berbasis moodle.

Pengembangan tampilan e-learning berbasis Moodle
Setelah selesai diinstal tampilan e- learning berbasis moodle bisa di kembangkan agar bisa memiliki desain tampilan yang mudah dioprasikan dan menarik. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menjadikan tampilan e-learning bisa lebih menarik dan mudah dioperasikan adalah dengan mengganti jenis theme, mengatur perwajahan, dan membuat serta mengatur fasilitas menu yang simple, menarik dan mudah dioperasikan. Baik tema, perwajahan maupun fasilitas menu yang tersedia di laman e-learning dapat dikembangkan berdasarkan pertimbangan kegunaan dan manfaatnya untuk media mengelola pembelajaran.

Pengembangan Kategori dan Course Konten
E-learning berbasis moodle bisa dikembangkan dan didesain sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Fasilitas pengembangan kategori dan course dalam e-learning berbasis moodle yang dikembangkan ini disediakan dan dapat diatur sesuai kehendak pembelajaran yang diinginkan. Fasilitas pengaturan kategori dan course yang tersedia merupakan masih kosong dan belum ada judul (title), sehingga titelnya bisa diisi sendiri sesuai dengan kebutuhan.

Pengembangan Peran Pengguna Pengguna
User adalah siapa saja yang dapat mengakses e-learning dan dapat memanfaatkannya.  Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk mendaftar E- learning agar dapat di akses. Yang pertama dengan mendaftar secara mandiri (selfenrolment) dan yang kedua dengan cara diunggah oleh admin. Pendaftaran pengguna atau user adalah dengan cara yang kedua yaitu dengan cara diunggah oleh admine. E-learning berbasis moodle juga memiliki kemampuan dalam mengatur peran pengguna yang telah didaftarkan ke dalam sistem e-learning. Peran-peran yang dapat dimiliki oleh pengguna yang sudah terdaftar dalam e-learning berbasis moodle  adalah; peran sebagai manager, lecturer dan student.

Pengembangan Materi dan Sumber Belajar
E-learning bisa dijadikan sebagai media dalam mengelola materi atau sumber belajar. Hasil pengembangan yang dilakukan, e-learning berbasis moodle ini memiliki fitur dan fasilitas yang bisa digunakan untuk menyusun dan menyiapkan materi serta sumber belajar yang dapat dimanfaatkan oleh siswa sebagai bahan belajar. Berbagai jenis materi atau sumber belajar dapat dimasukkan dalam e-learning, baik itu  sumber belajar berupa hambar, tulisan maupun berupa video.Media e-learning berbasis moodle ini memiliki tingkat fleksibilitas yang cukup tinggi, artinya e-learning berbasis moodle memberikan kesempatan dan fasilitas untuk para penggunanya dalam mengatur, mendesain dan mengelola e-learning sesuai dengan kebutuhan.

Pengembangan Aktifitas  Belajar
Aktifitas kegiatan pengembangan belajar dalam e- learning berbasis moodle bisa dilakukan dengan berbagai jenis. Aktifitas-aktifitas yang bisa dikembangkan dan sekiranya bisa meningkatkan layanan pendidikan dan pembelajaran khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan pembelajaran adalah pengembangan  menu forum diskusi, pengembangan menu chatting, pengembangan  menu pesan, pengembangan menu tugas, pengembangan menu evaluasi.

Baca Juga :  Peran Guru Dalam Pendidikan

PENUTUP
Berdasarkan analisis dan pembahasan Pengembangan e-learning berbasis moodle, moodle dapat digunakan dengan cara  pertama menginstal secara online melalui cPanel dan setelah selesai instalasi selanjutnya mengatur tampilan serta mendesain menu serta aktifitas yang akan disediakan dalam e-learning berbasis moodle. Media kegiatan pembelajaran e learning berbasis moodle yang dapat digunakan sebagai berikut; chatting, grup discussion, message, assiggment, dan quis. ada beberapa kelebihan penggunaan E-learning menurut Bates dan Wulf sebagimana di kutip oleh munir adalah: Meningkatkan interaksi pembelajaran (enchance interactivity), Dapat mempermudah interaksi pembelajaran kapanpun dan dimanapun (time and place flexibility), Jangkauan yang dimiliki lebih luas (potential to reach a global audience), Materi pembelajaran lebih mudah disimpan dan disempurnakan (easy updating of content as well as archivable capabilities). Ada beberapa proses dalam membangun  e-learning secara berturut-turut adalah sebagai berikut: 1) instalasi e-learning berbasis moodle; 2) pengembangan tampilan, 3) pengembangan kategori dan course, 4) pengembangan peran pengguna, 5) pengembangan materi dan sumber belajar, 6) pengembangan aktifitas belajar.

DAFTAR PUSTAKA
Adawi, Rabiah. “Pembelajaran Berbasis E- Learning.” Universitas Negeri Medan, n.d.
Alhamid, Thalha, and Budur Anufia. “Instrumen Pengumoulan Data,” 2019.
Amiroh. Membangun E-Learning Dengan Learning Management System Moodle. Sidoarjo: PT Berkah Mandiri Global Indo, 2012.
Arikunto, Suharsimi. Pengelolaan Kelas Dan Siswa Sebuah Pendekatan Evaluatif. jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996.
Ayraningrum, Kiki. “Pengaruh Pembelajaran Berbais Web (E Learning) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Mata Pelajaran Geografi Kelas XI Di SMA Negeri 9 Palembang.” Media Penelitian Pendidikan 10, no. 2 (2016): 154–62.
Hakim, Arif Rahman. “Pengembangan E- Learning Berbasis Moodle Sebagai Media Pengelolaan Pembelajaran.” Kodifikasi 12 (2018).
Hardyanto, R. Hafid, and Herman Dwi Surjono. “Pengembangan Dan Implementasi E- Learning Menggunakan Moodle Dan Vicon Untuk Pelajaran Pemograman Web Di SMK.” Pendidikan Vokasi 6, no. 1 (2016).
Jeh-ubong, Ibrahem. “Peran E- Learning Terhadap Peserta Didik.” https://issuu.com, 2015.
Pambuditama, Tegar. “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis E- Learning Untuk Meningkatkn Minat Siwa Terhadap Matematika,” 2010, 0–6.
Putra, Putu Gilang Marya, Ign. I Wayan Suwatra, and I Kadek Suartama. “Pengembangan E- Learning Berbasis Moodle Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII Si SMPN 1 Selemadeg.” E- Jurnal Edutech Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Teknologi Pendidikan 3, no. 1 (2015).
Rahmatia, Maya, Monawati, and Said Darnius. “Pengaruh Media E- Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SDN Banda Aceh.” Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2 (2017): 212–27.
Ridwan, Wardimansyah. “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis E- Learning Pada Mata KUliah Pengembangan Teknologi Pendidikan Islam.” Universitas Makasar, n.d.
Supriyanto, Didik. “Pengaruh Penggunan Media Pembelajaran Berbasis E- Learning.” Modeling 5, no. 32 (2018): 112–29.

Catatan Kaki :
[1] Didik Supriyanto, “Pengaruh Penggunan Media Pembelajaran Berbasis E- Learning,” Modeling 5, no. 32 (2018): 112–29.
[2] Tegar Pambuditama, “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis E- Learning Untuk Meningkatkn Minat Siwa Terhadap Matematika,” 2010, 0–6.
[3] Wardimansyah Ridwan, “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis E- Learning Pada Mata KUliah Pengembangan Teknologi Pendidikan Islam” (Universitas Makasar, n.d.).
[4] Maya Rahmatia, Monawati, and Said Darnius, “Pengaruh Media E- Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SDN Banda Aceh,” Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2 (2017): 212–27.
[5] Rabiah Adawi, “Pembelajaran Berbasis E- Learning” (Universitas Negeri Medan, n.d.).
[6] Kiki Ayraningrum, “Pengaruh Pembelajaran Berbais Web (E Learning) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Mata Pelajaran Geografi Kelas XI Di SMA Negeri 9 Palembang,” Media Penelitian Pendidikan 10, no. 2 (2016): 154–62.
[7] Ridwan, “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis E- Learning Pada Mata KUliah Pengembangan Teknologi Pendidikan Islam.”
[8] Thalha Alhamid and Budur Anufia, “Instrumen Pengumoulan Data,” 2019.
[9] Suharsimi Arikunto, Pengelolaan Kelas Dan Siswa Sebuah Pendekatan Evaluatif (jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996).
[10] Arif Rahman Hakim, “Pengembangan E- Learning Berbasis Moodle Sebagai Media Pengelolaan Pembelajaran,” Kodifikasi 12 (2018).
[11] Ibrahem Jeh-ubong, “Peran E- Learning Terhadap Peserta Didik,” https://issuu.com, 2015.
[12] Amiroh, Membangun E-Learning Dengan Learning Management System Moodle (Sidoarjo: PT Berkah Mandiri Global Indo, 2012).
[13] Hakim, “Pengembangan E- Learning Berbasis Moodle Sebagai Media Pengelolaan Pembelajaran.”
[14] R. Hafid Hardyanto and Herman Dwi Surjono, “Pengembangan Dan Implementasi E- Learning Menggunakan Moodle Dan Vicon Untuk Pelajaran Pemograman Web Di SMK,” Pendidikan Vokasi 6, no. 1 (2016).
[15] Putu Gilang Marya Putra, Ign. I Wayan Suwatra, and I Kadek Suartama, “Pengembangan E- Learning Berbasis Moodle Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII Si SMPN 1 Selemadeg,” E- Jurnal Edutech Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Teknologi Pendidikan 3, no. 1 (2015).

Oleh Nur Rohmatun Nisa

Tags: