Pentingnya Bimbingan Konseling pada Pendidikan Dasar

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya bimbingan konseling pada pendidikan dasar di sekolah MI MIFTAHUL HUDA. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu dengan pengumpulan data, lalu penarikan kesimpulan. Factor penghambat pelaksanaan bimbingan konseling pada pendidikan dasar yaitu tidak adanya guru khusus untuk menanganinya. Sehingga bimbingan konseling di sekolah MI MIFTAHUL HUDA Banjaran belum tercapai tujuannya karena nilai karakter yang dimiliki peserta didik masih rendah.
Keyword: bimbingan konseling, dan pendidikan dasar.

ABSTRACT This study aims to describe the importance of counseling guidance in basic education in MI MIFTAHUL HUDA schools. This research use desciptive qualitative approach. Data collection is done through observation, interviews and documentation. Data analysis technique is by collecting data, then drawing conclusions. The inhibiting factor in the implementation of counseling guidance in basic education is the absence of special teachers to handle it. So that counseling guidance at MI MIFTAHUL HUDA Banjaran school has not achieved its objectives because the character values possessed by students are still low.
Keyword: counseling guidance, and basic education.

Pentingnya Bimbingan Konseling pada Pendidikan Dasar
PENDAHULUAN
Pendidikan dasar di Sekolah Dasar atau Madrasah ibtidaiyah yang mempunyai peran penting untuk kepribadian, keterampilan dan pikiran peserta didik. Dengan pendidikan peserta didik dapat mengisi dan melanjutkan cita-citanya ke jenjang pendidikan selanjutnya. Dalam hal ini pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan pola pikir peserta didik[1].

Bimbingan konseling merupakan gabungan dari bimbingan dan konseling. Bimbingan ialah proses pemberian  bantuan yang diberikan kepada individu atau kelompok. Dan konseling ialah suatu hubungan pribadi yang dilakukannya secara langsung oleh individu atau dua orang dengan yang ahli guna memecahkan masalah yang terjadi. Jadi bimbingan konseling merupakan proses memberi bantuan kepada individu atau beberapa orang yang sedang mengalami masalah.

Baca Juga :  Efektifitas Penerapan Metode Tilawati Terhadap Kualitas Membaca Alquran Di Tpq Syifaul Qolbi Surabaya

Agar penyelenggaraan bimbingan konseling berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan maka peserta didik harus bisa memahami potensi, tugas-tugas perkembangannya, dan memahami potensi yang ada di lingkungannya, bisa menentukan rencana untuk pencapaian tujuan tersebut, mampu mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri, bisa menyesuaikan diri dengan keadaan dari lingkungan dan mengembangkan semua potensi dan kekuatan yang dimiliki secara optimal. Dalam hal ini guru diharapkan dapat melaksanakan program bimbingan konseling secara terintegrasi dengan sistem pendidikan dan guru bimbingan konseling harus bekerja sama dengan kepala sekolah dan tenaga kependidikan sebagai pengelola di bidang layanan administrasi dan manajemen, guru sebagai pelaksana pembelajaran yang mendidik, dan orangtua peserta didik sebagai mitra sekolah.

METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini menggunakan jenis metode deskriptif kualitatif. Deskriptif kualitatif adalah metode yang menggambarkan atau melukiskan fakta-fakta dalam menjalankan penelitian. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket. Dan subjek penelitia ini adalah siswa di sekolah MI MIFTAHUL HUDA Banjaran. Teknik analisis data menggunakan teknik angket.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Penelitian ini diambil menggunakan angket, kemudian dilakukan analisis data dengan menghitung frekuensi. Deskripsi yang dilakukan dalam penelitian ini menerangkan tabel angket yang sudah dilakukan dengan 28 peseta didik di sekolah MI MIFTAHUL HUDA Banjaran pada tanggal 25 November 2019 yang menunjukan hasil sebagai berikut:

Pentingnya Bimbingan Konseling pada Pendidikan Dasar
Dari diagram di atas dapat dijelaskan bahwa peserta didik yang membantu teman yang di bully sebanyak 20 sedangkan yang tidak sebanyak 8 orang. Di sekolah melakukan bullying itu sudah biasa terjadi terhadap siswa. Munculnya bullying karena pada umumnya kebanyakan dari siswa kurang adanya pemahaman siswa terhadap dampak negatif dari bullying. Faktor yang mempengaruhi bullying ialah faktor teman sebaya. Jika ada tekanan dari teman sebaya yang memberikan pengaruh besar pada setiap individu untuk melakukan bullying maka orangtersebut bisa melakukan bullying.[2]

KESIMPULAN
Dari hasil penelitian dengan cara wawancara dapat diketahui bahwa sangat penting bimbingan konseling pada pendidikan dasar. Karena bimbingan konseling yang akan membawa peserta didik ke hal yang lebih disiplin dan betangung jawab dalam setiap perbuatan yang dilakukannya baik di dalam ataupun diluar ruangan lingkup pergaulannya.

Baca Juga :  Pendidikan akhlak anak Madrasah ibtidaiyyah di era disrupsi

DAFTAR PUSTAKA
Batubara, Hamdan Husein, and Dessy Noor Ariani, ‘Penyelenggaraan Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Dasar’, Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 3.4 (2018), 447–52
Fataruba, Rina, ‘Peran Tekanan Teman Sebaya Terhadap Perilaku Bullying Pada Remaja Di Sekolah’, S E M I N A R A S E A N 2nd PSYCHOLOGY & HUMANITY © Psychology Forum UMM, 2016, 19–20
Kentary, Ardina, Abdul Ngalim, and Harun Joko Prayitno, ‘Tindak Tutur Ilokusi Guru Berlatar Belakang Budaya Jawa : Perspektif Gender’, Jurnal Penelitian Humaniora, 16.1 (2015), 61–71
Ridho Ilahi, Syahniar, and Indra Ibrahim, ‘Faktor Yang Mempengaruhi Pelanggaran Disiplin Siswa’, 2.1 (2013), 20–25
Setiaji, Gilang Ditya, Supriyo, and Eko Nusantoro, ‘Indonesian Journal of Guidance and Counseling’, Indonesian Journal of Guidance and Counseling : Theory and Application, 3.3 (2014), 38–43 <journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jbk>

           
Catatan Kaki
[1] Hamdan Husein Batubara and Dessy Noor Ariani, ‘Penyelenggaraan Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Dasar’, Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 3.4 (2018), 447–52.
[2] Rina Fataruba, ‘Peran Tekanan Teman Sebaya Terhadap Perilaku Bullying Pada Remaja Di Sekolah’, S E M I N A R A S E A N 2nd PSYCHOLOGY & HUMANITY © Psychology Forum UMM, 2016, 19–20.

Oleh: Reni Wulandari

Tags: