Pentingnya Iptek Dalam Pembelajaran Bagi Peserta Didik Di Sekolah Dasar

ABSTRAK Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui perkembangan iptek di Indonesia, khususnya pada bidang pendidikan  di sekolah dasar, sehingga dapat mengetahui perkembangan iptek yang sangat melesat dan semakin modern yang juga memiliki sisi positif maupun sisi negatif bagi anak-anak.
Kata kunci : Iptek, Pembelajaran, Sekolah dasar

ABSTRACT The purpose of this paper is to determine science and technology in Indonesia, especially in the field of education in primary schools, so that it can find out science and technology which is very fast and increasingly modern which also has positive side and negative side for children. impacts for children.
Keywords: Science and Technology, Learning, Elementary School

Pentingnya Iptek Dalam Pembelajaran Bagi Peserta Didik Di Sekolah Dasar
PENDAHULUAN
Saat ini di era globalisasi, manusia sangat dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan adanya kemajuan teknologi, manusia dapat hidup lebih mudah, apalagi teknologi yang berkembang semakin pesat di era modernisasi saat ini adalah dalam dunia pendidikan[1].

Dalam dunia pendidikan teknologi memiliki peran yang sangat besar, dengan menggunakan IT yang dapat memudahkan dan meningkatkan media pembelajaran, dengan media tersebut semua guru dan siswa dapat memanfaatkan untuk proses belajar mengajar[2]. Media merupakan alat untuk menunjang kegiatan, seperti adanya internet, komputer, lcd, dan lain-lain, dengan adanya media tersebut proses pembeajaran semakin mudah dan praktis. Contohnya internet dapat dimanfaatkan siswa dalam mencari literatur atau program belajar[3].

Kegunaan IT sebagai media pembelajaran adalah untuk membantu proses belajar mengajar, selainitu juga media pembelajaran digunakan untuk mengasah kemampuan keterampilan siswa dan dapat mendorong siswa untuk lebih giat dan lebih mudah belajar. IT sangat berfungsi bagi siswa, strategi dan metode pembelajaran akan jadi menyenangkan, efektif, praktis, dan konstektual serta mampu menghasilkan kreativitas, meningkatkan kempetensi, kerja sama atau solidaritas, kemandirian, dan mengembangkan imajinasi[4].

Baca Juga :  Karakteristik Madrasah

METODE PENELITIAN
Jenis metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket.  Subyek penelitian adalah siswa di sekolah dasar. Teknik analisis data menggunakan teknik angket.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Penelitian data dilakukan menggunakan angket. Dilakukan peserta didik di sekolah MI NU Ngingas Waru.

1.      Apakah kalian suka dengan pembelajaran berbasis IT ?
Pentingnya Iptek Dalam Pembelajaran

Dari diagram tersebut bisa dilihat dan dapat dijelaskan bahwa peserta didik yang suka dengan pembelajaran IT adalah sebanyak 20 siswa, sedangkan siswa yang tidak suka dengan pembelajaran IT adalah 6 siswa. Dari pertanyaan diatas dijelaskan bahwa kegunaan IT sangat membantu proses kegiatan belajar mengajar, media IT dapat berupa internet, lcd, cd, mobile phone dan masih banyak lagi media yang sangat bermanfaat bagi pelajar.

Dari diagram diatas dapat dijelaskan bahwa peserta didik yang senang dengan adanya internet adalah sebanyak 26 siswa, sedangkan peserta didik yan tidak suka dengan internet adalah 0 siswa. Dari pertanyaan diatas dijelaskan bahwa pada era saat ini internet penting bagi dunia pendidikan, internet dapat dimanfaatkan siswa dalam mencari literatur atau program belajar.

KESIMPULAN
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini di era globalisasi semakin pesat dan mengalami perubahan-perubahan baru khususnya pada bidang pendidikan. Di dunia pendidikan teknologi memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu dan proses pembelajaran, teknologi juga memiliki peran membantu siswa dan guru dalam proses belajar mengajar terutama yakni pada internet. Dari hasil analisis diatas kebanyakan siswa setuju atau senang dengan adanya perkembangan teknologi di sekolah dasar, akan tetapi kita juga harus menyaring semua yang terjadi pada era globalisasi mana yang bersifat positif dan mana yang bersifat negatif khususnya pada teknologi.

Baca Juga :  Relakan atau tidak sama sekali

DAFTAR PUSTAKA
Afandi, Muhamad. “Pentingnya Penelitian Tindakan Kelas Bagi Guru Dalam Pembelajaran Di Sekolah Dasar.” Jurnal Ilmiah 1, no. 1 (2014): 1–19. https://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2.
Budiman, Haris. “Peran Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan.” Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam 8, no. 1 (2017): 31. https://doi.org/10.24042/atjpi.v8i1.2095.
Ekayani, Putu. (2017). “Pentingnya Penggunaan Media,” no. March (2017). https://www.researchgate.net/publication/315105651.
Pendidikan, Jurnal, Islam Vol, Iain Raden, and Fatah Palembang. “Tantangan Pengembangan Pendidikan Keguruan Di Era Global Fitri Oviyanti A . Pendahuluan Pendidikan Adalah Investasi Sumber Daya Manusia ( SDM ) Jangka Panjang Yang Mempunyai Nilai Strategis Bagi Kelangsungan Peradaban Manusia Di Dunia . Salah Satu Komponen Penting Dalam Pendidikan Adalah Guru . Guru Dalam Konteks Pendidikan Mempunyai Peranan Yang Besar Dan Strategis . Hal Ini Disebabkan Karena Guru Yang Berada Di Barisan Terdepan Dalam Pelaksanaan Pendidikan . Guru Yang Langsung Berhadapan Dengan Peserta Didik Untuk Mentransfer Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi , Sekaligus Mendidik Dengan Nilai-Nilai Positif Melalui Bimbingan Dan Keteladanan . Guru Adalah Praktisi Pendidikan Yang Sesungguhnya . Mengingat Strategisnya Peran Guru Dalam Pendidikan , Apalagi Di Era Global Ini , Maka Kebutuhan Akan Guru Yang Berkualitas Menjadi Sebuah Keniscayaan Demi Masa Depan Bangsa Yang Gemilang . Kebutuhan Akan Guru Yang Berkualitas Yang Semakin Tinggi Saat Ini Harus Disikapi Secara Positif Oleh Para Pengelola Pendidikan Guru . Respons Positif Ini Harus Ditunjukkan Dengan Senantiasa Meningkatkan Mutu Program Pendidikan Yang Ditawarkannya . Perbaikan Mutu Pendidikan Pada Jenjang Pendidikan Tinggi Ini Jelas Akan Membawa Dampak Positif Bagi Penciptaan Guru Yang Berkualitas Kelak Di Kemudian Hari . B . Pendidikan Keguruan Dalam Pengertian Yang Sederhana , Guru Adalah Orang Yang Memberikan Ilmu Pengetahuan Kepada Anak Didik . Guru Dalam Pandangan Masyarakat Adalah Orang Yang Melaksanakan Pendidikan Di Tempat-Tempat Tertentu , Baik Lembaga Pendidikan Formal Maupun Nonformal . Guru , Menurut Zakiah Dradjat Adalah Pendidik Profesional , Karenanya Secara Implisit Ia Telah Merelakan Dirinya Menerima Dan Memikul Sebagian Tanggung Jawab Pendidikan Yang Terpikul Di Pundak Orang Tua . Guru Adalah Suatu Sebutan Jabatan , Posisi , Dan Profesi Bagi Seseorang Yang Mengabdikan Dirinya Dalam Bidang Pendidikan Melalui Interaksi Edukatif Secara Terpola , Formal , Dan Sistematis . Dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen , Dinyatakan Bahwa Guru Adalah Pendidikan Profesional Dengan Tugas Utama Mendidik , Mengajar , Membimbing , Mengarahkan , Melatih , Menilai , Dan Mengevaluasi Peserta Didik Pada Jalur Pendidikan Formal , Pada Jenjang Pendidikan Dasar Dan Pendidikan” 7 (2013).
Rahman, Ahmad Zaid, Taufik Nur Hidayat, and Indra Yanuttama. “Media Pembelajaran Ipa Kelas 3 Sekolah Dasar Menggunakan Teknologi Augmented Reality Berbasis Android.” Seminar Nasional Teknologi Informasi Dan Multimedia 5, no. 1 (2017): 4-6–43. http://ojs.amikom.ac.id/index.php/semnasteknomedia/article/view/1797.
Sambada, Dwi. “Peranan Kreativitas Siswa Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Fisika Dalam Pembelajaran Kontekstual.” Jurnal Penelitian Fisika Dan Aplikasinya (JPFA) 2, no. 2 (2012): 37. https://doi.org/10.26740/jpfa.v2n2.p37-47.

Baca Juga :  Pendidikan Karakter

CATATAN KAKI :
[1] Haris Budiman, “Peran Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan,” Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam 8, no. 1 (2017): 31, https://doi.org/10.24042/atjpi.v8i1.2095.
[2] Ahmad Zaid Rahman, Taufik Nur Hidayat, and Indra Yanuttama, “Media Pembelajaran Ipa Kelas 3 Sekolah Dasar Menggunakan Teknologi Augmented Reality Berbasis Android,” Seminar Nasional Teknologi Informasi Dan Multimedia 5, no. 1 (2017): 4-6–43, http://ojs.amikom.ac.id/index.php/semnasteknomedia/article/view/1797.
[3] Dwi Sambada, “Peranan Kreativitas Siswa Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Fisika Dalam Pembelajaran Kontekstual,” Jurnal Penelitian Fisika Dan Aplikasinya (JPFA) 2, no. 2 (2012): 37, https://doi.org/10.26740/jpfa.v2n2.p37-47.
[4] Putu. (2017) Ekayani, “Pentingnya Penggunaan Media,” no. March (2017), https://www.researchgate.net/publication/315105651.

Oleh : Alfi Zahronia Firdaus

Tags: