Dampak Negatif Dan Positif Penggunaan Gadget Terhadap Prestasi Siswa

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak negatif dan positif penggunaan gadget terhadap siswa kelas V SD/MI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode yang menggunakan pengaturan, menganalisis, mengklasifikasi dan memecah masalah-masalah yang berkenaan dengan penelitian ini dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini penulis menggunakan instrumen penelitian dengan wawancara. Informan yang dipilih adalah 2 sampling siswa kelas V SD/MI dan 2 sampling orang tua siswa kelas V SD/MI. Dari penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa penggunaan gadget mempunyai dampak negatif dan positif terhadap prestasi siswa kelas V SD/MI, dampak tersebut perlu diperhatikan maka peran orang tua sangatlah penting dalam memberi pemahaman tentang dampak penggunaan gadget, mendampingi dan mengawasi anak dalam menggunakan gadget, dan memberi kebijakan batasan penggunaan gadget pada anak agar anak dapat menggunakan gadget dengan baik dan mendapatkan dampak yang positif terhadap prestasinya di sekolah.
Kata kunci : penggunaan gadget, dampak negatif dan positif, prestasi belajar, siswa kelas V
Dampak Negatif Dan Positif Penggunaan Gadget

ABSTRACT
The purpose of this study was to determine the negative and positive effects of the use of gadgets on grade V SD / MI students. The method used in this research is descriptive qualitative, which is a method that uses arrangements, analyzes, classifies and solves problems related to this research by using a qualitative approach. In this study the authors used a research instrument with interviews. The informants selected were 2 samples of students in grade V SD / MI and 2 samples of parents of students in grade V SD / MI. From this research, the results show that the use of gadgets has a negative and positive impact on the achievement of fifth grade students of SD / MI, the impact needs to be considered, the role of parents is very important in providing an understanding of the impact of using gadgets, assisting and supervising children in using gadgets, and giving policy on limiting the use of gadgets on children so that children can use gadgets properly and get a positive impact on their achievement in school.
Keywords: use of gadgets, negative and positive impacts, learning achievement, grade V students

Dampak Negatif Dan Positif Penggunaan Gadget Terhadap Prestasi Siswa

PENDAHULUAN
Pada era globalisasi saat ini, teknologi semakin berkembang dengan pesat sesuai dengan perkembangan zaman. Teknologi muncul dengan berbagai macam fitur yang selalu update dari hari ke hari. Perkembangan teknologi sangatlah berpengaruh pada kehidupan manusia, bermula pada kehidupan yang sederhana, kini menjadi kehidupan yang dapat dikatakan sangat modern. Hal ini dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dari hari ke hari yangn semakin canggih. Perkembangan teknologi yang pesat berdampak sangat besar pada kehidupan manusia, salah satunya ditandai dengan meningkatnya penggunaan gadget atau alat-alat elektronik yang dapat mudah terkoneksi dengan internet. Internet merupakan salah satu hal yang sangat sering dimanfaatkan pada gadget dan sebagai salah satu keajaiban penemuan dunia. Penemuan internet merubah dunia menjadi lebih dinamis dan serba cepat.[1]

Gadget yang dapat terhubung dengan layanan internet akan membantu siswa dalam menemukan informasi yang dapat memperkaya pengetahuannya di sekolah. Namun, pada kenyataannya sangat sedikit siswa yang mampu memanfaatkan pada sisi ini. Gadget yang mereka miliki umumnya digunakan untuk bermain game, mendengarkan musik, menonton tayangan audio-visual, mengakses facebook, dll. Selanjutnya, ini akan berdampak terhadap prestasi belajarnya di sekolah. Pengguna gagdet di Indonesia tidak hanya oleh kalangan orang dewasa, namun siswa sekolah dasar pun sudah pandai dalam menggunakan gadget.[2]

Sekarang gadget telah menjadi bagian dari kehidupan manusia, sehingga dengan hadirnya gadget dapat memberikan dampak negatif dan dampak positif bagi para penggunanya. Dampak negatif yang akan ditimbulkan dalam menggunakan gadget adalah dalam bentuk perubahan perilaku, kesehatan dan sikap seseorang, serta mengakibatkan pemborosan[3], interaksi sosial akan berkurang, menilmbulkan kemalasan untuk datang ke perpustakaan untuk sekedar membaca buku, selain itu siswa yang terbiasa menggunakan gadget hanya untuk bermain games online saja misalnya, didalam diri mereka hanya akan tertanam jiwa pemalas dan sulit untuk berkembang. Gadget akan sangat berpengaruh pada kehidupan sosial siswa karena gadget menjadi sarana yang sangat mudah untuk mengakses games online yang kurang mendatangkan manfaat. Sikap malas juga akan muncul pada siswa yang menggunakan gadget dari bentuk yang lain seperti ipad, mp4, mp3 dengan berlebihan.[4] Selain dampak negatif tersebut gadget juga memiliki dampak positif bagi siswa yakni dapat membantu menunjang proses pembelajaran asalkan mampu mengoprasikannya dengan baik. Berbagai materi pelajaran, informasi berita baru, video-video pembelajaran dapat kita akses dengan cepat dari gadget.

Dari paparan di atas tentang dampak positif dan negatif terhadap siswa sekolah dasar dapat di jadikan artikel, artikel yang mengkaji tentang dampak negatif dan positif penggunaan gadget terhadap prestasi siswa kelas V SD. Agar siswa dapat mengetahui tentang dampak negatif gadget sejak dini, dan memberikan pemahaman terhadap orang tua tentang dampak-dampak tersebut. Supaya anak dapat dibatasi dalam menggunakan gadget dan daya kembang anak dapat berkembang dengan baik dan bisa menjadi anak yang aktif, cerdas, dan interaktif dengan orang lain.[5]

Baca Juga :  Pentingnya Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu: suatu metode yang menggunakan pengaturan, menganalisis, mengklasifikasi dan memecah masalah-masalah yang berkenaan dengan penelitian ini dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor metodologi kualitatif sebagai tahap penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang bisa diamati.[6] Responden dari penelitian ini adalah siswa kelas V SD/MI dan wali murid dari siswa tersebut, yang kemudian memilih 2 sampling siswa kelas V SD/MI dan 2 sampling orang tua siswa kelas VSD/MI secara acak sebagai responden yang akan diwawancarai.

PEMBAHASAN
Berdasarkan penelitian yang didapat dari wawancara dengan beberapa siswa kelas V SD/MI dan orang tua siswa kelas V SD/MI bahwa gadget mempunyai dampak negatif dan positif terhadap prestasi siswa kelas V SD/MI, hal ini dapat diketahui dari responden beberapa siswa dan orang tuanya sebagai berikut :

1.        Responden dari siswa A
Siswa A ini mengaku mempunyai gadget sejak kelas V SD/MI, beberapa hal yang ia lakukan saat bermain gadget yaitu : melihat youtube, bermain beberapa game, dan chatingan dengan temannya di whatsapp. Kegiatan sepulang sekolahnya pun diisi dengan bermain gadget bersama dengan teman-temannya, ia mengatakan bahwa ia belajar hanya saat les bimbingan belajar (bimbel) saja selebihnya ia gunakan untuk bermain gadget dan menonton TV. Ia mengaku orang tuanya juga sering memarahinya jika ia terlalu fokus dengan gadget sehingga lupa waktu sholat, waktu makan, dan sering mengabaikan perintah-perintah kecil orang tuanya. Jika ia belajar hanya saat les bimbel saja berarti minat belajarnya dikatakan sangat minim, minat belajarnya saja minim lalu bagaimana dengan prestasinya?. Prestasinya pun menurun, ia mengaku pada saat ujian sering menyontek temannya akibat tidak belajar karena terlalu sibuk dengan gadget. Siswa A ini termasuk dalam pengguna gadget yang terkena dampak negatif dari penggunaan gadget terhadap prestasinya. Pernyataan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Larasati Aurora Arifin[7]. Menurutnya pengguna gadget memiliki masalah dalam mengontrol waktu sehingga mengalihkan mereka dari tanggung jawab selain itu dampak negatif gadget pada perkembangan anak adalah penurunan konsentrasi. Ketika seorang anak terlalu sering menggunakan gadget, ia akan mengandalkan gadget untuk mengerjakan berbagai hal. Anak juga lebih senang berimajinasi tentang tokoh game yang sering dimainkan pada gadget-nya. Hal ini menyebabkan konsentrasi anak menjadi lebih pendek dan bersikap acuh terhadap lingkungan sekitar. Anak menjadi sulit berkonsentrasi saat belajar, dan akan berdampak pada penurunan prestasinya disekolah.

Baca Juga :  Pentingnya Literasi Keluarga dalam Sekolah

2.        Responden siswa B
Siswa B ini mempunyai gadget pribadi, ia mengaku mempunyai gadget dari kelas IV SD/MI, Yang dilakukannya saat bermain gadget sama halnya dengan siswa A. yang membedakan dengan siswa A adalah kegiatan sepulang sekolahnya dihabiskan dengan bermain dengan teman tanpa gadget karena ia dibatasi penggunaan gadget oleh orang tuanya. Orang tuanya memperbolehkannya bermain gadget hanya saat sore hari dan pada saat les privat saja karena sistem les bimbelnya menggunakan gadget sebagai media untuk mengerjakan soal-soal latihan. Ia dapat mengontrol waktu penggunaan gadget karena dibatasi oleh orang tuanya sehingga ia dapat menjalankan tanggung jawab dengan baik. Siswa B ini termasuk dalam pengguna gadget yang baik dalam memanfaatkan gadget sehingga mendapat dampak positif dari gadget. Pernyataan ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Rizky Septia Harahap dkk[8]. Menurut hasil penelitiannya dapat ditarik sebuah kesimpulkan bahwa “ditemukan pengaruh positif dan siginifikan antara penggunaan gadget terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 12 Banda Aceh”.

3.        Responden orang tua siswa A
Ia mengatakan bahwaa anaknya mempunyai gadget pribadi. Ia memfasilitasi gadget kepada anaknya dengan beberapa alasan, gadget untuk anak kelas V memang cukup bagus karena 1. Gadget bisa membantu anak mencari digoogle  jawaban soal-soal yang tidak tercantum dikitab, 2. Di zaman modern ini mengerjakan ujian dituntut lewat laptop, gadget bisa dijadikan media untuk latihan mengerjakan soal, 3. Dari youtube anak bisa melihat video kerajinan yang kreatif untuk menumbuhkan sikap kekreatifan anak. Ia pun membatasi penggunaan gadget pada anaknya karena ia ingin ketertiban belajar anaknya tidak terganggu oleh gadget dan ia juga tidak ingin anaknya menjadi bandel karena sering menangguhkan suatu pekerjaan atau tanggung jawab. Setelah kehadiran gadget dikeseharian anaknya ia merasakan ada perubahan sistem belajar anaknya lebih mudah tetapi belum maksimal penmanfaatannya dengan baik. Ia mempunyai langkah tersendiri jika anaknya mengalami kecanduan pada gadget yakni dengan berusaha mengalihkan pada kegiatan olahraga pagi bersama dengannya, bersepeda santai dipagi atau sore hari, menyarankannya untuk bermain dengan temannya, mengajaknya membaca buku, bisa juga dengan mengajaknya muroja’ah mengaji Al-Qur’an. Langkah menanggulangi kecanduan gadget terhadap anak yang dilakukan orang tua siswa A ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Fahrurrozi dan Sutrisno[9]. Menurutnya diera digital sekarang ini orang tua berperan penting dalam mendampingi anak dalam penggunaan gadget, mendorong anak untuk melakukan aktivitas lainnya dengan teman sebaya dan bersama orang tua, seperti bercocok tanam, bermain sepeda, main layang-layang, main bola, main gasing, petak umpet, main catur, berolahraga dan membaca buku.

4.        Responden orang tua siswa B
Orang tua siswa B ini beralasan mengapa ia memfasilitasi gadget kepada anaknya tidak lainuntuk membantu proses pembelajaran degan IT (teknologi) di era digital sekarang ini. Walau dengan alasan demikian ia masih tetap membatasi penggunaan gadget terhadap anaknya maksimal 2-3 jam setiap hari (diluar jam les bimbel) agar anaknya tidak mengalami kecanduan gadget. Ia berpendapat bahwa setelah ada gadget kegiatan belajar anaknya lebih menyenangkan dan lebih cepat menemukan jawaban dari soal-soal yang sulit. Adapun beberapa cara yang ia lakukan untuk mencegah agar anaknya tidak kecanduan gadget, antara lain : menerapkan peraturan dirumah terkait penggunaan gadget, memiliki jam intensif untuk mendampingi anak saat belajar, berkumpul bersama dan juga bermain. Dari beberapa cara yang dilakukan orang tua siswa B tersebut sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Dharma dkk[10]. Menurutnya solusi yang dapat diberikan agar anak-anak tidak kecanduan gadget adalah peran serta orang tua dalam pengawasan penggunaan gadget, misalnya bila waktu belajar tiba baik di rumah atau di sekolah hendaknya orang tua tidak mengizinkan anak untuk menggunakan gadget karena ditakutkan dapat mengurangi kosentrasi dalam belajar namun apabila penggunaan gadget dibutuhkan untuk mencari informasi tentang pelajaran dapat diperkenankan tetapi dengan pengawasan orang tua atau guru.

Baca Juga :  Urgensi Manajemen Pendidikan MI

KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan oleh penulis dapat disimpulkan bahwa penggunaan gadget mempunyai dampak negatif dan positif terhadap prestasi siswa kelas V SD/MI, dampak tersebut perlu diperhatikan maka peran orang tua sangatlah penting dalam memberi pemahaman tentang dampak penggunaan gadget, mendampingi dan mengawasi anak dalam menggunakan gadget, dan memberi kebijakan batasan penggunaan gadget pada anak agar anak dapat menggunakan gadget dengan baik dan mendapatkan dampak yang positif terhadap prestasinya di sekolah.

DAFTAR PUSTAKA
Arifin, larasati Aurora. “Hubungan Tingkat Kecanduan Gadget Dengan Prestasi Belajar Siswa Usia 10 – 11 Tahun.” Journal of Chemical Information and Modeling 53, no. 9 (2013): 1689–99. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004.
Chusna, Puji Asmaul. “Pengaruh Media Gadget Pada Perkembangan Karakter Anak.” Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Sosial Keagamaan 17, no. 2 (2018): 315–30.
Dharma, Yokie Prasetya, and Yudita Susanti. “Peran Orang Tua Mengontrol Perilaku Anak Dalam Penggunaan Gadget” 1 (2018): 113–21.
Fahrurrozi, and Sutrisno. “Pendampingan Orang Tua Dalam Menghadapi Era Digital Bagi Siswa SD Setiabudi Kecamatan Karet Jakarta Selatan” 1, no. 1 (2018): 19–22. http://hdl.handle.net/11617/10214.
Harahap, Rizky Septia, Rosma Elly, and Intan Safiah. “Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Hasil Belajar Siswa Kalas V SDN 12 Banda Aceh” 3 (2018): 119–26.
Hestiana, Vella. “Upaya Guru Dalam Penanganan Gadget Pada Siswa Di SDN Meruya Utara 04 Petang Jakarta Barat,” 2019.
Rozalia, Maya Ferdiana. “Hubungan Intensitas Pemanfaatan Gadget Dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas V SD” 5, no. September (2017): 722–31.
Susanti, Atik Dwi, Adelina Hasyim, and Yunisca Nurmalisa. “Pengaruh Pemanfaatan Gadget Dalam Aktivitas Belajar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PPKN” 66 (2012): 37–39.

Catatan Kaki :
[1] Atik Dwi Susanti, Adelina Hasyim, and Yunisca Nurmalisa, “Pengaruh Pemanfaatan Gadget Dalam Aktivitas Belajar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PPKN” 66 (2012): 37–39.
[2] Maya Ferdiana Rozalia, “Hubungan Intensitas Pemanfaatan Gadget Dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas V SD” 5, no. September (2017): 722–31.
[3] Susanti, Hasyim, and Nurmalisa, “Pengaruh Pemanfaatan Gadget Dalam Aktivitas Belajar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PPKN.”
[4] Vella Hestiana, “Upaya Guru Dalam Penanganan Gadget Pada Siswa Di SDN Meruya Utara 04 Petang Jakarta Barat,” 2019.
[5] Puji Asmaul Chusna, “Pengaruh Media Gadget Pada Perkembangan Karakter Anak,” Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Sosial Keagamaan 17, no. 2 (2018): 315–30.
[6] Hestiana, “Upaya Guru Dalam Penanganan Gadget Pada Siswa Di SDN Meruya Utara 04 Petang Jakarta Barat.”
[7] larasati Aurora Arifin, “Hubungan Tingkat Kecanduan Gadget Dengan Prestasi Belajar Siswa Usia 10 – 11 Tahun,” Journal of Chemical Information and Modeling 53, no. 9 (2013): 1689–99, https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004.
[8] Rizky Septia Harahap, Rosma Elly, and Intan Safiah, “Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Hasil Belajar Siswa Kalas V SDN 12 Banda Aceh” 3 (2018): 119–26.
[9] Fahrurrozi and Sutrisno, “Pendampingan Orang Tua Dalam Menghadapi Era Digital Bagi Siswa SD Setiabudi Kecamatan Karet Jakarta Selatan” 1, no. 1 (2018): 19–22, http://hdl.handle.net/11617/10214.
[10] Yokie Prasetya Dharma and Yudita Susanti, “Peran Orang Tua Mengontrol Perilaku Anak Dalam Penggunaan Gadget” 1 (2018): 113–21.

Oleh : Yuyun Fitrianti

Tags: