Hidup Kelabilan Di Masa Remaja

Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa dampak dan masalah yang terjadi pada masa remaja dengan segala kelabilan yang terjadi pada remaja, dalam penelitian ini peneliti menggunakan 60 responden dengan mengambil 5 sampel secara acak yang objeknya merupakan siswa sisiwi SMK DARMA SISWA. Instrumen yang digunakan dakam penelitian ini adalah observasi dan wawancara, sehingga mengemukakan hasil bahwa pada masa remaja kelabilan memberi pengaruh positif dan negatif namun dampak negatif mendominasi.
Hidup Kelabilan Di Masa Remaja

Abstract
The purpose of this study was to study what happened and the problems that occur in adolescence with all the instabilities that occur in adolescents, in this study researchers used 60 respondents by taking 5 samples used as research objects consisting of students from SMK DARMA SISWA students. The instruments used in this study were observation and interviews, so that the results of the research in adolescence had a positive and negative but negative effect.
Kata kunci : Remaja, Kelabilan

Hidup Kelabilan Di Masa Remaja

PENDAHULUAN
Remaja merupakan sebuah proses  manusia yang tumbuh menjadi dewasa atau dari pertumbahan anak-anak hingga menjadi dewasa. Seorang remaja bisa menjadi  terlalu tua jika untuk disebut anak-anak, tetapi juga akan terlalu muda untuk disebut sebagai seorang dewasa. dan dimana umur mereka yang sedang menginjak  masa masa  dengan penuh kelabilan. Sudah biasa bila mana ada abg zaman sekarang  mengikuti gaya gaya yang tren yang penuh dengan  kekiniannya orang  orang barat.  karena , terjadinya  perubahan pola fikir mereka yang sealalu berubah ubah ada yang berfikir negatif maupun positif[1].

Dampak positif dari kelabilan para remaja ialah akibat dari  kemajuan di berbagai bidang tersebut , Dan dampak negatif bagi Remaja Labil ialah, seperti kemajuan di bidang Teknologi, masuknya budaya-budaya luar, media televisi yang menayangkan acara-acara tidak layak untuk dilihat yang mengakibatkan dicontoh nya oleh para remaja yang masih labil, adanya penelusuran  akses internet  yang berbau pornografi dan lain-lain sebagainya.

Dampak negatif ini  tidak hanya untuk anak-anak remaja yang labil. tetapi dampak negatif bisa menyerang dari kalangan anak-anak, orang dewasa, hingga orang tua.karena dampak negatif ini tidak memandang usia untuk mecuci otak kita .Istilah  dari remaja  yang labil ini digunakan dalam  peneliti an untuk merujuk  padakeberadaan individu Remaja yang masih Labil. Remaja tersebut sebetulnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena remaja itutidak  termasuk  dalam golongan  anak-anak  tetapi  remaja  tidak  juga  termasuk  dalam  golongan yang disebutorang dewasa.

Maka sangat penting bagi para remaja yang masih labil untukmendapatkan bimbingan dan pembinaanbaik dari orang tua, guru, maupunlingkungan masyarakat agar merekadapat jauh dari perilakupenyimpangan. Peran orang tuasangatlah besar sebagai pembentukankonsep diri remaja ramaja itu, karena dalamkeluarga untuk pertama kalinya bagi remaja untuk belajar tentang segala hal yang baik.Dalam hal ini kewajiban guruberperan penting dalam membimbing siswanya untukmemiliki jiwa dan tujuan serta sikap yangyang baik.Bimbingan untuk remaja yang yang Tidak hanya keluarga dan sekolah,lingkungan masyarakat berperanpenting dalam diri[2]. Keadaan masyarakat danlingkungan dalam berbagaihal yang lain, yang tujuannya untuk akanberpengaruh baik dari langsung maupuntidak langsung terhadap remaja yang dimana mereka hidup selalu berkelompok

Baca Juga :  Apa kabar generasi bangsa?

Hal ini menunjukkan khususnya untuk para  remaja yang masih labil. memang berada  awal tahap fase-fase usia  terhadap yang terpengaruhnya  di dunia luar lingkungan. Dan menjadikan  pola perikelakuan para remaja yang sampai saat ini menyimpang, sehingga mengakibatkan terjadinya  kurangnya akhlak dan moral yang terjadi terjadi dalam masyarakat, khususnya pada seorang  remaja yang labil tersebut.

Dalam penulisan ini saya berharap dapat memberikan pemahaman dari kehidupan remaja yang lebih tentang pergaulan dari para remaja Indonesia saat ini. terhadap para khususnya pembaca, terlebih dari remaja di Indonesia. Selain itu, adanya pembahasan tentang kelabilan remaja ini, diharapkan mampu memberikan informasi kepada pembaca bahwa penulisan ini dapat digunakan untuk menyikapi dan menyadarkan kepada anak-anak remaja tentang adanya dampak negatif kelabilan remaja agar mereka sadar dan agar memahami sifat tersebut.

METODE PENELITIAN
Penelitian di buat dengan metode deskriptif kualitatif, yang dimaksud dengan metode deskrptif adalah metode yang meneliti suatu kehidupan kelompok manusia, dalam kondisi,  pemikiran ataupun  peristiwa  masa sekarang. Adapun Tujuan dari penelitian ialah  membuatgambaran dan deskripsi dengan sistematis Sugiyono (2015, hlm. 15) menjelaskan tentang pengertian penelitian Sedangkan penelitian kualitatif adalah metode yang digunakan untuk meneliti pada situasi obyek yang alamiah, (dengan cara bereksperimen) peneliti digunakan sebagai  kunci, pengambilan sumber data yang dilakukan secara khusus tujuan tersebut , dan hasil penelitian kualitatif lebih ditujukan untuk dari generalisasi. metode ini merupakan meode dengan cara peneliti terjun langsung terhadap objek yang diteliti melalui observasi dan wawancara. Responden terhadap penelitian adalah siswa siswi SMK Dharma Siswa kelas 3 yang terdiri dari 40 siswa dengan memilih 5 siswa secara acak untuk dijadikan sebagai sampel, penelitin ini dilaksanakan pada tanggal 17 november 2019.

Baca Juga :  Pengaruh Gadget terhadap Anak

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Berdasarakan hasil penelelitian dapat digamabarkan bahwa Remaja merupakan seseorang yang masih dalam tahapan perkembangannya, masa remaja dikatakan sebagai masa pubertas yaitu yang bisa disebut dengan  usia yang menuju dari  kedewasaan mereka[3]. Biasanya pada masa ini remaja mengalami kelabilan ketika melakukan sesuatu yang artinya mereka belum memiliki pendirian yang tegu terhadap suatu peramsalahan dan pemikiran mereka yang selalu berubah-ubah. Dikarenakan kelabilan yang dialami remaja sering kali remaja mengalami berbagai permasalahan diantaranya:
1.      timbulnya sikap apatis dalam remaja, Sikap apatis merupakan sikap acuh yang memliki kecenderungan untuk menolak sesuatu yang tidak sesuai dengan dirinya sendiri pada saat bersamaan.
2.      kurangnya rasa percaya diri Seringkali remaja mengalami rasa percaya diri yang rendah sehingga menimbulkan kecemasan, akibatnya segala perilaku yang akan dilakukan terjadi penghambatan karena tidak kokohnya mental yang ada pada diri mereka.
3.      Stress dan frustasi .Ketika remaja tidak memiliki pikiran terbuka dan kekuatan mental maka jika dilanda masalah akan menyebabkan rasa frustasi, terkadang rasa frustasi ini menjerumuskanmereka kepada hal-hal yang negative, seperti mabuk-mabukan, balap motor dan lain sebagainya
4.       Ketidakmampuan untuk terlibat dalam hal-hal yang tidak diinginkan seperti menunjukkan diri dimasyarakat atau ber orientasi.
5.       Perasaan tidak berdaya.Kemajuan teknologi yang semakin berkembang yang menimbulkan pengaruh negatif  karena teknologi semakin menguasai gaya hidup dan pola berpikir remaja yang labil menyalah gunakan teknologi sebagai alat jalan pintas kemaksiatan yang menimbulkan kurangnya fokus belajar.
6.      6 suka memuji diri sendiri dihadapan orang lain seperti memamerkan kejadian yang dianggap luar biasa dialaminya

Setelah peneliti melakukan observasi dan wawancara Di SMK Darma siswa mengenai dampak kelabilan pada masa remaja terdapat berbagai tanggapan, berikut tanggapan responden yang telah peneliti wawancarai
1.      Wahyu Hidayat (berbek-waru-sidoarjo)
Menurut Wahyu Dampak dari kelabilan Remaja tidak berpikir secara mendalam dan rasional sehingga terkadang membuat resah masyarakat, “remaja biasanya suka merusak fasilitas umum” kata wahyu.

Baca Juga :  Living Qur’an Definisi dan Ragam Perspektif

2.      Ahmad Musthofa (Tropodo-waru-Sidoarjo)
Dia menanggapi bahwa kelabilan para remaja menimbulkan “Sikap yang sering berubah-ubah membuat orang-orang yang disekitarnya tidak nyaman kepada dirinya” ucap ahmad
3.      Suci Lestari (Tropodo-Waru-Sidoarjo)
Kata Suci tentang kelabilan remaja.yaitu, ”Karena tidak mempunyai teguh pendirian sehingga dia hanya menuruti kesenengannya sendiri meskipun bersifat Negatif “
4.      Jasmin NUr Andriyani (Gedongan-Waru-Sidoarjo)
Kata Jasmin Labilnya Remaja Yaitu “Akibat sifatnya yang labil membuat temannya menjauhi dirinya dan menjadikan anak itu tadi tidak punya teman sehingga menjadikan dirinya seorang individual”
5.      Faisal Akbar (Berbek-Waru-Sidoarjo)
Menurut Faisal Dampak Remaja labil Yaitu karena dia tidak mempunyai tujuan yang akan dilakukan maka mengakibatkan seseorang yang didekatnya menjauhi dirnya sehingga dia menjadi individualisme.

Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa kelabilan memberikan dampak positif dan negatif namun dampak negatif  lebih mendominasi.

Kesimpulan
Dari hasil penelitian di  atas dapat diambil kesimpulan bahwa remaja rentan terhadap keLabilan karena remaja berada pada peralihan dari mas anak-anak ke masa dewasa yang ditandai denagan masa pubertas[4]. Sehingga pada fase ini  remaja sering mengalami banyak permasalahan. Pada fase ini remaja rentan terpengaruh oleh dunia luar . perilaku labil memliki dampak negatif bagi remaja sehingga menjadikan perilaku remaja menyimpang dan mengakibatkan rusaknya akhlaq dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.

Daftar Pustaka
Apillia, Diwan. “Kenakalan Remaja, Faktor, Dan Penanggulangannya,” n.d.
Nurati, Dian Esti. “Meningkatkan Kualitas Hidup Anak Jalanan Melalui Komunikasi Efektif Teman Sebaya,” 2017.
Siregar, Budi Gautama. “Solusi Dalam Menghadapi Permasalahan Remaja.” Hikmah 7, no. 1 (2013): 100–116.
Yukanti, Tri. Yanzi, Hermi. Nurmalisa Yunisca. “Persepsi Masyarakat Terhadap Faktor Penyebab Kenakalan Remaja Di Dusun IV Kampung Nambahdadi,” 2010.

Catatan Kaki :
[1] Hermi. Nurmalisa Yunisca Yukanti, Tri. Yanzi, “Persepsi Masyarakat Terhadap Faktor Penyebab Kenakalan Remaja Di Dusun IV Kampung Nambahdadi,” 2010.
[2] Budi Gautama Siregar, “Solusi Dalam Menghadapi Permasalahan Remaja,” Hikmah 7, no. 1 (2013): 100–116.
[3] Diwan Apillia, “Kenakalan Remaja, Faktor, Dan Penanggulangannya,” n.d.
[4] Dian Esti Nurati, “Meningkatkan Kualitas Hidup Anak Jalanan Melalui Komunikasi Efektif Teman Sebaya,” 2017.

Oleh : Ach. Sya’ab Arif Al Wafa

Tags: