Model Pengmbangan Pembelajaran Matematika Terhadap Siswa Madrasah Ibtidaiyah

  • Whatsapp

Abstrak
Tujuan saya memebuat model pengembangan pembelajaran mata pelajaran matematika ini adalah agar siswa dapat meningkatkan prestasi belajar dan keaktifan pada proses pembelajaran. Sedangkan untuk guru konsep ini sangat penting guna untuk pembelajaran dikelas, agar siswa tidak jenuh dan monoton dalam proses pembelajaran. Jadi guru dan siswa juga ikut turut aktif dalam proses pembelajaran. Dengan model make a match melibatkan semua siswa ikut bergerak aktif dalam proses pembeljaran, make a match dapat membuat siswa berfikir secara logis.  Jika menggunakan model pembelajaran kooperatif (TAI) dapat membuat siswa aktif juga berfikir secara kritis dan logis karena model TAI ini sering digunakan untuk memecahkan sebuah masalah. Adapun cara untuk meningkatkan proses pembelajaran matematikan dengan menggunakan prblem based learning (PBL),  model ini juga menuntut keaktifan dan kekreatifan siswa dikarenakan model ini menggunakan masalah di dunia nyata siswa masing-masing.
Keyword: model pengembangan,proses pembelajaran matematika

Model Pengmbangan Pembelajaran Matematika Terhadap Siswa Madrasah Ibtidaiyah

Pendahuluan
Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah merupakan sekolah tingkat  awal untuk menanamkan konsep dasar bagi anak, sehingga konsep-konsep yang akan diterima anak untuk membuka daya pikirnya dalam menghadapi pendidikan kejenjang berikutnya. Sardiman (1996) mengatakan proses belajar mengajar adalah proses komunikasi antara pendidik dan siswa, semisal proses penyampaian pesan melalui saluran atau media tertentu ke penerima pesan. Kegiatan belajar mengajar di kelas merupakan dunia komunikasi tersendiri antara guru dan siswa agar saling bertukar pikiran. Untuk mengembangkan ide dan pembelajran.[1]

Bacaan Lainnya

Baca Juga :  Hidup Kelabilan Di Masa Remaja

Di dalam dunia pendidikan pada era sekarang tidak lepas dari adanya perkembangan kurikulum. Perkembangan Kurikulum 2013 mengharapkan dapat menghasilkan insan negara ini yang produktif, kreatif, inovatif dan aktif melalui penguatan sikap, keterampilan dan pengetahuan yang padu. Materi pembelajaran matematika yang telah dikembangkan dalam kurikulum 2013 dianggap sangat penting antara matematika dengan angka dan tanpa angka, Agar siswa menguasai dalam menghadapi pembelajaran matematika dapat terwujud dengan baik maka siswa harus dapat memahami konsep dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran tematik terpadu bertujuan untuk menfokuskan siswa terhadap tema tertentu. Pembelajaran ini merupakan pembelajaran yang menggunakan tema sebagai penyambung antara kegiatan pembelajaran yang saling memadukan antara beberapa mata pelajaran dan sekaligus dalam satu kali tatap muka (Mawardi, 2014: 109). Pemahaman konsep ini ialah dasar dari pemahaman prinsip dan teori, hal ini merupakan sesuai dengan jenjang kognitif tahap pemahaman menurut Bloom, sehingga dapat memahami prinsip dan teori  siswa terlebih dahulu  harus dapat memahami konsep-konsep matematika, jika mereka mengharapkan dapat  menguasai matematika dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal dapat dilihat oleh guru melalui hasil  belajar.[2]

Pos terkait