Strategi Guru Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa

Abstrak
Adapun yang melatar belakangi peneliti mengambil permasalahan ini karena menurut peneliti bahwa membaca merupakan aspek penting dalam proses pembelajaran pada dasar untuk melajutkan ke jenjang selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang upaya guru dalam menumbuhkan minat baca siswa MI dengan menganalisis berbagai hasil wawancara yang mengandung informasi tentang upaya guru dalam menumbuhkan minat baca pada siswa. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan deskripsi kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan berikut (1) minat membaca siswa kelas I di MI Ma’arif Pagerwojo masih tergolong rendah, hal ini dikarenakan beberapa faktor. (2) Guru kelas I di MI Ma’arif Pagerwojo sudah bisa dikatakan baik dalam penyampaian proses kegiatan belajar mengajar. Hal ini dapat dilihat dari  metode mengajarnya yang sangat kreatif yaitu dengan mengisi teka-teki silang dan bermain tebak kata yang akan membuat siswa tidak cepat merasa bosan dalam membaca, disamping itu juga siswa dapat berpikir kritis. (3) Upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan minat membaca siswa juga berbeda-beda.
Kata Kunci: guru, upaya, minat baca, membaca.
Strategi Guru Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa

Abstract
As for the background, researchers took this problem because according to researchers that reading is an important aspect of the learning process, especially on the basis for continuing to the next level. This study aims to find out about the efforts of teachers in fostering interest in reading MI students by analyzing the results of interviews that contain information about teachers’ efforts in fostering interest in reading in students. The research method used is a qualitative description approach. The results of this study indicate the following (1) interest in reading grade I students at MI Ma’arif Pagerwojo is still relatively low, this is due to several factors. (2) Class I teachers at MI Ma’arif Pagerwojo can already be said to be good in delivering the teaching and learning process. This can be seen from the very creative teaching methods by filling in crossword puzzles and guessing words which will make students not get bored quickly in reading, besides that students can think critically. (3) The efforts made by teachers in increasing students’ interest in reading also vary.
Keywords: teacher, effort, interest in reading, reading.

Strategi Guru Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa

PENDAHULUAN.
Membaca merupakan aspek penting dalam proses pembelajaran dasar untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Pembelajaran membaca menjadi titik tolak utama dalam menentukan pembelajaran yang lainnya. Dengan membaca, siswa dapat mengikuti, mengetahui dan memahami setiap materi yang diberikan (Rizki Desta Utami, Dwi Cahyadi Wibowo, 2018).

Menurut Dalman (2013:142), “Minat baca merupakan aktivitas yang dilakukan dengan penuh ketekunan dalam rangka membangun pola komunikasi dengan diri sendiri untuk menemukan makna tulisan dan menemukan informasi untuk mengembangkan intelektualitas yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan perasaan senang yang timbul dari dalam dirinya” (E. Deviana, Korelasi Minat Baca Dengan Hasil Belajar Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas III SD, 2017).

Di Pendidikan dasar siswa kurang minat dalam membaca. Sebagaian besar siswa mau membaca apabila ada perintah dari guru atau jika ada ulangan saja. Sedikit sekali minat siswa dalam membaca. Menumbuhkan minat baca di sekolah dasar  bukan hal yang mudah, tetapi harus di upayakan. Guru sebagai fasilitor harus mampu meningkatkan minat baca siswa.

Untuk meningkatkan minat membaca siswa, maka perlu adanya pembinaan minat baca pada siswa. Sekolah dapat membantu anak-anak untuk meningkatkan minat baca dengan menciptakan budaya literasi. Penanaman kebiasaan membaca harus dimulai pada usia dini, dan sekolah merupakan tempat yang sangat tepat untuk memupuk minat dan kebiasaan membaca bagi anak-anak. Guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik.

Baca Juga :  Mengenal Lebih Jauh HIV dan AIDS

Ismail (2010: 44-63) mengatakan dalam proses pembelajaran dikelas, guru dipandang dapat memainkan peran penting terutama dalam membantu peserta didik untuk membangun sikap positif dalam belajar, membangkitkan rasa ingin tahu, mendorong kemandirian dan ketepatan logika intelektual, serta menciptakan kondisi-kondisi untuk sukses dalam belajar. Salah satu dukungan yang dibutuhkan untuk menumbuhkan minat baca siswa adalah peran guru. Guru perlu memotivasi siswa untuk mencintai buku sejak awal (Francisco, 2013).

Berdsarkan hasil observasi di lokasi penelitian, dalam pembelajaran membaca, terdapat beberapa guru yang masih mengajar dengan metode pasif, sehingga siswa merasa bosan dan kurangnya minat dalam membaca. Hal ini disebabkan guru tidak menciptakan diskusi di dalam kelas dan akan mematikan minat siswa untuk mencari suatu jawaban. Maka dari itu, guru perlu metode mengajar yang bisa meningkatkan minat baca siswa. Namun, terdapat juga guru yang kreatif dalam meningkatkan minat baca siswa seperti menggunakan media teka-teki silang dalam proses pembelajarannya. Rendahnya minat baca siswa ini di pengaruhi beberapa faktor yaitu kurangnya kreativitas guru, kuranganya motivasi dari orang tua, minimnya koleksi buku di perpustakaan, dan ketergantungannya gadget pada siswa. Permasalahan-permasalahan di atas menjadi landasan peneliti untuk peneliti membahas penelitian yang berkaitan dengan upaya guru dalam meningkatkan minat membaca siswa di MI Ma’arif Pagerwojo Buduran.

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menumbuhkan minat baca siswa MI serta memberikan solusi guru atau metode belajar untuk meningkatkan minat baca siswa anak sekolah dasar atau MI.

Dengan tercapainya tujuan dari penelitian ini, diharapkan dapat memberi manfaat bagi semua pihak yang terkait. Penelitian ini diharapkan dapat menjadikan pedoman untuk keberlangsungan kegiatan pembelajaran selanjutnya. Adapun manfaat yang penulis harapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.)    Manfaat teoritis
Dari manfaat penelitian ini, diharapkan dapat memberikan sumbangan analisis bagi perkembangan disiplin ilmu. Khususnya mengenai strategi guru dalam dalam menumbuhkan minat baca siswa sekolah dasar atau MI.
2.)    Manfaat praktis
Hasil penelitian ini nantinya di harapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak.
a.)    Manfaat bagi peneliti
Dapat menambah wawasan dan pengalaman dalam kegiatan belajar mengajar serta dapat menjadi bahan kajian penelitian selanjutnya.
b.)    Manfaat bagi siswa
Manfaat yang diperoleh siswa adalah menumbuhkan dan meningkatnya minat baca siswa dan mengetahui arti pentingnya membaca.
c.)    Manfaat bagi guru
Penelitian ini merupakan suatu sarana untuk menambah wawasan dan menjadi masukan yang dapat dipertimbangkan untuk upaya meningkatkan minat baca yang sesuai dengan kondisi siswa dan meningkatkan kwalitas propesional guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.

METODE PENELITIAN
Pada penelitian ini, penelitian menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif. Penelitian deskripsi kualitatif merupakan salah satu dari jenis penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara rinci dan mendalam tentang upaya guru dalam menumbuhkan minat baca siswa MI dengan menganalisis berbagai hasil wawancara yang mengandung informasi tentang upaya guru dalam menumbuhkan minat baca pada siswa.

Baca Juga :  Pengertian penilaian pendidikan anak usia dini

Dalam proses penelitian ini saya bertindak sebagai peneliti harus hadir ke lapangan, guna memperoleh data yang valid. Oleh sebab itu saya datang ke tempat lokasi selama 3 hari.
Teknik dan instrumen pengumpulan data pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik wawancara dan observasi dalam pengumpulan data. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, dimana peneliti menggali informasi secara mendalam dengan cara peneliti terlibat langsung dan bertanya jawab secara bebas tanpa pedoman pertanyaan yang disiapkan sebelumnya. Analisis datanya menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan datanya dilakukan uji kredibilitas,
dependabilitas, transfermabilitas, dan konfirmabilitas. Subjek utama penelitian ini adalah
guru kelas I MI Ma’arif Pagerwojo.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Minat baca siswa di MI Ma’arif Pagerwojo
Dari hasil observasi minat membaca siswa kelas I di MI Ma’arif Pagerwojo masih tergolong rendah, hal ini disebabkan karena :
1.    Kurangnya kreativitas guru, sehingga murid akan cepat bosan dalam membaca.
2.    Kurangnya motivasi dari orang tua, hal ini menyebabkan siswa dalam belajar tidak dibimbing, siswa cenderung dibiarkan semaunya tanpa arahan dan dorongan dari orang tua.
3.    Minimnya koleksi buku di perpustakaan, hal ini juga dapat membuat siswa malas mengunjungi perpustakaan karena kurangnya buku yang mereka inginkan, terutama buku-buku bergambar yang menarik siswa.
4.    Ketergantungannya gadget pada siswa, hal ini menyebabkan siswa malas membaca dan mencari suatu jawaban dari tugas yang diberikan oleh guru.

Deskripsi hasil wawancara :
Upaya guru dalam meningkatkan minat baca siswa MI :
Wawancara 1
Pewawancara : Bagaimana menurut ibuk minat baca pada siswa kelas I MI Ma’arif Pagerwojo sekarang ?
Guru 1 A: Kalau dilihat sekarang ini perkembangan minat baca terhadap siswa sebenarnya
menurun.
Pewawancara : Apa faktor yang mempengaruhi menurunnya minat baca pada siswa MI buk ?
Guru 1 A: Faktor yang mempengaruhi minat baca siswa seperti buku-buku diperpustakaan banyak yang tidak diperbarui, hanya terdapat buku lama sehingga siswa bosan dan juga faktor kurangnya dorongan atau motivasi dari orang tua siswa tersebut.
Pewawancara : Bagaimana metode mengajar ibuk supaya meningkatkan minat baca siswa?
Guru 1 A : disaat jam pelajaran  memberikan kepada siswa untuk membaca buku selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai, mengisi teka-teki silang yang membuat siswa tidak cepat bosan dalam membaca dan disamping itu juga siswa berpikir kritis.
Pewawancara : Lantas bagaimana upaya ibuk sebagai seorang guru untuk meningkatkan
minat baca pada siswa MI ?
Guru 1 A: Upaya yang dapat saya lakukan yaitu, saya dapat memberikan dorongan anak bercerita tentang apa yang telah dibacanya, siswa dapat menukar buku dengan teman-temannya, biasa menyuruh siswa membeli buku yang menarik minat baca siswa seperti buku cerita anak-anak, memberikan buku sebagai hadiah kepada siswa yang berprestasi.
Wawancara 2
Pewawancara : Bagaimana menurut ibuk minat baca pada siswa kelas I MI Ma’arif Pagerwojo sekarang ?
Guru 1B :
Pewawancara : Apa faktor yang mempengaruhi menurunnya minat baca pada siswa MI buk ?
Guru 1 B : Faktor yang mempengaruhi minat baca siswa sekarang ini yaitu globalisasi, pemakaian gadget pada siswa yang seharusnya belum saatnya diberikan pada anak usia tersebut, biarpun di berikan harus ada pengawasan.gadget tersebut berdampak siswa menjadi malas membaca dan mencari suatu jawaban dari tugas yang diberikan oleh guru.
Pewawancara : Bagaimana metode mengajar ibuk supaya meningkatkan minat baca siswa?
Guru 1 B : kalau metode mengajar saya, beragam seperti diskusi dan tanya jawab, siswa saya bagi beberapa kelompok lalu saya beri pertanyaan lalu mereka menjawabnya. Biar tidak bosan dalam pembelajaran biasanya saya memberi tebak kata pada siswa sehingga membuat siswa sangat antusias dalam membaca.
Pewawancara : Bagaimana upaya ibuk sebagai seorang guru dalam meningkatkan
minat baca pada siswa MI ?
Guru 1 B : Upaya saya untuk meningkatkan minat baca siswa yaitu dengan mengisi buku-buku yang menarik di perpustakaan dan mengganti buku-buku lama, seperti mengisi buku bergambar dan komik, sehingga siswa tertarik untuk membacanya, membuat perpustakaan itu senyaman mungkin, contohnya saya belikan meja dan rak buku baru, dan setiap guru kelas diwajibkan mengunjungi perpustakaan serta melakukan proses pembelajaran disana.

Baca Juga :  Pendidikan yang Terbatas oleh Ekonomi

Dari hasil observasi dan wawancara diatas, upaya guru dalam meningkatkan minat baca siswa di MI Ma’arif Pagerwojo sudah sangat baik.dilihat dari metode mengajarnya, guru di MI Ma’arif Pagerwojo ini sangat kreatif yaitu dengan mengisi teka-teki silang dan bermain tebak kata yang akan membuat siswa tidak cepat merasa bosan dalam membaca, disamping itu juga siswa dapat berpikir kritis. Salah satu upaya guru dalam meningkatkan minat baca siswa yaitu dengan mengganti buku lama dengan buku baru yang dapat menarik siswa untuk pergi ke perpustakaan sekolah. Hal ini terbukti bahwa terdapat  beberapa siswa yang membaca buku di perpustakaan pada saat jam istirahat berlangsung. Peran guru merupakan faktor yang mempengaruhi minat baca siswa. Salah satu peran guru dalam proses pembelajaran adalah sebagai motivator. Peran guru tersebut yaitu pemberian motivasi agar mau membaca. Peranan guru sebagai motivator ini penting artinya dalam meningkatkan pengembangan kegiatan membaca siswa. Faktor guru yang berupa kemampuan mengelola kegiatan dan interaksi belajar mengajar, khususnya dalam program pengajaran membaca. Guru yang baik harus mengetahui karakteristik dan minat siswa. Guru harus dapat merangsang dan memberikan dorongan untuk memunculkan potensi siswa dalam hal membaca. Salah satu cara untuk memotivasi siswa dalam belajar adalah membangkitkan minat baca siswa.

SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian di MI Ma’arif Pagerwojo ditemukan bahwa minat baca siswa masih sangat rendah, hal ini disebabkan karena kurangnya kreativitas guru, kurangnya motivasi dari orang tua, hal ini menyebabkan siswa, minimnya koleksi buku di perpustakaan, dan ketergantungannya gadget pada siswa, hal ini menyebabkan siswa malas membaca dan mencari suatu jawaban dari tugas yang diberikan oleh guru.
Sementara itu, ditinjau dari upaya guru, dapat disimpulkan bahwa guru dari kedua kelas I di MI Ma’arif Pagerwojo sudah bisa dikatakan baik dalam penyampaian proses kegiatan belajar mengajar. Hal ini dapat dilihat dari  metode mengajarnya yang sangat kreatif yaitu dengan mengisi teka-teki silang dan bermain tebak kata yang akan membuat siswa tidak cepat merasa bosan dalam membaca, disamping itu juga siswa dapat berpikir kritis.

DAFTAR PUSTAKA
Deviana, E. (2017). Korelasi Minat Baca Dengan Hasil Belajar Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas III SD. 1–16.
Francisco, A. R. L. (2013). Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Siswa. Jurnal Ilmiah PGMI, 53(9), 1689–1699. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Rizki Desta Utami, Dwi Cahyadi Wibowo, Y. S. (2018). Analisi Minat Membaca Siswa Pada Kelas Tinggi Di Sekolah Dasar Negeri 01 Belitang. Jurnal Pendidikan Dasar PerKhasa Vol, 4(April).
Sd, P., Badean, N., Roesminisngsih, E., & Si, M. (n.d.). Pengaruh Program Reading Clasroom Terhadap Minat Baca Siswa Di Perpustakaan SD Negeri Badean 1 Bondowoso.

Oleh : Hilda Dwi Magfiroh

Tags: