Metode Pembelajaran Yang Tidak Membosankan Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas 2 Sd Negeri Cungkup

  • Whatsapp
Abstrak
Madrasah ibtidaiyah adalah suatu lembaga pendidikan yang pertama untuk mempelajari ilmu sejarah, pendidikan sejarah diberikan dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan untuk mengembangkan pengetahuan siswa dalam mengetahui dan memahami dengan benar tentang sejarah. Belajar sejarah merupakan hal yang sangat penting untuk siswa madrasah ibtidaiyah, membaca dan menyimak materi sejarah cenderung membosankan karena banyak yang sering menggunakan metode ceramah atau cerita terus menerus sehingga akan menimbulkan rasa kantuk pada siswa. Karena hal ini, saya menggunakan metode memperlihatkan video – video atau gambar – gambar agar dapat menarik perhatian siswa dan suasana di kelas menjadi tidak membosankan ketika menyimak pelajaran sejarah. Dengan ini saya memilih metode penelitian dengan cara terjun langsung ke sekolah-sekolah madrasah ibtidaiyah.
Keyword : metode pembelajaran efektif
Metode Pembelajaran Yang Tidak Membosankan

Metode Pembelajaran Yang Tidak Membosankan Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas 2 Sd Negeri Cungkup

A.    Latar belakang
Mengajar adalah suatu proses mengatur dan mengkoordinasi lingkungan yang ada di sekitar siswa, sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong siswa melakukan proses belajar. Mengajar adalah proses untuk memberikan bimbingan kepada siswa ketika melakukan proses belajar. Mengajar merupakan kegiatan yang memerlukan keterlibatan siswa. Bila tidak ada siswa atau objek didik, siapa yang akan diajar. Hal ini perlu disadari oleh guru agar tidak terjadi kesalahan terhadap kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran adalah suatu kondisi yang diciptakan sengaja oleh para guru untuk memberikan pembelajaran kepada siswa. Guru yang mengajar dan siswa yang diajar/belajar. Dalam proses pembelajaran ada tipe siswa yang cepat mencerna bahan ajar dan ada yang sedang dalam proses mencerna bahan ajar, serta ada pula siswa dengan lamban mencerna bahan ajar yang diberikan oleh guru. Ketiga model belajar siswa tersebut mengharuskan agar guru membuat strategi pembelajaran yang sesuai dengan tipe-tipe belajar siswa. Ketika kegiatan belajar mengajar sedang berproses, guru harus ikhlas dalam bersikap dan berbuat, serta mau memahami siswanya dengan segala konsekuensinya. Semua masalah yang terjadi dan dapat menjadi penghambat jalannya proses belajar mengajar, baik dari perilaku siswa maupun yang bersumber dari luar diri siswa harus guru hilangkan, dan bukan membiarkannya. Karena keberhasilan belajar mengajar lebih banyak ditentukan oleh guru dalam mengelola kelas. Dalam mengajar, guru harus pandai melakukan pendekatan secara arif dan bijaksana, bukan sembarangan yang bisa merugikan siswa. Pandangan guru terhadap siswa akan menentukan sikap dan perbuatannya. Setiap guru tidak selalu mempunyai pandangan yang sama dalam menilai siswa.

Pos terkait