Pengaruh Media Pembelajaran Power Point Dalam Peningkatan pemahaman Siswa

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media power point terhadap kualitas pembelajaran siswa. Metode yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif, ialah penggambaran secara langsung ketika proses penelitian. Dalam penelitian ini informan diambil dari 60 siswa dan mengambil 5 sampel acak dari 60 siswa tersebut. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara dan hasilnya berupa 80% siswa mengalami peningkatan terhadap hasil belajar mereka dan 70% antusias positif yang mereka berikan ketika pembelajaran sehingga media power point ternyata memberikan pengaruh yang positif terhadap pembelajaran siwa sehingga mempengaruhi kualitas pembelajaran siswa.
Kata Kunci: Media power point, kualitas pembelajaran

ABSTRACT
This study aims to study the effect of power point media on the quality of student learning. The method used by the author in this study is descriptive qualitative, is a direct description of the research process. In this study informants were taken from 60 students and taken 5 random samples from 60 students. The instruments in this study used observations and interviews which resulted in 80% of students improving their learning outcomes and 70% of the positive enthusiasm they provided for learning compilations requiring media power points that had a positive influence on student learning improving the quality of student learning.
Keywords: Power point media, quality of learning

 

Pengaruh Media Power Point Dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran Siswa

A.   Pendahuluan
Pendidikan merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan, tanpa Pendidikan peradaban bangsa tidak akan mengalami kemajuan untuk itu wajib bagi setiap anak untuk mengenyam Pendidikan sedari kecil. Pendidikan ialah usaha sadar yang dilakukan oleh berbagai kalangan yang meliputi keluarga, sekolah, dan masyarakat melalui kegiatan pengajaran, bimbingan, dan latihan yang berlangsung di sekolah maupun di luar sekolah. Menurut pendapat Asraruddin (2014).[1]  Pendidikan di Indonesia memiliki tujuan, menurut UU RI No.20 tahun 2003 adalah untuk perkembangan peserta didik agar menjadi peserta didik yang beriman, berakhlak dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berilmu dan bertanggung jawab serta demokratis.[2] Pembahasan mengenai pendidikan sendiri tak pernah berakhir dapat di bahas tuntas, karena setiap instalasi kelembagaan selalu menempuh berbagai cara untuk meningkatkan mutu Pendidikan, seiring berkembangnya zaman, dinamika teknologi semakin pesat, perkembangan teknologi ini sudah merasuk kedalam kehidupan manusia, di setiap kegiatan manusia pasti dibutuhkan teknologi untuk membantu memudahkan pekerjaan manusia, bahkan dalam sistem Pendidikan, kemajuan teknologi menjadi pemicu untuk mengembangkan sistem Pendidikan yang pada mulanya merupakan Pendidikan yang bersifat konvensional beralih pada Pendidikan yang bersifat modern.

Instalasi Pendidikan yang cerdas tentunya harus mengikuti perkembangan zaman, paham bagaimana memanfaatkan teknologi yang ada sebagai media pembelajaran siswa secara efektif, berbicara mengenai media, tak luput dari perangkat lunak yang disebut software dan perangkat keras yang disebut hardware. Ada banyak software dan hardware yang menunjang Pendidikan siswa, salah satunya Microsoft power point. Dalam aplikasi power point diberikan wadah sebagai penampung slide-slide yang mengandung pokok-pokok materi yang akan disampaikan pada peserta didik. Media power point memiliki fasilitas animasi, slida dalam power point juga dapat dimodifikasi sehingga memberikan rangsagan minat terhadap siswa.[3] Berdasarkan uraian di atas, penerapan Aplikasi power point memiliki daya interesting dalam proses belajar mengajar, mengapa demikian, karena dengan media ini pembelajaran tidak terkesan monoton apalagi jika diselingi dengan animasi-animasi unik yamg dapat menarik perhatian siswa, Microsoft power point juga mampu menyajikan materi secara ringkas karena faktanya tanpa kreatifitas pengajar, suasana kelas akan membuat siswa bosan, mengantuk dan tidak kondusif, bahkan banyak siswa yang bolos,

Strategi-strategi pun di upayakan untuk meningkatkan kualitas Pendidikan dan membuat anak aktif ketika proses pembelajaran. Dengan adanya media yang mendukung sistem pembelajaran baik di luar kelas maupun di dalam kelas menjadi efektif. Pendapat Koesnandar, (2003,p.3) menjelaskan tentang ”Bagaimana cara memaparkan materi pelajaran dengan menggunakan media yaitu dengan menyelipkan foto, gambar, dan video tentang objek tersebut.”[4] Cara ini adalah salah satu hal yang akan sangat membantu untuk menciptakan siwa aktif dan menarik minat siswa ketika proses pembelajaran dinmika peningkatan kualitas pembelajaran juga kan melaju naik, di sisi lain guru juga akan mudah menjelaskan materi dan lebih mempersingkat waktu. Menurut Baugh (Achsin, 1986) bahwa hasil belajar melalui indera pandang atau mata dan indera pendengaran atau telinga sangat terlihat jelas perbedaannya, kurang lebih 90% hasil belajar seseorang diperoleh melalui indera pandang, dan sekitar 5% berasal dari indera pendengaran serta 5% lagi dari indera lainnya.[5] Disisi lain berdasarkan jurnal penelitian yang dilakukan oleh Waruwu (2005), dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan media yang berbasis teknologi komputer dapat meningkatkan hasil belajar secara signifikan dibandingkan media overhead projector. Sedangkan Tella (2010 meberi kesimpulan bahwa grafik tinggi rendahnya motivasi belajar isswa berpengaruh terhadap hasil belajara siwa dari berbagai pengalaman tersebut dapat ditarik bahwa media merupakan aspek penting dalam pembelajaran, khusunya media berbasis Komputer karena terdapat daya interesting bagi siswa.[6]

Dengan adanya media belajar memudahkan siswa dalam menangkap materi yang disampaikan oleh guru, Menurut Arsyad (2000:3) menyampaikan bahwa yang termasuk media pembelajaran adalah alat yang dapat dilihat secara fisikdan dapat diperginkan untuk penyampaian materi dari yang terdiri dari komputer, buku tape recorder, televisi dan gambar. Pembelajaran dengan media dapat berfungsi sebagai stimulus terhadap perasaan, pikiran, dan minat dalam memperjelas materi pelajaran. Karena jika hanya menggunakan penjelasan verbal saja siswa akan mudah melupakannya, oleh karena itu guru harus menguasai media pembelajaran agar dapat menyampaikan pesan-pesan dan informasi pendidikan kepada siswa secara baik. Salah satu kegiatan pokok yang dilakukan adalah pengembangan program media yaitu radio, audio, televisi, video, multimedia dan internet untuk pembelajaran (Supriyanti, 2005:1) [7] Hubungan antara minat pembelajaran dengan hasil pembelajaran terikat satu sama lain, sehingga menciptakan kualitas pembelajaran, dari latar belakang tersebut peneliti ingin membuktikan apakah media power point dapat meningkatkan hasil belajar, dan apakah dengan media power point dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, untuk itu penelitian ini bertijuan untuk mengungkap bagaimana kebenaran permasalahan yang terkait, sasaran obyek pada penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 5 MINU TROPODO WARU SIDOARJO.

Baca Juga :  Cara Membuat Media Pembelajaran Corong Penjumlahan

B. METODOLOGI
Dalam penelitian pengaruh power point terhadap kualitas pembelajaran siswa menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di MINU TROPODO 1 WARU SIDOARJO. Responden terhadap penelitian ini merupakan seluruh siwa kelas 5 MINU TROPODO yang berjumlah 60 siswa yakni kelas A dan kelas B. yang kemudian memilih 5 sampling secara acak sebagai responden yang akan diwawancarai,  penelitian dilakukan selama 3 hari, yakni pada tanggal 23-25 November 2019.

Yang dimaksud dengan penelitian deskriptif adalah mengumpulkan data berdasarkan faktor-faktor yang pendukung terhadap responden penelitian, kemudian menganalisis faktor-faktor tersebut untuk dicari apa perannya (Arikunto, 2010:151).[8] Sedangkan Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang berhubungan dengan presepsi, ide, pendapat dan kepercayaan orang yang akan diteliti dan kesemuanya tidak dapat di ukur dengan angka. Dalam penelitian ini, teori yang digunakan dalam penelitian tidak dipaksakan untuk memperoleh gambaran seutuhnya mengenai suatu hal menurut pandangan manusia yang telah diteliti (Sulistyo-Basuki,2006:24).[9] Pendekatan Deskriptif Kualitatif ialah metode pengolahan data dengan cara menganalisa faktor- faktor yang berkaitan dengan objek penelitian dengan penyajian data secara lebih dalam terhadap objek penelitian.[10] Metode ini menggambarkan bagaimana berjalannya penelitian, dengan melakukaan pengamatan langsung ke lapangan untuk mendapatkan sejumlah data yang diperlukan, Teknik pengumpulan data ini meliputi:

1.      Observasi
Observasi merupakan Teknik pengamatan yang langsung terjun ke lapangan apakah media power point memberi pengaruh yang signifikan terhadap kualitas belajar siswa.

2.      Wawancara
Wawancara adalah proses untuk menggali informasi terhadap responden untuk memberi pernyataan secara riil akan apa yang tidak dapat diketahui ketika observasi, dengan wawancara kita akan menemukan jawaban bagaimana media power point dapat meningkatkan pembelajaran siswa di kelas ataupun tidak.

            Data yang telah diambil kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang mana data yang di proleh dari hasil wawancara tersebut di deskripsikan secara menyeluruh. Sumber data wawancara tersebut merupakan sumber data yang falid sehingga peneliti perlu mendiskusikan dengan informan agar data yang diperoleh dapat disepakati bersama.

C.    HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
            Berdasarkan penenlitian dilakukan ketika pembelajaran dilakukan menggunakan media Power point berpengaruh pada pembelajaran siswa, hal ini dapat diketahui dengan adanya faktor-faktor sebagai berikut

1.      Menarik minat belajar siswa
Minat merupakan suatu hal yang di inginkan atau disukai seseorang, setiap orang pasti akan melakukan segala sesuatu jika hal tersebut merupakan minat mereka begitu pun sebaliknya. Pengertian minat sendiri secara istilah telah begitu banyak dikemukakan oleh para ahli-ahli, di antaranya yang disampaikan Hilgard yang dikutip oleh Slameto (1991: 57) menyatakan “Interest is persisting tendency to pay attention to end enjoy some activity and content” sementara itu, minat menurut Purwanto (1982: 45) adalah resultan dari proses eksplorasi dan manipulasi yang dilakukan oleh seorang terhadap sesuatu dari pengalaman eksplorasi dan manipulasi terhadap sesuatu, seseorang akan berkembang ke arah berminat atau tidak berminat kepada sesuatu itu. Sesuatu yang menarik minat itu tidak hanya menyenangkan atau dapat mendatangkan kepuasan baginya tetapi juga yang menakutkannya. Sementara itu Kartono (1980:56) mengartikan minat sebagai moment dari kecenderungan-kecenderungan yang terarah secara intensif kepada satu objek yang dianggap penting. Pada minat selalu terdapat elemen-elemen afektif (perasaan dan emosional) yang kuat.[11]. Ketika pembelajaran siswa dengan media power point, 80% siswa lebih aktif dikelas. Hal ini dapat di lihat dari 75% siswa memberi jawaban ketika guru memberi beberapa pertanyaan, karena dengan menggunakan media power point menyajikan slide-slide yang menarik minat siswa juga animasi-animasi yang membuat wahana pembelajaran lebih fress.

Baca Juga :  Klasifikasi Sumber Belajar Menurut Para Ahli

2.      Menciptakan kelas yang kondusif
Kondusifitas dalm pembelajaran sangat berpengaruh terhadap responsifitas siswa, karena jika kelas tidak dalam kondusifitas yang baik maka pembelajaran tidak dapat berlangsung dengan lancar, untuk itu hadirnya media power point ternyata mampu menstabilkan kelas secara kondusif. Jika biasanya 40% siswa ramai saat pembelajaran berlangsung, saat pembelajaran menggunakan media power point hanya 20% siswa yang ramai dan tidak memperhatikan. Penurunan ini menambah kesan bahwa dengan menambahkan media saat pembelajaran itu adalah suatu hal yang harus dilakukan dalam hal ini khususnya media power point.

3.      Peningkatan hasil belajar siswa
Sesuatu yang dapat diambil oleh seeorang setelah melakukan usaha dapat disebut sebagai hasil, tingkat tinggi rendah hasil yang diperoleh diukur dari besar usaha yang dilakukan, perubahan untuk mendapatkan hasil terbaik harus dilakukan oleh setiap individu, ketika seseorang mendapatkan hasil yang diinginkan akan menimbulkan rasa senang, hasil belajar identik dengan prestasi. Prestasi menurut M. Chabib (1993: 34) merupakan sekumpulan nilai sebagai hasil dalam penilaian proses belajar.[12] Untuk memperoleh hasil belajar seperti yang diharapkan maka diperlukan kerja keras dan peran orang tua yang ikut mendukung juga lingkungan yang dapat menunjang hasil seperti yang diharapkan, dalam konteks ini adalah hasil belajar. Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Anak dapat dikatakan berhasil ketika pembelajaran terlihat dari hasil belajar mereka, hasil belajar berkaitan dengan pencapaian seseorang terhadap kemampuan yang dimiliki, sebelumnya dewan guru telah merencanakan tujuan pembelajaran, sehingga dalam pembelajaran sudah tersusun program secara terkontrol dan terprogram. Menurut A J Romiszowski (Abdurrahman (2009), menyimpilkan bahwa hasil belajar merupakan keluaran/output dari suatu sistem pemrosesan masukan/input, seperti halnya Romiszowski Jhon M Keller melihat hasil belajar sebagai outpit dari suatu sistem pemrosesan berbagai masukan yang berupa informasi [13], setelah dilakukan penelitian selama 3 hari, dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa merangkak naik ketika proses pembelajaran menggunakan media power pint terlihat dari 60% yang mendapatkan nilai 90 dan 20% yang mendapat nilai 80 juga 30% mendapat nilai 60. Hal ini berbanding dengan kelas yang tidak menggunakan power point sebagai media pembelajaran.
            Pembelajaran dengan media power point ini memiliki indikator untuk menunjang keberhasilan pembelajaran dengan menggunakan media power point yaitu:

1. Proyektor/LCD
            Proyektor LCD merupakan teknologi yang baru baru muncul dengan memiliki efektivitas tinggi, teknologi ini termasuk teknologi modern, yang jika sebelumnya hanya ada data yang dapat dari kertas bening, biasanya disebut dengan OHP. Proyektor LCD memiliki beberapa fungsi yaitu:

1.Sebagai alat presentasi, dengan proyektor dapat menjadikan sebuah presentasi menjadi lebih hidup karena, dengan adanya gambar dan animasi dapat membuat materi yang dijelaskan lebih dinamis dan hidup.
2.Sebagai media informasi, proyektor menyediakan tampilan layer yang lebih besar dan lebar sehingga peserta didik lebih menikmati materi yang dijelaskan.
3. Sebagai pemutar video, kita tidak perlu bersusah payah untuk nonton bioskop di luar karena dengan adanya proyektor kita dapat melihat video di rumah. [14]

2. Kelas yang strategis
Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media power point memang membutuhkan kelas yang strategis karena intensitas cahaya juga mempengaruhi terangnya LCD Proyektor, jadi harus memiih tempat yang strategis.

4.      Speaker
Speaker meruakan salah satu perangkat keras yang berfungsi untuk mengeluarkan suara/audio dari hasil pemrosesan oleh CPU, perangkat ini sudah tidak dapat dipisahkan lagi dengan computer ataupun laptop.

5.      Laptop
Laptop merupakan benda elektronik yang memiliki fungsi menyamai computer, tetapi dengan bentuk yang lebih kecil dan mudah dibawa kemana-mana, laptop lebih fleksibel dan efektif.
Berdasarkan hasil wawancara dengan 5 siswa tentang bagaimana pendapat siswa mengenai pembelajaran dengan menggunakan power point sebagai berikut:

1.      Ana ma”rifatun Jannah (Tropodo 1 Waru Sidoarjo )
Ia mengatakan bahwa merasa senang ketika pembelajaran dengan media power point karena dengan begitu ia lebih paham materi yang di jelaskan. “suka kalau ada power point waktu pelajaran soalnya tambah mudah pemahaman” kata Ana ketika wawancara berlangsung.
2.      Nur Wahyuda Arifin (Tropodo 2 Waru Sidoarjo)
Siswa ini menjelaskan bahwa ia suka jika pembelajaran dilakukan dengan tambahan power point karena ia menjadi lebih semangat dan tidak bosan. “Kalau pelajaran biasanya tanpa media power point itu biasanya bikin ngantuk soalnya bosan” kata Yuda.
3.      Deni Ramadhan (Ngingas Waru Sidoarjo)
Deni mengatakan bahwa ia senang dan antusias jika pelajaran menggunakan media power point ia menjadi lebih aktif dan tidak pernah bolos berbeda dengan embelajaran tanpa media” biasanya saya sering bolos pelajaran karena saya ndak suka pelajaran yang membosankan dan bikin ngantuk tapi kalua ada power pointnya saya masuk terus.”. terangnya.
4.      Salsabilah sajidah (Ambeng-Ambeng Waru Sidoarjo)
Menurut salsa ia merasa biasa saja ketika pembelajaran dengan media power point karena ia memang terkenal dengan siswa yang pintar dan baginya pembelajaran dengan cara apapun ia suka, karena ia senang belajar, “biasa saja ketika pembelajaran dengan menggunakan media power point.” Ujarnya.
5.      Nadia Najma (Tropodo 2 Waru Sidoarjo)
Kata Nadia “Menurut saya nggak ada bedanya pelajaran dengan adanya power point atau tidak karena jika gurunya membosankan saya tetap merasa bosan.” Begitulah yang dikatakan Nadia, salah satu siwi di kelas 5.

Dari diagram diatas dapat dilihat bahwa 70% siswa memang menyukai atau senang jika proses belajar mengajar dilaksanakan dengan menggunakan media power point.

Baca Juga :  Konsep Umum Lingkungan Sebagai Media Pembelajaran

D.    KESIMPULAN
Berdasarka hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan power point meningkatkan kualitas pembelajaran siswa karena dapat dilihat 70% siswa memberikan antusias yang tinggi dan positif terhadap hal tersebut juga peningkatan hasil belajar siswa menjadi lebih baik, dilihat ketika niai siswa 80% meningkat dari pada pembelajaran tanpa menggunakan media power point.

DAFTAR PUSTAKA
Aan Prabowo, Heriyanto, S.Sos., M.IM, ‘Analisis Pemanfaatan Buku Elektronik (E-Book) Oleh Pemustaka Di Perpustakaan SMA Negeri 1 Semarang’, Jurnal Ilmu Perpustakaan, 2.2 (2013), 1–9 <http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jip%5CnANALISIS>
Elpira, Nira, and Anik Ghufron, ‘Pengaruh Penggunaan Media Powerpoint Terhadap Minat Dan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas Iv Sd’, Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 2.1 (2015), 94–104 <https://doi.org/10.21831/tp.v2i1.5207>
Hawa, Siti, and Julia Kurnianti, ‘PENGARUH MEDIA POWERPOINT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN 87 PALEMBANG DALAM PEMBELAJARAN MATERI BANGUN RUANG’
Putri, C, ‘Hasil Belajar Mata Pelajaran Akuntansi Pada Siswa Kelas X Akt Smk Negeri 2 Blora Tahun Ajaran 2012/2013 (Motivasi Belajar Sebagai’, Economic Education Analysis Journal, 2.2 (2013), 15–23 <http://journal.unnes.ac.id/artikel_sju/eeaj/2751>
Tatan, Z M, and Teti Sumiati, ‘PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BELAJAR DAN’, 1.1 (2011), 70–81
Utami, Yulia, ‘PENGARUH PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN PROYEKTOR LCD MENGGUNAKAN PROGRAM POWER POINT Teknik Informatika STMIK Pelita Nusantara Medan , Jl . Iskandar Muda No . 1 Medan Sumatera Utara 20154 Indonesia’, Jurnal Mantik Penusa, 1.1 (2017), 52–58
Yolanda, Meri, ‘PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MICROSOFT POWERPOINT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GAMBAR TEKNIK KELAS X TP SMK NEGERI 1 SUNGAI LIMAU’, 2019, 936–42

Catatan Kaki :
[1] Z M Tatan and Teti Sumiati, ‘PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BELAJAR DAN’, 1.1 (2011), 70–81.
[2] Ibid
[3] Siti Hawa and Julia Kurnianti, ‘PENGARUH MEDIA POWERPOINT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN 87 PALEMBANG DALAM PEMBELAJARAN MATERI BANGUN RUANG’.
[4] Nira Elpira and Anik Ghufron, ‘Pengaruh Penggunaan Media Powerpoint Terhadap Minat Dan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas Iv Sd’, Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 2.1 (2015), 94–104 <https://doi.org/10.21831/tp.v2i1.5207>.
[5] Ibid
[6] C Putri, ‘Hasil Belajar Mata Pelajaran Akuntansi Pada Siswa Kelas X Akt Smk Negeri 2 Blora Tahun Ajaran 2012/2013 (Motivasi Belajar Sebagai’, Economic Education Analysis Journal, 2.2 (2013), 15–23 <http://journal.unnes.ac.id/artikel_sju/eeaj/2751>.
[7] Meri Yolanda, ‘PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MICROSOFT POWERPOINT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GAMBAR TEKNIK KELAS X TP SMK NEGERI 1 SUNGAI LIMAU’, 2019, 936–42.
[8] M.IM Aan Prabowo, Heriyanto, S.Sos., ‘Analisis Pemanfaatan Buku Elektronik (E-Book) Oleh Pemustaka Di Perpustakaan SMA Negeri 1 Semarang’, Jurnal Ilmu Perpustakaan, 2.2 (2013), 1–9 <http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jip%5CnANALISIS>.
[9] Ibid
[10] Ibid
[11] Ibid
[12] Ibid
[13] Yulia Utami, ‘PENGARUH PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN PROYEKTOR LCD MENGGUNAKAN PROGRAM POWER POINT Teknik Informatika STMIK Pelita Nusantara Medan , Jl . Iskandar Muda No . 1 Medan Sumatera Utara 20154 Indonesia’, Jurnal Mantik Penusa, 1.1 (2017), 52–58.
[14] Utami.
Oleh: Arisa Savinatun Najah

Tags: