Permasalahan Kesulitan Belajar Siswa pada mata pelajaran Matematika

Abstrak
Penelitian ini berlatar belakang permasalahan kesulitan belajar matematika pada siswa Madrasah Ibtidaiyah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyebab kesulitan siswa ketika belajar matematika di kelas. Banyak siswa yang beranggapan bahwa matematika adalah mata pelajaran yang paling sulit dan membosankan, ketidaksenangan siswa dengan matematika akan membuat kendala tersendiri dalam proses pembelajaran, khususnya guru matematika. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara langsung oleh siswa kelas IV B Madrasah Ibtidaiyah Babussalam. Adapun hasil penelitian, pertama, kesulitan yang dialami siswa pada pembelajaran matematika materi penggunaan sifat-sifat operasi hitung, ketidakmampuan siswa dalam berhitung, ketidakmampuan siswa dalam memahami perkalian, sikap belajar siswa yang cenderung malas sehingga siswa kesulitan menyelesaikan soal. Serta ketidaktahuan siswa dalam operasi hitung aproksimasi dan statistika. Dengan informasi tersebut diharapkan guru dapat memperbaiki proses belajar mengajar agar siswa menjadi lebih mudah dalam memahami.
Kata Kunci : Kesulitan Belajar, Permasalahan Matematika

Abstact
This research is based on the problem of learning difficulties in mathematics in students of Madrasah Ibtidaiyah. The purpose of this study was to determine the causes of student difficulties when learning mathematics in class. Many students think that mathematics is the most difficult and boring subject, students’ displeasure with mathematics will create its own obstacles in the learning process, especially mathematics teachers. Data collection techniques used were direct interviews by students of grade IV Madrasah Ibtidaiyah Babussalam. As for the results of the study, first, the difficulties experienced by students in learning mathematics using the properties of arithmetic operations, students’ inability to count, students’ inability to understand multiplication, students’ learning attitudes that tend to be lazy so students have difficulty solving problems. And the ignorance of students in calculating and statistical operations. With this information teachers are expected to improve the teaching and learning process so that students become easier to understand.
Keyword : Learning Difficulties, Mathematical Problems

Permasalahan  Kesulitan Belajar Siswa pada mata pelajaran Matematika

   
PENDAHULUAN
Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah merupakan jenjang awal untuk menanamkan konsep dasar bagi anak, sebagai pembuka daya pikirnya dalam menghadapi jenjang berikutnya. Sudah diketahui bahwa pendidikan adalah sektor yang sangat menentukan kualitas suatu bangsa pada masa sekarang ataupun masa yang akan datang.

Dalam pendidikan dasar (madrasah ibtidaiyah atau sekolah dasar), faktor eksternal memiliki pengaruh yang cukup besar dalam memicu keinginan anak untuk belajar. Hal ini dikarenakan awal mula pembelajaran selalu disampaikan oleh pendidik. Salah satu pembelajaran yang sampai saat ini masih menjadi hal yang menakutkan bagi anak-anak yaitu belajar matematikam (Guru, Ibtidaiyah, Islam, & Mataram, 2018).

Di dalam pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah, khususnya anak-anak diusia sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah (SD/MI) sering mengalami kesulitan dalam menerima pelajaran dari guru. Kesulitan yang mereka hadapi ini merupakan problema yang sering menjadikan mereka kesulitan dalam memahami, dan mengaplikasikan atau dalam upaya meningkatkan kemampuan mereka terhadap mata pelajaran yang dipandang menakutkan(Nursalam, 2016). Khususnya mata pelajaran matematika, sering sekali mereka mengalami kesulitan baik dalam memahami, maupun mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari – hari.

Matematika salah satu bidang studi yang selalu diajarkan pada setiap jenjang pendidikan. Saat ini perolehan hasil belajar matematika masih dirasa belum optimal, bisa jadi dikarenakan oleh faktor kemampuan siswa yang belum mampu memahami metode yang diajarkan oleh guru atau metode yang diajarkan terlalu sulit dan rumit bagi siswa.

Baca Juga :  Pendidikan Moral Harus Diterapkan Sedini Mungkin

Sering sekali kita menemukan angka-angka atau bilangan-bilangan yang berhubungan dengan Matematika. Tetapitidak sedikit orang-orang berasumsi bahwa pelajaran Matematika itu sangat sulit untuk dipahami, walaupun begitu semua orang dituntut untuk mempelajarinya karena Matematika merupakan salah satu sarana untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari (Pebriana, 2017).

Banyak kita temukan di lapangan bahwa sebagian besar siswa yang memperoleh nilai matematika rendah salah satu factor penyebabnya adalah sikap negative mereka terhadap matematika. Banyak siswa yang mengangap matematika itu sulit dimengerti, matematika itu rumusnya banyak jadi sering lupa, matematika itu menakutkan karena jika tidak bisa menjawab akan dihukum oleh guru, matematika itu sulit dan rumit karena selalu berhubungan dengan angka, rumus dan hitung-menghitung dan banyak lagi alasan lainnya. Emosi siswa akan banyak menentukan pada efektivitas belajar, suasana belajar yang tidak menyenangkan dan kaku akan menghambat perkembangan siswa sebaliknya suasana belajar yang aman, nyaman dan menyenangkan dapat mendorong energy positif siswa sehingga dapat meningkatkan fungsi otak dan mengoptimalkan proses belajar serta meningkatkan kepercayaan diri.

Selain itu pembelajaran matematika juga tidak luput dari kecenderungan proses pembelajaran yang berpusat pada guru. Kualitas guru sangat besar peranannya dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Maka perlu adanya tindakan yang nyata dari seorang guru, baik itu cara mengajar yang ditunjukan dengan adanya berbagai macam metode agar proses pembelajaran tidak monoton dan tidak membosankan.

Proses pembelajaran untuk mencapai tujuan tersebut idealnya dilakukan sesuai dengan Permendikbud nomor 65 tahun 2013 tentang Standar Proses Pembelajaran dimana pembelajaran seyogyanya dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik  (Romadiastri, 2017).

Kondisi demikian itu tentu membuat proses pembelajaran hanya dikuasai oleh guru. Sehingga minat siswa dalam pembelajaran matematika kurang yang mengakibatkan pemahaman dan penguasaan materi cenderung rendah. Dan kondisi tersebut akhirnya berdampak pada hasil belajar siswa yang kurang maksimal. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk menelusuri apa saja masalah yang dihadapi para siswa sehingga mereka kesulitan belajar matematika.

Seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini dibutuhkan para guru yang mempunyai pemikiran yang maju dan kekinian supaya dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa dalam beberapa mata pelajaran. Sehingga akan dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih menyenangkan dan lebih mendalam(Fadhly & Muhammad, n.d.).

Baca Juga :  Implementasi Pembelajaran Tematik Di Mi

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Apa saja kesulitan belajar siswa ketika belajar materi penggunaan sifat-sifat operasi hitung?, dan (2) Apa saja yang menyebabkan kesulitan belajar yang dialami siswa ketika belajar matematika?.

METODOLOGI PENELITIAN
Metode penelitian secara umum diartikan sebagai cara ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan dan kegunaan tertentu, dimana cara ilmiah disini berarti suatu kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian dengan wawancara.

Penelitian ini berjuan untuk mengetahui apa saja kah yang membuat pelajaran matematika tersebut menjadi dianggap sulit dan bagaimana cara penyampaian materinya kepada siswa. Juga wawancara dengan siswa secara langsung agar dapat memperoleh informasi yang sebenar-benarnya dan juga sesuai dengan fakta yang ada. Subjek penelitian adalah siswa kela IV. Dan dengan adanya informasi dari hasil wawancara siswa, guru dapat  memperbaiki dan meningkatkan praktek-praktek pembelajaran di kelas secara professional sehingga dapat  mengurangi kesulitan belajar matematika siswa.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Sudah diketahui bahwasanya matematika merupakan mata pelajaran yang mulai dari SD/MI sudah diajarkan sampai nanti ke jenjang sekolah terakhir bahkan di perguruan tinggi nantinya. Oleh sebab itu, pemahaman matematika oleh siswa sejak dini sangat berpengaruh bagi jenjang selanjutnya.

Berdasarkan wawancara yang dilaksanakan pada tanggal 20 November 2019 di kelas IV B Madrasah Ibtidaiyah Babussalam Krian Sidoarjo, peneliti menemukan gejala-gejala seperti masih banyaknya siswa yang belum bisa penjumlahan, pengurangan, terutama perkalian dan pembagian dan siswa cenderung bersifat pasif pada saat kegiatan pembelajaran di kelas. Sehingga pada saat mengerjakan soal mereka merasa kesulitan dan serta hasil belajar siswa  yang belum mencapai KKM.

Kebanyakan dari siswa yang kesulitan belajar matematika adalah siswa laki – laki. Hal itu dikarenakan siswa laki- laki lebih sering mengabaikan materi yang dijelaskan oleh guru, sehingga mereka tidak paham dan tidak dapat menangkap penjelasan apa yang sudah disampaikan.

Gejala-gejala seperti yang dikemukakan di atas disebabkan oleh beberapa kemungkinan seperti kurangnya pendekatan atau pun pembinaan oleh guru secara individual terhadap siswa-siswa yang mengalami kesulitan belajar matematika. Dam kurangnya perhatian serta pembinaan dari orang tua. Sudah semestinya hal ini dapat diperbaiki apabila guru, wali kelas dan orang tua siswa bekerja sama mengatasi hal tersebut. Dari pihak guru dapat memberikan solusi dengan cara mengulangi kembali penjelasan materi yang belum dimengerti oleh siswa. Lalu, guru juga dapat melakukan pendekatan secara langsung kepada siswa yang dianggap memiliki permasalahan dalam menerima pelajaran matematika. Sedangkan permasalahan kurangnya perhatian dan pembinaan orang tua bisa diatasi dengan lebih memperhatikan segala aktifitas anaknya dan juga berkomunikasi baik-baik ketika hendak berbicara dengan anak.

Adapun hasil wawancara peneliti kepada siswi-siswa kelas IV B tentang apa saja yang menurut mereka membuat kesulitan belajar matematika. Sebagimana yang dikemukakan MR tentang kesulitan belajar matematika, ia mengungkapkan bahwa:
Menurut saya mata pelajaran matematika itu sangat sulit untuk dipahami dan dimengerti, karena terlalu banyak pembagian-pembagian dan perkalian. Seperti materi aproksimasi penggunaan satuan berat sampai-sampai ketika pembelajaran berlangsung saya suka bergurau dengan teman. Dan juga saya sering mendapatkan nilai yang rendah yaitu berkisar 40 sampai 60an. Apalagi pada saat guru menyampaikan materi terlalu cepat. Sehingga ketika guru memberikan tugas saya terkadang menyontek punya teman supaya lebih cepat selesai. (Wawancara, MR, Tanggal 20 November 2019. Pukul 09.12).

Baca Juga :  Menjadi manusia unggul di era Milenial

Kemudian yang dikemukakan ZI tentang kesulitan belajar matematika, ia mengungkapkan bahwa:
Pelajaran matematika adalah pelajaran yang susah dan saya tidak senang ketika belajar matematika. Dan juga gurunya dalam menyampaikan materi juga terlalu cepat dan tidak berulang-ulang. Sampai-sampai pada saat pembelajaran berlangsung saya tidak memperhatikan melainkan asyik bercerita dengan teman sebangku dan sering menyontek punya teman ketika diberikan tugas oleh guru. Apalagi nilai yang sering dapatkan juga rendah yaitu 40 sampai 70 (Wawancara, ZI, Tanggal 20 November 2019. Pukul 9.46 ).

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada siswa-siswi kelas IV B mengenai kesulitan belajar matematika yaitu bahwa pada saat guru menyampaikan materi guru tersebut melihat ketidakmampuan siswa dalam penguasaan konsep penjumlahan dan perkalian, ketidakmampuan siswa dalam berhitung, dan ketidakmampuan dalam memahami Sampai-sampai ketika guru memberikan tugas, siswa  sering mencontek temannya. Namun, ketika dilihat dari dari beberapa hasil observasi yang dilakukan peneliti tidak melihat penggulangan terhadap materi yang diajarkan sehingga membuat siswa sulit untuk memahami dan mengerti. Dalam pembelajaran matematika, pemecahan masalah menjadi bagian yang paling sulit dalam pelajaran matematika.

KESIMPULAN
1.    Masih banyak siswa-siswi kelas IV B yang mengalami kesulitan belajar matematika dikarenakan mereka sering mengabaikan penjelasan guru.
2.    Salah satu penyebab siswa kurang paham adalah karena guru menjelaskan  ateri dengan cepat dan tidak mengulang penjelasannya.
3.    Siswa mendapat nilai rendah untuk mata pelajaran matematika bahkan di bawah KKM.
4.    Para siswa sebagian besar kurang operasi hitung pembagian dan perkalian. 
5.    Kesulitan yang dialami siswa yaitu ketidakmampuan siswa dalam penguasaan konsep secara benar, ketidakmampuan siswa dalam berhitung, dan ketidakmampuan siswa dalam memahami perkalian. Sehingga kesulitan tersebut berdampak pada hasil belajar siswa.

DAFTAR PUSTAKA
Fadhly, A., & Muhammad, N. (n.d.). Dalam Pembelajaran Matematika Sd / Mi. 9.
Guru, P., Ibtidaiyah, M., Islam, U., & Mataram, N. (2018). Fobia dalam Pembelajaran Matematika di Pendidikan Dasar. 10(1), 1–12.
Nursalam, N. (2016). DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA: STUDI PADA SISWA SD/MI DI KOTA MAKASSAR. Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, 19(1), 1–15. https://doi.org/10.24252/lp.2016v19n1a1
Pebriana, P. H. (2017). Peningkatan Hasil Belajar Matematika Dengan Menerapkan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (Pmri) Pada Siswa Kelas V Sdn 003 Bangkinang. Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 78. Retrieved from http://journal.stkiptam.ac.id/index.php/cendekia/article/view/99/52
Romadiastri, Y. (2017). MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGUASAAN KONSEP DAN METODE PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PAIKEM BERBASIS ICT BAGI GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (MI). At-Taqaddum, 8(2), 210. https://doi.org/10.21580/at.v8i2.1171
 Oleh : Annisa Fitriani

Tags: