Strategi Guru Dalam Membentuk Karakter Siswa Mi

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi-strategi guru dalam membentuk karakter siswa. Hingga hasil penelitian menemukan berbagai macam strategi yaitu memberikan pembelejaran dari hal-hal yang baik, bertindak yang baik, peduli akan sekitarnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak sekali strategi guru untuk membentuk karakter siswanya. Dan membuat siswanya agar menjadi orang yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak.
Kata kunci: strategi, nilai karakter, pendidikan

Strategi Guru Dalam Membentuk Karakter Siswa Mi

PENDAHULUAN
Lunturnya karakter bangsa salah satu masalah dalam bangsa Indonesia. Lunturnya karakter pemicu terjadinya kelambanan perkembangan suatu bangsa, karena karakter adalah awal dari kemajuan suatu bangsa. Namun saat ini sifat keramah tamahan, saling membantu, dan peduli akan lingkungan bangsa Indonesia semakin luntur. Terlihat banyak remaja menjadi pemicu karena harus banyak abai-aib yang harus ditutupi serta banyak perubahan yang tidak baik yaitu mementingkan diri sendiri dan tidak mau menghormati orang yang lebih tua. Lunturnya karakter tersebut karena kurang kutanya penanam karakter.

Penanaman karakter harus dimulai sejak dini. Dan pendidikan karakter dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat sekitar. Lingkungan keluarga adalah yang paling utama karena keluarga adalah sekolah penuh cinta dan kasih saying. Pembentukan karakter disekolah juga tidak boleh semata-mata tertuju dengan pembelajaran kognitif saja namun juga harus ada penanaman moral dan nilai-nilai budi pekerti.

Seperti yang tercantum dalam UU No 20 tahun 2003 pasal 3 yang berisi tentang strategi pendidikan nasional bahwa: pendididkan nasional berfungsi membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, dan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agara menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, sehat, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demo kratis serta bertanggung jawab.
 

METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Eksperimen  adalah observasi di bawah kondisi buatan dimana kondisi tersebut dibuat dan diatur oleh si peneliti. Sementara itu menurut Singarimbun (1989:6) penelitian eksperimen dimaksudkan untuk mengetahui hubungan sebab akibat penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 3 MI Khoirul Huda. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi. Observasi di sini adalah yaitu dengan cara survei dan wawancara guru atau datang langsung ke sekolah tersebut.

Baca Juga :  Prosedur Pemilihan Media dan Sumber belajar

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian dari observasi yang dilakukan di Sekolah Al-Hikmah menyatakan bahwa strategi guru yang digunakan untuk menunjang moral-moral pembentukan karakter peserta didik sangat banyak sekali. Antara lain yang digunakan yaitu
1.    Strategi dengan memberikan ajaran-ajaran yang baik kepada siswa sesuai kaidah-kaidah pendidikan.
2.    Strategi dengan memberikan pola pikir (mindset) yang positif terhadap hal-hal yang disekitarnya.
3.    Strategi nasihat yang sebagaimana guru memberitahukan secara langsung kepada siswanya terkait hal baik dan buruk.
Dari tiga strategi diatas akan dilakukan guru secara terus-menerus hingga terjadi kebiasaan
yang baik untuk peserta didik. Penilaian karakter tidak boleh hanya kemampuan kognitif saja melainkan juga harus dari akhlak, etika, dan budi pekerti. Dalam pembentukan karkter ini peran guru sangatlah penting karena guru adalah orang paling di idolakan oleh peserta didiknya.

Pendidikan karakter menjadi salah satu jalan untuk mengembalikan kesadaran moral manusia. Lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat harus saling bekerja sama dalam hal ini. Jika tidak ada kerjasama anatara mereka mungkin saja pendidikan karakter hanya menjadi tataran wacana saja. Karakter-karakter baik yang wajib ditanamakan dalam kepribadian peserta didik yaitu dapat bertanggung jawab, percaya diri, tekun, sabar, selalu optimis, bersemangat, tidak sombong dan selalu rendah hati, dan ramah terhadap lingkungan sekitar dan bersikap adil.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang disajikan pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa :
Strategi pendidikan karakter sangatlah banyak. Dan yang diterapkan dalam MI Khoirul Huda ini diantaranya  pertama, selalu memberikan pengajaran kepada peserta didik tentang hal-hal yang baik atau yang biasa disebut (moral knowing). Kedua, memberikan pola pikir yang positif. Ketiga, strategi nasihat yang diberikan oleh guru secara langsung kepada peserta didik agar peserta didik dapat membedakan hal-hal yang baik dan buruk. Serta penilaian pendidik tidak harus dengan kemampuan kognitif melainkan akhlak, etika, dan budi pekerti harus selalu diajarkan pada peserta didik. Alhasil sekolah dapat mencetak penerus bangsa yang bias bertanggung jawab, jujur, sabar, tekun, tidak pesimis, percaya diri, tidak sombong, selalu bersemangat, ramah lingkungan dan selalu bersikap adil.

DAFTAR PUSTAKA
Undang-undang sistem pendidikan No. 20 tahun 2003
Sudrajat, A. Mengapa Pendidikan Karakter?. Jurnal Pendidikan Karakter, Tahun I, Nomor 1, Oktober 2011 1(1).
Akhmad Muhaimin Azzet, Urgensi Pendidikan Karakter di Indonesia (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2011), h. 29.
Oleh Anggun Cahyaning Pramesti

Baca Juga :  Pengembangan Program Semester

Tags: