Keefektifan Model Pair Checks Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa

ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan karna memiliki tujuan untuk (1) mengembangkan pola pikir siswa agar lebih terampil secara produktif dan (2) dapat membangun ketrampilan siswa untuk bertanya pada saat proses pembelajaran. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas. Subjek yang dituju adalah siswa siswa kelas V Mi Al Hikmah Buduran Kabupaten Sidoarjo dengan jumlah siswa sebanyak 20 Siswa meliputi 9 laki laki dan 11 perempuan. Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi dengan observasi aktivitas guru dan aktivitas siwa serta teknis tes. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan dari pra siklus yaitu sebelumnya hanya 4 ( 20% ) siswa siswi yang mencapai kriteria ketuntasan minimal meningkat menjadi 16 ( 80% ) siswa siswi yang tuntas belajar.
Keyword : pembelajaran model pair checks, pemahaman, keefektifan

Keefektifan Model Pair Checks Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa

Latar belakang :
Bahasa indonesia adalah sebuah mata pelajaran yang harus di paparkan pada jenjang pendidikan dasar. Pelajaran bahasa indonesia pada jenjang pendidikan dasar ini mempunyai tujuan supaya meningkatkan kemampuan peserta didik. Pada hakikatnya aktivitas membaca sangat bermanfaat untuk mendapatkan informasi yang terdapat dalam bacaan dan juga dapat menjadi bagian dari aktivitas keseharian dan digunakan untuk berbagai keperluan. Membaca pemahaman merupakan suatu keterampilan membaca yang melakukannya dengan cara memahami isi bacaan. Karna, pada dasarnya membaca pemahaman merupakan lanjutan dari membaca permulaan.

(Prakoso, 2015)Model pembelajaran yang tidak bervariasi dapat mempengaruhi konsentrasi siswa, jika seorang pengajar menggunakan model yang biasa saja maka siswa akan menganggapnya remeh dan juga biasa saja. Hal tersebut dapat mengakibatkan minat membca siswa menjadi berkurang, serta biasanya siswa sering asik sendiri dengan mainannya ketika guru menerangkan di depan kelas. Melihat kondisi siswa zaman sekarang yang semakin tidak semangat dalam kegiatan belajar membaca guru di harus memiliki strategis  agar siswa dapat belajar secara antusias, efesien, dan efektif, mengena pada impian yang di harapkan. salah satu strategi yang harus dimiliki adalah seorang guru wajib menguasai metode metode pembelajaran, yang dalam sebuah kenyataanya, metode metode mengajar yang di terapkan guru kepada siswa sangat berbeda dengan cara yang ditempuh untuk memantapkan siswa dalam menguasai pengetahuan,ketrampilan,serta sikap.

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tanggung jawab sosial siswa, kerja sama dan kemampuan memberi penilaian dalam kegiatan pembelajaran dan juga dapat mewujutkan presentasi siswa siswi yang memperoleh nilai sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal atau biasa disebut KKM yang ditentutukan yaitu 60 setelah tindakan 70 setelah tindakan. Dari sini kkta dapat mengetahui manfaat dari penelitian ini adalah semoga kita dapat mengembangkan lagi pada dunia pendidikan khususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia agar siswa mampu memperbaiki pemahaman dalam membaca. Dan secara praktis bagi siswa, hasil penelitian ini mampu meningkatkan dan menambah membaca. Bagi guru, hasil penelitian ini di harapakan mampu meningkatkan strategi dan kualitas pembelajaran membaca pemahaman.

Baca Juga :  Komponen-Komponen Teori Elaborasi

Metode penelitian :
Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen merupakan suatu bentuk penelitian dimana variabel dimanipulasi sehingga mengakibatkan pengaruh dan efek variabel tersebut terhadap variabel yang lain. Objek penelitian ini adalah (X) keefektifan model pembelajaran pair ceks, (Y) Hasil belajar siswa.

Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, karena dilihat dari tujuannya, peneliti ingin melihat sejauh manakah keefektifan model pair ceks terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V MI Al Hikma Buduran Kota Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode the one group pretest-Postest Design- Yusuf(2017:181) Rancangan ini terdiri dari 1 kelompok. Proses penelitiannya dilakukan dalam 3 tahap. Pertama, melaksanakan  pengukuran kondisi awal responden, kedua, memberi sebuah perlakuan, ketiga, melakukan protest untuk mengetahui kondisi keadaan variabel yang sudah trikat sesudah diberi perlakuan.

Subjek penelitian ini digunakan dengan 1 sampai sampel penelitian. Subjek yang akan diteliti adalah siswa siswi kelas V MI Al Hikmah Bunduran Kota Sidoarjo, dengan jumlah 20 siswa siswi.
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara yang tidak terstruktur, dalam penelitian ini dilakukan bersama guru kelas V MI Al Hikmah Bunduran Sidoarjo, inti dari wawancara dalam penelitian ini yaitu mengenai sebuah cara proses membaca pemahaman pada pelajaran Bahasa Indonesia di kelas V MI Al Hikmah Bunduran Sidoarjo, model pembelajaran pelajaran Bahasa Indonesia, KKM serta hasil belajar peserta didik sebelum dilakukan penelitian. Pada penelitian ini peneliti menggunakan foto sebagai bukti pelaksanaan penelitian. Observasi ini bertujuan untuk mengukur apakah pembelajaran yang dilaksanakan memenuhi persyaratan pembelajaran dengan model pair ceks atau tidak.

Hasil dan Pembahasan
Penelitian ini berjudul “Keefektifan Model Pair Checks Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Anak Sekolah Dasar”. Model pembelajaran pair check jika di definisikann dengan bahasa indonesia maka memiliki arti yakni “pasangan mengecek”. Menurut Lestari (Lestari & Linuwih, 2012) mengatakan bahwa pair check adalah sebuah pembelajaran kooperatif yang menuntut kemampuan dan kemandirian siswa dalam menyelesaikan permasalahan di sekitar.

Baca Juga :  Hari Perempuan Internasional

Berdasarkan pada pendapat salah satu ahli di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa model pembelajaran pair checks merupakan model pembelajaran berkelompok yang lebih mengutamakan kemampuan individu untuk menyelesaikan permasalahan. Dalam hal ini perlu kemampuan dari setiap individu untuk memecahkan sebuah masalah. Nilai presest siswa kelas V SD Negri Rejosari 03 kota semarang masih rendah. Hal ini bisa di lihat dari banyaknya siswa yang tuntas lebih sedikit, yakni 20% yang berarti hanya 4 siswa yang tuntas dan 16 siswa atau 80% tidak tuntas. Nilai pretest ini adalah nilai siswa sebelum menggunkan model pembelajaran model pair checks. Dengan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa nilai siswa saat pretest belum maksimal

Setelah siswa mengerjakan soal pretest, peneliti memberi perlakuan siswa mengunakan model pembelajaran pair checks sebanyak 2 kali perrtemuan. Kemudian di akhir pertemuan siswa mengerjakan soal posttest dan di dapatkan hasil rata rata posstest 70,75 dengan ketuntasan belajar klasikal mencapai 85% yang artinya ada 16 siswa tuntas dan 4 siswa yang tidak tuntas atau 20% maka dapat dikatakan bahwa hasil penelitian maksimal. Nilai protest ini didapatkan peneliti jika dilakukan uji persyaratan analisis data, yaitu berupa uji normalitas yang menggunakan uji lilifior.

Berdasarkan persentase tabel diatas, aktivitas guru selama menerapkan model pembelajaran pair checks pada siswa siswi Mi Al Hikmah Buduran Kota Sidoarjo mengalami peningkatan, hal ini dapat di buktikan dengan hasil pencapaian belajar siswa ssiwi setelah mendapatkan penerapan model pair checks pada materi bahasa Indonesia. Nilai rata rata siswa siswi mengalami kenaikan dengan rata rata 85%.
   
Kesimpulan :
Berdasarkan penelitian dan analisis data yang dilkaukan maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran strategi pair cheks ektif terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V MI Al Hikmah Buduran Kota Sidoarjo. Simpulan penelitian ini diperkuat dengan adanya hasil uji t yang telah dilakukan yang diperoleh dari hasil thitung (7.02642) > ttabel (1.725), jadi pada penelitian ini Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti rata rata hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran pair checks lebih besar daripada rata rata hasil belajar siswa sebelum menggunakan model pembelajaran pair cheks. Rata rata nilai protest pada penelitian hanya 53 sedangkan nilai protest pada kelas penelitian naik menjadi 70.75 dan ketuntasan klaksikal ketika pretest hanya 20% sedangkan ketika protest mencapai 85%. Maka

Baca Juga :  Apa kabar generasi bangsa?

Refrensi :
Lestari, R., & Linuwih, S. (2012). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Pair Checks Pemecahan Masalah Untuk Meningkatkan Social Skill Siswa. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 8(2), 190–194. https://doi.org/10.15294/jpfi.v8i2.2159
Prakoso, G. A. (2015). Keefektifan Model Pembelajaran Pair Check Dan Numbered-Heads Together (Nht) Ditinjau Dari Hasil Belajar Dalam Pembelajaran Ips Kelas 4 Sdn Gugus Mahesa Jenar Ambarawa. Scholaria : Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 5(3), 100. https://doi.org/10.24246/j.scholaria.2015.v5.i3.p100-119
Lestari, R., & Linuwih, S. (2012). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Pair Checks Pemecahan Masalah Untuk Meningkatkan Social Skill Siswa. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 8(2), 190–194. https://doi.org/10.15294/jpfi.v8i2.2159
Prakoso, G. A. (2015). Keefektifan Model Pembelajaran Pair Check Dan Numbered-Heads Together (Nht) Ditinjau Dari Hasil Belajar Dalam Pembelajaran Ips Kelas 4 Sdn Gugus Mahesa Jenar Ambarawa. Scholaria : Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 5(3), 100. https://doi.org/10.24246/j.scholaria.2015.v5.i3.p100-119
Oleh : Ika maulidiyah rahmah

Tags: