Penerapan Media Flash Card Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Siswa Kelas I Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Ittihad Tambelangan Sampang

Abstrak
Adapun tujuan yang melatar belakangi penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penerapan media flash card dalam mengatasi kesulitan belajar membaca siswa kelas 1 (satu) Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Ittihad Tambelangan Sampang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan observasi langsung sebagai alat pengumpul data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media flash card dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas 1 SDIT Al-Ittihad sangat lah efektif. Dengan media flash card mereka bisa melihat gambar yang dilengkapi dengan tulisan, dan ini sangat mendorong mereka untuk bisa membaca dengan mudah. Selain mempermudah mereka dalam membaca, media flash card juga dapat menambah pengetahuan mereka dengan gambar yang ditunjukkan, meningkatkan kemampuan membaca siswa yang sudah lancar dan mempermudah mereka untuk mengingatnya. Kata Kunci: Penerapan, media flash card, kesulitan belajar, membaca.  

Penerapan Media Flash Card Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Siswa Kelas I Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Ittihad Tambelangan Sampang

PENDAHULUAN
Kekreatifan guru sangatlah dibutuhkan dalam kelas, guru dituntut untuk senantiasa melakukan inovasi dalam pembelajarannya[1] dan bisa mengembangkan program pembelajaran secara optimal dengan metode-metode atau media-media pembelajaran yang efektif. Karena keberhasilan proses pembelajaran ditentukan dan didukung oleh pemilihan metode  atau media pembelajaran yang tepat. Dengan pemilihan metode pembelajaran yang tepat, maka keberhasilan pembelajaran lebih mudah untuk bisa dicapai.[2] Dan dengan adanya media yang tepat, pembelajaran pun dapat berlangsung lebih efektif dan pesan komunikasi dapat tersampaikan dengan baik.[3]
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan oleh guru untuk membantu dalam proses penyampaian materi pembelajaran kepada para siswanya agar siswa dapat dengan mudah memahami maksud pesan yang disampaikan oleh guru.[4]
Dalam proses pembelajaran dikelas, guru dipandang dapat memainkan peran penting terutama dalam membantu peserta didik untuk membangun sikap positif dalam belajar, mendorong kemandirian,  membangkitkan rasa ingin tahu dan ketepatan logika intelektual, serta menciptakan kondisi-kondisi untuk sukses dalam belajar.[5]
Faktanya tidak semua guru bisa mengembangkan program dan proses pembelajaran dengan metode atau media yang efektif serta kurangnya perhatian guru terhadap kemampuan masing-masing peserta didiknya. Sehingga seringkali kesulitan membaca menjadi salah satu problem bagi peserta didik kelas dasar.
Pembelajaran membaca menjadi titik tolak utama dalam menentukan pembelajaran lainnya dan sampai  saat ini masih dinilai sangat penting di sekolah. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa pembelajaran membaca tidak hanya berperan dalam meningkatkan kemampuan berbahasa siswa, namun lebih jauh memberikan manfaat bagi peningkatan kemampuan siswa pada materi-materi lainnya.[6]
Kesulitan membaca anak kelas dasar dapat disebabkan oleh berbagai hal, antara lain keterbatasan daya ingat, lemahnya konsentrasi, dan kejenuhan. Kegiatan membaca menuntut ketekunan sehingga kerap terkesan membosankan bagi anak kelas dasar karena yang dilihat hanyalah huruf.
Untuk mengatasi masalah tersebut, solusi yang akan peneliti tawarkan adalah memanfaatkan media flash card sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran membaca siswa kelas dasar. Media flash card merupakan media kartu yang berisi gambar dan tulisan yang dapat dijadikan sebagai permainan kartu sehingga sangat memungkinkan siswa lebih mudah mengingatnya, mengucapkannya, dan lebih tertarik untuk memahaminya. Selain itu media flash card  juga merupakan alat bantu untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa untuk belajar dalam bentuk kartu bergambar berupa gambaran tangan atau foto.[7]
Dalam penerapan  media flash card sangat dibutuhkan perencanaan, persiapan dan pengelolaan kelas yang baik agar suasana kelas tetap kondusif dan pembelajaran dapat berlangsung efektif.[8]
Berdasarkan hasil observasi di lokasi penelitian, yang telah penulis temukan dalam beberapa literatur. Bahwa  dalam pembelajaran membaca bahasa Indonesia di lapangan, masih banyak siswa yang belum mampu membaca dengan baik, belum memahami dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan-permasalahan di atas menjadi landasan penulis tertarik membahas penelitian yang berkaitan dengan  penerapan media flash card dalam mengatasi kesulitan belajar membaca siswa kelas I Sekolah Dasar Islam Terpadu al-Ittihad  Tambelangan Sampang.[9]
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang akan digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode deskriptif adalah salah satu jenis penelitian yang bertujuan untuk mengeksplor suatu kenyataan social. Dalam hal ini menggunakan observasi langsung sebagai alat pengumpul data. Adapun tujuan menggunakan metode ini adalah untuk mendapatkan gambaran penerapan media flash card dalam mengatasi kesulitan belajar membaca siswa kelas I Sekolah Dasar Islam Terpadu al-Ittihad Tambelangan Sampang.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Proses Belajar Membaca Siswa Kelas 1 (Satu) SDIT Al-Ittihad
Berdasarkan hasil observasi dilokasi penelitian, dalam proses pembelajaran membaca siswa kelas 1 SDIT Al-Ittihad Tambelangan Sampang, metode atau strategi yang diterapkan oleh para guru SDIT Al-Ittihad adalah dengan memberikan buku baca pegangan kepada setiap siswa diawal periode pembelajaran. Dari buku tersebut siswa dibimbing membaca setiap harinya dan setiap hari pula siswa dituntut untuk menyetorkan bacaan mereka kepada guru kelas. Siswa yang bisa membaca akan dinaikkan pada lembar selanjutnya begitu seterusnya, sedangkan siswa yang masih kesulitan membaca akan mengulang bacaannya dilembar yang sama sampai siswa tersebut benar-benar bisa membaca. Sehingga timbul lah usaha dari para siswa untuk memperbaiki bacaannya di keesokan harinya.
Dari metode diatas, berdasarkan hasil pengamatan masih terdapat beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca, sehingga dibutuhkan media atau metode penunjang untuk mengatasi kesulitan belajar membaca tersebut.
Presentase Siswa Kelas 1 (Satu) SDIT Al-Ittihad
Dari hasil observasi, dapat diketahui jumlah siswa kelas 1 SDIT Al-Ittihad yang bisa membaca dan yang masih mengalami kesulitan membaca. Berikut grafik hasil presentase.
Jadi berdasarkan grafik diatas, dari 18 siswa kelas 1 SDIT Al-Ittihad dapat dipresentasekan 22% siswa masih mengalami kesulitan membaca.
Penerapan Media Flash Card dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Siswa Kelas 1 (Satu) SDIT Al-Ittihad
Berdasarkan penerapan media flash card di kelas 1 SDIT Al-Ittihad Tambelangan Sampang sebagaimana yang telah peneliti terapkan dalam proses pembelajaran, 99% siswa begitu antusias terhadap media flash card tersebut. Media dengan gambar-gambar serta tulisan dibawahnya sangat membantu siswa yang mengalami kesulitan membaca. Secara  umum respon siswa terhadap media flash card yang digunakan dalam proses pembelajaran didapatkan hasil bahwa media ini menarik dan dapat membantu memudahkan siswa dalam belajar membaca.[10]
Dengan media flash card mereka bisa melihat gambar yang dilengkapi dengan tulisan, dan ini sangat mendorong mereka untuk bisa membaca dengan mudah. Selain mempermudah mereka dalam membaca, media flash card juga dapat menambah pengetahuan mereka dengan gambar yang ditunjukkan, meningkatkan kemampuan membaca siswa yang sudah lancar dan mempermudah mereka untuk mengingatnya.
Namun, dari 22% siswa yang masih mengalami kesulitan membaca, setelah diterapkannya media flash card tersebut, tidak semua dari mereka bisa membaca dengan mudah dan lancar. Masih saja ada yang mengalami kesulitan membaca. Hal seperti ini biasa terjadi dalam proses pembelajaran dengan media apa pun, karena tidak semua siswa bisa menangkap apa yang disampaikan guru dengan cepat, terlebih-lebih siswa kelas 1 yang masih dalam masa peralihan.
Dari hasil observasi langsung tersebut, peneliti dapat mempresentasekan kembali siswa yang masih mengalami kesulitan membaca. Berikut grafik hasil presentase setelah pengamatan.
Jadi berdasarkan grafik diatas, dari 18 siswa kelas 1 SDIT Al-Ittihad yang sebelumnya 22% siswa mengalami kesulitan membaca, berkurang menjadi 11% siswa yang masih saja mengalami kesulitan membaca.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SDIT Al-Ittihad Tambelangan Sampang dan pembahasan diatas, penerapan media flash card sangat efektif dalam mengatasi kesulitan belajar membaca siswa kelas 1 (satu), walaupun masih ada dari mereka yang masih saja mengalami kesulitan membaca.
Namun, hal itu tidak mengurangi fungsi lebih dari media flash card yang mana, selain dapat membantu mempermudah belajar membaca siswa, media flash card juga dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa yang sudah lancar, menambah pengetahuan mereka dengan gambar yang ditunjukkan, dan mempermudah mereka untuk mengingatnya.
DAFTAR PUSTAKA
Gusti, Nina, Amrul Bahar, dan Dewi Handayani. “Studi Perbandingan Pembelajaran Kooperatif Menggunakan Media Chemical Domino Card Dan  Flash Card.” ALOTROP Jurnal Pendidikan dan Ilmu Kimia 1, no. 2 (2017). https://ejournal.unib.ac.id/index.php/alotropjurnal/article/view/3507/1868.
Indah Pratiwi, Titin, Nursalim Moch, dan Denok Setiawati. “Penerapan Layanan Informasi Karier Dengan Menggunakan Media Flash Card Untuk Menigkatkan Kemantapan Perencanaan Karier Siswa Kelas XI SMA Negeri 11 Surabaya.” Jurnal BK UNESA 3, no. 1 (2013). https://media.neliti.com/media/publications/247042-penerapan-layanan-informasi-karier-denga-d95561c2.pdf.
Inside, Jurnal Pendidikan. “Pendekatan Integratif Dan Media Kartu Huruf Dalam Pembelajaran Membaca Dan Menulis.” Jurnal Pendidikan Inside, 2014. https://jurnalpendidikaninside.blogspot.com/2014/05/jurnal-pendekatan-integratif-media-kartu.html.
Janurti, Ni Kt, I Kt Dibia, dan Wyn Widiana. “Analisis Kesulitan Belajar Dalam Pembelajaran Membaca Cepat Siswa Kelas V SD Gugus VI Kecamatan Abang.” e-Journal PGSD Universitas Pendidikan Ganesha 4, no. 1 (11 Januari 2016). https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPGSD/article/viewFile/7442/5075.
Maghfiroh, Fitriyani, Hani Atus Sholikhah, dan Fuaddilah Ali Sofyan. “Upaya Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Siswa.” JIP: Jurnal Ilmiah PGMI 5, no. 1 (27 Juni 2019): 95–105. https://doi.org/10.19109/jip.v5i1.3272.
Nurohman, Ikma, Dr. Hj. Isti Rusdiyani, M.Pd, dan Reza Febri Abadi, M.Pd. UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) 3, no. 1 (12 Januari 2018). https://doi.org/10.30870/unik.v3i1.5303.
Riyanto, Nokman. “Pemanfaatan Media Light Flash Card Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPA Pada Peserta Didik SMP Negeri 2 Bojongsari.” Jurnal Hasil Riset, 2015. https://www.e-jurnal.com/2016/06/pemanfaatan-media-light-flash-card.html.
Sita Sari, Navila. “Peningkatan Kemampuan Membaca Melalui Media Flash Card Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Bagi Siswa Kelas I Sekolah Dasar Negeri 2 Ngroto Gubug  Grobogan Tahun Ajaran 2013/2014,” 2014. http://eprints.ums.ac.id/29659/14/02._naskah_publikasi.pdf.
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, dan Muh. Ilyas Ismail. “Kinerja Dan Kompetensi Guru Dalam Pembelajaran.” Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan 13, no. 1 (22 Juni 2010): 44–63. https://doi.org/10.24252/lp.2010v13n1a4.
Yuwono Putro, Ahmad Agung. “Metode Global Untuk Mengatasi Pembelajaran Membaca Permulaan Siswa Sekolah Dasar.” Universitas PGRI Yogyakarta, 2010. http://repository.upy.ac.id/400/1/artikel%20agung.pdf.
Catatan Kaki :
[1] Ahmad Agung Yuwono Putro, “Metode Global Untuk Mengatasi Pembelajaran Membaca Permulaan Siswa Sekolah Dasar,” Universitas PGRI Yogyakarta, 2010, http://repository.upy.ac.id/400/1/artikel%20agung.pdf.
[2] Navila Sita Sari, “Peningkatan Kemampuan Membaca Melalui Media Flash Card Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Bagi Siswa Kelas I Sekolah Dasar Negeri 2 Ngroto Gubug  Grobogan Tahun Ajaran 2013/2014,” 2014, http://eprints.ums.ac.id/29659/14/02._naskah_publikasi.pdf.
[3] Jurnal Pendidikan Inside, “Pendekatan Integratif Dan Media Kartu Huruf Dalam Pembelajaran Membaca Dan Menulis,” Jurnal Pendidikan Inside, 2014, https://jurnalpendidikaninside.blogspot.com/2014/05/jurnal-pendekatan-integratif-media-kartu.html.
[4] Ikma Nurohman, Dr. Hj. Isti Rusdiyani, M.Pd, dan Reza Febri Abadi, M.Pd, UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) 3, no. 1 (12 Januari 2018), https://doi.org/10.30870/unik.v3i1.5303.
[5] Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar dan Muh. Ilyas Ismail, “Kinerja Dan Kompetensi Guru Dalam Pembelajaran,” Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan 13, no. 1 (22 Juni 2010): 44–63, https://doi.org/10.24252/lp.2010v13n1a4.
[6] Ni Kt Janurti, I Kt Dibia, dan Wyn Widiana, “Analisis Kesulitan Belajar Dalam Pembelajaran Membaca Cepat Siswa Kelas V SD Gugus VI Kecamatan Abang,” e-Journal PGSD Universitas Pendidikan Ganesha 4, no. 1 (11 Januari 2016), https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPGSD/article/viewFile/7442/5075.
[7] Titin Indah Pratiwi, Nursalim Moch, dan Denok Setiawati, “Penerapan Layanan Informasi Karier Dengan Menggunakan Media Flash Card Untuk Menigkatkan Kemantapan Perencanaan Karier Siswa Kelas XI SMA Negeri 11 Surabaya,” Jurnal BK UNESA 3, no. 1 (2013), https://media.neliti.com/media/publications/247042-penerapan-layanan-informasi-karier-denga-d95561c2.pdf.
[8] Nina Gusti, Amrul Bahar, dan Dewi Handayani, “Studi Perbandingan Pembelajaran Kooperatif Menggunakan Media Chemical Domino Card Dan  Flash Card,” ALOTROP Jurnal Pendidikan dan Ilmu Kimia 1, no. 2 (2017), https://ejournal.unib.ac.id/index.php/alotropjurnal/article/view/3507/1868.
[9] Fitriyani Maghfiroh, Hani Atus Sholikhah, dan Fuaddilah Ali Sofyan, “Upaya Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Siswa,” JIP: Jurnal Ilmiah PGMI 5, no. 1 (27 Juni 2019): 95–105, https://doi.org/10.19109/jip.v5i1.3272.
[10] Nokman Riyanto, “Pemanfaatan Media Light Flash Card Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPA Pada Peserta Didik SMP Negeri 2 Bojongsari,” Jurnal Hasil Riset, 2015, https://www.e-jurnal.com/2016/06/pemanfaatan-media-light-flash-card.html.
Oleh : Nafisatul Aliya

Baca Juga :  Masa Pandemi Covid-19, Kemenag Terbitkan Panduan Kerja Pengawas Madrasah
Tags: