Implementasi Pembelajaran Tematik Di Mi

Abstract
This research was conducted to find out the thematic learning methods conducted by the teacher to grade II students at MI Al-Ma’arif Sukomulyo Manyar District, Gresik Regency.  The method used in this study is a quantitative research method, with data sources through interviews with research subjects.  The subjects studied here consisted of thematic class II teachers, and class II students.  The results of this study are thematic teachers at MI Al-Ma’arif Sukomulyo using a learning model when after explaining, then the teacher gives an example or practice by interspersed with games in learning.  Class II thematic teachers always intersperse learning time with games so that their students are excited and like thematic lessons.  And the teacher also divides the chapters according to the theme so that the students easily understand the material provided by the teacher.
Key Word: Implementation, thematic learning, MI
Implementasi Pembelajaran Tematik Di Mi

Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui metode pembelajaran tematik yang dilakukan oleh guru kepada murid-murid kelas II di MI Al-Ma’arif Sukomulyo Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  adalah metode penelitian kuantitatif, dengan sumber data melalui wawancara dengan subjek penelitian. Subjek yang diteliti disini terdiri dari guru tematik kelas II, dan murid-murid kelas II. Hasil dari penelitian ini adalah guru tematik di MI Al-Ma’arif Sukomulyo menggunakan model pembelajaran ketika setelah menerangkan, kemudian guru memberi contoh atau mempraktekan dengan diselingi permainan dalam pembelajaran. Guru tematik kelas II selalu menyelingi waktu pembelajaran dengan permainan sehingga murid-muridnya bersemangat dan menyukai pelajaran tematik. Dan guru juga membagi sub bab sesuai temanya sehingga murid-muridnya mudah memahami materi yang diberikan oleh guru.
Kunci: Implementasi, pembelajaran tematik, MI

Implementasi Pembelajaran Tematik Di Mi

Pendahuluan
Semua orang mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Pendidikan sangat perlu bagi  anak-anak bangsa. Hampir semua orang mengenyam pendidikan, karena pendidikan sangat penting bagi semua orang. Pendidikan terus berkembang seiring berjalannya waktu dengan kurikulum yang berbeda-beda. Kini rata-rata sekolah dasar banyak yang  menggunakan kurikulum 2013, dimana guru harus bisa membuat murid-muridnya menjadi lebih aktif dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran yang berlangsung. Salah  satu dari pembelajaran tersebut adalah pembelajaran tematik.

Pembelajaran tematik sekarang menjadi masalah yang cukup rumit bagi kalangan orangtua terutama para ibu yang mempunyai anak sekolah yang berada di jenjang SD maupun MI. Ibu dari para murid merasa bingung dengan mata pelajaran tematik yang terdiri dari susuan beberapa sub bab tema. Bukan hanya ibu-ibu saja, namun murid-murid pun ada yang merasa merasa bingung karena kurang adanya pemahaman yang memadai tentang mata pelajaran tematik, karena terdiri dari beberapa sub bab tema pelajaran yang berbeda-beda.
Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang mengenai pembelajaran terpadu yang menggunakan beberapa sub tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran seperti IPA, IPS, matematika, pkn, bahasa inggris dan lainnya.
Pembelajaran tematik ini diperlukan sebuah metode penerapan yang baik agar murid-murid tidak merasa bingung yang mengakibatkan dapat menurunkan fokus murid-murid terhadap pembelajaran tematik yang berlangsung.

Baca Juga :  Hilangnya Minat Siswa Pada Pelajaran Matematika

Oleh karena itu, guru diharuskan untuk mengolah sebaik mungkin metode penerapan pembelajaran tematik yang baik dan benar seperti learning by going (pembelajaran sambil melakukan sesuatu) agar pembelajaran tematik ini mudah dipahami oleh murid-murid di SD ataupun di MI. Guru juga harus membuat silabus pembelajaran tematik maupun RPP, agar orang tua murid mempunyai pandangan ketika mengajari maupun mengevaluasi pembelajaran tematik anak-anaknya di rumah. Sehingga orang tua dan para murid  mudah dalam mempelajari atau memahami mata pelajaran tematik yang terdiri dari beberapa susunan sub bab tema yang berbeda-beda.

Berdasarkan fakta yang dilihat, siswa kelas II rata-rata masih kurang memiliki motivasi belajar seperti yang terlihat, murid-murid banyak yang mengantuk dan kurang bersemangat ketika pembelajaaran berlangsung.

Kurangnya motivasi belajar siswa dikarenakan metode yang digunakan guru dalam pembelajaran kurang baik dan tepat. Di usia yang masih rendah ini kelas II masih dalam masa adaptasi dari lingkungan pembelajaran Taman Kanak-kanak ke lingkungan pembelajaran sekolah dasar maupun Madrasah Ibtidaiyah seharusnya guru tematik kelas II harus mengaplikasikan pembelajaran tematik menggunakan metode bermain, karena pada usia rendah tersebut kebanyakan murid-murid kelas II masih cenderung suka bermain. Jadi salah satu cara untuk mengatasinya yaitu dengan metode pembelajaran bermain peran maupun bertukar peran agar murid-murid kelas II tidak mudah bosan dan tidak mudah mengantuk pada saat pembelajaran berlangsung didalam kelas.

Metode
Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah jenis wawancara. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, yaitu dimana teknik pengumpulan datanya melalui kegiatan observasi dan wawancara. Subjek penelitian yang digunakan adalah guru tematik kelas II dan murid-murid kelas II di MI Al-Ma’arif Sukomulyo Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik.

Baca Juga :  Komponen-Komponen Teori Elaborasi

Pembahasan
Guru tematik di MI Al-Ma’arif Sukomulyo menyusun RPP yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas sesuai dengan kurikulum 2013. Dalam RPP ini memuat kompetensi dasar dan indikator yang harus dicapai oleh peserta didik, materi pembelajaran, hingga langkah-langkah pembelajaran serta pedoman penilaian. Penyusunan perencanaan pembelajaran tematik (RPP) di MI Al-Ma’arif Sukomulyo Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik ini dibuat oleh guru dengan sistem PJ (penanggung jawab) dalam tim paralel. Tim paralel terdiri dari 3 guru tematik, dan satu semester terdiri dari 3 tema. Jadi, satu guru bertanggungjawab untuk membuat RPP satu tema. RPP yang disusun oleh guru tematik MI Al-Ma’arif Sukomulyo Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik memperhatikan perkembangan peserta didik. 
Salah satu guru tematik kelas II MI Al-Ma’arif Sukomulyo mengaku pada saat pembelajaran tematik di mulai, murid-muridnya tidak ada yang mengantuk, mereka bersemangat mengikuti pembelajaran tematik di kelas, hanya saja ada salah satu murid yang suka bermain sendiri dengan mainan yang dibawa dari rumahnya. Tetapi bu guru tersebut bersikap tegas, ia menyita mainan salah satu muridnya ketika pembelajaran tematik dimulai. Beberapa murid juga beranggapan bu guru tersebut adalah guru tematik yang tegas, tidak ada yang berani membantah apa yang diperintahkan oleh bu guru tersebut. Bu guru ini melakukan strategi pembelajaran dengan bermain dan bertukar  peran, dimana murid-murid diberikan kesempatan untuk menjelaskan materi yang diberikan oleh ibu guru. Bu guru tersebut juga menyelingi pembelajarannya dengan bermain tebak-tebakan, maupun bernyanyi bersama agar otak murid-muridnya tidak terlalu jenuh. Salah satu muridnya yang bernama Rosyad sekaligus ketua kelas II.c mengaku ia suka pelajaran tematik karena bu gurunya baik dan tidak membosankan sehingga ia senang mengikuti pembelajaran tematik yang berlangsung didalam kelas maupun diluar kelas. 
Berdasarkan observasi pada tanggal 2 November 2019 kelas 2C pada saat itu telah mengerjakan soal Ulangan Harian untuk pengisisan nilai. Pembelajaran tematik pada saat itu bermuatan mata pelajaran Bahasa Inggris. Sebagai fasilitator, guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya sebelum guru membagikan kertas Ulangan Harian, guru juga memberikan kesempatan untuk para peserta didik yang ingin menjawab pertanyaan tersebut.. Soal-soal Ulangan Harian yang diberikan kepada peserta didik juga berdasarkan benda yang digunakan dalam sehari-hari peserta didik. Secara tidak langsung terdapat pengintegrasian materi dengan nilai-nilai karakter seperti ketika bertanya pada guru harus dengan sikap yang sopan, dan materi pembelajaran yang berkaitan dengan waktu juga mengajarkan nilai karakter disiplin. 
Dari hasil observasi banyak peserta didik yang mengaku bisa menjawab soal Ulangan Harian, mereka berpendapat bahwa mereka bisa menjawab soal tematik yang bermuatan bahasa inggris karena mereka suka pelajaran bahasa inggris dan  mereka juga mudah memahami pelajaran bahasa inggris karena sub bab-sub bab tematik dibagi berdasarkan temanya. Menurut beberapa murid, pelajaran tematik yang susah adalah muatan pelajaran matematika, karena mereka tidak suka dengan angka dan menghitung, ada juga yang mengaku bahwa muatan pelajaran bahasa inggris sedikit sulit karena dari beberapa dari mereka tidak suka pelajaran bahasa inggris. Tetapi guru tematik kelas II di MI Al-Ma’arif Sukomulyo ini mempunyai cara untuk mengatasi jika ada muridnya yang tidak menyukai salah satu muatan pada pelajaran tematik, yaitu dengan cara menerangkan pelajaran menggunakan media benda sehingga murid yang awalnya sangat tidak menyukai salah satu muatan pelajaran akhirnya menjadi lumayan suka dengan muatan pelajaran yang tidak disukai tersebut.
Kesimpulan
Dari hasil penelitian atau pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa guru tematik kelas II di MI Al-Ma’arif menggunakan RPP sebagai pacuan dalam melakukan pembelajaran. Metode pembelajaran yang dilakukan guru tematik kelas II di MI Al-Ma’arif Sukomulyo Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik ini menggunakan metode learning by going dimana guru memberikan penjelasan kemudian mempraktekkan, menggunakan metode pembelajaran beralih peran dimana murid-muridnya diberi kesempatan untuk menjelaskan apa yang telah dipahami tentang materi yang dijelaskan oleh ibu guru saat pembelajaran berlangsung, dan menggunakan metode bermain didalam kelas dimana di saat pembelajaran tematik berlangsung bu guru memberikan selingan permainan kepada murid-muridnya sehingga tidak ada murid-murid yang mengantuk di saat pembelajaran tematik berlangsung.

Baca Juga :  Pendidikan Jarak Jauh di Era Pademi

Adapun Faktor penghambat pada saat pembelajaran berlangsung adalah ada salah satu murid ada yang membuat gaduh sehingga membuat murid-murid lainnya menjadi terganggu yang mengakibatkan terganggunya pembelajaran tematik yang berlangsung didalam kelas. Cara mengatasi murid yang membuat gaduh dikelas adalah guru bersikap tegas dan menghukum siapapun murid yang membuat aktivitas pembelajaran tematik yang berlangsug terganggu.

Guru juga membagi sub tema sesuai dengan golongannya sehingga membuat murid-muridnya mudah memahami materi yang diberikan dan menjadikan murid-muridnya sangat menyukai dan bersemangat, tidak ada yang mengantuk saat pembelajaran tematik yang berlangsung
Oleh : Alfa Laila

Tags: