Pendidikan Aqidah Akhlak Di Madrasah Ibtidaiyah Dalam Membentuk Perilaku Positif Siswa

Abstrak
Pendidikan aqidah akhlak memang sangat penting agar siswa dan siswi mempunyai tingkah laku dan bersikap yang baik kepada sesama ataupun yang lebih tua. Banyaknya permasalahan yang terjadi di era saat ini, anak-anak pada zaman ini banyak yang bertingkah laku kurang baik terhadap orang tua maupun guru nya seperti membantah perintah yang seharusnya dilakukan. Dengan adanya permasalahan tersebut, pembentukan akhlak harus mulai ditanamkan sejak dini agar lebih mempunyai etika, adab, dan berperilaku yang baik sesuai yang diajarkan oleh agama islam dan menciptakan generasi yang berakhlakul karimah. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaksimalan Pendidikan aqidah akhlak yang ada di MI Ma’arif Pagerwojo.
Keywords/Kata Kunci : Pendidikan, Aqidah, Akhlak.

Pendidikan Aqidah Akhlak Di Madrasah Ibtidaiyah Dalam Membentuk Perilaku Positif Siswa

PENDAHULUAN
Pendidikan aqidah akhlak merupakan Pendidikan yang sangat penting diberikan kepada anak sebagai fondasi awal dalam menghadapi tantangan  zaman yang dari tahun ke tahun semakin berkembang. Pendidikan Aqidah Akhlak juga sebagai sarana untuk  mendidik, memelihara, membentuk, dan memberikan latihan mengenai akhlak yang didasarkan pada ajaran-ajaran Islam.[1]

Pendidikan yang diberikan kepada seseorang bertujuan untuk membentuk kepribadian dan kemampuan. Banyak faktor penyebab terjadinya kemerosotan akhlak di kalangan siswa Madrasah Ibtidaiyah, atas ketidak disiplinan dalam mengantisipasi cepatnya laju perkembangan informasi yang tidak sesuai dengan budaya bangsa. Teman bergaul juga dapat mempengaruhi perilaku siswa. Dengan hal itu, memaksimalkan Pendidikan Aqidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah sangat diperlukan agar dapat membatu siswa memiliki tingkah laku yang baik dan berakhlakul karimah sesuai dengan ajaran agama islam. pembelajaran aqidah akhlak di madrasah perlu diorientasikan pada ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, yakni Islam yang memberi manfaat kepada siswa.[2]

A.    Pengertian Aqidah
Menurut Bahasa, kata aqidah berasal dari Bahasa Arab yaitu aqada yang artinya adalah mengikat atau mengadakan perjanjian. Sedangkan Aqidah menurut istilah adalah urusan-urusan yang harus dibenarkan oleh hati dan diterima dengan rasa puas sertaterhujam kuta dalam lubuk jiwa yang tidak dapat digoncangkan oleh badai subhat (keragu-raguan). Dalam definisi yang lain disebutkan bahwa aqidah adalah sesuatu yang mengharapkan hati membenarkannya, yang membuat jiwa tenang tentram kepadanya dan yang menjadi kepercayaan yang bersih dari kebimbangan dan keraguan. [3]

B.     Pengertian Akhlak
Akhlak adalah tingkah laku seseorang yang didorong oleh keinginan untuk melakukan suatu kegiatan yang baik. Akhlak adalah Sifat yang tertanam dalam jiwa, daripadanya timbul perbuatan yang mudah, tanpa memerlukkan pertimbangan pemikiran. [4] Pendidikan dan pembelajaran merupakan sarana paling efektif untuk menanamkan nilai moral dan sikap mental yang luhur pada peserta didik. Aqidah Akhlak sebagian salah satu dari pendidikan agama islam yang mengandung pengertian, pengetahuan, pemahaman dan penghayatan tentang keyakinan atau kepercayaan dalam islam yang menetap dan melekat dalam hati. Berfungsi sebagai pedoman, pandangan hidup, perkataan dan amal perbuatan siswa dalam segala segi kehidupan sehari-hari.[5]

C.     Metode Pembelajaran Aqidah Akhlak2)
Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran bergantung pada karakteristik pendekatan atau strategi yang dipilih. Misalnya metode tanya jawab, diskusi, eksperimen dan lain-lain. Maksud istilah pendekatan dalam kajian ini ialah pendekatan terhadap seluruh unsur terkait dalam pembelajaran.[6]

Baca Juga :  Media Pembelajaran Papan Pintar Pancasila

METODE PENELITIAN
1.      Studi kasus
Jenis metode penelitian studi kasus dilakukan untuk penelitian yang berupaya mengembangkan pemahaman dengan cara mendeskripsikan secara mendalam sebuah kasus yang menjadi fokus penelitian.
Kasus yang diteliti dengan menggunakan jenis metode ini bisa berupa peristiwa, program, dan aktivitas yang terjadi pada lokasi dan tempat yang spesifik.

2.      Kualitatif
Penelitian ini digolongkan ke dalam penelitian kualitatif, yaitu meneliti gejala sosial yang berlangsung secara alamiah. Dalam hal ini subyek yang diteliti adalah penggunaan media pembelajaran dalam meningkatkan minat belajar aqidah ahlak siswa MI Ma’arif Pagerwojo. Objek penelitian adalah tentang kreatifitas guru atau cara memberikan materi  terhadap minat belajar siswa pendidikan Agama Islam. Penelitian ini berusaha untuk memberikan gambaran secara sistematis dan cermat.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil yang didapatkan saat penelitian yaitu, Pendidikan Aqidah Akhlak di MI Maarif Pagerwojo mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 sudah cukup baik, namun ada dari beberapa kelas saja yang mungkin kurang baik. Di MI tersebut banyak nilai positif nya juga, bisa dilihat dari program-program yang diberikan kepada para siswa-siswi nya, seperti program BTQ (Baca Tulis al-Quran) yang diterapkan untuk siswa-siswi kelas 1 dan program ini diwajibkan, yang bertujuan agar dapat menghafal al-Quran juz 30. Program sholat dhuhur berjamaah yang dilakukan oleh seluruh siswa, akan tetapi sholat berjamaah ini dilakukan secara bergiliran antara laki-laki dengan perempuan dengan berbeda hari. Dilakukan secara bergiliran karena tempat yang kurang memadai untuk melakukan sholat dhuhur berjamaah.

Di MI Ma’arif pagerwojo, penggunaan media pembelajaran yaitu menggunakan buku paket atau buku pegangan siswa, dan juga ada Lembar Kerja Siswa atau biasa disebut dengan LKS dan ada media elektronik berupa proyektor untuk menyampaikan materi.
Adapun observasi dalam penelitian ini terbagi menjadi 2 yaitu observasi tempat dan observasi berupa infromasi :

Baca Juga :  Strategi Pembelajaran Konstruktivistik

1.      Observasi tempat
Berdasarkan observasi tempat, letak atau lokasi MI Ma’arif Pagerwojo ini terletak di kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo, lebih tepatnya sekolah ini berada ditengah-tengah kota Sidoarjo. Sekolah ini sudah ter akreditasi A. Terdapat kurang lebihnya 42 kelas. Sekolah ini merupakan sekolah swasta bukan negeri, akan tetapi banyak keunggulan-keunggulan yang terdapat disekolah ini. Banyak fasilitas yang cukup memadai seperti aula, kantin, perpustakaan, kamar mandi yang cukup banyak jumlahnya, taman, lapangan untuk upacara, dll. Dan jika dilihat, di sekolah ini tempatnya sangat nyaman, bersih, rapi, sejuk, dan dekat dengan masjid.

2.      Observasi berupa Informasi
Informasi yang didapatkan yaitu berupa wawancara dari salah satu guru yang ada di MI Ma’arif Pagerwojo, yaitu bu Nur Cholisah atau yang akrab dipanggil bu Lisa. Menurut beliau Pendidikan aqidah akhlak dari siswa di MI Ma’arif Pagerwojo ini sudah cukup baik, karena di MI ini juga diterapkan pelajaran yang berbasis agama salah satunya mata pelajaran aqidah akhlak. Dalam mata pelajaran ini, siswa diajarkan tentang mengamalkan akhlak terpuji dan adab yang baik sesuai dengan ajaran agama islam, serta agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya itu, disini siswa-siswi diajarkan untuk memiliki sikap yang baik, sopan dan santun terhadap orang yang lebih tua, serta diawal sebelum pembelajaran dimulai, siswa-siswi di wajibkan untuk membaca doa begitupun setelah selesai pembelajaran.

 Pada mata pelajaran aqidah akhlak biasanya guru memberikan materi melalui penjelasan dan dengan di praktekkan jika diperlukan agar siswa dapat mencontoh yang baik. Di madrasah ini juga menerapkan siswanya untuk menanamkan akhlak yang mulia seperti membiasakan berkata jujur, berbudi pekerti luhur, sopan dan santun, dan membiasakan untuk selalu izin jika ingin keluar ke kamar mandi. Namun juga ada sebagian siswa yang susah untuk diarahkan atau susah untuk di peringatkan, dan pintar-pintar guru nya untuk mendidik serta memberikan contoh yang baik kepada siswa nya.

Informasi yang kedua didapatkan dari hasil wawancara kepada salah satu siswa di MI Ma’arif Pagerwojo. Menurut siswa tersebut bahwa pelajaran aqidah akhlak menyenangkan karena diajarkan mempelajari akhlak-akhlak dalam sehari-hari dan lebih mengenal seperti sifat-sifat Allah dan lainnya yang berhubungan dengan ajaran agama islam. Serta siswa tersebut menyukai karena guru yang mengajarnya juga tidak membuatnya bosan sehingga siswa dapat menanamkan apa yang dia terima dari yang diajarkan oleh guru nya sewaktu di kelas.

Baca Juga :  Membaca Permulaan Pada Anak Paud

KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa Pendidikan aqidah akhlak memang sangat penting agar siswa dan siswi mempunyai tingkah laku dan bersikap yang baik kepada sesame ataupun yang lebih tua. Di MI Ma’arif Pagerwojo pada mata pelajaran aqidah akhlak biasanya guru memberikan materi melalui penjelasan dan dengan di praktekkan jika diperlukan agar siswa dapat mencontoh yang baik. Di madrasah ini juga menerapkan siswanya untuk menanamkan akhlak yang mulia seperti membiasakan berkata jujur, berbudi pekerti luhur, sopan dan santun, dan membiasakan untuk selalu izin jika ingin keluar ke kamar mandi.

Jadi, berdasarkan hasil penelitian, di MI Ma’arif Pagerwojo ini sangat bagus dan sangat baik dalam memaksimalkan Pendidikan aqidah akhlak yang sudah iterapkan dilingkungan sekolah maupun luar sekolah. Dan siswa-siswi nya memiliki sikap yang sopan dan santun terhadap bapak ibu guru nya. Cara menerapkan Pendidikan aqidah akhlak yang ada di Madrasah ini juga cukup baik yaitu dengan cara mempraktekkan atau memberi contoh yang baik dalam mendidik siswa-siswi nya.

Daftar Pustaka
Muhaini Hadi, “Optimalisasi Pendidikan Aqidah Akhlak Di Madrasah Ibtidaiyah Dalam   Membentuk Perilaku Positif Siswa,” 2019.
Tri Utomo Sigit dan Ahmad Sa’I, “Internalisasi Nilai-Nilai Akhlaqul Karimah Siswa        pada Pembelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Windusari         Kabupaten Magelang”, Februari 2017.
 Ahmad Amin,Etika Ilmu Akhlak, (Jakarta), 1995.
Hikmah Nurul, “PERAN GURU AQIDAH AKHLAK SEBAGAI MOTIVATOR TERHADAP PEMBINAAN AKHLAK SISWA DI MADRASAH IBTIDAIYAH           MA ’ ARIF KARANGPUCUNG KECAMATAN,” 2015.
Erning Fitri, Kurniawati, “Pengembangan Bahan Ajar Aqidah Ahklak Di Madrasah          Ibtidaiyah,”

Catatan Kaki
[1] Hadi Muhaini, “Optimalisasi Pendidikan Aqidah Akhlak Di Madrasah Ibtidaiyah Dalam Membentuk Perilaku Positif Siswa,” MODELING: Jurnal Program Studi PGMI 6, no. 2 (2019): 176–85.
[2]  Sigit Tri Utomo dan Ahmad Sa’I, “Internalisasi Nilai-Nilai Akhlaqul Karimah Siswa pada Pembelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang” , Jurnal Penelitian, Vol. 11, No. 1, Februari 2017, hal. 58
[3] Ahmad Amin,Etika Ilmu Akhlak, (Jakarta: PT Bulan Bintang, 1995), hlm. 353
[4] Nurul Hikmah, “PERAN GURU AQIDAH AKHLAK SEBAGAI MOTIVATOR TERHADAP PEMBINAAN AKHLAK SISWA DI MADRASAH IBTIDAIYAH MA ’ ARIF KARANGPUCUNG KECAMATAN,” 2015.
[5] Fitri Erning Kurniawati, “Pengembangan Bahan Ajar Aqidah Ahklak Di Madrasah Ibtidaiyah,” Jurnal Penelitian 9, no. 2 (2015): 367, https://doi.org/10.21043/jupe.v9i2.1326.
[6] Kurniawati.
Oleh Elma Nurulita Al Haritsah

Tags: