Pengaruh Penggunaan Media Gambar Terhadap Aktivitas Siswa Pada Pembelajaran IPA Materi Sifat-Sifat dan Perubahan Zat di MI Al – Bukhori

Abstrak
Media merupakan salah satu alat yang sangat penting saat pembelajaran. Media merupakan perantara antara guru dan murid. Dengan gambar dapat digunakan sebagai media pendidikan dan memiliki nilai-nilai yang lebih efisien untuk pemanfaatan media gambar dalam proses pembelajaran IPA. Namun kenyataan nya masih ada guru yang belum bisa memanfaatkan media pembelajaran di kelas.  Penelitian ini akan membahas tentang bagaimana pengaruh penggunaan media gambar  terhadap aktivitas siswa pada pembelajaran IPA materi sifat – sifat dan perubahan zat di MI Al – Bukhori. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan penggunaan media gambar pada mata pelajaran IPA materi sifat – sifat dan perubahan zat dan meningkatkan prestasi hasil belajar IPA Penelitian ini dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, angket, dan dokumentasi. Angket disebarkan pada siswa kelas VI dan hasil observasi di MI Al – Bukhori yang dijadikan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI MI Al – Bukhori  Data yang diperoleh kemudian diolah dan dapat diambil kesimpulannya bahwa anak MI lebih tertarik pembelajaran menggunakan media gambar.
Kata Kunci : Media Fotografi, aktivitas belajar, hasil belajar
Pengaruh Penggunaan Media Gambar Terhadap

Pengaruh Penggunaan Media Gambar Terhadap Aktivitas Siswa Pada Pembelajaran IPA Materi Sifat-Sifat dan Perubahan Zat di MI Al – Bukhori

A.    Pendahuluan
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada tahun milenial ini semakin pesat. Hal ini menuntut adanya sumber daya manusia yang lebih berkualitas untuk membantu perkembangan menjadi lebih baik,dan dimanfaatkan semaksimal mungkin dan dikembangkan sebaik mungkin. IPA atau sains adalah mata pelajaran yang isinya berupa dengan alam, sehingga IPA bukan hanya pengumpulan data, fakta, dan konsep tetapi siswa juga harus secara langsung tidak hanya melalui teori saja.

Belajar merupakan suatu proses yang dilakukan setiap individu untuk mendapatkan pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman dari berbagai materi yang telah dipelajari. Proses belajar terjadi karena adanya interaksi antara lingkungan[1]. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi dimana pun dan kapan pun. Salah satu tanda perubahan seseorang melakukan proses belajar adanya perubahan tingkah laku pada diri seseorang terhadap pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Apabila proses belajar dilakukan disekolah – sekolah formal, maka mengarahkan perubahan pada diri siswa secara terencana, baik secara aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Interaksi proses belajar dipengaruhi oleh murid, guru, kepala sekolah, bahan media pembelajaran (buku, modul, majalah, rekaman video dan sejenisnya), dan berbagai sumber belajar lainnya serta fasilitas (proyektor, perekam pita audio atau video, radio, televisi, computer, perpustakaan, pusat sumber belajar dan lain-lainnya.

Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Hal ini menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas dengan begitu perkembangan dapat dikuasai dan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Sistem pendidikan mengalami pembaruhan seperti halnya Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang diperoleh melalui pengembangan dan penelitian, sehingga IPA bukan hanya pengetahuan kumpulan pengetahuan berupa fakta-fakta, konsep, atau prinsip-prinsip saja, tetapi merupakan proses suatu penemuan. Para guru dituntut agar mampu memanfaatkan alat yang disediakan di sekolah, namun tidak menutup kemungkinan bahwa alat tersebut sesuai dengan perkembangan zaman. Guru-guru dapat memanfaatkan alat yang efisien dan murah meskipun sederhana tetapi mencapai upaya tujuan pembelajaran. Disamping mampu menggunakan alat yang sederhana, guru juga dituntut mampu mengembangkan membuat media pembelajaran apabila media tersebut tidak tersedia guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran. Anggapan bahwa mata pelajaran IPA itu sebagai pembelajaran eksak yang membutuhkan keseriusan, sedangkan proses pembelajaran itu dibutuhkan hal yang menyenangkan. Sehingga siswa dalam pembelajaran tidak tertekan dan lebih semangat dalam menerima pembelajaran. Guru dalam memberikan pembelajaran dibutuhkan berbagai model, metode dan media yang dapat menarik minat siswa dalam belajar. Banyak metode, model dan media yang dapat digunakan seperti menggunakan media gambar yang menarik minat siswa. Melalui media gambar diharapkan siswa akan terpusat perhatiannya sehingga pembelajaran akan lebih bermakna. Dalam penelitian ini menggunakan media gambar yang berguna untuk mengembangkan materi pembelajaran siswa. Menurut Arsyad 2013 : 3 Media adalah materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat peserta didik mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media[2].

Baca Juga :  Dasar-Dasar Pemilihan Media Pembelajaran

Menurut Arsyad 2013 : 29 salah satu fungsi dari  media sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi dan  lingkungan kondisi belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru serta membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh – pengaruh psikologis terhadap siswa. Manfaat media pembelajaran dalam proses belajar peserta didik adalah a) pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar siswa  b) bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga lebih mudah dipahami c) metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga tidak merasa bosan. d) siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemostrasikan dan lain-lain[3].

Pemanfaatan media pembelajaran IPA saat ini dianggap sangat penting untuk pencapaian suatu pembelajaran. Pemanfaatan media pembelajaran IPA akan berpengaruh terhadap hasil belajar, namun pada penerapannya media pembelajaran ini sering terabaikan. Seharusnya penggunaan media pembelajaran ini dapat diterapkan dengan baik sehingga dapat mempengaruhi hasil belajar siswa, oleh karena itu penelitian pemanfaatan media pembelajaran ini sangat berguna. Dengan demikian, media tidak dapat dipisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran disekolah pada khususnya.

Pengertian  sifat – sifat dan perubahan zat
Perubahan wujud zat ini bisa terjadi karena peristiwa pelepasan dan penyerapan kalor. Jenis perubahan wujud :

Ø  Membeku
Peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi padat. Contoh peristiwa air yang dimasukkan kedalam freezer akan menjadi beku, pembuatan agar-agar, dan lilin cair yang didinginkan menjadi padat kembali.

Ø  Mencair
Peristiwa perubahan wujud dari padat menjadi cair. Contoh peristiwa es batu yang dibiarkan diudara lama kelamaan akan mencai, mentega yang dipanaskan diwajan akan mencair, dan es krim yang dibiarkan diruang terbuka akan mencair dengan sendirinya.

Baca Juga :  Cara Membuat Media Pembelajaran Puzzle Rukun Islam dan Rukun Iman

Ø  Menguap
Peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi gas. Contoh peristiwa air yang direbus jika dibiarkan lama kelamaan akan habis, alcohol yang diteteskan ditangan, sehingga tangan kita jadi dingin, dan cairan parfum di dalam botol yang dibiarkan terbuka, lama-lama akan berkurang.
Ø  Mengembun
Peristiwa perubahan wujud dari gas menjadi cair. Contoh peristiwa pagi hari rumput dilapangan menjadi basah, saat menyimpan es batu dalam gelas didinding gelas luarnya menjadi basah.
Ø  Menyublim
Peristiwa perubahan wujud dari padat menjadi gas. Contoh peristiwa kapur barus yang dibiarkan dilemari lama kelamaan akan semakin kecil.
Ø  Mengkristal
Peristiwa perubahan gas menjadi padat. Contoh peristiwa proses pembentukan butiran es salju dari uap air di awan.

B.    Metode Penelitian
Menurut Moleong, 2007 Penelitian ini mengumpulkan data dengan menggunakan 3 jenis instrument, yaitu observasi, angket, dokumentasi. Observasi menurut Sugiyono (2012 : 145) mengemukakan bahwa observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis[4]. Angket menurut Sugiyono (2013 : 137) kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Dokumentasi yaitu pengumpulan data yang menghasilkan catatan catatan penting yang berhubungan dengan masalah masalah yang diteliii. Sehingga akan diperoleh data data yang lengkap, sah dan bukan berdasarkan perkiraan. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data yang sudah tersedia dalam catatan dokumen. Sementara alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian adalah pedoman observasi, pedoman angket dengan menyiapkan alat pengumpulan data berupa buku catatan, Hp dan lain-lain yang dianggap bisa membantu penelitian. Tahapan penelitian ini yaitu pra penelitian terdiri dari memilih topik kajian dan instrumentasi penelitian, penelitian dilakukan setelah surat perijinan disetujui dan telah mendapatkan izin penelitian, dan penelitian penutup berupa pengolahan data melalui analisa data penelitian.

C.   Hasil dan Pembahasan
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MI Al- Bukhori Surabaya pada kelas VI. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2019. Subjek penelitian ini siswa kelas VI yang berjumlah 28 siswa pada pelajaran IPA materi sifat – sifat dan perubahan zat. Dengan belajar menggunakan gambar siswa lebih menarik dan mudah untuk dipahami. Akan tetapi, ada siswa yang tidak menyukai dengan media gambar.

Baca Juga :  Cara Membuat Media Pembelajaran Roda Bangun Datar

Dari data observasi tempat yang dilakukan di MI Al-Bukhori adalah sekolahan yang berada di rungkut penjaringan sari. Sekolahan ini meskipun masih dikatakan swasta tetapi lingkungannya yang ramah. Siswa dilarang membeli makanan dengan menggunakan plastik, mereka semua telah disediakan piring dan gelas setiap siswanya. Sekolah ini akan menuju ke tahap negeri, tetapi masih membutuhkan proses. Guru pengajarnya dan siswanya ramah-ramah. Didalam kelas meja dan kursi tertata rapih dengan hiasan berada di dinding supaya lebih menarik siswa.

D.   Simpulan
Dapat disimpulkan setelah melakukan penelitian berdasarkan data yang diperoleh mengenai  pengaruh penggunaan media gambar terhadap aktivitas siswa pada pembelajaran IPA materi sifat – sifat dan perubahan zat di MI Al – Bukhori. Bahwa dengan menggunakan metode gambar siswa lebih cepat memahaminya, akan tetapi ada saatnya tidak dapat menggunakan media gambar bisa diganti dengan cerita atau narasi.

Selain itu guru juga dapat memanfaatkan media yang tersedia dari sekolah. Meskipun media dari sekolah tidak memadai guru dapat menggantikannya dengan belajar dialam. Biasanya siswa akan lebih suka dengan belajar di alam. Dan guru juga biasa menyediakan media pembelajaran sendiri untuk mencapai rancangan pembelajaran yang telah disusun sebelumnya.

Daftar pustaka
Embun, S. (2016). Pengaruh Penggunaan Media Gambar Terhadap Aktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ipa Materi Bumi Dan Cuaca Di Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah Palembang. JIP: Jurnal Ilmiah PGMI, 1(1), 80–106.
H. Bunyamin, A. (2010). PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) DI KELAS I MADRASAH IBTIDAIYAH AN-NUR KOTA CIREBON. (December).
Ristikawati, D., Afifullah, M., & Mustafida, F. (2019). Studi Implementasi Pemanfaatan Media Pembelajaran Ipa Kelas Iv Di Mi Mazro’Atul Ulum 01 Paciran Lamongan. JPMI : Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019, 1(2), 90–97.

Catan Kaki
[1] Sari Embun, “Pengaruh Penggunaan Media Gambar Terhadap Aktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ipa Materi Bumi Dan Cuaca Di Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah Palembang,” JIP: Jurnal Ilmiah PGMI 1, no. 1 (2016): 80–106.
[2] Dwi Ristikawati, Mohammad Afifullah, and Fita Mustafida, “Studi Implementasi Pemanfaatan Media Pembelajaran Ipa Kelas Iv Di Mi Mazro’Atul Ulum 01 Paciran Lamongan,” JPMI : Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 1, no. 2 (2019): 90–97.
[3] Ristikawati, Afifullah, and Mustafida.
[4] Ristikawati, Afifullah, and Mustafida.
 Oleh : Laelatul Azizah

Tags: